DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan kinerja perawat dengan kepuasan pasien di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar Belakang : Kepuasan pasien merupakan situasi dimana pasien dan keluarga
merasakan seimbang antara biaya yang dikeluarkan dengan pelayanan yang diberikan.
Pengukuran kepuasan pasien dipengaruhi dengan sumber daya manusia khususnya
pada kinerja perawat, semakin tinggi kinerja perawat maka semakin berkualitas
pelayanan pada rumah sakit. Survey kepuasan pasien sangat penting dan harus
dilakukan karena keinginan dan kemauan dapat diketahui melalui survey pada pasien.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kinerja perawat dengan
kepuasan pasien.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan
deskritif korelasi dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini
melibatkan 93 pasien di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purpose sampling. Pengambilan
pada penelitian ini menggunakan kuesioner kinerja perawat dan kuesioner kepuasan
pasien. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Kendall tau.
Hasil : Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa paling banyak yaitu kategori baik
sebanyak 62 orang (66,7%), cukup sebanyak 27 orang (29,0%), dan kurang sebanyak
4 orang (4,3%). Kepuasan pasien didapatkan hasil kategori baik sebanyak 75 orang
(80,6%), cukup sebanyak 14 orang (15,1%), kurang sebanyak 4 orang (4,3%).
Penelitian korelasi ini ada hubungan dengan nilai sig.(2-tailed) 0,018 ≤ 0,05, dengan
keeratan hubungan 0,238 termasuk dalam kategori hubungan sangat kuat.
Simpulan dan Saran : Ada hubungan kinerja perawat dengan kepuasan pasien diruang
rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.penelitian ini dapat dijadikan bahan
kajian lebih lanjut bagi rumah sakit dalam meningkatkan kinerja perawat dan sebagai
referensi bagi peneliti selanjutnya mengenai hubungan kinerja perawat dengan
kepuasan pasien di ruang rawat inap
Faktor-faktor yang berhubungan dengan pencapaian bromage score pada pasien post op spinal anestesi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Bromage score merupakan kriteria penilaian yang digunakan
untuk mengukur kesadaran post spinal anestesi dengan skor penilaian telah
mencapai 2 maka pasien dinyatakan pulih dari kesadaran. Beberapa faktor yang
mempengaruhi meliputi status fisik ASA, usia, jenis kelamin, dan posisi
pembedahan.
Tujuan: Mengetahui adanya hubungan faktor yang berhubungan dengan
pencapaian bromage score pada pasien post op spinal anestesi di RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan
pendekatan case control.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan
total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 62 sampel.
Hasil: Terdapat hasil pencapaian bromage score dengan status fisik ASA I
sebanyak 8 sampel (47,1%) dan ASA II sebanyak 2 sampel (4,3%). Hasil
pencapaian bromage score pada usia < 35 tahun sebanyak 9 sampel (19,1%) dan
usia > 35 tahun sebanyak 1 sampel (2,1%). Pasien jenis kelamin laki-laki
didapatkan 29 sampel yang belum mencapai skor (61,7%) dan 5 sampel yang
mencapai skor (10,6%). Pasien dengan jenis kelamin perempuan didapatkan 23
sampel yang belum mencapai skor (48,9%) dan 5 sampel yang mencapai skor
(10,6%). Pada posisi pembedahan supine didapatkan 31 sampel yang belum
mencapai skor (66,0%) dan 8 sampel yang mencapai skor (17,0%). Posisi
pembedahan dengan litotomi didapatkan 22 sampel yang belum mencapai skor
(46,8%) dan 1 sampel yang mencapai skor (2,1%). Berdasarkan uji spearman
rank pada status fisik ASA dan usia, keduanya didapatkan hasil 0,000 < 0,05 yang
berarti ada hubungan yang signifikan terhadap pencapaian bromage score.
Hubungan faktor jenis kelamin didapatkan hasil 0,743 > 0,05 tidak ada hubungan
yang signifikan. Hubungan faktor posisi pembedahan didapatkan hasil 0,434 >
0,05 tidak ada hubungan yang signifikan.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor status fisik ASA dan
usia dalam pencapaian bromage score. Tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara jenis kelamin dan posisi pembedahan.
Saran: Hasil penelitian ini diharapkan sebagai evaluasi dan masukan bagi rumah
sakit untuk dijadikan sarana dalam pelayanan serta strategi dalam memantau
pencapaian bromage score
Hubungan pengetahuan triage (ATS) terhadap ketepatan triage perawat di IGD di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Latar Belakang : Triage digunakan dalam komunitas kesehatan untuk mengkategorikan pasien berdasarkan tingkat keparahan cidera, besar cidera dan urutan penanganan yang harus diberikan. Penanganan pada pasien yang dilakukan tanpa melakukan pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya atau triage dan berdasarkan urutan kedatangan akan mengakibatkan penundaan penanganan pada pasien kritis sehingga berpotensi mematikan.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan triage (ATS) terhadap ketepatan triage perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode studi korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 25 orang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengambilan data menggunakan metode observasional analitik dan pengolahan data menggunakan uji korelasi Eta.
Hasil : Hasil uji korelasi Eta untuk mengetahuai adanya hubungan antara pengetahuan dengan ketepatan triage didapatkan nilai p value 0,004<0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan ketepatan triage. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 15 responden (60%) dan mayoritas responden melakukan triage dengan tepat sebanyak 16 responden (64%).
Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan ketepatan triage pada perawat IGD, dibuktikan dengan hasil uji Eta yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,004<0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan ketepatan triage.
