DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Studi kasus teknik oesophagus maag duodenum klinis gerd di Instalasi Radiologi RSUD Tidar Kota Magelang

    Full text link
    Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi reflux isi lambung ke dalam ooesophagus yang menyebabkan gejala dan kerusakan jaringan ooesophagus berupa oesophagitis (Bontrager, 2018). Pemeriksaan Radiografi yang dilakukan pada kasus ini biasanya yaitu pemeriksaan Oesophagus Maag Duodenum (OMD) dengan proyeksi RAO, Lateral, AP, dan LAO untuk oesophagus dan proyeksi RAO, PA, Lateral Kanan,LPO, dan AP untuk maag duodenum. Sedangkan di Instalasi Radiologi RSUD Tidar Kota Magelang untuk pemeriksaan OMD pada kasus GERD hanya menggunakan proyeksi AP erect untuk oesophagus dan proyeksi AP dan PA untuk maag duodenum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan OMD di RSUD Tidar Kota Magelang, dan mengetahui alasan pemeriksaan OMD hanya menggunakan proyeksi AP erect untuk oesophagus dan AP dan PA untuk maag duodenum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan 2 radiografer dan 1 dokter spesialis radiologi. Waktu pelaksanaan dilakukan pada bulan September sampai Mei 2023, yang dilakukan pada satu orang pasien. Analisis data diperoleh dari pengumpulan data di rumah sakit, setelah itu data direduksi untuk diambil hal – hal yang penting, kemudian data disajikan kedalam naskah karya tulis ilmiah dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan OMD di RSUD Tidar Kota Magelang dengan klinis GERD menggunakan proyeksi AP erect saja untuk oesophagus dan proyeksi AP dan PA untuk maag duodenum. Alasan menggunakan proyeksi tersebut karena sudah cukup melihat diagnosa yaitu melihat adanya reflux pada lambung yang naik ke oesophagus. Untuk saran yakni penulis berpendapat bahwa menggunakan beberapa proyeksi tambahan pada pemeriksaan oesophagus seperti, RAO, LPO, PA, bisa digunakan untuk memperlihatkan bagian anatomi esophagogastric junction (EGJ)

    Hubungan Antara Self Efficacy Diri Dengan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe-2 Di Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta

    Full text link
    Latar belakang : Diabetes Mellitus berhubungan erat dengan kualitas hidup pada penderita dimana faktor yang mempengaruhi kualitas hidup diantaranya berhubungan dengan self efficacy diri. Tujuan : Mengetahui hubungan self efficacy diri dengan kualitas hidup penderita DM tipe-2 di Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Sampel pada penelitian ini sebayak 67 responden penderita DM tipe-2 yang aktif melakukan pemeriksaan di Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta. Instrumen menggunakan kuisioner SED dan DQoL. Teknik Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Hasil koefisien korelasi variabel self efficacy diri sebesar 0,12 dengan signifikan 0,031 menunjukan terdapat adanya hubungan antara self efficacy diri dengan kualitas hidup penderita DM tipe-2 dan menunjukan korelasi positif dengan nilai korelasi yang lemah di Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta. Simpulan dan Saran : Bagi pelayanan keperawatan diharapkan dapat menangani permasalahan terkait dengan self efficacy diri khususnya domain diet dan kualitas hidup khususnya domain kepuasan

    Hubungan preloading cairan kristaloid dengan pencegahan hipotensi intra operatif pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi di IBS RSU PKU Muhammadiyah Bantul

