DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
FAKTOR RESIKO KEJADIAN MUSKULOSKELETAL DISORDER (MSDs) PADA PENGRAJIN GERABAH DI KASONGAN YOGYAKARTA TAHUN 2020
Latarbelakang : Muskuloskeletal disorder (MSDs) adalah sekelompok kondisi
gangguan muskuloskeletal yang mempengaruhi otot, tendon, ligamen, sendi, saraf
perifer, dan pembuluh darah pendukung dalam tubuh. Dalam disetiap tahapan
penbuatan gerabah dikasongan, pengrajin melakun praktik kerja berulang
(repetitive), durasi kerja yang lama dan dilakukan dengan postur kerja yang kurang
ergonomis (duduk statis dan membungkuk) serta membutuhkan tenaga yang cukup
besar. Aktvitas yang dilakukan oleh pengrajin gerabah tersebut berisiko mengalami
gangguan musculoskeletal apabila dilakukan berulang-ulang dan dalam jangka waktu
yang lama.
Tujuan : mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian MSDs pada
pengrajin gerabah dikasongan Yogyakarta tahun 2020.
Metode : penelitian ini adalah surve analitik.Pendekatan waktu dengan
menggunakan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental
Sampling, jumlah responden sebanyak 66 orang. Uji statistik menggunakan Kendall
tau. Variabel yang diteliti diantaranya faktor individu (jenis kelamin, usia, masa
kerja, Indeks Masa Tubuh, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, dan tingkat
pendidikan). Instrumen penelitian yang digunakan adalah koesioner nordic body
map.
Hasil Penelitian : Mayoritas pengrajin mengalami kejadian MSDs rendah dan
sedang masing-masing 20 orang (31,8%), Hasil uji statistik Kendall tau
menunjukkan Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor jenis kelamin
(0,177 > 0,05.), usia (0,116 > 0,05) masa kerja (0,234 > 0,05) pendidikan (0,056 >
0,05), IMT (0,868 > 0,05), kebiasaan olahraga (0,695 > 0,05), dan kebiasaan
merokok (0,166 > 0,05) dengan kejadian MSDs pada pengrajin gerabah di kasongan
Yogyakarta tahun 2020.
Kesimpulan : tidak ada hubungan faktor individu (jenis kelamin, usia, masa kerja,
Indeks Masa Tubuh, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, dan tingkat
pendidikan) dengan dengan kejadian MSDs.
Saran : Untuk mencegah atau mengurangi keluhan MSDs sebaiknya pemilik usaha
kerajinan memberikan pelatihan pada pengrajin tentang bahaya muskuloskletal dan
cara penanggulangannya. Untuk pekerja yang mempunyai kebiasaan merokok
diharapkan dapat mengurangi kebiasaan merokok baik dari segi kuantitas, maupun
intensitasnya. Pekerja juga dapat melakukan workplace stretching excercise untuk
meregangkan otot-oto
HUBUNGAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA
Data menunjukan secara global Angka Kematian Bayi (AKB) didunia 34 per 1.000 kelahiran hidup. Setiap tahunnya sekitar 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini kemudian meninggal. Indonesia merupakan negara dengan AKB akibat asfiksia tertinggi kelima untuk negara ASEAN yaitu 35 per 1.000 kelahiran hidup. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kejadian terbesar adalah di Kabupaten Bantul sebesar 8/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2018. Kasus kematian bayi di Kabupaten Bantul tahun 2018 sejumlah 107 kasus, dan terjadi hampir di semua wilayah kecamatan di Kabupaten Bantul. Penyebab kematian bayi terbesar di Bantul adalah karena asfiksia sebanyak 32 kasus. Faktor-faktor yang mempengaruhi asfiksia salah satunya yaitu usia ibu. Usia dibawah 20 tahun atau lebih dari 35 tahun merupakan faktor risiko terjadinya kematian neonatal dikarenakan BBLR dan Asfiksia. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum di RS PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta tahun 2017-2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah survey analitik. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control, besar sampel yang digunakan sebanyak 106 bayi baru lahir, dengan teknik pengambilan sampel untuk kelompok kasus dalam penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 53 responden, sedangkan untuk pengambilan sampel kelompok kontrol menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 53 responden, alat ukur lembar format seperti buku register, dokumentasi data rekammedik dan analisa data menggunakan survey analitik. Persentase usia ibu di RS PKU Muhammadiyah Bantul Tahun 2017-2019 yaitu beresiko (35 thn) sebanyak 46 ibu hamil (43,4%) dan usia yang tidak beresiko (20 atau 35 thn) sebanyak 60 ibu hamil (56,6%). %). Terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian asfiksia ditunjukkan dengan hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value = 0,019 (p>0,05)
PENGARUH SENAM BUGAR LANSIA DAN BRAIN GYM TERHADAP PENINGKATAN KOGNITIF PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Seiring bertambahnya usia pada lansia, tak heran apabila
lansia tersebut mengalami beberpa penurunan fungsi dalam hidupnya, salah satunya
adalah penurunan fungsi kognitif. Perubahan fungsi kognitif pada lansia dapat
berdampak terhadap meningkatnya frekuensi gangguan fungsi kognitif dan mental
pada lansia, seperti demensia. Untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia,
jenis intervensi latihan yang bisa diterapkan pada lansia yaitu Senam Bugar Lansia
dan Brain Gym. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh
Senam Bugar Lansia dan Brain Gym terhadap peningkatan kognitif pada lansia.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah narrative review. Pencarian jurnal
dilakukan di portal jurnal online seperti Google Scholar, PubMed, dan PEDro. Hasil
: Dari 250 artikel yang teridentifikasi, didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan
kriteria inklusi. Dosis pemberian senam bugar lansia dan brain gym dari artikel
penelitian dilakukan selama 4 mimggu hingga 4 minggu dengan waktu latihan
selama 30 menit hingga 60 menit setiap sesi. Kesimpulan : Sesuai dengan review
10 jurnal, ada pengaruh Senam bugar lansia dan Brain gym terhadap peningkatan
kognitif pada lansia
Literatur Review Pengaruh Aromaterapi Inhalasi Lemon Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi (DISMINORHEA) Pada Remaja Putri
Adolescent merupakan perjalanan menuju kematangan fisik, akal, sosial, kejiwaan serta emosional remaja dalam rentang usia 10-19 tahun. Angka kejadian di dunia pada tahun 2013 mencapai 90% wanita mengalami disminorhea. Disminorhea adalah nyeri haid yang terjadi sejak menarche tanpa ditemukan keadaan patologi pada panggul yang menyebabkan terganggunya aktivitas sehari–hari dan menurunya kualitas hidup yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormone progesteron sehingga wanita memproduksi prostaglandin yang menyebabkan nyeri menstruasi. Aromaterapi merupakan alternatif terapi nonfarmakologi pada penurunan nyeri disminorhea salah satunya aromaterapi lemon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi inhalasi lemon terhadap penurunan nyeri menstruasi (disminorhea) pada remaja putri. Penelitian ini jenis study literature dengan pendekatan PICO yang menggunakan tinjauan journal untuk menjelaskan manfaat aromaterapi lemon terhadap penurunan nyeri menstruasi (disminorhea). Pemberian aromaterapi lemon dosis 3-5 tetes atau 0,1 ml dan air 1ml yang diteteskan di kapas dan dihirup (inhalasi) selama 30 menit mengalami penurunan nyeri menstruasi (disminorhea) pada remaja putri yang disebabkan oleh komponen kimia lemon yaitu lime-one yang dapat menghambat kerja prostaglandin sehingga mengurangi nyeri dan kandungan zat linalool yang berguna untuk menstabilkan system syaraf yang dapat menimbulkan efek tenang dan mempengaruhi suasana hati. Simpulan berdasarkan analisis yang telah dilakukan bahwa adanya pengaruh pada penggunaan aromaterapi inhalasi lemon terhadap penurunan nyeri menstruasi. Aromaterapi ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternative pengobatan bagi remaja maupun tenaga kesehatan dalam menurunkan nyeri menstruasi (disminorhea) remaja putr
PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN TERHADAP BIAYA OPERASIONAL PENGELOLAAN LIMBAH PADA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini mempunyai tujuan
untuk mengetahui bagaimana penerapan akuntansi lingkungan Di Rumah sakit PKU
Muhammadiyah gamping dan untuk mengetahui apakah laporan keuangan di Rumah
Sakit PKU Muhammadiyah Gamping sesuai dengan penerapan PSAK No.1
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Gamping Rumah menerapkan akuntansi lingkungan sudah cukup
sempurna dalam menjalani tahapan tersebut. Karena elemen yang terkait dengan
biaya pengelolaan limbah dalam pencatatannya sudah ada beberapa yang memiliki
akun - akun tersendiri hanya saja pencatatan dalam laporan keuangan belum dibuat
terpisah seperti pada pencatatan laporan biaya lingkungan oleh Hansen & Mowen.
