DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR (SD): LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Penerapan PHBS di lingkungan sekolah merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan para guru dan siswa untuk selalu menjalankan hidup bersih dan sehat. Indikator – indicator dalam rangka meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat harus dilakukan dengan baik agar tercipta perilaku yang sehat di lingkungan sekolah.Tujuan: Untuk mengetahui Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa Sekolah Dasar melalui penelusuran literature. Metode: Penelusuran literatur menggunakan database Google scholar dan Portal Garuda. Penelusuran dalam kurun waktu Januari 2011 sampai Agustus 2021. Keyword dalam literature yaitu pengetahuan, perilaku hidup bersih dan sehat, siswa SD. Jenis penelitian yang di review adalah penelitian crossectional. Kemudian setelah mendapatkan jurnal yang sesuai dengan kriteria penelitian, jurnal di uji menggunakan Tools JBI Critical Apprasial, apabila nilai > 50 % maka jurnal dapat di review. Hasil: Dari hasil penelusuran literature sebanyak 3 artikel menunjukkan bahwa 1 artikel membahas tentang gambaran tingkat pengetahuan siswa/i kelas IV, V, dan VI tentang perilaku hidup bersih dan sehat, 1 artikel membahas tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (phbs), dan 1 artikel membahas tentang Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa Sekolah Dasar. Simpulan dan Saran : Dari hasil data literature yang didapatkan menunjukkan bahwa pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah dasar tergolong dalam kategori kurang. Pada literature masih sedikit penelitian yang membahas faktor – faktor penyebab siswa sekolah dasar tidak melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai faktor-faktor penyebab siswa sekolah dasar dalam melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

    ANALISIS PERBEDAAN VARIASI CENTRAL RAY 15° CHEPALAD DAN TEGAK LURUS PEMERIKSAAN RADIOGRAFI CERVICAL PROYEKSI OBLIQUE Studi Literatur Pada Pasien Root Syndrome

    Get PDF
    Teknik pemeriksaan radiografi cervical root syndrome dilakukan dengan tiga proyeksi yaitu proyeksi anteroposterior, lateral dan oblique. Pada proyeksi oblique dilakukan dengan variasi penyudutan central ray 15° Chepalad dan tegak lurus terhadap kaset. Pemeriksaan cervical proyeksi oblique pada pasien root syndrome terdapat perbedaan arah sinar yang akan mempengaruhi hasil anatomi radiograf dalam penegakan diagnosa. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan Radiografi Cervical Proyeksi Oblique Dengan Variasi Sudut Central Ray 15° chepalad dan Tegak Lurus Studi Literatur Root Syndrome dan untuk mengetahui perbedaan informasi anatomi analisis perbedaan variasi central ray 15° chepalad dan tegak lurus pemeriksaan radiografi cervical proyeksi oblique studi literatur pada pasien root syndrome Jenis penelitian ini adalah literature review atau kepustakaan yaitu mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Data – data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis anotasi bibliografi. Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2020–Juni 2021 Metode pengumpulan data dengan mencari atau menggali data dari literatur yang terkait dalam rumusan masalah yang digunakan dengan mencari data yang relevan kemudian dirangkum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan radiografi cervical pada proyeksi oblique pada kasus cervical root syndrome yaitu dilakukan dengan posisi pasien berdiri erect dengan tubuh dan kepala dimiringkan 45° dan central point tepat pada kartilago tyroid dengan central ray 15° chepalad agar menampakkan anatomi foramen intervertebralis yang lebih jelas dan lebih informatif dibandingkan dengan menggunakan central ray tegak lurus terhadap kaset menghasilkan hasil anatomi radiograf yang kurang maksimal karena foramen intervertebralis tampak lebih sempit