    Full text link
    dengan waktu yang singkat, tujuan preloading cairan adalah untuk meringankan volume sirkulasi atau mengantisipasi kejadian hipovolemik akibat vasodilatasi yang terjadi karena spinal anestesi yang memblok simpatis. Umumnya durasi preloading diberikan saat 15-20 menit sebelum tindakan spinal dilakukan dengan jumlah cairan 10-15 cc/kgbb. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari pemberian preloading cairan kristaloid dengan pencegahan hipotensi intra operatif pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi. Metode penelitian: Penelitian ini di lakukan di IBS RSU PKU Muhammadiyah Bantul pada bulan Desember-Januari 2022-2023 dengan teknik accidental sampling dan mendapat sampel sebanyak sebanyak 42 responden. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi usia, berat badan, tinggi badan, status ASA, jumlah preload, angka tekanan darah dan jumlah vasopressor. Hasil: Data hasil penelitian dianalisis dengan uji chi-square dengan nilai p<0,00 yang diartikan memiliki hubungan yang signifikan antara pemberian preloading cairan kristaloid dengan pencegahan hipotensi intra operatif pada pasien spinal SC. Simpulan: Terdapat hubungan antara pemberian preloading cairan kristaloid dalam mencegah kejadian hipotensi intra operatif pada pasien sectio caesarea dengan teknik spinal anestesi di IBS RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Saran: Pemberian preloading cairan kristaloid terbukti dapat mencegah kejadian hipotensi intra operatif pada pasien spinal SC oleh karena itu diharapkan agar penatalaksanaan pasien spinal SC tidak ada lagi yang preloadnya tidak terpenuhi

    Hubungan pengetahuan henti jantung dengan keterampilan melakukan resusitasi jantung paru pada mahasiswa keperawatan anestesiologi universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

    Full text link
    Latar Belakang: Kegawatan merupakan suatu kejadian yang secara tiba-tiba mengharuskan tindakan segera salah satunya henti jantung. Tenaga kesehatan atau penolong yang ada di sekitar korban berperan penting dalam melakukan pertolongan untuk menangani kasus henti jantung yang dikenal dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Faktor keberhasilan Resusitasi Jantung Paru (RJP) bergantung pada pengetahuan dan keterampilan penolong. Seseorang yang berpengetahuan luas maka akan lebih terampil dalam melakukan suatu tindakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan pengetahuan henti jantung dengan keterampilan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang berjumlah 53 responden dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman Rank didapatkan hasil nilai koefisien korelasi 0,791 (kuat) dan didapatkan hasil nilai p-value 0,000<0,005. Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 27 responden (50,9%) dan mayoritas responden memiliki tingkat keterampilan dengan kategori terampil sebanyak 49 responden (92,5%). Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan henti jantung dan keterampilan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada mahasiswa keperawatan anestesiologi dengen nilai koefisien korelasi 0,791 (Kuat). Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan untuk pengambilan data dan meneliti lebih dalam faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan pada mahasiswa. Kata kunci : Pengetahuan, Keterampilan, Resusitasi Jantung Paru (RJP) Daftar Pustaka: 47 buah (2013-2021

    Pengaruh edukasi kebencanaan terhadap kesiapsiagaan bencana tanah longsor pada masyarakat kecamatan Bermani Ulu kabupaten Rejang Lebong

    Full text link
    Latar Belakang: Bencana longsor adalah salah satu bencana yang paling banyak memakan korban jiwa di dunia. Daerah dataran tinggi adalah daerah paling rawan terdampak bencana longsor. Kurangnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan risiko bencana menjadi besar. Pengetahuan merupakan faktor utama dan menjadi kunci untuk kesiapsiagaan. Pengetahuan yang dimiliki biasanya dapat memengaruhi sikap dan kepedulian untuk siap siaga dalam mengantisipasi bencana dan pengetahuan dapat ditingkatkan melalui edukasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi kebencanaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah jenis penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Desig. Prosedur penelitian menggunakan satu kelompok subjek yaitu kelompok eksperimen tanpa menggunakan kelompok kontrol. Populasi yang digunakan adalah masyarakat Desa Baru Manis, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Sampel diambil sebanyak 40 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling. Instrumen penelitian menggunakn kuesioner kesiapsiagaan berjumlah 30 aitem (α=0.898) Teknik analisis data menggunakan Uji-T Paired Sampel Test. Simpulan: Dari hasil Uji-T (Paired Sample T-test) diketahui Sig (2-tailed) 0.000<0,05 disimpulkan bahwa H0 ditolak, dan Ha diterima. Sehingga disimpulkan bahwa edukasi kebencanaan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan sikap kesiapsiagaan masyarakat. Saran: diperlukan penelitian lebih lanjut menggunakan metode true eksperimen, agar memberikan kontrol, pengawasan dan screening yang lebih ketat kepada calon subjek sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baru

