DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
The Effectiveness of Community Development Model by Using Whatsapp toward Old Women Behavior in Early Detection of Cervical Cancer
The aim of this research was to describe the effectiveness of the community
development model for health promotion using WhatsApp toward old women
behavior in doing an early detection of cervical cancer through the
examination of visual acetic acid. The kind of this research was the mixed
method and sequential strategy. The model of the mixed sequential method is
a procedure of research when the researcher combines the qualitative and
quantitative data by mixing in different time. The research of design used
sequential explanatory; did the collection and analysis the quantitative data
first, then followed by collecting the qualitative data based on the result of
quantitative data. The research was conducted on December 2019 to May
2020. The research location was in Bantul District, Special Region of
Yogyakarta. The partcicipants in this research were elderly women that had
followed the process of quantitative research. The determination of the
participants number in this research was undertaken sequentially;
determining the limit of the increase until reaching the data saturation to
obtain the number of participants which consisted of 15 participants, while
for quantitative section, 40 participants were employed. The technique of data
collection used in this research was in-depth interview, observation and study
documentation. Data analysis was conducted quantitatively and qualitatively.
The results indicated that from 87.5 percent of participants (35 participants),
97.5 percent did the early detection of cervical cancer. Based on the results, it
was indicated that the community development model for health promotion
using WhatsApp was effective in encouraging changes in the behavior of the
elderly in early detection of cervical cancer through the examination of visual
acetic acid in Bantul District
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AQUATIC EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PENDERITA OSTEOARTHRITIS KNEE: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Perkembangan pembangunan dan kemajuan teknologi disegala
bidang kehidupan terutama dibidang kesehatan menyebabkan perubahan dalam
tingkah laku dan pola hidup masyarakat. Hal ini berpengaruh pada demografi dan
transisi epidemiologi dimana pola penyakit yang semula berupa penyakit infeksi
menjadi penyakit kronik degeneratif. Penyakit kronik degeneratif yang sering terjadi
pada lansia adalah Osteoatritis knee merupakan penyakit degeneratif penyebab paling
utama keterbatasan gerak dan fungsi extremitas bawah yang menyebabkan seseorang
takut melakukan aktivitas atau melakukan gerakan sehingga membuat aktivitas
fungsional seseorang menurun. Penderita osteoartritis knee pada umumnya banyak
mengeluhkan adanya nyeri lutut dan kekakuan sendi yang dapat menyebabkan
masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan : Mengetahui pengaruh
efektifitas Aquatic Exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional lansia
penderita osteoartritis knee. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah
penelitian narrative review. Pencarian artikel dengan format P (population), I
(intervensi), C (comparison), O (outcome) kemudian proses pencarian dilanjutkan
melalu portal artikel online seperti google scholar, pubmed, pedro dan sciencedirect.
Hasil Penelitian : Hasil review dari 10 artikel didapatkan 9 artikel menyatakan bahwa
Aquatic Exercise efektif dalam penurunan rasa nyeri dan peningkatan ROM pada
sendi knee serta peningkatan kemampuan fungsional secara signifikan. Namun
terdapat 1 artikel yang menyatakan bahwa tidak terjadi peningkatan kemampuan
fungsional yang signifikan pada penderita osteoatritis knee.Terdapat rerata selisih skor
pre test dan post test sebesar 24,10. Kesimpulan : Aquatic Exercise sangat efektif
dalam meningkatkan kemampuan fungsional penderita osteoatritis knee. Saran :
Aquatic Exercise dapat dijadikan referensi fisioterapi dalam program latihan yang
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita osteoatritis
knee
Hubungan Derajat Merokok Terhadap Sesak Nafas pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK): Narrative Review
Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu
faktor yang menyebabkan sesak nafas bagi penderita yang ditandai dengan hambatan
aliran udara yang bersifat progresif dan berhubungan dengan respon inflamasi paru
terhadap partikel atau gas yang beracun. Konsekuensi jangka Panjangnya dapat
menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik. PPOK diantaranya disebabkan oleh factor
merokok, merokok merupakan kebiasaan yang berdampak negatif bagi Kesehatan
yang dapat menyebabkan gejala sesak nafas. Tujuan: untuk mengetahui hubungan
derajat merokok terhadap sesak nafas pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik
(PPOK). Metode: penelitian ini menggunakan metode narrative review jurnal yang
berasal dari 3 database, yaitu Google Scholar dengan hasil 1.070 artikel, Science
Direct dengan hasil 150 artikel, dan PubMed dengan hasil 31 artikel. Kriteria inklusi
pada penelitian ini adalah artikel free full text tentang hubungan derajat merokok
terhadap sesak nafas pada pasien PPOK yang dipublish tahun 2011-2021 berbahasa
Indonesia dan Bahasa inggris, alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner
Modified Medical Research Council (mMRC), COPD Assessment Test (CAT),
design penelitian ini menggunakan study cross sectional dan observational study.
Hasil: dari 10 jurnal yang telah di review, 8 jurnal menjelaskan bahwa terdapat
hubungan antara merokok dengan sesak nafas pada pasien PPOK, dan 2 jurnal
menyatakan tidak ada hubungan yang signifikan mengenai merokok dengan sesak
nafas pada pasien PPOK. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan mengenai
hubungan derajat merokok terhadap sesak nafas pada pasien Penyakit Paru
Obstruktif Kronik (PPOK). Saran: untuk peneliti selanjutnya dilakukan penelitian
korelatif mengenai merokok terhadap sesak nafas pada pasien PPOK dan dapat
mengembangkan penelitian yang lebih baik
MOTIVASI MENJALANI KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER SERVIKS
Latar belakang: Kanker serviks merupakan penyakit keganasan ginekologi yang
beresiko terhadap kematian. Salah satu pengobatan kanker serviks adalah kemoterapi.
Pemberian kemoterapi yang bersifat sistemik dan dalam jangka waktu lama
memerlukan motivasi. Motivasi berfungsi untuk mendorong pasien menjalankan
kemoterapi sesuai program sehingga tujuan kemoterapi dapat tercapai.
Tujuan penelitian: Tujuan penelitian mengetahui motivasi menjalani kemoterapi
pada pasien kanker serviks melalui studi literature.
Metode: Penelusuran melalui dua database Google Scholar dan Science Direct
rentang tahun 2015-2020. Seleksi literature menggunakan PRISMA dengan
dilakukan skrining inklusi dan eksklusi dan dilakukan uji kelayakan mengunakan JBI
Critical Apraisal Tools: cross sectional study dan kualitatif studi fenomenologi
dengan hasil skor kelayakan jurnal adalah 50,7% sampai dengan 90%.
Hasil: Motivasi menjalani kemoterapi pada kanker serviks disebutkan dalam 3 jurnal
yaitu dukungan keluarga, penerimaan dan harapan serta spiritual. Dua jurnal yang
lain menyebutkan bahwa kualitas hidup sebagai tujuan dilakukannya kemoterapi
sehingga menempati fungsi sebagai bagian dari komponen motivasi yaitu tujuan.
Tiga jurnal memiliki subjek pasien yang menjalani kemoterapi dan dua jurnal
merupakan penerima kemoterapi dan pengobatan yang lain. Kemoterapi dan
pengobatan lain merupakan salah satu komponen motivasi yaitu kebutuhan.
