DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH LATIHAN JALAN TANDEM TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Jumlah penduduk lansia yang terus meningkat seiring bertambahnya
waktu menjadi perhatian dalam bidang kesehatan karena lansia mengalami penurunan
fungsi yang mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan salah satunya penurunan
keseimbangan dinamis yang dapat mengakibatkan risiko jatuh pada lansia. Jatuh pada
lansia menyebabkan penurunan fungsional, kecacatan fisik, stres emosional, dan
kematian. Untuk menanggulangi risiko jatuh tersebut adanya intervensi latihan jalan
tandem. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh latihan jalan tandem terhadap
peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Metode Penelitian: Metode
penelitian ini adalah metode narrative review dengan kerangka PICOT (Population,
Intervension, Comparasion, Outcome, Type). Mengidentifikasi artikel menggunakan
database yang relevan (google scholar, science direct dan Pubmed) dengan kata kunci
yang di sesuaikan. Pemilihan artikel menggunakan diagram Flowchart. Hasil
Penelitian: Hasil pencarian melalui database di dapatkan hasil sebanyak 702 artikel
dan mendapatkan hasil akhir sebanyak 10 artikel. Hasil dari 10 artikel menjelaskan
bahwa latihan-latihan yang diberikan dapat meningkatkan keseimbangan dinamis
lansia, akan tetapi latihan jalan tandem yang lebih efektif dan memiliki kelebihan
dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia. Kesimpulan: Adanya perbedaan
pengaruh latihan jalan tandem dengan latihan lainnya terhadap peningkatan
keseimbangan dinamis pada lansia. Saran: Jalan tandem dapat dilakukan pada lansia
secara rutin untuk meningkatkan keseimbangan dinamis sehingga mengurangi risiko
jatuh
Pengaruh Foam Rolling Exercise dan Massage Exercise Terhadap Penurunan Nyeri DOMS pada Otot Hamstring: Narrative Review
Latar Belakang :. Berolahraga dengan intensintas yang tinggi akan mudah menyebabkan
terjadinya gejala Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Ada berbagai macam
modalitas fisioterapi, beberapa contohnya berupa terapi menggunakan foam rolling dan
massage yang digunakan untuk menurunkan nyeri akibat Delayed Onset Muscle Soreness
(DOMS). Tujuan : Mengetahui pengaruh foam rolling dan massage terhadap penurunan
nyeri Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Metode Penelitian : Metode penelitian
ini adalah narrative review. Pencarian artikel dilakukan di beberapa databased artikel
online seperti google scholar, PubMed, dan Sciecdirect. Kriteria inklusi dalam narrative
review ini yaitu artikel penelitian full text berupa terapi foam rolling dan massage yang
digunakan untuk menurunkan nyeri akibat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS),
artikel dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, memiliki responden baik laki-laki
maupun perempuan, diterbitkan tahun 2010-2021. Hasil penelusuran artikel didapatkan
sebanyak 5 artikel foam rolling dan 5 artikel massage dilakukan review dalam penelitian
ini. Hasil penelitian : Hasil review didapatkan bahwa ada penurunan nyeri Delayed Onset
Muscle Soreness (DOMS) pada responden setelah dilakukan treatment menggunakan
modalitas foam rolling dan massage. Kesimpulan : Didapatkan bahwa pemberian foam
rolling lebih efektif dibanding massage dilihat dari jangka waktu proses penyembuhan
terhadap penurunan nyeri Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) dan ketiga alat ukur
yang digunakan yaitu VAS,NPRS,Paint perception pada artikel tersebut sama sama
efektif untuk mengukur dari tingkat derajat nyeri. Saran : Diharapkan mampu menambah
referensi atau tambahan ilmu dan juga evidence based fisioterapis dalam membuat
rencana Latihan untuk mengurangi nyeri akibat DOMS
Hubungan Physical Activity Terhadap Perubahan Physical And Mental Fatigue pada Relawan Covid-19 Di Yogyakarta
Latar Belakang: Ketidakpastian umum, ancaman kesehatan individu, serta
tindakan karantina dapat memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya
seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stress pasca trauma. Aktivitas fisik
(Physical Activity) diketahui memberikan banyak manfaat dalam hal kesehatan,
termasuk dalam menghadapi pandemic COVID-19, maka dari itu perlu bagi kita
untuk mengetahui aktivitas fisik yang aman dilakukan pada masa pandemic
COVID-19. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hubungan
physical activity terhadap perubahan physical and mental fatigue pada relawan
COVID-19 di Yogyakarta. Metode: penelitian ini dilakukan dengan metode
deskriptif desain observasional. Responden berjumlah 30 Relawan dari Satuan
Tugas Penanggulangan Penyebaran COVID-19 di Yogyakarta. Menggunakan
teknik proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan
kuesioner dari NASA-TLX untuk pengukuran kelelahan fisik dan mental dan
kuesioner GPAQ untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik relawan COVID-19.
