DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PROTOKOL CT THORAX DOSIS RENDAH SERTA DOSIS STANDAR UNTUK DIAGNOSIS PNEUMONIA COVID-19 Studi Literatur

    Get PDF
    Virus-virus juga makhluk Tuhan yang ingin hidup, salah satunya virus yang disebabkan oleh coronavirus atau yang disebut juga COVID-19. Penyebaran yang cepat serta lonjakan kematian selama COVID-19 dapat diubah dengan deteksi dini dan pengukuran kesehatan masyarakat, salah satunya menggunakan Computed Tomography (CT) Scan. Peningkatan penggunaan CT Scan Thorax selama pandemi COVID-19 menimbulkan kekhawatiran tentang penyebaran virus dan beban radiasi yang didapatkan, baik pada pasien maupun petugas kesehatan. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk mengetahui efektifitas CT Thorax dosis rendah dan dosis standar terhadap pemeriksaan COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui protokol pemeriksaan sekaligus deskripsi radiograf CT Scan Thorax pasien umum dan pasien COVID-19. Metode penelitian ini adalah studi literatur, pengumpulan data penelitian ini diambil dari sumber data jenis sekunder, data-data diambil dari jurnal ataupun textbook berbahasa Indonesia maupun Inggris yang pernah diteliti kemudian diberikan kesimpulan terkait apa yang tertulis di dalamnya. Petugas radiologi dapat meminimalisir penyebaran COVID-19 dengan cara mendesain ruangan CT Scan dari area bersih hingga area terkontaminasi, memisahkan ruang tunggu pasien umum dan COVID-19, serta mengatur penjadwalan antara pasien umum dan pasien COVID-19. Beban radiasi dapat diubah dengan mengatur parameter dari CT Thorax dosis standar yang menggunakan 120 kV dan 150 mAs menjadi CT Thorax dosis rendah yang menggunakan 120 kV dan 30 hingga 45 mAs. Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil radiograf antara CT Thorax dosis standar dan CT Thorax dosis rendah. Radiograf yang dihasilkan CT Thorax dengan dosis rendah dapat menampilkan Ground Glass Opacity (GGO) hingga lesi COVID-19 seperti pada CT Thorax dosis standar, sehingga penggunaan CT Thorax dosis rendah dapat digunakan dalam praktik radiografer saat melakukan pemeriksaan terhadap pasien COVID-19

    HUBUNGAN POLA ASUH IBU REMAJA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Stunting merupakan hambatan pertumbuhan yang diakibatkan oleh kekurangan asupan zat gizi. Masalah balita pendek (stunting) dapat menimbulkan dampak buruk, dalam jangka pendek perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan, dan gangguan metabolisme tubuh. Sedangkan jangka panjang menurunnya kemampuan kognitif. Pola asuh ibu yang baik, khususnya terkait dengan pemenuhan nutrisi anak memegang peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang secara langsung berpengaruh terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua ibu remaja dengan kejadian stunting. Literature review ini menggunakan database Google scholar. kriteria inklusi penelitian cross sectional, case control subyek anak stunting, naskah full teks, terbit tahun 2016-2020. Dari lima jurnal literature review yang didapatkan hasil 4 (empat) artikel memiliki hubungan yang signifikan antara hubungan pola asuh ibu remaja dengan kejadian stunting pada anak dan terdapat 1 (satu) jurnal tidak ada hubungan pola asuh ibu remaja dengan kejadian stunting pada anak namun dipengaruhi oleh asupan gizi, pendidikan, pengetahuan, dan pendapatan keluarga. Saran dari literature review diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih menarik lagi agar dapat menambah pengetahuan tentang pola asuh ibu remaja dengan kejadian stunting

    HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN STROKE PADA USIA MUDA (18-40 TAHUN) : LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Gaya hidup merupakan perilaku seseorang yang berhubungan dengan upaya dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. stroke sering terjadi pada usia muda kisaran 18-40 tahun akibat gaya hidup yang tidak sehat, prosentase kejadian stroke akibat gaya hidup yang tidak sehat sebanyak (10,9%). Mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian stroke pada usia muda. literature review menggunakan kata kunci gaya hidup, stroke, usia muda dan menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan pubmed dari rentang tahun 2016–2020. Analisis data menggunakan seleksi literature (PRISMA) dengan kriteria inklusi naskah yang dapat diakses secara full text, dalam melakukan penilaian kualitas kelayakan menggunakan JBI Critical appraisal tools cross sectional. Analisis didapatkan tiga jurnal nasional menunjukan bahwa kejadian stroke pada usia muda dipicu oleh factor gaya hidup seperti kurang aktifitas fisik dan merokok. Berdasarkan hasil dari artikel yang direview didapatkan hasil yang signifikan yakni gaya hidup dengan kejadian stroke pada usia muda. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan penelitian gabungan antara kualitatif dan kuantitatif sehingga menghasilkan penelitian yang lebih mendalam mengenai faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke pada usia muda

    HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER ORANGTUA DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Tujuan Penelitian literature review ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Otoriter Orangtua Dengan Perilaku Agresif Pada Remaja. Metode Penelitian ini menggunakan literature review dengan kata kunci pola asuh otoriter, perilaku agresif, remaja, orangtua. Peneliti menggunakan 3 database yaitu Google Scholar, Ebsco, Portal Garuda. Analisis data menggunakan seleksi literature (PRISMA) dengan kriteria inklusi naskah full text yang diakses dalam rentang tahun 2010-2020. Dilakukan penilaian kualitas kelayakan menggunakan JBI Critical appraisal. Hasil analisis didapatkan 3 jurnal nasional dan 1 jurnal internasional, 4 dari jurnal tersebut menjelaskan pola asuh otoriter orangtua yang terkait dengan hubungan perilaku agresif remaja

    LITERATURE REVIEW: GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN HBA1C, GLYCATED ALBUMIN DAN RASIO PEMERIKSAAN GLYCATED ALBUMIN: HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS

    Get PDF
    Diabetes Melitus adalah suatu kondisi penyakit metabolik yang bersifat kronis. Diabetes Melitus ditandai dengan kondisi kelebihan glikemi atau hiperglikemia. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kadar gula darah yaitu glukosa darah puasa, glukosa darah 2 jam post prandial atau glukosa jam ke-2 pada tes toleransi glukosa oral (TTGO). Namun pemeriksaan ini tidak memberikan informasi mengenai kontrol glikemik dari pasien diabetes mellitus. Pada pasien diabetes melitus pemantauan glukosa sangat penting untuk tujuan kontrol glikemik. Pemeriksaan dapat memberikan informasi mengenai kontrol glikemik dari pasien diabetes melitus adalah HbA1c, Glycated Albumin, dan Rasio Glycated Albumin: HbA1c. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan HbA1c, Glycated Albumin dan Rasio Glycated Albumin: HbA1c pada penderita diabetes melitus. Metode yang digunakan untuk metode literature review dengan framework PICO (Population/Patients/Problem, Intervention, Comparison, Outcome). Database yang digunakan yaitu Google Scholar, PubMed dan Science Direct. Pemilihan jurnal atau artikel dilakukan secara komperhensif dan berurutan dengan dilakukannya screening menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses). Hasil penelitian dari pencarian 10 jurnal didapatkan bahwa kadar HbA1c, Glycated Albumin,dan Rasio Glycated Albumin: HbA1c cenderung tinggi pada pasien diabetes melitus karena gula darah hariannya tidak terkontrol dengan baik. Sebaiknya pasien diabetes melitus menjaga kontrol glikemik hariannya, sehingga dapat mempermudah untuk proses pengobatannya

    LITERATURE REVIEW: GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN (HB), HEMATOKRIT (HMT), DAN TROMBOSIT PADA PEROKOK AKTIF

    Get PDF
    Latar belakang: Merokok adalah tindakan menghisap asap yang berasal dari pembakaran tembakau, diproduksi lebih dari 4000 jenis bahan kimia. Empat ratus diantaranya beracun dan 40 diantaranya bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapat menyebabkan penyakit serius seperti kanker. Pengaruh rokok terhadap kadar hemoglobin, hematokrit, dan trombosit menyebabkan terjadinya peningkatan kadar. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar Hemoglobin (HB), Hematokrit (HMT), dan Trombosit pada perokok aktif. Metode: penelitian ini menggunakan metode literature review dengan framework PICO (Population /Patients /Problem, Intervention, Comparison, Outcome). Hasil: hasil dari keseluruhan pencarian artikel dari google scholar dengan keyword yang telah ditentukan yaitu terdapat 6.640 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak serta screening full text diperoleh 11 jurnal yang membuktikan terdapat hasil kadar tinggi hemoglobin, hematokrit, dan trombosit pada perokok aktif tetapi masih di rentan nilai normal. Kesimpulan : Terdapat hasil kadar tinggi untuk parameter pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, dan trombosit pada perokok aktif

    LITERATURE REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN CURCUMIN TERHADAP KADAR INTERLEUKIN 1 BETA (IL-1 BETA) PADA RHEUMATOID ARTHRITIS

    Get PDF
    Latar Belakang : Rheumatoid Arthritis (RA) adalah peradangan kronis yang menyerang sendi, otot dan jaringan tubuh. Penyakit ini merupakan suatu penyakit autoimun yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosive simetrik, terutama mengenai jaringan persendian, seringkali juga melibatkan organ tubuh lainnya yang disertai nyeri dan kaku pada sistem otot (musculoskeletal) dan jaringan ikat/ connective tissue. Penyakit ini berhubungan dengan sistem imun yang ditandai terutama oleh ekspresi dua sitokin yaitu Tumor necrosis factor-α (TNF-α) dan Interleukin-1 (IL-1). Kunyit (Curcuma Longa Linn.) adalah tumbuhan asli Asia yang utamanya digunakan untuk mengurangi peradangan pada penderita Rheumatoid Arthritis, Curcumin mengurangi kaku, pembengkakan sendi. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pemberian Curcumin terhadap kadar Interleukin-1 Beta pada Rheumatoid Arthritis. Metode : Penelitian ini menggunakan literature review yang membahas mengenai kajian Literature tentang pengaruh pemberian Curcumin terhadap kadar Interleukin-1 Beta (IL�1 Beta) pada Rheumatoid Arthritis. Pencarian jurnal dilakukan melalui tiga database yaitu Google Scholar, PubMed.gov, Science Direct dengan metode PICO. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar IL-1 Beta pada kelompok tikus Rheumatoid Arhtiritis dengan pemberian Curcumin lebih rendah daripada kelompok tikus Rheumatoid Arthritis tanpa perlakuan. Perbedaan dosis Curcumin menunjukkan perubahan kadar IL-1 Beta pada Rheumatoid Arhtritis. Simpulan : terjadi penurunan kadar IL-1 Beta pada penyakit Rheumatoid Arthritis setelah pemberian Curcumin namun tidak signifikan

    EVALUASI HASIL QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN KOLESTEROL DAN GLUKOSA MENGGUNAKAN POOLED SERA DAN SERUM KONTROL KOMERSIA

    Get PDF
    Penjaminan mutu untuk pemeriksaan kolesterol dan glukosa dilakukan dengan tindakan quality control menggunakan bahan kontrol serum komersial yang harganya relatif mahal sehingga dipilih pooled sera sebagai alternatif yang murah dan mudah didapat. Pooled sera perlu dilihat perbedaan nilai SD dan CV dengan bahan kontrol serum komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil quality control pemeriksaan kolesterol dan glukosa pada nilai standard deviation (SD) dan coefficient of variation (CV) menggunakan bahan kontrol pooled sera dan serum komersial. Metode penelitian ini adalah liberary research yang menggunakan literatur berupa artikel jurnal yang dipublikasikan tahun 2011-2021 dalam database google scholar, DOAJ, PUBMED dan GARUDA. Hasil penelitian dari 10 jurnal yang dipilih menunjukkan bahwa 8 data nilai SD dan CV pemeriksaan glukosa bahan kontrol pooled sera dan 10 data nilai SD dan CV bahan kontrol serum komersial memiliki presisi sangat baik. 5 data nilai SD dan CV bahan kontrol pooled sera memiliki presisi sangat baik, sedangkan 4 lainnya memiliki presisi kurang baik. 8 data nilai SD dan CV bahan kontrol serum komersial memiliki presisi sangat baik, sedangkan 6 lainnya memiliki presisi kurang baik. Dapat disimpulkan bahwa bahan kontrol pooled sera dan serum kontrol komersial memiliki nilai SD dan CV berbeda-beda pada pemeriksaan kolesterol dan glukosa tetapi menunjukkan nilai yang relatif bai

    LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN METODE LIQUID BASED CELLS (LBC) DENGAN PAP SMEAR DALAM DETEKSI KANKER SERVIKS

    Get PDF
    Kanker serviks adalah keganasan penyebab kematian tertinggi kedua terkait kanker pada wanita. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV) sub tipe onkogenik. Pap Smear yang digunakan untuk screening menyebabkan penurunan drastis pada sejumlah kasus karsinoma serviks juga terkait dengan sejumlah besar kasus negatif palsu. Oleh karena itu, metode terbaru seperti Liquid Based Cells (LBC) diperkenalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode Liquid Based Cells (LBC) denga Pap Smear dalam deteksi kanker serviks. Metode yang digunakan yaitu literature review yang dilakukan dengan pengumpulan data pustaka melalui tiga database yaitu Google Scholar, PubMed dan ScienceDirect dengan metode pencarian PICO. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini memiliki ketentuan jurnal yang terbit pada tahun 2011-2021 dan dapat diakses full text. Hasil penelusuran literatur diperoleh sepuluh jurnal yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan metode LBC dengan Pap Smear dari tingkat memuaskan/tidak memuaskan, kejernihan latar belakang dan deteksi endoserviks. Tingkat sensitivitas dan spesifisitas LBC lebih besar dari Pap Smear untuk sitologi serviks. Ketika dibandingkan jenis kelainan kelenjar yang ditemukan, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua metode tersebut. Hasil menunjukkan bahwa metode LBC dapat meningkatkan kualitas sampel, mengurangi jumlah apusan yang tidak memuaskan dan meningkatkan ketepatan diagnostik. Namun, dari segi biaya pap smear menjadi pilihan bagi negara berpenghasilan rendah untuk screening kanker serviks karena biaya dari metode LBC yang cukup mahal

    Belajar dari Rumah: Adaptasi dan Transformasi Pembelajaran di Era Pandemi

    Get PDF

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