Kesimpulan dan saran: Dukungan keluarga, harapan dan penerimaan serta spiritual
merupakan motivasi menjalani kemoterapi sedangkan kualitas hidup dan pengobatan
merupakan bagian dari komponen motivasi menjalani kemoterapi. Saran bagi
keluarga pasien dengan kanker serviks diharapkan dapat memberikadukungan kepada
pasien berupa pendampingan selama menjalani kemoterapi. Bagi profesi keperawatan
dapat memberikan asuhan keperawatan dengan berfokus pada keterlibatan keluarga
dan pendekatan spiritual
LITERATURE REVIEW: DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI INDONESIA
Latar belakang: Kanker payudara merupakan masalah global dan isu
internasional yang penting, karena merupakan penyakit degeneratif yang paling
sering pada wanita dinegara maju dan merupakan 29% dari seluruh kanker yang
didiagnosis tiap tahun. pada pada pasien kanker payudara diperlukannya motivasi
diri dalam melakukan kemoterapi agar pasien bisa mempertahankan hidupnya,
dukungan keluarga yang tinggi, maka semakin tinggi motivasi pasien kanker
payudara dalam menjalani kemoterapi.
Tujuan: untuk mengetahui dukungan keluarga terhadap motivasi pasien kanker
payudara yang menjalani kemoterapi.
Metode: Literature Review dengan analisa PICOST dan penulusuran database.
Peneliti menggunakan database google scholar dan science direct, dengan kriteria
insklusi pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, tahun publikasi 2016-
2021, penelusuran artikel menggunakan PRISMA, dilakukan skrining sesuai
kriteria inklusi yang ditentukan dan UJI kelayakan menggunakan JBI appraisal
critical: cross.
Hasil: Dukungan keluarga dengan motivasi pasien dalam menjalani kemoterapi
pada pasien Kanker Payudara dengan didapatkan hasil dukungan keluarga kurang
(40%), cukup (40%) dan baik (20%) dengan motivasi cukup (100 %).
Simpulan dan Saran: Dari 5 artikel yang didapat oleh peneliti, dukungan keluarga
terhadap motivasi pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, didapatkan
bahwa dukungan keluarga kurang serta motivasi cukup. Penelitian ini menjadi
masukan bagi keluarga pasien dan perawat untuk meningkatkan dukungan keluarga
terhadap motivasi untuk menjalani kemoterapi dan untuk peneliti selanjutnya
diharapkan mengupdate penelitian ini
LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN KUALITAS SEDIAAN JARINGAN MENGGUNAKAN LARUTAN FIKSATIF NBF 10% DAN MADU DENGAN PEWARNAAN HEMATOKSILIN–EOSIN
Latar Belakang: Fiksasi adalah langkah dasar yang sangat penting untuk
mencegah autolisis dan degradasi jaringan serta komponen jaringan. Larutan fiksasi
yang biasa digunakan yaitu Neutral Buffer Formalin 10%. Formaldehid bersifat
karsinogen potensial yang dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru,
sesak napas yang parah, bronkitis dan detak jantung yang cepat dalam jangka
panjang. Guna mengurangi paparan Neutral Buffer Formalin 10% bagi kesehatan
ATLM atau tenaga medis maka peneliti mempertimbangkan bahan alami madu
sebagai alternatif dan pengganti Neutral Buffer Formalin 10% dengan melihat
pengaruh suhu dan volume fiksasi yang digunakan pada pemeriksaan histologi
sesuai dengan jurrnal yang ditelaah. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kualitas sediaan jaringan yang difiksasi menggunakan NBF 10%
dan madu. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu literature review dengan
strategi pengumpulan data menggunakan metode PICO. Pencarian jurnal dengan
kata kunci menggunakan berbagai database seperti Google Scholar, DOAJ dam
Pubmed. Hasil Penelitian: Berdasarkan literature review, suhu optimum fiksasi
yang digunakan yaitu suhu ruang (20-25°C) dan volume fiksasi ideal minimum
pada perbandingan 1 : 10. Laboratorium histopatologi sebaiknya mengganti NBF
dengan madu lebah meskipun harga madu lebah lebih mahal daripada harga NBF.
Kualitas pewarnaan jaringan dilihat dari berbagai kriteria menunjukkan madu yang
diolah dan madu yang belum diolah memberikan hasil keseluruhan terbaik.