    Hubungan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terhadap kesiapsiagaan bencana kebakaran di IBS RS PKU Muhammadiyah Gamping

    Full text link
    Latar Belakang: Rumah sakit merupakan salah satu institusi yang memiliki risiko terjadinya bencana kebakaran. Bencana kebakaran dapat mengancam jiwa dan menimbulkan kerugian material dan sosial, sehingga hal ini menandakan bahwa dibutuhkan adanya upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pencegahan pada bencana kebakaran seperti mengikuti pelatihan mengenai kesiapsiagaan kebakaran. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terhadap kesiapsiagaan bencana kebakaran di IBS RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 36 responden dengan mengggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana kebakaran. Uji statistic menggunakan spearman rank. Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji Spearman Rank didapatkan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan bencana kebakaran di IBS RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan nilai signifikan 0.022. Simpulan: Terdapat hubungan yang cukup signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan bencana kebakaran di IBS RS PKU Muhammadiyah Gamping. Saran: Untuk meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran diharapkan secara konsisten mengikuti seminar, workshop atau pelatihan sebagai bentuk kesiapan menghadapi bencana kebakaran. Kata Kunci : Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Bencana Kebakaran Daftar Pustaka : 85 (2010-2022

    Perbedaan pengaruh ladder drill exercise dan lower extremity stablization dalam meningkatkan agility pada chronic ankle instability pemain futsal putri

    Full text link
    Latar Belakang: Pentingnya agility bagi pemain futsal. Pada permainan futsal terdapat berbagai permasalahan salah satunya agility. Agility sangat dibutuhkan untuk menunjang performa pemain futsal. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh ladder drill exercise dan lower extremity stabilization dalam meningkatkan agility pada chronic ankle instabiliy pemain futsal putri. Metode: Penelitian ini menggunakkan metode quasi eksperimental dengan two-grup pretest-posttest design dengan jumlah sampel 16 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Sampel akan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 diberi perlakuan ladder drill exercise dan kelompok 2 diberikan perlakuan lower extremity stabilization. Penelitian ini dilakukkan 10 kali pertemuan. Hasil: Uji Normalitas data menggunakan saphiro-wilk test dan uji homogenitas menggunakan lavene’s test. Hasil paired sample test pada kelompok I P= 0,00 (p<0,005) dan kelompok II p=0,000 (p<0,005) yang berarti latihan yang diberikan kepada kelompok I dan II memiliki pengaruh dalam meningkatkan agility. Pada uji perbedaan menggunakkan independent t-test hasilnya p= 0,092 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh perlakuan kelompok I dan II. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh ladder drill exercise dan lower extremity stabilization dalam meningkatkan agility pada chronic ankle instability pemain futsal putri. Saran : Bagi peneliti selanjutmya disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dan bagi pemain futsal dapat menjadikan latihan ini sebagai latihan untuk meningkatkan agility

    Hubungan Bentuk Lutut terhadap Resiko Cedera Patellofemoral Pain Syndrome pada Pemain Futsal Putri

