DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
INTERVENSI SUPORTIF EDUKATIF DALAM PENINGKATAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS: LITERATURE REVIEW
Latar belakang: Kepatuhan dalam menjalankan diet merupakan salah satu faktor untuk menstabilkan kadar gula dalam darah menjadi normal dan mencegah komplikasi. Ketidakpatuhan pasien dalam melakukan tatalaksana diabetes akan memberikan dampak negatif yang sangat besar meliputi peningkatan biaya kesehatan dan komplikasi diabetes. Penderita diabetes melitus seharusnya menerapkan pola makan seimbang untuk menyesuaikan kebutuhan gula darah sesuai dengan kebutuhan tubuh melalui pola makan sehat.
Tujuan: Bertujuan untuk mengidentifikasi hasil penelitian yang membahas pengaruh intervensi suportif edukatif terhadap kepatuhan diet pasien diabetes mellitus.
Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literarture revie. pencarian artikel melalui Google Scholar & Pubmed.
Hasil: Berdasarkan hasil artikel yang dikumpulkan dan analisa penulis didapatkan mengatakan bahwa supportive educative dapat mempengaruhui kepatuhan diet seseorang.
Simpulan & Saran: Berdasarkan literature review di atas dapat disimpulkan bahwa supportif edukatif dapat efektif jika semua aspek terpenuhi, mulai dari teaching, guiding, supportif, dan develomental enviroment
HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN TERHADAP STATUS GIZI ANAK KELAS 5 DI SD KEMBANGSARI 1 PIYUNGAN
Latar Belakang: Anak usia sekolah adalah masa yang rawan karena anak lebih
banyak melewatkan waktu makan. Jajanan adalah makanan dan minuman yang
diolah pengrajin makanan disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual. Untuk
memelihara kesehatan dan status gizi yang optimal tubuh perlu mengkonsumsi
makanan yang bergizi seimbang, dengan demikian kebutuhan gizi anak dapat
tercukupi dengan baik apabila anak rajin untuk mengkonsumsi sayur dan buah yang
kaya akan zat gizi.
Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan jajan terhadap status gizi anak kelas 5 di
SD Kembangsari 1.
Metode: Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi non
eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini anak kelas 5
di SD Kembangsari 1 sebanyak 39 anak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner
kebiasaan jajan dan observasi langsung.
Hasil: Hubungan kebiasaan jajan dengan status gizi anak memiliki tingkat yang
lemah. Kebiasaan jajan anak dapat dilihat berdasarkan kuesioner yang dibagikan,
diperoleh kriteria Baik 2,6%; Cukup 76,9% dan Kurang 20,5%. Status gizi
berdasarkan hasil IMT diperoleh, Kurang 53,8%; Baik 33,3% dan Berlebih 12,8%.
Uji Chi square dapat diterima apabila nilai signifikansi kurang dari 0,05. Dilakukan
perhitungan uji Chi square dengan hasil 0,055 artinya hubungan kedua varibel
lemah, hubungan yang lemah diakibatkan oleh faktor yang tidak dikendalikan.
Kesimpulan : Dapat ditarik simpulan bahwa hubungan antara kebiasaan jajan
dengan status gizi pada anak kelas 5 SD Kembangsari 1 menunjukkan kedua variabel
memiliki hubungan yang lemah.
Saran : Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam dalam penelitian
selanjutnya, untuk mengambil dengan penelitian yang berbeda atau intervensi yang
dapat mengetahui kebiasaan jajan.
Kata Kunci: Jajan, Status Gizi, Usia Sekola
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
Latar Belakang : Ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan baik di
Indonesia maupun di negara berkembang lainnya masih menjadi masalah.
Ketidakpuasan pasien yang diterima dalam pelayanan keperawatan akan
menimbulkan penurunan citra pelayanan rumah sakit dan penurunan jumlah
kunjungan ke RS apabila tidak segera ditangani. Kepuasan klien terhadap
pelayanan keperawatan merupakan indikator penting dari kualitas pelayanan
Rumah Sakit, karena sebagian besar pelayanan yang ada di rumah sakit diberikan
oleh perawat. Pelayanan keperawatan yang berkualitas dapat diwujudkan melalui
pemberian asuhan keperawatan yang didasari oleh perilaku caring perawat.