Simpulan: Madu salah satu alternatif yang baik untuk digunakan dalam proses
fiksasi dan efektif sebagai pengganti Neutral Buffer Formalin 10%. Saran:
Dilakukannya fiksasi pada suhu 4°C dan 37°C serta menggunakan volume fiksasi
dengan rasio ideal
PERANAN PEMERIKSAAN RETROGATE URETROGRAFI PADA KASUS STRIKTUR URETRA DALAM MEMBERIKAN INFORMASI ANATOMI
Striktur uretra adalah penyempitan uretra disebabkan akibat jaringan parut
yang mengarah pada obstruktif disfungsi saluran berkemih dengan konsekuensi
yang berpotensi serius untuk saluran kemih. Berdasarkan pada jurnal yang
menujukan berbagai macam peranan pemeriksaan RUG pada kasus striktur uretra
maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai
pemeriksaan RUG kasus striktur ini. Karena pemeriksaan RUG (retrograde
urethrografi) dalam pemeriksaan radiografi menjadi gold standard untuk diagnosis
dan stadium penyakit striktur uretra. Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk
mengetahui peranan pemeriksaan retrograde uretrografi pada kasus striktur uretra.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan literature review.
Pengambilan data dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan pada bulan
September 2020 – Juli 2021. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengambil
data sekunder yaitu dokumentasi mencari dan menggali data dari dokumen yang
berupa jurnal/buku relevan dengan penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukan dari 3 jurnal utam dan 5 jurnal
pendukung yang di review dapat disimpulkan bahwa peranan pemeriksaan
retrograde uretrografi dalam kasus striktur uretra menjadi pemeriksaan gold
standar untuk gold standar untuk diagnosis dan stadium penyakit striktur uretra.
Retrograde Uretrografi (RUG) adalah cara yang dapat diandalkan untuk
menegakkan diagnosis dugaan striktur uretra, tetapi juga memberikan informasi
stadium yang akurat terkait dengan striktur, panjang, lokasi, dan patologi uretra
yang terjadi bersamaan. Namun dalam pemeriksaan RUG pemeriksaan yang
kurang baik untuk uretra posterior. Dari semua jurnal yang penulis peroleh uretra
bulbar adalah penyempitan yang paling umum terjadi, sebagian besar terletak di
striktur bulbar
ANALISA PERANAN PERSIAPAN PASIEN PEMERIKSAAN HYSTEROSALPINGOGRAPHY PADA PATENSI TUBA DENGAN STUDI LITERATUR
Persiapan pasien sebelum pemeriksaan HSG menurut Kumari dan Sahay
(2018) injeksi obat pereda peradangan dan pereda keram diberikan kepada pasien
dan sebelum pemeriksaan pasien diminta untuk membuang air kecil. Sedangkan
persiapan pasien menurut Reddy dan Padma (2019) pasien akan diberikan obat
antibiotik dan obat pereda rasa sakit. Terdapat perbedaan persiapan pasien pada
pemeriksaan HSG dari kedua jurnal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui prosedur persiapan pasien pada pemeriksaan HSG dan peranan dari
persiapan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review pada
jurnal yang pernah dilakukan sebelumnya yang berkaitan dengan persiapan pasien
dalam pemeriksaan hysterosalphingography pada patensi tuba. Penelitian
dilaksanakan pada bulan September 2020-Juni 2021. Sumber data yang digunakan
peneliti dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder yaitu dua jurnal sebagai
sumber data utama dan tujuh jurnal sebagai sumber data pendukung. Analisa data
dilakukan dengan mengumpulkan berbagai referensi kemudian membandingkan
referensi tersebut untuk menjawab rumusan masalah.