Hasil: Hasil observasi menggunakan kuesioner menggunakan uji Rank
Spearman didapatkan hasil nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,361 > 0 dan P
sebesar 0,001 ≤ 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara kelelahan fisik dan
mental pada relawan COVID-19. Kesimpulan: Adanya hubungan physical
activity terhadap perubahan physical and mental fatigue pada relawan COVID19
di Yogyakarta. Saran: Bagi peneliti selanjutnya untuk hasil yang lebih baik
disarankan untuk melakukan penelitian ini dengan metode eksperimen, yang
mana diharapkan dapat mengetahui secara valid dalam penelitian yang dilakukan
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP PENINGKATAN DAYA INGAT PADA LANSIA PENDERITA DEMENSIA : NARRATIVE REVIEW
Latar belakang : Dalam proses menua, sel otak juga mengalami penuaan. Fungsi organ
tubuh akan semakin menurun baik karena factor alamiah atau karena faktor penyakit
karena semakin bertambahnya usia, proses menua adalah proses yang alamiah yang akan
dialami oleh semua makhluk hidup. Menjadi tua ditandai dengan adanya kemunduran
biologis yang terlihat sebagai gejala-gejala kemunduran fisik pendengaran dan
pengelihatan berkurang, mudah lelah, gerakan menjadi lamban kemunduran lain yang
terjadi adalah gangguan kemampuan kognitif. Kondisi utama yang mempengaruhi
keadaan kognitif pada lansia salah satunya adalah demensia. Lanjut usia yang berusia di
atas 60 tahun berisiko terkena demensia. Sebab itu, fisioterapi memiliki peran untuk
memberikan program latihan untuk meningkatkan fungsi kognitif dengan pemberian
senam otak. Tujuan : Untuk mengetahui adanya pengaruh senam otak dalam
meningkatkan fungsi kognitif terhadap lansia demensia. Metode Penelitian : Metode
penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal
jurnal online seperti Google Scholar dan Science Direct. Hasil penelusuran jurnal
didapatkan sebanyak 10 jurnal yang akan dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil
Penelitian : Hasil review beberapa jurnal didapatkan hasil bahwa ada peningkatan
fungsi kognitif pada lansia demensia. Kesimpulan : Terdapat adanya pengaruh senam
otak terhadap peningkatan fungsi kognitif penderita demensia pada lansia demensia.
Saran : senam otak dapat dijadikan refrensi dalam merancang sebuah laihan dan dapat
dilakukan secara rutin untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia demensia
PENGARUH OLAHRAGA TERHADAP TINGKAT STRES PADA REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Semakin meningkatnya jumlah pasien yang diakibatkan Covid-
19 ini membuat pemerintah Indonesia mengeluaran berbagai kebijakan untuk dapat
menyelesaikan kasus Covid-19, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan
gerakan social distancing. Dampak negatif sangat mungkin menimbulkan stress.