Perilaku caring perawat sangat penting dalam memenuhi kepuasan pasien, hal ini
menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan di sebuah rumah sakit.
Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan
pasien di Rumah Sakit.
Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Literature
Review. Pencarian artikel melalui Google Scholar
Hasil : Berdasarkan hasil artikel yang penulis analisa didapatkan bahwa terdapat
hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien
Simpulan dan Saran : Berdasarkan hasil dari artikel yang direview didapatkan
kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan
tingkat kepuasan pasien di rumah sakit. Perawat hendaknya terus
mengembangkan perilaku caring kepada pasien dan meningkatkan skill
keperawatan agar kepuasan pasien semakin lebih baik
PENGARUH POSTURE CORRECTION EXERCISE PADA POLA AKTIVITAS UNTUK MENURUNKAN NYERI DENGAN KONDISI LOW BACK PAIN : NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Low back pain merupakan masalah dalam bidang kesehatan yang
menimbulkan nyeri di daerah antara bagian bawah tulang rusuk dan lipatan pantat yang
dapat disebabkan oleh beragam kondisi, yang berdampak pada pola aktivitas, psikis
pasien, keterbatasan pada aktivitas sosial dan meningkatan beban perekonomian
keluarga, untuk menanganinya perlu di lakukannya Posture Correction Exercise yang
akan meminimalkan ketegangan pada tubuh manusia dengan menjaga keseimbangan
otot dan kerangka, keadaan muskuloskeletal yang seimbang akan melindungi
pendukung struktur dalam tubuh dan mencegah kerusakan progresif deformasi di
semua posisi, termasuk berdiri, berbaring, dan duduk. Namun, hasil penelitian dari
artikel-artikel penelitian yang ada tentang Posture Correction Exercise masih sangat
sedikit dipost ata di tampilkan di berbgai jurnal, Tujuan: untuk mengetahui pengaruh
pengoptimalan Posture Correction Exercise pada pola aktivitas untuk menurunkan
nyeri pada kondisi Low Back Pain. Metode Penelitian: Penyusunan skripsi ini
menggunakan metode Narrative Review, yaitu mengumpulkan sebanyak sepuluh
artikel penelitian, dengan langkah awal yaitu melakukan identifikasi kata kunci
menggunakan rumus atau format PEOs (Population, Exposure, Outcome, Study
Design) serta menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang
selanjutnya akan dipilih dan direview. Pencarian artikel-artikel penelitian dilakukan
pada tiga database, yaitu Sciencedirect, PubMed dan PEDro. Hasil Penelitian:
Sepuluh artikel penelitian mengenai Posture Correction Exercise memberikan hasil
yang signifikan dalam penurunan Low Back Pain.. Kesimpulan: Ada pengaruh yang
membuktikan bahwa Posture Correction Exercise menunujukan penuruan nyeri pada
kondisi Low Back Pain, Saran: Bagi peneliti yang akan ingin membuktikan
penelitian ini, di harapakan dapat melakukan dengan metode eksperimental
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN STRES KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar belakang: Stres kerja menjadi permasalahan yang sering muncul di rumah
sakit. Stres kerja sendiri cenderung merupakan kasus utama dalam melaksanakan
pekerjaan, salah satunya adalah pekerjaan perawat. Faktor utama stres itu adalah
tuntutan beban pekerjaan, gaji, dan faktor keluarga pasien. Stres kerja tersebut dapat
dikontrol dengan Self-Efficacy. Self- Efficacy ini mampu menekan stres kerja dan
dapat menghindarkan dari dampak buruk kepada perawat.
Tujuan: Mengetahui Hubugan Self-Efficacy dengan stress kerja perawat di ruang
rawat inap rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogykarta
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan
pendekatan cross sectional, Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling dengan jumlah 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner,
dan tekhnik analisis menggunakan kendalls tau.
Hasil: Uji statistik kendalls tau menghasilkan nilai koefisien korelasi <0,5 yaitu
sebesar 0,232 dengan p-value sebesar 0,149. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan
antara Self-Efficacy dengan stres kerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit pku
Muhammadiyah yogyakrta.