Saran : Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memodifikasi dan meneliti lebih dalam terkait dengan faktor yang mempengaruhi pengetahuan terhadap ketepatan triage pada perawat di IGD
Hubungan Posisi Ergonomi terhadap Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Karyawan Pengguna Komputer
Latar belakang: Kemajuan teknologi telah memicu seluruh dunia untuk
menggunakan komputer dalam segala bidang, dalam penggunaan komputer sehari-hari
dengan gerakan berulang secara terus menerus dengan jangka waktu yang lama dan
postur yang tidak ergonomi dapat menyebabkan terjadinya gangguan musculoskeletal
pada pergelangan tangan yang sering dihubungkan dengan Carpal Tunnel Syndrome
(CTS). Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan yang diakibatkan
adanya kompresi saraf medianus pada terowongan karpal. Tujuan: Untuk mengetahui
hubungan posisi ergonomi terhadap terjadinya carpal tunnel syndrome (CTS) pada
karyawan pengguna komputer di Dinas P3AP2KB Sleman. Metode penelitian: Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode penelitian observasional analitik
dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada bulan juni 2023. Sampel diambil
dengan menggunakan desain total sampling, jumlah sampel pada penelitian ini
sebanyak 60 orang dengan analisis data spearmen rank. Hasil penelitian: Dari hasil
analisis terdapat hubungan kuat antara posisi ergonomi dengan terjadinya Carpal
Tunnel Syndrome (CTS) dengan pvalue 0,000≤0,05, maka Ho ditolak dan Hɑ diterima.
Kesimpulan: Didapatkan adanya hubungan bermakna antara posisi ergonomi dengan
terjadinya carpal tunnel syndrome (CTS) pada karyawan pengguna komputer di Dinas
P3AP2KB Sleman. Saran: Diharapkan bagi Dinas P3AP2KB Sleman melakukan
pengecekan fasilitas karyawan dan untuk karyawan lakukan peregangan otot setiap
melakukan aktivitas kerja
Manfaat Kemas Ulang Informasi di TikTok @unisa_cringe untuk Promosi Perpustakaan UNISA Yogyakarta
Perpustakaan harus mampu memberikan aneka ragam layanan guna
memenuhi kebutuhan pemustakanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui
manfaat kemas ulang informasi di Tiktok @unisa_cringe untuk promosi
Perpustakaan UNISA Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian
deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Pengambilan datanya bersumber
pada data primer partisipan dengan wawancara, dan data sekunder observasi
di TikTok @unisa_cringe. Teknik analisis datanya dengan analisis interaktif
yang mencakup analisis kebutuhan dan usulan desain, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan simpulan. Waktu penelitian bulan Juni 2023
di UNISA Yogyakarta. Uji kredibilitas dengan triangulasi waktu dan uji
komformabilititas digunakan untuk mengecek keabsahan data. Hasil
penelitian menunjukkan TikTok @unisa_cringe ada 15 kemas ulang
informasi yang berhubungan dengan Perpustakaan UNISA Yogyakarta.
TikTok tersebut bermanfaat sebagai media promosi perpustakaan. Tujuan
promosi untuk mengenalkan hal-hal yang berhubungan dengan
perpustakaan, layanan perpustakaan, mempengaruhi dan membujuk
pemakai untuk menggunakan perpustakaan, dan sebagai pengingat serta
untuk meningkatkan pemakaian perpustakaan terlaksana. Namun belum
memperlihatkan spesifikasi subyek layanan tertentu, sehingga perlu
dikembangkan lagi. Judul kemas ulang informasi Ganteng-Ganteng
Juga Butuh ke Perpus, menjadi postingan yang menempati urutan
jumlah like, jumlah komentar, dan jumlah penonton terbanyak .
Keimpulannya Perpustakaan UNISA Yogyakarta belum banyak
melakukan kemas ulang informasi dan masih terbantu melalui
TikTok @unisa_cringe sebagai media promosi. Penulis menyarankan agar
Perpustakaan UNISA Yogyakarta bisa menjalin kerja sama dengan
akun admisi tersebut untuk menghasilkan konten yang sama-sama
menguntungkan sebagai promosinya. Dengan demikian konten
akan lebih beragam, menarik, semakin luas jangkauannya, dan
mudah dalam menemukannya
Literature review: perbandingan kualitas preparat jaringan menggunakan xylene dan larutan pencuci piring pada proses deparafinisasi
Deparafinisasi adalah proses melarutkan parafin sebelum proses pewarnaan pada
sediaan jaringan menggunakan xylene untuk menjernihkan jaringan dari
kontaminasi yang dapat mengganggu pewarnaan sediaan jaringan. Mengetahui
perbandingan kualitas preparat ginjal mencit pada proses deparafinisasi
menggunakan xylene dan larutan pencuci piring. Penelitian ini menggunakan
metode literature review yang di peroleh dari database google scholar, PubMed
dan Research Gate. Larutan pencuci piring mengandung bahan aktif surfaktan.
Surfaktan memiliki struktur bipolar yang dapat menyatukan minyak atau lemak
dengan cara menurunkan tegangan permukaan sehingga noda yang mengandung
minyak atau lemak dapat larut dan terbawa bersama bersama air. Berdasarkan hasil
dari penelitian dapat disimpulkan bahwa larutan pencuci piring dapat digunakan
sebagai pengganti xylene dengan kualitas yang hampir sebanding dengan xylene.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai varian larutan pencuci piring
sehingga lebih spesifik seperti dari aroma dan tekstur serta pengaruhnya terhadap
proses deparafinisasi baik secara mikroskopis dan makroskopi
Hubungan dukungan suami dengan kualitas tidur pada ibu hamil trimester iii literature review
Latar Belakang : Kualitas tidur adalah suatu keadaan yang dijalani seseorang yang
menghasilkan kebugaran saat bangun. Banyak faktor yang menyebabkan kualitas tidur
pada ibu hamil. