DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Literatur Review Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil
Anemia pada ibu hamil merupakan suatu masalah yang dapat mengancam
keadaan ibu dan janin yang ada dalam rahim ibu. Anemia pada kehamilan,
merupakan masalah yang sudah mengglobal. Dilihat dari besaran masalahnya,
anemia adalah penyebab kedua terkemuka di dunia dari kecacatan dan dengan
demikian salah satu masalah kesehatan masyarakat paling serius. Di Indonesia,
Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 sebanyak 37,1% ibu
hamil anemia sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi 48,9%. Sedangkan
berdasarkan data Dinas Kesehatan Yogyakarta Prevalensi anemia pada ibu hamil
tahun 2017 sebanyak 30,81% dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebanyak
35,49%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode literture
review. Sumber pustaka yang digunakan yaitu 10 pustaka yang berasal dari jurnal.
Tahun penerbitan jurnal yang digunakan adalah tahun 2014-2020. Berbagai
penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur,
paritas, jarak kehamilan, status gizi, pendidikan, umur kehamilan, frekuensi ANC,
status ekonomi, pekerjaan. Bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada
ibu hamil mengenai bahaya anemia sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan
anemia pada ibu hamil
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA
Latar Belakang: Wanita dan remaja merupakan salah satu bagian dari populasi yang
berisiko terkena keputihan yang perlu perhatian khusus. Keputihan adalah keluarnya
sekret atau cairan selain darah yang berlebihan dari liang vagina dengan variasi bau,
konsistensi, dan warna. Keputihan dapat terjadi secara normal (fisiologis) maupun
abnormal atau penyakit (patologis). Faktor pencetus keputihan dibagi menjadi dua
yaitu faktor infeksi dan faktor non-infeksi serta ada faktor lain yang dapat
menyebabkan terjadinya keputihan. Tujuan: Diketahuinya hubungan tingkat
pengetahuan vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja. Metode:
Metode yang digunakan adalah Literature Review, mencari artikel baik nasional
maupun internasional, seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian
melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain Google Scholer. Tahap awal
pencarian artikel menggunakan kata kunci “Hubungan Tingkat Pengetahuan Vulva
Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja” jumlah artikel 10 dalam rentang
waktu dari 5-10 tahun. Hasil: Tingkat Pengetahuan vulva hygiene pada artikel
literature review dengan kategori baik, kategori cukup, dan kategori kurang.
Kejadian keputihan pada artikel literature review dengan kejadian keputihan
fisiologis dan kejadian keputihan patologis. Faktor lain yang menjadi penyebab
keputihan yaitu akibat aktifitas remaja yang tinggi sehingga sering berkeringat dan
kebiasaan perilaku personal hygiene yang salah dapat membuat vagina semakin
lembab. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat pengetahuan vulva hygiene dengan
kejadian keputihan pada remaja. Disarankan bagi peneliti selanjutnya diharapkan
dapat mengkaji faktor lain yang dapat memicu terjadinya keputihan, seperti
kebiasaan perilaku personal hygiene (Personal hygiene habits) dan aktifitas remaja.
Selain itu diharapkan bagi peneliti dalam pencarian artikel dapat menggunakan
database yang bervariasi bukan hanya pada google scholer
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN BBLR DENGANKEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
Asfiksia merupakan suatu keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami gagal
bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat
memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya,
sehingga dapat menurunkan O2 (oksigen) dan mungkin meningkatkan CO2
(karbondioksida) yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih
lanjut.Indonesia merupakan Negara dengan AKB akibat asfiksia tertinggi kelima
untuk Negara ASEAN yaitu 35 per 1.000 kelahiran hidup, dimana Myanmar 48 per
1.000, Laos dan Timor Leste 46 per 1.000 kelahiran hidup, kamboja 36 per 1.000
kelahiran hidup. Penyebab terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir adalah salah
satunya terjadinya karena faktor BBLR. Dampak asfiksia neonatoru antara lain
beberapa organ tubuh yang akan mengalami disfungsi akibat asfiksia perinatal adalah
otak, paru-paru, hati, ginjal, saluran cerna dan sistem darah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui Hubungan BBLR dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum.Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian literature review
dengan menggunakan metode scoping review. Hasil dalam 10 jurnal literaturereview
9 muncul sebagai hasil dari scoping review yaitu: faktor-faktor penyebab terjadinya
BBLR dan faktor-faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa 3 dari 10 literature review yang mengatakan 3 faktor penyebab
terjadinya BBLR yaitu faktor ibu, faktor janin dan faktor persalinan. Sedangkan 7
dari 10 literature review mengatakan asfiksia neonatorum disebabkan oleh 3 Faktor
yaitu faktor ibu, faktor janin, dan persalinan. Sehingga dapat di simpulkan bahwa
terdapat hubungan BBLR dengan kejadian asfiksia neonatorum disebabkan dengan
beberapa faktor didalamnya seperti faktor ibu, faktor janin dan faktor persalinan.
Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya di bidang pelayanan kesehatan
Antenatal Care (ANC) agar dapat terus meningkatkan komunikasi informasi edukasi
(KIE) melalui penyuluhan terhadap masyarakat khususnya ibu hamil tentang
pentingnya pemeriksaan kehamilan, gizi ibu hamil, serta tanda bahaya
LITERATUR RIVIEW PENGARUH PENYULUHAN SADARI TERHADAP KEMAMPUAN PRAKTIK SADARI REMAJA
SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri ) merupakan pemeriksaan pada payudara
sendiri untuk menemukan benjolan yang abnormal. Banyak wanita yang mengira
bahwa pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi adanya kanker, pada
kenyataan pemeriksaan payudara sendiri yang dilakukan secara rutin memungkinkan
wanita untuk mengenali bentuk normal payudaranya, sehingga adanya kelainan atau
perubahan pada payudara dapat segera diketahui. Tujuan penelitian yaitu untuk
melihat adakah pengaruh penyuluhan SADARI terhadap kemampuan Praktik
SADARI. Metode yang digunakan yakni literature review. Jurnal penelitian ini
melakukan penyaringan dari google scholar, Pubmed dan JIB sebanyak 10 jurnal
masuk kedalam kategori inklusi sehingga dilakukan review jurnal. Kesimpulan
penelitian ini yaitu ada pengaruh penyuluhan terhadap kemampuan melakukan
SADARI pada remaja putri. Pihak institusi pendidikan dan petugas perencana program
di pelayanan kesehatan disarankan saling meningkatkan kerjasama untuk membuat
program pendidikan kesehatan khususnya SADARI yang mana masih minimnya
pengetahuan remaja
LITERATURE REVIEW FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA PERDARAHAN POSTPARTUM
Kematian maternal dari tahun 1990-2013 mengalami penurunan rata-rata 2% tiap
tahunnya, namun penurunannya tidak mempengaruhi pencapaian target pada tahun
2015 sebesar 75% kehamilan, persalinan dan nifas. Penyebab obstetrik terutama
dipengaruhi karena perdarahan 27%, hipertensi 14%, sepsis 11% dan penyebab
lainnya. AKI masih merupakan masalah kesehatan yang serius di negara
berkembang. Angka kematian ibu terbesar yaitu perdarahan dan penyebab terkecil
yaitu partus lama. Hipertensi, infeksi, abortus dan penyebab secara tidak langsung
seperti penyakit kanker, jantung, tuberculosis atau penyakit lain yang diderita ibu
merupakan penyumbang kematian ibu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengann terjadinya perdarahan
postpartum. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
literature review dengan menggunakan 11 jurnal yang didapatkan dari Google
scholar penelitian ini menggunakan dua variabel, variabel terikat perdarahan
postpartum dan variabel bebas yaitu: Umur, paritas, jarak persalinan, kadar
haemoglobin, lama persalinan, dan riwayat persalinan sebelumnya. Hasil dari 11
artikel yang telah di analisis. Umur, paritas, jarak kelahiran, kadar haemoglobin, lama
persalinan, hubungan riwayat persalianan sebelumnya berhubungan dengn
perdarahan postpartum. Faktor yang paling dominan terhadap kejadian perdarahan
postpartum adalah paritas. Diharapkan peneliti selanjutnya agar mencari reverensi
lebih banyak lagi dari berbagai sumber terpercaya untuk memperkaya data dan tidak
hanya menggunakan satu sumber yaitu google scholar
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN SECTIO CAESAREA BERDASARKAN LITERATURE RIVIEW
Angka persalinan dengan metode sesar telah meningkat di seluruh dunia dan
melebihi batas kisaran 10%-15% yang direkomendasikan WHO. Section caesarea
mempunyai dampak yang merugikan bagi ibu pasca sectio caesarea diantaranya adanya
infeksi, pendarahan, timbulnya jaringan parut, rasa sakit yang lebih lama dibandingkan
dengan persalinan pervaginam, pengeluaran ASI yang tertunda, kemandulan dan resiko
sectio caesarea lebih besar untuk persalinan berikutnya. Tujuan literature review ini
untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin section caesarea berdasarkan literature
review. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan strategi secara
komprehensif baik nasional maupun internasional dari tahun 2016 – 2019 dan
mengutamakan kriteria artikel / jurnal yang terdapat DOI dan ber ISSN / ISBN, seperti
artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang
artikel antara lain Pubmed, Dimenssion, DOAJ, dan juga Google Scholer menggunakan
kata kunci “Sectio Caesarea”. Berdasarkan hasil literature review yang telah dianalisis
bahwa didapatkan 12 artikel karakteristik ibu bersalin section caesarea mayoritas
adalah faktor usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, pembiayaan kesehatan dan indikasi
medis section caesarea seperti KPD, Riwayat Hipertensi, Preeklamsia, Preeklamsia
Berat dan Eklamsia, riwayat section caesarea sebelumnya, CPD, plasenta previa,
kelainan letak janin, gagal induksi, gawat janin, gemelli, bayi besar, dan serotinus.
Kemudian terdapat faktor lain yang tidak didapatkan dalam teori seperti
oligohidramnion, dan riwayat penyakit. Disarankan untuk ibu hamil agar rutin
memeriksakan kehamilannya dan menjaga pola hidup sehat sehingga terhindar dari
segala bentuk yang membahayakan kehamilan ibu dan janinnya. Pada peneliti
selanjutnya diharapkan dapat mencari artikel lebih banyak dan terakreditasi serta
terbaru dalam 5 tahun terakhir terkait indikasi section caesarea sehingga literature
review yang dibuat lebih baik
Literatur Review Gambaran Karakteristik Motivasi Ibu Hamil Trimester III untuk Mengkonsumsi Tablet Fe
Motivasi dapat mempengaruhi seseorang dalam mengkonsumsi tablet tambah
darah dan apabila seseorang kurang motivasi dalam mengkonsumsi tablet fe dapat
menyebabkan ketidak teraturan dalam mengkonsumsi tablet Fe, jika ibu hamil tidak
teratur dalam mengkonsumsi tablet fe dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil.
Anemia pada ibu hamil beresiko tinggi menyebabkan perdarahan pada saat proses
persalinan. Hal ini dikarenakan motivasi merupakan dorongan yang digunakan untuk
mengarahkan dan memulai perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran karakteristik motivasi ibu hamil trimester III untuk mengkonsumsi tablet fe
Jenis Penelitian adalah literature review dengn tehnik rapid review menggunakan
jurnal nasional, pencarian melalui database Iperpusnas dan Google Scholar.
Digunakan 10 jurnal sebagai referensi. Berdasarkan hasil literature review yang telah
di analisis bahwa gambaran motivasi ibu hamil mayoritas masuk dalam kategori baik
dilatar belakangi oleh pengalaman anemia sebelumnya. Karakteristik ibu hamil dalam
mengkonsumsi tablet Fe dari 10 jurnal yang dianalisis adalah meliputi: usia,
pendidikan, tingkat pengetahuan atau informasi tentang tablet FE dan anemia,
dukungan keluarga, Frekuensi ANC, dan sikap tenaga kesehatan dalam memberikan
informasi. Mayoritas ibu hamil trimester III yang ditemukan dalam jurnal penelitian
pada katogori motivasi rendah
PENGARUH JUS JAMBU BIJI TERHADAP PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TRIMESTER III
Latar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO) mengatakan 25%
dari 100.000 kematian maternal di dunia setiap tahunnya disebabkan oleh perdarahan
postpartum, salah satu penyebabnya adalah anemia. Angka Kematian Ibu (AKI) di
Asia tahun 2015 sebesar 196/100.000 Kelahiran Hidup (KH). Indonesia masih
merupakan negara tertinggi di antara Association of South East Asia Nations
(ASEAN) dengan angka kematian ibu (AKI) sebesar 126/100.000 kelahiran hidup
Kejadian anemia pada ibu hamil pada tahun 2011 sampai dengan 2018 mengalami
fluktuatif dengan kencenderungan adanya peningkatan. Pemerintah telah menetapkan
kebijakan tentang peningkatan pelayanan kesehatan terutama maternal dan neonatal
yang salah satu tujuannya untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. Tujuan
: Untuk mengetahui literatur riview pengaruh jus jambu biji terhadap perubahan
kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Metode Penelitian : metode pada
penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan menggunakan scoping
review yaitu menggunakan jurnal. Hasil : Ada pengaruh mengkonsumsi jus jambu
biji terhadap perubahan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil trimester III.