Simpulan dan Saran: Self-Efficacy perawat di ruang rawat inap RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta berkategori baik dan stres kerja perawat tergolong stres
sedang. Nilai koefisien korelasi (τ) sebesar 0,232 dengan kategori keeratan hubungan
lemah. Saran : Pentingnya menjaga Self-Efficacy agar mampu menekan stres kerja
yang tak terkontrol dan dapat terhindar dari dampak buruk
Perancangan Mixed-use Building Dengan Pendekatan Biophilic Design di Yogyakarta
Yogyakarta adalah kota yang terus menerus mengalami peningkatan jumlah penduduk,
menyebabkan tingkat kebutuhan akan hunian semakin banyak tetapi bertolak belakang dengan
ketersediaan lahan. Permasalahan tersebut menyebabkan banyaknya hunian bermunculan ditempat
yang tidak seharusnya, salah satunya pada bantaran sungai, yang kemudian harus di relokasi oleh
pemerintah karena menyebabkan suatu lingkungan menjadi kumuh. Solusi pemerintah dalam
mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menyediakan rusun (rumah susun) sebagai tempat
relokasi. Namun oleh warga rusun masih dirasa kurang efektif dalam mewadahi kebutuhan
relokasi dikarenakan banyak dari masyarakat yang belum dapat beradaptasi dengan lingkungan
dan komposisi bangunan secara vertikal. Selain dampak relokasi terhadap kenyamanan hunian
vertikal, hal itu juga berdampak pada hilangnya lahan pekerjaan bagi masyarakat karena rata rata
masyarakat yang tinggal dibantaran sungai bekerja atau mendapatkan penghasilan dari sekitaran
sungai. Adanya dua kebutuhan masyarakat akan hunian dan lapangan pekerjaan maka perlu di
rancang mixed-use building dengan fasilitas hunian yang juga dapat mewadahi kegiatan ekonomi
melalui fungsi pasar industri kreatif sebagai generatornya. Dengan kondisi lingkungan kumuh
yang dapat menurunkan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas lingkugan hidup, maka
konsep yang diterapkan adalah biophilic design yang dapat digunakan untuk mengembalikan lagi
kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN PADA REMAJA DI SMP PGRI KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA
Latar Belakang: Remaja pada tahap perkembangan mempunyai serangkaian tugas
perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik. Tahap perkembangan remaja
dapat terganggu apabila remaja mengalami stres, sehingga stres yang berkepanjangan
dapat mempengaruhi pada pencapaian tugas perkembangan remaja.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan pencapaian tugas
perkembangan pada remaja di SMP PGRI Kasihan Bantul.
Metode: jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan rancangan studi
korelasi. Pendekatan waktu dengan menggunakan cross sectional. Teknik sampel
yang digunakan adalah purposive sampling, jumlah responden sebanyak 72
responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji
Kendall Tau.
Hasil: Adanya hubungan yang signifikan tingkat stres dengan pencapaian tugas
perkembangan pada remaja di SMP PGRI Kasihan Bantul. Analisa Kendall Tau
menunjukan bahwa nilai p=0,003 sehingga p<0,05 dan besar nilai koefisien korelasi
sebesar -0,356.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan
pencapaian tugas perkembangan pada remaja di SMP PGRI Kasihan Bantul.
