DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN KORSET TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Penggunaan korset punggung terkenal sebagai pilihan terapi
alternatif dalam menangani kasus nyeri punggung bawah. Namun, bukti-bukti hasil
penelitian dari artikel penelitian masih jarang ditemukan, selain itu artikel narratie
review terkait penggunaan korset terhadap nyeri punggung bawah juga masih jarang
ditemui. Karena hal tersebut, maka artikel narrative review diperlukan untuk menilai
keandalan atau keefektifan dari intervensi penggunaan korset pada kondisi nyeri
punggung bawah. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan
korset terhadap nyeri punggung bawah. Metode Penelitian : Menggunakan metode
Narrative Review, yaitu dengan mengumpulkan sepuluh artikel penelitian, dengan
melakukan identifikasi kata kunci menggunakan format PICO serta menentukan
kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang akan dipilih. Pencarian
artikel dilakukan pada tiga database (Google Schoolar, PubMed dan Science Direct).
Hasil Penelitian : Tujuh artikel penelitian mengenai penggunaan korset terhadap
nyeri punggung bawah memberikan hasil yang signifikan dalam penurunan nyeri
punggung bawah. Namun, tiga artikel melaporkan hasil yang tidak signifikan
terhadap penurunan nyeri punggung bawah. Kesimpulan : Beberapa artikel
penelitian membuktikan bahwa penggunaan korset terbukti berpengaruh terhadap
nyeri punggung bawah. Tetapi tidak semua artikel penelitian memberikan hasil yang
signifikan. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan
metode penelitian lain, seperti eksperimental
PENGARUH ACTIVE DYNAMIC NECK DAN MYOFASCIAL RELEASE TERHADAP PENURUNAN NYERI LEHER PADA MYOFASCIAL PAIN SYNDROM UPPER TRAPEZIUS: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Myofascial pain syndrome adalah gangguan peradangan pada
musculoskeletal yang berkaitan dengan nyeri lokal dan kekakuan otot dengan kondisi
akut maupun kronik. Prevalensinya sama antara laki-laki dan perempuan, terutama
pada usia 30-60 tahun. Penyebab umum myofascial pain syndrome dapat berasal dari
trauma langsung ataupun tidak langsung, usia, ergonomi saat berkerja atau
posisi/postur tubuh yang tidak sesuai. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada
pengaruh active dynamic neck dan myofascial release terhadap penurunan nyeri
leher pada myofascial pain syndrome upper trapezius. Metode: Jenis penelitian ini
menggunakan narative review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan mesin
pencari seperti PubMed, Google Scholar dan Science Direct. Kriteria artikel yang
digunakan adalah yang diterbitkan tahun 2010-2020. Hasil: Berdasarkan 10 artikel
yang dikumpulkan didapatkan hasil bahwa terdapat 3 jurnal yang menyatakan setuju
bahwa active dynamic neck adalah intervensi yang efektif untuk menurunkan keluhan
nyeri leher, 2 jurnal lainnya tidak setuju dan menyatakan bahwa latihan stabilisasi
lebih efektif di bandingkan dengan latihan dynamic neck, sedangkan untuk
myofascial release terdapat 4 jurnal yang menunjukan hasil bahwa myofsacial
release efektif untuk menurunkan keluhan nyeri leher, sedangkan 1 jurnal yang
lainnya adalah myofascial release efektif tapi dengan kombinasi electrotherapy yaitu
TENS. Kesimpulan: Ada pengaruh active dynamic neck dan myofascial release
terhadap penurunan nyeri leher pada myofascial pain syndrome upper trapezius
setelah diberikan intervensi minimal 3 minggu. Saran: agar dapat melakukan
intervensi ini langsung dilapangan dengan memperhatikan dosis dan lama waktu