    Full text link
    ABSTRAK Latar Belakang: Futsal putri di Indonesia sanggat berkembang dan memiliki banyak peminat. Olahraga futsal memiliki Gerakan aktif atau mobilitas yang tinggi, maka olahraga ini sering terjadi cedera pada pemain futsal dimana terdapat banyak gerakan yang menyebabkan cedera olahraga seperti cedera Patellofemoral pain syndrome. Patellofemoral pain syndrome dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor bentuk lutut yang tidak normal sehingga dapat meningkatkan resiko cedera patellofemoral pain syndrome pada pemain futsal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan bentuk lutut terhadap resiko cedera Patellofemoral pain syndrome pada pemain futsal putri. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan rancangan deskriptip korelasi. Taknik sampling menggunakan Total Sampling. Populasi dalam penelitian ini jumlah 47 pemain futsal putri, Analisis Univariat menggunakan Statik deskriptif untuk Analisis Bivariat Menggunakan (uji normalitas: Shapiro wilk Test, uji Korelasi: Rank Spearman). Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara bentuk lutut terhadap resiko cedera patellofemoral pain syndrome pada pemain futsal putri dengan nilai P=0,000 (P<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara bentuk lutut terhadap resiko cedera patellofemoral pain syndrome pada pemain futsal putri. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian jangka waktu yang panjang dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan factor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya resiko patellofemoral pain syndrome

    Hubungan pola asuh orang tua dengan harga diri remaja di Pedukuhan Tarudan Bangunharjo Sewon Bantul

    Full text link
    Latar belakang : Harga diri adalah penilaian pencapaian pribadi seseorang dengan menganalisis perilaku dengan diri idealnya. Harga diri rendah di seluruh dunia dengan pravelensi 35% dari seluruh remaja di Indonesia. Harga diri remaja berpengaruh dengan perkembangan pada remaja. Remaja dengan pola asuh yang benar maka akan menumbuhkan harga diri tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan harga diri pada remaja di Pedukuhan Tarudan Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta. Metode Penelitian: Desain penelitian correlation analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah remaja yang tinggal di Pedukuhan Tarudan Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta dengan sampel 52 responden. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Pengambilan data mengenai pola asuh orang tua menggunakan kuesioner pola asuh orang tua, sedangkan harga diri menggunakan kuesioner RSES (Rosenberg Self Esteem Scale). Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di Pedukuhan Tarudan Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta dengan pola asuh otoriter sebanyak 19 orang (36,5%). Sedangkan harga diri pada remaja sebanyak 18 orang (34,6%) mempunyai harga diri tinggi. Hasil analisis chi square didapatkan nilai 0,000 <α (0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,843 menunjukkan keeratan hubungan dalam rentang kategori tinggi. Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan harga diri pada remaja di Pedukuhan Tarudan Bangunharjo Sewon Bantul Yogyakarta oleh sebab itu, disarankan kepada orang tua untuk menerapkan pola asuh otoriter dengan menggunakan komunikasi dua arah terhadap anak

    Perbedaan pengaruh mc kenzie exercise dan myofascial release pada myofascial pain syndrome upper trapezius pekerja pabrik bakpia pathok di Yogyakarta

    Full text link
    Latar belakang: Aktivitas bekerja dalam posisi statis dan dilakukan dengan waktu yang lama serta repetitive dengan pengulangan yang terus menerus akan mengakibatkan keluhan musculoskeletal, salah satunya yaitu myofasial pain syndrome otot upper trapezius. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian mc kenzie exercise dan myofascial release pada myofascial pain syndrome upper trapezius pekerja pabrik bakpia pathok di yogyakarta. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental dengan rancangan pre and post two grup design, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan teknik randomized. Jumlah sampel 20 orang, dibagi 2 kelompok. Kelompok 1 mendapatkan perlakuan mc kenzie exercise. Kelompok 2 mendapatkan perlakuan myofascial release. Penelitian dilakukan selama dua minggu dengan 10 kali sesi terapi. Alat ukur yang digunakan adalah neck disability indeks. Hasil: Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk Test dan uji homogenitas dengan Lavene’s Test. Hasil paired sample t-test kelompok 1 nilai P = 0,000. Hasil paired sample t-test kelompok 2 nilai P = 0,000 yang artinya ada pengaruh pemberian perlakuan kedua kelompok terhadap nyeri myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Kesimpulan: tidak ada perbedaan pengaruh antara mc kenzie exercise dan myofascial release pada myofascial pain syndrome upper trapezius pekerja pabrik bakpia di yogyakart

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