Stress tersebut bisa dialami oleh siswa/mahasiswa yang biasa belajar di sekolah
maupun kampus, serta karyawan/pekerja yang biasa bekerja di kantor maupun
perusahaan. Sampai sekarang pemerintah Indonesia belum mengeluarkan kebijakan
dalam menangani stres pada remaja. Stress adalah suatu kondisi yang disebabkan
oleh transaksi antara individu dengan lingkungan yang menimbulkan persepsi jarak
antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi dengan sumber daya dalam sistem
biologis, psikologis dan sosial dari seseorang. Tujuan : Untuk mengetahui
pengaruh olahraga terhadap tingkat stres pada remaja di masa pandemi covid-19,
serta tujuan khususnya untuk mengetahui olahraga apa saja yang dapat
mempengaruhi tingkat stres dan untuk mengetahui dosis olahraga dalam
mempengaruhi tingkat stres. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan narrative
review, peneliti mencari artikel penelitian secara komprehensif dari Databese
melalui Scient Direct dan Google Schoolar diambil dari artikel yang dipublikasi
tahun 2010-2020 yang berkaitan dengan Pengaruh Plahraga Terhadap Tingkat Stres
pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19 dan diidentifikasikan menggunakan PICO
dan keyword yang telah ditentukan. Hasil : Berdasarkan analisis dari 10 jurnal yang
telah dilakukan sebelumnya mengenai “Pengaruh Olahraga Terhadap Tingkat Stres
ada Remaja di Masa Pandemi Covid-19” Kesimpulan : bahwa ada pengaruh
olahraga terhadap penurunan tingkat stres pada remaja. Berbagai jenis olahraga
yang bisa dilakukan yaitu aerobik, bersepeda atau treadmill, membawa beban
ringan dan berjalan di dalam rumah, latihan kekuatan, peregangan, dan latihan
keseimbangan, sepeda statis, latihan kombinasi, ataupun jalan santai. Sedangkan
olahraga dengan dengan intensitas yang kuat yaitu, yoga, atau push-up, dan squat.
Dosis melakukan olahraga rata-rata sekitar 4x kali per minggu, durasi untuk sekali
latihan selama 20 menit dengan intensitas sedang dan waktu melakukan olahraga
yaitu 150 menit aktivitas fisik sedang-kuat per minggu
SENAM KAKI DIABETIK MENGURANGI NYERI NEUROPATI PADA PASIEN DM DI INDONESIA
Latar belakang : Jumlah prevanlesi DM semakin meningkat setiap tahun. Studi
mengungkapkan 25% dari penderita DM mengalami nyeri neuropati. Apabila
nyeri neuropati tidak ditangani maka akan menggangu aktivitas, meningkatkan
angka kesakitan, menurunkan kualitas hidup, meningkatkan angka amputasi dan
kematian. Senam kaki diabetik dapat menurunkan nyeri neuropati dengan cara
memperbaiki sirkulasi darah, memfleksibelkan otot kaki, dan mengalihkan nyeri.
Oleh karna itu, perlu untuk melakukan penelusuran literatur mengenai publikasi
tentang intervensi keperawatan senam kaki diabetik untuk menurunkan nyeri
neuropati pada pasien diabetes melitus.
Tujuan : untuk mengetahui senam kaki diabetik menurunkan nyeri neuropati
pada pasien DM
Metode : Penelusuran dengan menggunakan database google scholar dan science
direct, dengan kriteria insklusi pasien lansia yang menderita DM yang mengalami
nyeri neuropati, tahun publikasi 2013-2020, desain penelitian kuasi eksperimen,
jurnal fulltext. Jurnal yang didapat kemudian dinilai kelayakan menggunakan JBI
appraisal critical dengan skor lebih dari 50%. Kata kunci yang digunakan dalam
google scholar yaitu "Senam Kaki" OR "Foot exercise" OR "Diabetic Foot
Exercise" AND "Intensitas Nyeri" OR "Nyeri" OR "Nyeri Kaki" OR "Pain
Neuropathy" OR "Intensity Pain" AND "diabetes melitus" OR "Diabetic mellitus"
AND "eldery" OR "lansia", sedangkan kata kunci yang digunakan dalam science
direct yaitu “Diabetik Foot Exercise” AND “Pain Neuropathy" OR "Pain" AND
"Eldery" AND “Diabetic Mellitus” Didapatkan 172 artikel, 22 jurnal duplikasi, 4
jurnal yang memenuhi kriteria insklusi dan layak dengan skor JBI critical
appraisal 55,56% dan sesuai dengan fokus pencarian.