pemberian intervensi yaitu minimal 3 minggu
PERBEDAAN PENGARUH MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DENGAN NORDIC EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS UNTUK MENURUNKAN RISIKO CEDERA HAMSTRING PADA ATLET NARATIVE REVIEW
Latar Belakang : Atlet merupakan salah satu profesi yang mulai banyak diminati
oleh anak-anak Indonesia. Hal ini didukung beberapa prestasi cabang olahraga
olahraga Indonesia di kompetisi dunia.. Seorang atlet mempunyai program latihan
tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan ketangkasan , kekuatan, kecepatannya,
dan fleksibilitas. Atlet olahraga memiliki risiko cedera yang tinggi mengingat
karakteristik dari atlet seperti berlari, loncat dan berhenti tiba tiba sehingga lebih
banyak melibatkan kerja otot otot tungkai, terutama kerja otot hamstring. Atlet yang
memiliki fleksibilitas yang buruk akan lebih mudah mengalami cedera dan
berpengaruh pada kekuatan keseimangan otot, sehingga kerja dan fungsi otot tidak
maksimal. Ada berbagai macam modalitas fisioterapi, beberapa contohnya berupa
muscle enery technique dan Nordic Exercise yang digunakan untuk meningkatkan
fleksibilitas hamstring pada atlet. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan
pengaruh Muscle Energy Technique dan Nordic Exercise terhadap peningkatan
fleksibilitas untuk menurunkan risiko cedera hamstring pada atlet. Metode
Penelitian : metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian
jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google scholar, PubMed, dan
scienderect . Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 5 jurnal Muscle Energy
Technique dan 5 jurnal Nordic Exercise dilakukan review dalam penelitian ini.
Kesimpulan : Ada perbedaan pengaruh muscle energy technique dan nordic exercise
terhadap peningkatan fleksibilitas untuk menurunkan risiko cedera hamstring pada
atlet. Dimana muscle energy technique lebih berpengaruh dalam meningkatkan
fleksibilitas dengan rata rata selisih 17.885. sedangkan nordic exercise dengan rata
rata selisih adalah 10.35
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN HIP STRENGTHENING EXERCISE DAN SQUAT EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN FOOT CORE SYSTEMS PADA PELARI DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang :Kekuatan otot kaki merupakan peran penting dalam berlari.Banyak
peneliti saat ini cenderung tidak memperhatikan otot intstriksi dan ekstrinsik dalam
intervesi yang diberikan., sehingga aktifitas ini juga berhubungan erat dengan
tingginya risiko cedera, dimana cedera yang banyak terjadi adalah cedera akibat
berlari secara berlebihan / overuse injury. Ada berbagai macam modalitas fisioterapi
dalam meningkatkan kekuatan otot kaki, beberapa contohnya berupa hip
strengthening exercise dan squat exercise. Tujuan : mengetahui perbedaan pengaruh
Hip Strengthening Exercise dengan Squat Exercise terhadap peningkatan Foot Core
Systems. Metode Penelitian : metode penelitian ini adalah penelitian narrative
review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google scholar,
pubmed, dan sciencedirect. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal
penelitian full text berupa Hip Strengthening Exercise dan Squat Exercise yang
digunakan pada kekuatan otot tungkai, jurnal dalam bahasa Inggris, memiliki
responden baik laki-laki maupun perempuan, diterbitkan tahun 2010-2020. Hasil
penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 4 jurnal Hip Strengthening Exercise, 4 jurnal
Squat Exercisedan 2 jurnal Foot Core Systems dilakukan review dalam penelitian ini.