Hasil pada penelitian ini persiapan pasien pada pasien yang sebelumnya
belum pernah melakukan pemeriksaan HSG maka diberikan obat pereda
peradangan dan obat pereda keram. Sedangkan persiapan pasien pada pasien yang
sudah pernah melakukan pemeriksaan HSG kemudian mengalami peradangan
setelah pemeriksaan dilaksanakan maka diberikan obat antibiotik dan obat pereda
rasa sakit. Peranan persiapan pasien pada pemeriksaan HSG mengutamakan
kenyamanan pasien pada saat pemeriksaan dan setelah pemeriksaan. Persiapan
pasien yang berperan pada saat pemeriksaan berupa pengosongan kandung kemih
dan pemberian obat pereda keram dan nyeri. Kemudian persiapan pasien yang
berperan setelah pemeriksaan dilaksanakan berupa pemberian obat pereda
peradangan dan obat antibiotik. Sebaiknya dalam tata laksana pemeriksaan HSG
untuk melakukan persiapan pasien berupa pemberian obat pereda keram dan nyeri
demi kenyamanan pasien. Bagi pasien yang belum pernah melakukan pemeriksaan
HSG perlu ditambahkan obat pereda peradangan untuk menghindari
ketidaknyamanan yang dialami pasien berupa terjadinya peradangan setelah
pemeriksaan HSG dilakukan
POLA ASUH ORANG TUA BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA: LITERATURE REVIEW
Remaja merupakan tahap perkembangan dari masa anak-anak menuju
masa dewasa. Pada saat fase remaja, remaja akan mengalami
permasalahan baik secara fisik maupun psikososial, sehingga sangat
rentan terkena depresi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
depresi adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang diberikan orang tua
sangat berperan penting untuk remaja. Orang tua yang memberikan pola
asuh yang tepat dapat menurunkan resiko depresi pada remaja. Untuk
mengetahui apakah pola asuh orang tua berhubungan dengan tingkat
depresipada remaja. Pada penelitian ini menggunakan desain Literature
review. Pencarian jurnal menggunakan database google scholar dan
science direct dari tahun 1 Januari 2015 sampai Maret 2021, dengan
kata kunci “pola asuh orang tua berhubungan dengan tingkat depresi
pada remaja”, dan kata kunci “parenting style” and “depression level”
and “adolescent”. Uji kelayakan jurnal menggunakan JBI critical
appraisal: penelitian cross sectional, dan untuk seleksi literature
menggunakan seleksi literature (PRISMA).Didapatkan ada 4 jurnal
yang sesuai dengan kriteria. Semua jurnal yang didapat menjelaskan
ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan
depresi pada remaja. Dari hasil literatur didapatkan hasil bahwa ada
hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat depresi pada
remaja. Orang tua dapat memberikan pola asuh demokratis kepada
anaknya agar tidak mengalami reaksi depres
PENGARUH PAPARAN RADIASI DARI RADIOGRAFI PANORAMIK TERHADAP SALIVA Studi Literatur
Latar Belakang: Radiografi panoramik merupakan pemeriksaan yang rutin dilakukan,
baik kepada pasien anak-anak maupun dewasa dengan papanan radiasi sinar-x dosis rendah
namun dosis serendah berapapun dapat menimbulkan efek biologis. Efek radiasi dari
radiografi panoramik l dapat mengakibatkan reaksi ionisasi pada objek yang terpapar, yang
melibatkan beberapa organ, salah satunya melibatkan kelenjar saliva dalam area paparan
radiasinya. Tingkat keparahan kerusakan biologis yang terjadi berbanding lurus dengan
besar dosis radiasi. Reaksi ionisasi membentuk radikal bebas mengakibatkan gangguan
pada sel-sel pada kelenjar saliva. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh paparan radiasi dari
radiografi panoramik terhadap saliva. Metode: Penulis dalam penyusunan penelitian ini
menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review. Hasil: Terdapat
perubahan kedaan pH, viskositas, volume, cairan buffering, serta kondisi kalsium
gigi akibat paparan radiasi dari radiografi panoramik terhadap saliva