Hasil : Senam kaki diabetik dapat mengurang nyeri neuropati pada pasien DM
Simpulan dan Saran : Senam kaki diabetik direkomendasi sebagai intervensi
keperawatan berdasarkan evidence based untuk mengurangi nyeri neuropati
STUDI LITERATUR PERANAN MEDIA KONTRAS PADA PEMERIKSAAN LOPOGRAFI DENGAN KLINIS COLON CANCER
Colon merupakan organ yang terdiri atas empat bagian yaitu: colon
ascending, colon transverse, colon descending, colon sigmoid. Salah satu patologi
pada colon adalah cancer. Cancer yaitu terjadinya pertumbuhan sel abnormal dan
tak terkendali serta menekan sel-sel yang normal. Lopografi adalah pemeriksaan
secara radiografi dari colon dengan menggunakan media kontras yang dimasukkan
melalui lubang stoma. Pemeriksaan lopografi pada kasus cancer ada yang
menggunakan bahan media kontras barium sulfat, namun pada indikasi tertentu
menggunakan water soluble. Tujuan penelitian untuk mengetahui prosedur
pemeriksaan lopografi dan peranan media kontras water soluble sebagai pengganti
barium sulfat pada klinis colon cancer.
Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan literature review.
Metode pengumpulan data yaitu dokumentasi mencari data dari literatur yang relevan
dengan topik permasalahan. Kemudian data dianalisis untuk ditarik kesimpulan
sehingga diperoleh hasil yang dapat menjawab rumusan masalah. Waktu penelitian
dilakukan pada bulan September 2020 – Juni 2021.
Hasil penelitian adalah prosedur pemeriksaan lopografi pada klinis colon
cancer perlu dilakukan persiapan khusus yaitu pasien melakukan irigasi stoma
sebelum pemeriksaan, serta pasien puasa. Proyeksi yang digunakan yaitu AP post
kontras untuk menampakan seluruh colon, RPO post kontras menampakan fleksura
lienalis, LPO post kontras menampakan fleksura hepatika, Lateral post kontras
menampakan rektum dan colon sigmoid bagian distal secara optimal. Peranan media
kontras water soluble pada pemeriksaan lopografi mampu memberikan hasil
diagnostik yang baik, mudah diserap tubuh, mudah dikeluarkan, tidak berbahaya dan
cukup aman digunakan jika terdapat kelainan pada bagian colon. Pemeriksaan
lopografi klinis colon cancer sebaiknya menggunakan media kontras water soluble,
terutama pada pasien pasca operasi untuk menghindari terjadinya pelengketan
IMPLEMENTASI PERSYARATAN PROTEKSI RADIASI PADA INSTALASI RADIOLOGI Studi Literatur
Sinar-x merupakan jenis radiasi pengion yang dapat dimanfaatkan untuk
melakukan diagnosa suatu penyakit dengan cara memberikan radiasi ke suatu
penyakit atau kelainan organ tubuh sehingga masalah pada organ tersebut dapat
dideteksi lebih awal. Persyaratan proteksi radiasi terdiri dari tiga aspek yaitu
justifikasi penggunaan pesawat, limitasi dan optimasi. Penelitian ini bertujuan
tujuan untuk mengetahui justifikasi pesawat sinar-x, penerapan limitasi dosis,
serta penerapan optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi pada instalasi
Radiologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Kepala BAPETEN 8
Tahun 2011 tentang Keselamatan Radiasi dalam Penggunaan Pesawat dengan
Sinar-X Radiologi Diagnostik dan Intervensional, keselamatan radiasi sinar-X
memiliki beberapa elemen penting yang diaplikasikan sebagai dasar terbentukya.
Hal-hal yang menjadi persyaratan proteksi radiasi yaitu justifikasi penggunaan
pesawat sinar-X, limitasi dosis dan penerapan optimasi proteksi dan keselamatan
radiasi.