Simpulan : menunjukan bahwa ada Pengaruh jus jambu biji terhadap perubahan
kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Pemberian jus jambu biji yang rutin dapat
meningatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Saran : Diharapkan dapat meningkatkan
ilmu pengatahuan ibu hamil tentang manfaat mengkonsumsi jambu biji bersamaan
dengan tablet besi sehingga dapat membantu dalam penyerapan zat besi dan anemia
pada masa hamil dapat dicegah sejak dini.dan diharapkan hasil studi kasus ini dapat
dijadikan refrensi untuk menambah bahan kepustakaan di Universitas ‘Aisyiyah
Yogykarta
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA LITERATURE REVIEW
Preeklampsia termasuk dalam salah satu triad of mortality, selain perdarahan dan
infeksi. Preeklampsia yang tidak ditangani dapat berlanjut menjadi eklampsia, yang
merupakan keadaan emergency, yang dapat meningkatkan angka mortalitas maternal,
di negara berkembang, insiden preeklampsia diperkirakan sekitar 1 kasus per 100
kehamilan hingga 1 kasus per 1700 kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengumpulkan dan menganalisis artikel tentang hubungan antara indeks massa
tubuh ibu hamil dengan kejadian preeklampsia. Metode penelitian ini adalah
penelitian literature review. Pencarian artikel dilakukan di tiga data base portal
jurnal online yaitu Google Scholar, Pubmed dan Garuda. Berdasarkan artikel yang
telah ditemukan mayoritas semua ibu hamil yang mengalami preeklampsia memiliki
indeks massa tubuh (IMT) tinggi yaitu IMT >25 kg/m2, IMT yang tinggi membuat
tubuh bekerja dua kali lipat, peningkatan berat badan yang berlebihan selama hamil
berisiko terkena preeklampsia. Asupan gizi selama hamil harus la terpenuhi baik
makro maupun mikro nutrient agar berat badan dapat terkontrol selama hamil selain
riwayat hipertensi atau fakor gen sebagai penyebab preeklampsia, gaya hidup
(lifestyle) berupa kurang konsumsi makanan bergizi seimbang serta obesitas juga
menjadi faktor risiko penyebab kejadian preeklampsia.
Bidan sebagai tenaga kesehatan dapat melakukan deteksi dini (early detection)
kepada ibu hamil baik yang terlihat berisiko maupun tidak berisiko dengan
melakukan pemeriksaan berat badan secara rutin dan memberikan komunikasi,
informasi dan edukasi (KIE) mengenai gizi seimbang saat kunjungan antenatal
care
Hubungan Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 0-59 Bula
Stunting dimana kondisi gagal tumbuh pada balita (anak dibawah lima
tahun) akibat dari kekurangan gizi kronik sehingga anak terlalu pendek untuk usinya.
Mengetahui kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada
balita usia 0-59 bulan. Metode yang digunakan dalam literature review ini
menggunakan strategi secara kompehensif seperti artikel yang didapat didalam
database yang diakses oleh peneliti, pencarian artikel menggunakan onesearch di
dalam database yang diakses secara freeacces seperti google scholar dan garuda
portal. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci yang baku dan
terarah sehingga didapatkan beberapa jurnal dan di sortir oleh peneliti untuk mencari
sesuai dengan kriteria peneliti dan didapatkan 10 jurnal yang sudah sesuai dan
dilakukan analisis tinjauan jurnal dari 10 tahun terakhir. Berdasarkan literature
review didapatkan sepuluh jurnal mengenai KEK pada ibu hamil dengan kejadian
stunting pada balita usia 0-59 bulan, bahwa diketahui hubungan kejadian stunting
pada balita usia 0 – 59 bulan, diketahui kejadian KEK, diketahui hubungan KEK
dengan kejadian stunting pada balita 0 – 59 bulan. Saran berdasarkan literature
review didapat sepuluh jurnal tersebut bahwa perlu adanya upaya promotif dan
preventif pada setiap faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting dan perlu
adanya program yang terintegrasi dan multisektoral untuk menanggulangi kejadian
stunting pada balita