Hasil Penelitian : hasil review didapatkan bahwa ada peningkatan kekuatan otot
tungkaipada responden setelah dilakukan treatment berupa latihanHip Strengthening
Exercise dan Squat Exercise. Kesimpulan :Squat Exercise lebih berpengaruh
dibandingkan dengan Hip Strengthening Exercise, namun tidak ada perbedaan hasil
yang singnifikan pada kedua treatment
PENGARUH MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN MYOFASCIAL RELEASE TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA OLAHRAGAWAN DITINJAU DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Fleksibilitas otot hamstring sebagai komponen penting dalam
menurunkan risiko cedera. Ketegangan ataupun pemendekan pada otot hamstring
menyebabkan fleksibilitas otot tersebut juga akan menurun. Penurunan fleksibilitas
menandakan bahwa otot dan sendi terbatas untuk melakukan gerakan secara bebas
dan efektif. Muscle energy technique dan Myofascial release merupakan intervensi
untuk meningkatkan fleksibilitas otot. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh muscle
energy technique dan myofascial release terhadap peningkatan fleksibilitas otot
hamstring pada olahragawan ditinjau dengan metode narrative review. Metode:
jenis penelitian ini narrative review dengan mengumpulkan artikel yang sesuai
dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan diidentifikasi menggunakan PICO. Pencarian
artikel menggunakan keyword yang berkaitan dengan muscle energy technique dan
myofascial release terhadap fleksibilitas otot hamstring melalui pencarian data base
elektronik yaitu PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Hasil: 10 jurnal
direview menunjukkan muscle energy technique dan myofascial release
menghasilkan peningkatan langsung dalam fleksibilitas dan rentang gerak
disebabkan oleh peningkatan toleransi terhadap peregangan. Kesimpulan: ada
pengaruh muscle energy technique dan myofascial release dalam meningkatkan
fleksibilitas otot hamstring pada olahragawan sebagai intervensi yang efektif
Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Keseimbangan Lansia Di Posyandu Bhakti Siwi
Latar Belakang:Lansia adalah tahap kehidupan seseorang setelah memasuki usia 60 tahun keatas, Seseorang akan mengalami perubahan pada segi fisik, kognitif, dan psikososialnya yang berpengaruh pada fungsionalnya. Penuruan status kognitif merupakan faktor resiko yang mengakibatkan gangguan keseimbangan pada lansia, sehingga lansia rentang resiko jatuh lebih tinggi, mempengaruhi aktivitas normal sehari- hari, dan menyebabkan ketergantungan terhadap orang lain untuk merawat diri sendiri.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif terhadap keseimbangan lansia di Posyandu Bhakti Siwi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling sampel berjumlah 40 orang. Pemeriksaan kognitif menggunakan kuesioner Indonesian-Montreal Cognitive Assessment (INA-MoCA) dan pengukuran keseimbangan menggunakan Time Up and Go Test(TUGT). Hasil: ada hubungan fungsi kognitif terhadap keseimbangan lansia pada lansia di Posyandu Bhakti Siwi yang diketahui dari hasil bahwa nilai p=0,00 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Ada hubungan fungsi kognitif terhadap keseimbangan pada lansia di Posyandu Bhakti Siwi. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk Meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi fungsi kognitif dan keseimbangan baik itu faktor eksternal maupun internal
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGISIAN PARTOGRAF SECARA LENGKAP OLEH PRAKTEK MANDIRI BIDAN
Partograf adalah suatu sistem yang tepat untuk memantau keadaan ibu dan janin dari
yang dikandung selama dalam persalinan waktu kewaktu. Partograf dapat menjadi
sistem peringatan awal yang dapat membantu pengambilan keputusan lebih awal kapan
seorang ibu harus dirujuk, dipercepat dan diakhiri pemantauan janin dan ibu selama
persalinan, dan membantu menemukan adanya masalah janin atau ibu. Angka Kematian
Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 126 per 100.000 kelahiran hidup. Peran
bidan sangat penting khususnya dalam menurunkan AKI dan AKB dalam proses
persalinan, sehingga keahlian dan kecakapan bidan menjadi bagian yang menentukan
saat menolong persalinan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor
yang berhubungan dengan pengisian partograf secara lengkap oleh Praktek Mandiri
Bidan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan metode artikel review.
Artikel review adalah sebuah artikel yang sengaja dihadirkan untuk memberikan
gambaran secara jelas mengenai suatu hal, baik itu kelebihan atau kekurangan dari objek
yang direview. Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan
pengisian partograf secara lengkap oleh Praktek Mandiri Bidan yaitu pengetahuan, sikap
dan supervisi dari bidan koordinator. Kesimpulan dari jurnal tersebut yaitu terdapat
hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap bidan dan supervisi terhadap kelengkapan
pengisian partograf. Saran berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan agar bidan
koordinator lebih bekerja keras dalam melakukan supervisi
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM NARRATIVE REVIEW
Angka kematian ibu merupakan tolak ukur derajat kesehatan suatu negara. Penyebab
utama kematian ibu adalah perdarahan, di Indonesia tercatat 30,1 % kematian ibu
disebabkan oleh perdarahan. Narrative review ini disusun untuk mereview mengenai
kejadian perdarahan postpartum secara khusus di Indonesia. Untuk mengetahui
hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan postpartum. Metode yang
digunakan yaitu mengidentifikasi research question dengan framework PEOS
identifikasi artikel yang publikasi dari tahun 2010-2020 menggunakan database yang
relevan (Academia.edu, google schoolar, dan microsoft academic) dengan kata
kunci, Hasil artikel digolongkan menggunakan data charting. Dalam pencarian di
database diperoleh 913 artikel, setelah dilakukan penyaringan judul dan relevansi
abstrak, didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil review 10 artikel
menunjukan bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan post
partum. Perdarahan postpartum juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor lainnya
antara lain usia ibu, riwayat obstetri, berat badan janin, pendidikan, dan anemia
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PARITAS DAN KADAR HB DENGAN KEJADIAN ABORTUS PADA IBU HAMIL
Kematian dan kesakitan ibu hamil masih merupakan masalah besar di dunia. World
Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sekitar 800 wanita meninggal selama
kehamilan ataupun komplikasi pada saat melahirkan seiap harinya. Salah satu
penyebab langsung Angka Kematian Ibu yaitu abortus.Abortus adalah berakhirnya
suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada atau sebelum kehamilan tersebut
berusia 20 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar
kandungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan kadar hb
dengan kejadian abortus pada ibu hamil.Penelitian ini menggunakan metode literature
review. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci “Hubungan paritas
dan kadar hb dengan kejadian abortus,hubungan paritas dengan kejadian
abortus,faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus” dengan jumlah
artikel 10 dengan rentan waktu 2015-2020. Berdasarkan beberapan literature yang
digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait hubungan paritas dan kadar hb dengan
kejadian abortus pada ibu hamil.Diketahui bahwasannya ada hubungan antara paritas
dan kadar hb dengan kejadian abortus.Hal ini dibuktikan dari nilai p-value setiap
penelitian bahwa sebagian besar terkait paritas, dan kadar hb adalah kurang dari0,05.
Kesimpulan: ada hubungan antara paritas dan kadar hb dengan kejadian abortus pada
ibu hamil. Diharapkan bagi ibu hamil agar dapat mencegah terjadinya kejadian
abortus dengan mengambil sikap dan tindakan yang tepat selama kehamilan dengan
lebih menjaga kehamilannya serta meningkatkan kualitas kesehatannya
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK ORANGTUA DENGAN TINGKAT PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI DUSUN PIRAK MERTOSUTAN SIDOLUHUR GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa peralihan dimana remaja mulai
mencari jati diri dengan berbagai hal yang baru salah satunya merokok. Prevalensi
remaja perokok yaitu 78,2% remaja berusia 15-19 tahun. Salah satu faktor yang
mempengaruhi remaja merokok yaitu lingkungan keluarga dengan perilaku orang tua
yang merokok.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan perilaku merokok orang tua dengan tingkat
perilaku merokok pada remaja di Dusun Pirak Mertosutan Sidoluhur Godean
Sleman Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan
waktu cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan
teknik total sampling sebanyak 40 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner
dan analisa data menggunakan uji Chi Square.
Hasil : Ada hubungan perilaku merokok orang tua dengan tingkat perilaku merokok
pada remaja di Dusun Pirak Mertosutan Sidoluhur Godean Sleman Yogyakarta.
Analisa Chi Square menunjukkan bahwa nilai p=0,011 sehingga p<0,05 dan besar
nilai koefisien korelasi sebesar 0,539.
Simpulan dan Saran : Ada hubungan perilaku merokok orangtua dengan tingkat
perilaku merokok pada remaja di Dusun Pirak Mertosutan Sidoluhur Godean Sleman
Yogyakarta. Diharapkan orangtua memberikan contoh yang baik yaitu tidak
merokok di depan anaknya karena akan ditiru oleh anaknya