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping sudah cukup sempurna dalam
menerapkan akuntansi lingkungan, walaupun tidak terdapat laporan khusus mengenai
biaya lingkungan dan keuntungan konservasi lingkungan dan untuk penyajian
laporan keuangan, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping belum sepenuhnya
menerapkan PSAK No. 1 akan tetapi dalam pembuatan laporan keuangan rumah
sakit PKU Muhammadiyah Gamping telah menggunakan PSAK secara umum
sebagai pedoman pembuatan laporan keuangan
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN OBAT-OBATAN PADA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING
Banyaknya rumah sakit umum negeri maupun swasta yang menawarkan
jasa kesehatan untuk melayani masyarakat (pasien) membuktikan bahwa perkembangan
usaha dalam bidang jasa kesehatan semakin pesat. Obat-obatan merupakan persediaan
yang dimiliki oleh rumah sakit untuk melayani pasien. Penyediaan obat merupakan hal
penting dalam pelayanan kesehatan rumah sakit, karena dengan tersedianya obat-obat
yang dibutuhkan pasien, akan mempercepat penanganan medis yang diberikan. Sistem
informasi akuntansi persediaan adalah instrumen pendukung yang memiliki kontribusi
sebagai pemberi informasi, yang bisa menyediakan dengan tepat dan cepat tentang
aktivitas transaksi atau mutasi persediaan obat dari kehilangan, kehancuran, dan
kadaluarsa (Adibah, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem informasi
akuntansi persediaan obat obatan pada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data
yang digunakan adalah data primer dan sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa sistem informasi
akuntansi persediaan obat Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping sudah berjalan
dengan baik, karena sistem yang ada dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.
Namun masih terdapat kelemahan yaitu kegiatan perhitungan fisik belum maksimal, kartu
stok gudang belum mencantumkan tanggal kadaluarsa, dan rumah sakit juga belum
membuat berita acara pemusnahan obat sebanyak 4 rangkap sesuai dengan Permenkes
Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek
Hubungan Motivasi Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care Pada Trimester III
Latar belakang : Melakukan kunjungan kepelayanan kesehatan oleh ibu hamil
sangat penting sesuai dengan saran dari petugas kesehatan dengan standar yang
sudah di tetapkan yaitu minimal 4 kali dalam masa kehamilan. Dampak yang akan
terjadi bila tidak patuh memeriksakan kehamilannya sejak dini akan berakibat fatal
baik bagi ibu maupun bagi bayi. Klasifikasi Motivasi terdiri dari motivasi kuat ,
motivasi sedang , motivasi lemah.Tujuan : Penilitian ini bertujuan untuk melihat
Adakah Hubungan Motivasi Ibu Hamil dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal
Care Pada Trimester III. Metode : Metode Penelitian ini menggunakan metode
literature review. Literature review ini menggunakan jurnal yang berkaitan dengan
Motivasi Ibu Hamil dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care Pada Trimester
III dengan maksimal Artikel yang dipublikasi 10 tahun terakhir. Hasil: Dari hasil
penelitian diatas bahwa terdapat hubungan antara motivasi pada ibu hamil dengan
kepatuhan kunjungan antenatal care pada trimester III. Motivasi ibu hamil berada di
kategori kelompok motivasi baik. ibu hamil yang memiliki motivasi yang baik selalu
melakukan kunjungan antenatal care pada trimester III dan kepatuhan ibu hamil
untuk melakukan kunjungan antenatal care pada trimester III sudah cukup baik. Dan
dipaatkan faktor – faktor lain yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil
trimester iii untuk melakukan pemeriksaan ANC yaitu fungsi keluarga, status
ekonomi, presepsi ibu, pengetahuan, jarak pelayanan kesehatan, sikap, motivasi:
keluarga, dukungan suami, pendapatan keluarga. Kesimpulan : Literature review ini
menunjukkan adanya hubungan antara Motivasi ibu hamil trimester III dengan
kepatuhan kunjungan ANC. Saran : diperlukan penelitian lebih lanjut agar dapat
mengkaji lebih dalam mengenai motivasi ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan
antenatal care pada trimester III , Karena dengan meniliti motivasi ibu hamil dapat
mengetahui kepatuhan kunjungan ibu hamil dalam melakukan kunjungan , agar
dapat meningkatkan kesehatan ibu hamil maupun janin selama kehamilan hingga
persalinan
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL
BBLR merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi pada angka kematian bayi terutama pada masa perinatal. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) memberikan kontribusi sebesar 60-80 % dari semua kematian neonatal. Prevalensi global BBLR adalah 15,5%, yang berarti sekitar 20,6 juta bayi tersebut lahir setiap tahun, 96,5% di antaranya di negara-negara berkembang. Berdasarkan data di Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Bantul pada tahun 2017 sebanyak 7,97% Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) , persentase tersebut diperoleh 75 Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dari 941 total persalinan, pada tahun 2018 sebanyak 7,63% Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), persentase tersebut diperoleh 96 Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dari 1.258 total persalinan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian di ruang An’nur RS PKU Muhammadiyah Bantul. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Besar sampel 303 orang. Analisis data menggunakan chi-square dan regresi logistik multivariat dengan (? = 0,05). Faktor yang berhubungan dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah usia kehamilan (p=0,000), dan paritas (p=0,010). Hasil analisis chi-square dan regresi logistik menunjukkan usia kehamilan menjadi faktor risiko kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (OR= 5,516; CI 95% 2,482-12,259), paritas menjadi faktor risiko kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (OR=2,256;CI 95% 1,206-4,222). Diharapkan kepada ibu hamil agar lebih memperhatikan kondisi kesehatannya serta janinnya, rutin memeriksakan diri dan melakukan kunjungan antenatal care sehingga bayi yang akan dilahirkan nanti tidak mengalami Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
PENGARUH PAPARAN TAYANGAN PORNOGRAFI DARI MEDIA SOSIAL TERHADAP PRILAKU MAHASISWA DI INDONESIA
Era sekarang ini, media sosial banyak mengandung konten negatif yang tidak semestinya
dengan mudah dapat diakses oleh semua kalangan khususnya kalangan remaja. Derasnya
informasi yang diterima mahasiswa dari media sosial menjadikan mahasiswa dengan mudah
mengakses segala kebutuhan dirinya seperti kebutuhan seksual yaitu tayangan pornografi yang
tidak disadari dapat mempengaruhi pola perilaku mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh paparan tayangan pornografi melalui media sosial terhadap perilaku
mahasiswa di Yogyakarta, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
mahasiswa di Yogyakarta dalam menonton tayangan pornografi melalui media sosial.
Penelitian ini menggunakan teori Skinner atau biasa disebut teori “S-O-R” (StimulusOrganisme-Respons) yang menjelaskan tentang perilaku. Teknik pengumpulan data dilakukan
menggunakan kuesioner terhadap 60 mahasiswa di Yogyakarta secara random. Metode dasar
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan
pendekatan mixed methods, dan strategi eksplanatoris sekuensial. Analisis data secara
kuantitatif dilakukan dengan regresi linier berganda. Temuan dari penelitian ini menunjukkan
adanya pengaruh negatif yang ditimbulkan dari paparan tayangan pornografi terhadap perilaku
menyimpang mahasiswa di Yogyakarta, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
menyimpang mahasiswa di Yogyakarta yaitu tayangan pornografi sebesar 0,049, media sosial
sebesar 0.019, dan pergaulan sebesar 0,009
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM: SCOOPING REVIEW
Latar belakang: Secara global, perdarahan postpartum tetap menjadi penyebab
utama kematian ibu, hal tersebut masih menjadi masalah di internasional maupun
Indonesia. Mengingat banyak penelitian yang sudah dilakukan dengan hasil yang
berlawanan perlu dilakukan scooping review tentang faktor risiko perdarahan
postpartum untuk dilakukan skrining sebelum persalinan, hal ini merupakan
langkah penting dalam mencegah kematian dan morbiditas akibat perdarahan
postpartum. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan
kejadian perdarahan postpartum Metode: Metode yang digunakan terdiri dari lima
tahapan yaitu mengidentifikasi research question dengan framework PEOS
identifikasi artikel yang publikasi dari tahun 2010-2020 menggunakan database
yang relevan (Pubmed, Science Direct, dan Wiley,) dengan kata kunci. Seleksi
artikel menggunakan critical Appraisal setelah itu dimasukkan ke dalam prisma
flowchart. Hasil: Pencarian di database 765 artikel setelah dilakukan penyaringan
judul dan relevansi abstrak, didapatkan 10 artikel yang mempunyai grade A.
Simpulan: Faktor risiko yang berkontribusi pada perdarahan postpartum dari
faktor ibu, yaitu riwayat perdarahan postpartum, umur ibu ≥40 tahun, faktor risiko
janin yaitu kehamilan ganda, bayi makrosomia, faktor risiko klinis pemberian
MgSO4, dan retensi plasenta