    PENGARUH PEMBERIAN DUAL TASK TRAINING TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA ANAK: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Memori jangka pendek berperan penting terhadap proses berpikir anak dalam melakukan suatu pemecahan masalah, memori jangka pendek digunakan untuk menyimpan sebagian dari masalah sembari mengakses informasi dari memori jangka panjang yang relevan dengan masalah tersebut sehingga dapat menjadi suatu informasi yang lengkap dalam memecahkan masalah. Dual Task Training merupakan salah satu modalitas fisioterapi yang bertujuan untuk meminimalkan terjadinya penurunan memori jangka pendek pada anak. Tujuan: Untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Dual Task Training Terhadap Memori Jangka Pendek Anak. Metode : Metode yang digunakan adalah narrative review dengan framework PICO (Population/Patient/Problem, Intervention, Comparison, Outcome). Pencarian artikel menggunakan database Science Direct, Google scholar, dan dengan kriteria inklusi yaitu artikel free full text tentang intervensi Dual Task Training terhadap memori jangka pendek pada anak yang dipublish dari tahun 2011-2021, dimana artikel tersebut merupakan artikel penelitian atau eksperimen dan bukan artikel review. Hasil: Dari keseluruhan pencarian 2 database terdapat 560 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevasi abstrak diperoleh 10 jurnal yang menyebutkan bahwa terdapat Pengaruh Pemberian Dual Task Training Terhadap Memori Jangka Pendek pada Anak. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian Dual Task Training terhadap memori jangka pendek pada anak

    HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami bagi masyarakat di dunia, bukan hanya di negara maju tetapi negara berkembang. Data Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) tahun 2016menunjukkan peningkatan prevalensi hipertensi di Indonesia pada penduduk usia 18 tahun ke atas sebesar 32,4%. Faktor umum yang sering menyebabkan hal ini adalah strees. Pada saat strees tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin yang menyebabkan jantung bekerja lebih aktif mengakibatkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat Stres terhadap Hipertensi pada lansia. literature reviewini menganalisis isi jurnal. Terdapat 5 jurnalsubyek dengan kata kunci: hubungan tingkat strees, dan hipertensi. Hasilliterature review berdasarkan hasil analisis kelima jurnaldi dapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat strees dengan hipertensi. Berdasarkan hasil literature reviewmenunjukkan adanya hubungan antara tingkat strees dengan hipertensi. Strees menjadi salah satu faktor yang paling berperan dalam terjadinya hipertensi. Strees yang terjadi dapat memicu hormon adrenalin dan hormon hidro kartison, yang membuat jantung bekerja secara abnormal dan menyebabkan hipertensi. Diharapkan penderita dapat memahami pentingnya membatasi stress untuk menjaga kestabilan tekanan darah sertapentingnya waspada dan pencegahan dini terhadap hipertensi agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan

    FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW

    Get PDF
    Tuberkulosis merupakan suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberkulosis. Di Indonesia Tb paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat. Jumlah pasienTB paru di Indonesia merupakan peringkat ke tiga dunia setaah India dan Cina dengan prevalansi TB 285 per 100.000 penduduk atau sebanyak 302.861 kasus per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkuloisis di Indonesia.Metode literature review ini menggunakan kata kunci berupa faktor lingkungan, faktor lingkungan fisik rumah, kejadian tuberkulosis dan menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan Portal Garuda. Analisis data menggunakan seleksi literature (PRISMA) dengan kriteria inklusi naskah yang dapat diakses secara full text dalam rentang tahun terbit sejak 1 Januari 2016 – 2 November 2020 dan wilayah yang diambil di Indonesia. Setelah itu dilakukan penilaian kualitas kelayakan menggunakan JBI Critical appraisal. Hasil analisis didapatkan 4 jurnal yang menjelaskan bahwa terdapat hubunganl yang signifikan antara faktor lingkungan fisik rumah kelembapan, ventilasi, kepadatan hunian rumah, pencahayaan dan lantai rumah dengan kejadian tuberkulosis.Terdapat hubungan yang antara faktor lingkungan fisik rumah kelembapan, ventilasi, kepadatan hunnian rumah, pencahaayaan dan lanta rumah dengan kejadian tuberkulosis di Indonesia. Saran dari literature review ini Diharapkan dari berbagai pihak baik dari tenaga kesehatan, masyarakat, dan peneliti selanjutnya mengetahui dan dapat memahami apa saja faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis untuk mencegah penyakit Tuberkulosis di Indonesia

    HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI MAHASISWI KEPERAWATAN UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2020

    Get PDF
    Latar Belakang : Gangguan siklus menstruasi berdampak pada peningkatan risiko penyakit seperti kanker rahim, kanker payudara dan infertilitas. Gangguan siklus menstruasi dapat disebabkan oleh aktivitas fisik dan kecemasan. Aktivitas fisik dan kecemasan mahasiswi dapat disebabkan padatnya jadwal kuliah ,tuntutan proses penyusunan tugas akhir ditambah tugas akhir yang harus diselesaikan satu semester. Tujuan : Dapat diketahui hubungan tingkat aktivitas fisik dan tingkat kecemasan dengan kejadian gangguan siklus menstruasi mahasiswi semester tujuh Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain deskriptif korelatif, pendekatan cross sectional. Populasi seluruh mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan semester tujuh Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Pengambilan sampel purposive random sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner GPAQ, kuesioner HRS-A dan checklist gangguan siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil : Tingkat aktivitas fisik sebagian besar mahasiswi adalah aktivitas fisik berat 26 responden (40,63%). Tingkat kecemasan sebagian besar mahasiswi adalah kecemasan ringan 32 responden (50.00%). Siklus menstruasi sebagian besar mahasiswi adalah siklus menstruasi tidak teratur 43 responden (67,20%). Hasil uji statistik chi square tingkat aktivitas fisik dengan kejadian gangguan siklus menstruasi diperoleh nilai signifikan 0,049, sedangkan hasil uji statistik chi square tingkat kecemasan dengan kejadian gangguan siklus menstruasi diperoleh nilai signifikan 0,000. Simpulan dan Saran : Terdapat hubungan tingkat aktivitas fisik dan tingkat kecemasan dengan kejadian gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi semester tujuh Prodi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Remaja putri hendaknya dapat mengenali gangguan menstruasi, sehingga dapat segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan untuk mencegah keparahan

    PENGARUH AKTIVITAS FISIK JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN BERJO KULON SIDOLUHUR GODEAN SLEMAN

    Get PDF
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menimbukan kematian akibat dari komplikasi seperti stroke dan Ischaemic Heart Disease terutama pada lansia karena kekakuan pada arteri. Intervensi yang dapat dilakukan adalah jalan kaki karena merupakan gerakan berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan otot. Tujuan: Mengetahui pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Dusun Berjo Kulon Sidoluhur Godean Sleman. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 15 lansia dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunkaan uji Wilcoxon Test untuk tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan setelah aktivitas fisik jalan kaki adalah 158,67 mmHg dan turun menjadi 147,33 mmHg. Sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik sebelum dan setelah aktivitas fisik jalan kaki adalah 93 mmHg dan turun menjadi 83 mmHg. Selisih pretest dan posttest pada tekanan daah sistolik dalah 11,34 mmHg dan hasil pretest dan posttest pada tekanan darah diastolic adalah 10 mmHg. Simpulan dan saran: Hasil uji Wilcoxon Test tekanan darah sistolik didapatkan nilai p=0,003 dan hasil uji statistik Wilcoxon Test tekanan darah diastolik didapatkan nilai p=0,006 dengan taraf kesalahan 0,05 (p=<0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan ada pengaruh aktivitas fisik jalan kaki terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Berdasarkan penelitian ini aktivitas fisik jalan kaki dapat menurunkan tekanan darah maka lansia penderita hipertensi untuk melakukan jalan kaki setiap minggu dengan frekuensi 3-5 kali selama 30 menit sehingga tekanan darah menurun

    HUBUNGAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI PADA IBU HAMIL

    Get PDF
    Latar Belakang: Dukungan petugas kesehatan diberikan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai konsumsi tablet zat besi selama kehamilan. Tujuan: Dapat mengetahui dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi pada ibu hamil di Puskesmas Sewon II Bantul. Metode: Metode Description Corelation. Teknik Accidental Sampling dengan 40 responden. Uji statistik Kendall-Tau. Hasil: Hasil uji statistik Kendall-Tau 0,000<0,05, disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara dua variable penelitian dengan keeratan hubungan 0,549 yaitu sedang. Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel penelitian. Petugas kesehatan dapat meningkatkan pemberian dukungan kepada ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN YATIM PUTRI ‘AISYIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar belakang:Remaja merupakan masa yang penting, suatu masa transisional, masa perubahan, masa dimana individu mencari identitas diri dan mengalami banyak masalah. Remaja yang tinggal dipanti asuhan memiliki resiko gangguan perkembangan dan rentan mengalami gangguan psikologis lebih besar dibandingkan dengan remaja yang berada dalam asuhan keluarga. Depresi merupakan salah satu gangguan psikologis terbesar pada remaja. Dukungan sosial yang sesuai dapat membantu Remaja dalam menyelesaikan peristiwa-peristiwa yang menekan. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kejadian depresi pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Yogyakarta Metode:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan study correlational design dan pendekatan waktu cross sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan di analisis dengan Spearman Rank. Hasil:Menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Yogyakarta mendapatkan dukungan sosial sedang dengan jumlah 23 (47, 9%). Tingkat depresi pada kategori tidak depresi dengan jumlah 23 (47, 9%). Hasil analisis Spearman Rank didapatkan bahwa nilai significancy p yaitu 0.000 dan koefisien korelasi sebesar -0.648 Simpulan dan Saran:Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan depresi pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Yogyakarta. Saran untuk remaja yang tinggal di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Yogyakarta untuk bisa saling memberikan dukungan baik dukungan emosional penghargaan, dukungan nyata atau instrumental, dukungan informasi, ataupun dukungan persahabatan, untuk terpenuhinya kebutuhan dukungan sosial yang baik

    CITRA TUBUH DAN PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Kanker merupakan kelompok penyakit tidak menular yang terjadi akibat adanya pertumbuhan sel secara abnormal yang muncul pada jaringan payudara. Kehilangan payudara akibat mastektomi dan efek samping serangkaian pengobatan kanker payudara menjadi permasalahan utama dalam body image dan penerimaan diri pasien kanker payudara. Tujuan: Untuk mengetahui citra tubuh dan penerimaan diri pasien kanker payudara. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan PICO (population, intervention, comparison, outcome). Menganalisis artikel yang dicari dengan database yaitu: Google scholar dan PubMed dengan kata kunci Citra Tubuh, Penerimaan Diri, Pasien Kanker Payudara, Body Image, Self Acceptance, Ca Mamae kemudian melakukan kajian literature menggunakan bagan Prisma. Hasil: Ditemukan 788 artikel penelitian yang sesuai kata kunci. Dilakukan review terhadap 5 artikel yang sesuai kriteris inklusi. Didapatkan citra tubuh dan penerimaan diri pasien kanker payudara. Simpulan: Citra tubuh menimbulkan dampak secara fisik dan psikologis pada wanita. Dukungan keluarga, dukungan masyarakat, dukungan tenaga medis dan interaksi dengan penderita kanker payudara yang lain secara bertahap membuat pasien menerima citra tubuh yang cacat. Pasien yang telah mampu menerima citra tubuh yang cacat maka penerimaan diri pasien kanker payudara tercapai. Kata kunci: Citra tubuh, Penerimaan diri, Kanker payudar

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