Disarankan remaja dapat mengurangi perasaan gelisah dan tegang dengan melakukan
relaksasi nafas dalam secara teratur dan remaja berlatih untuk berpresentasi dan
mengemukakan pendapat di depan kelas
Perancangan Akar Wangi Institute Dengan Pendekatan Permakultur Sebagai Dasar Perancangan
Semin merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul yang memilikki potensi
dengan banyak produk unggulan, diantaranya adalah kerajinan bambu dan akar wangi. Dengan
meningkatnya permintaan akan produk tersebut, hal tersebut menimbulkan dampak baik positif
maupun negatif. Dampak positifnya adalah meningkatnya lapangan kerja dan kreatifitas
masyarakat, sedangkan dampak negatifnya adalah timbulnya masalah lingkungan berkaitan dengan
penggunaan sumber daya alam yang tidak diiringi dengan pengetahuan dan kesadaran mengenai
kelestarian alam. Selain potensi, Semin juga memilikki isu-isu yang memerlukan penyelesaian
seperti sulitnya air di daerah-daerah tertentu, dan juga kurangnya fasilitas umum pendidikan
ataupun pusat edukasi. Tantangan desain dalam perancangan ini adalah mewadahi dan
meningkatkan potensi Daerah terpilih yang memiliki isu-isu atau permasalahan yang tidak dapat
dipisahkan dengan potensi itu sendiri. Perancangan Akar Wangi Institutee dengan pendekatan
permakultur diharapkan dapat mewadahi dan meningkatkan potensi, serta mengatasi permasalahan
pada Daerah terpilih
PENGARUH MC GILL EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA KASUS LOW BACK PAIN MYOGENIC: NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Nyeri di sekitar punggung bawah yang disebabkan oleh
gangguan atau kelainan pada musculoskeletal vertebra thoracal 12 sampai bawah
pinggul disebut dengan low back pain myogenic. Keluhan pada low back pain
dapat menimbulkan nyeri, spasme otot punggung bawah yang menyebabkan
ketidakseimbangan otot sehingga stabilitas otot perut dan punggung bagian bawah
menurun, mobilitas lumbal terbatas sehingga mengakibatkan aktifitas fungsional
menurun. Untuk mengurangi nyeri pada sekitaran punggung bawah terdapat
intervensi Mc Gill Exercise. Tujuan: Untuk mengetahui Apakah ada Pengaruh
Mc Gill Exercise Terhadap Penurunan nyeri pada kasus Low Back Pain
Myogenic: Narrative Review. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian
ini adalah narrative review dengan mengumpulkan 10 artikel dari
PubMed/Medline, PEDro, EBSCO, SCOPUS, google shcolar dan PsycINFO.
kemudian dilakukan skrinning sesuai dengan kriteria inklusi dimana artikel 10
tahun terakhir yang berisi full text. Hasil Penelitian: Dari ke 10 artikel 3 artikel
memberikan hasil dimana Mc Gill Exercise dapat memberikan pengaruh pada
penurunan nyeri Low back pain myogenic dan 7 artikel dengan intervensi lain
juga memberikan efek untuk pengurangan nyeri Low back pain myogenic.
Kesimpulan: Dari 10 artikel di dapat 3 artikel Mc gill exercise yang mana dapat
memberikan efek dalam pengurangan nyeri pada kasus low back pain myogenic.
Sedangkan 7 artikel membahas intervensi lain yang dapat di lakukan untuk
pengurangan nyeri pada kasus low back pain myogenic. Saran: Skripsi ini belum
bisa dijadikan sumber referensi dalam membuat penelitian-penelitian lainnya
dikarenakan masih banyak keterbatasa
PERBEDAAN PENGARUH SENAM LANSIA DAN WALKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI : NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Senam lansia dan Walking exercise cocok untuk digunakan
menurunkan tekanan darah pada lansia dengan beberapa bukti dari artikel penelitian
mengenai pengaruh senam lansia dan walking exercise terhadap penurunan tekanan
darah pada penderita hipertensi. Namun, untuk artikel narrative review terkait
dengan kedua intervensi tersebut masih belum ada. Maka dari itu, artikel narrative
review terkait senam lansia dan walking exercise diperlukan sebagai acuan dan untuk
mengetahui efek dari kedua intervensi terhadap hipertensi lansia. Tujuan : Untuk
mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh senam lansia dan walking exercise
terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode : Penelitian ini
menggunakan metode Narrative riview. Pencarian jurnal dilakukan dengan di portal,
PubMed, PEDro dan online jurnal google scholar. Kriteria inklusi dalam penelitian
ini full text tentang intervensi senam lansia dan walking exercise, diterbitkan minimal
dalam kurun waktu 2010-2020, dan metode yang digunakan Experimental Studi,
Rondomize Control Trial, dan Kuantitatif Studi. Hasil : Dari 5 artikel penelitian
terkait intervensi I melaporkan hasil yang signifikan dengan rata-rata nilai 130/90
mmHg. Pada 5 artikel terkait intervensi II menunjukkan hasil yang signifikan dengan
nilai rata-rata 140/90 mmHg. Kesimpulan : Senam lansia dan walking exercise
sama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah
pada lansia yang mengalami hipertensi. Saran : Diharapkan penelitian selanjutnya
dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti
eksperimental agar kedua intervensi terbukti dapat menurunkan tekanan darah pada
penderita hipertensi