Penerapan persyaratan proteksi radiasi menurut PERKA BAPETEN
Nomor 8 Tahun 2011 terdiri dari 3 aspek yaitu aspek justifikasi, limitasi dan
optimasi. Dari 4 jurnal yang direview dapat disimpulkan bahwa penerapan
persyaratan proteksi radiasi pada umumnya sudah terpenuhi dilihat dari ketiga
aspek
STUDI LITERATUR TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI CERVICAL PADA KASUS HNP ( HERNIA NUCLEUS PULPOSUS)
Menurut Teori Bontrager (2018) Prosedur pemeriksaan radiografi cervical
pada kasus HNP menggunakan proyeksi AP, Lateral, dan Oblique. Ditemukan
lima jurnal mengenai prosedur pemeriksaan radiografi cervical. Menurut jurnal
Prosedur pemeriksaan radiografi cervical pada kasus HNP yang menggunakan
proyeksi AP, Lateral, dan Oblique. Pada proyeksi AP dan Oblique terdapat
perbedaan dengan teori Bontrager dan Lampignano (2014) ditandai dengan
arah sinar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur
pemeriksaan radiografi cervical pada kasus HNP dan alasan perbedaan arah
sinar proyeksi AP dan Anterior Oblique pada pemeriksaan Radiografi Cervical.
Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi
literatur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
studi literature review, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mencari referensi
teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Adapun
beberapa sumber yang digunakan.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa prosedur pemeriksaan radiografi
cervical pada kasus HNP dengan 3 sumber utama dan 5 sumber pendukung.
Menurut Hasil menurut Annisa (2019) menggunakan proyeksi AP untuk melihat
discus intervertebralis, Lateral untuk melihat jarak antar discus
intervertebralis dan Oblique untuk melihat foramen intervertebralis dengan
arah sumbu sinar tegak. Hasil prosedur pemeriksaan radiografi cervical pada
kasus HNP menurut Rizky (2018) menggunakan dua proyeksi yaitu AP dan
Lateral namun pada proyeksi AP tidak di lakukan penyudutan. Sebaiknya
dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perbandingan hasil dengan proyeksi
Anteroposterior (AP) axial arah sumbu sinar 150 cephalad
STUDI LITERATUR ANATOMI RADIOGRAFI WRIST JOINT PROYEKSI POSTEROANTERIOR DENGAN ULNAR DEVIATION PADA KASUS FRAKTUR SCAPHOIDEUS
Pemeriksaan radiografi wrist joint pada kasus fraktur scaphoid terdapat
proyeksi khusus yaitu proyeksi PA ulnar deviation, pada posisi scaphoid yang
superposisi dengan tulang trapezium, trapezoideum, dan lunatum akan
mempengaruhi hasil radiograf, sehingga membutuhkan posisi dan arah sinar yang
optimal dan dapat menampakkan tulang scaphoid. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui teknik pemeriksaan wrist joint proyeksi ulnar deviation pada kasus
fraktur scaphoideus, dan untuk mengetahui perbedaan anatomi radiografi wrist
joint proyeksi PA dengan ulnar deviation pada kasus fraktur scaphoideus.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian literature review, menggunakan
berbagai sumber tertulis seperti jurnal dan textbook. Data – data yang sudah
diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Pengambilan
data dilakukan pada bulan September 2020–Juni 2021.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pemeriksaan wrist joint
proyeksi ulnar deviation pada kasus fraktur scaphoid yaitu menyiapkan kaset
ukuran 18 x 24 cm dengan pasien duduk di meja pemeriksaan, posisi objek tangan
berada diatas IR, posisi tangan PA dengan wrist joint dirotasikan atau difleksikan
30° hingga 45°, adanya dua penyudutan antara CR tegak lurus dan CR disudutkan
10-15°, CP pada pertengahan os Scaphoid, posisi tangan dengan ulnar deviation
maksimum. Pada Anatomi radiografi wrist joint proyeksi ulnar deviation yaitu
menunjukkan tampak tulang radius distal dan ulna, carpal, dan metacarpal
proksimal, scaphoid tampak dengan jelas dapat menampakkan adanya celah
tulang Scaphoid dengan tulang carpal yang lain, dan tidak adanya overlaping
pada tulang scaphoid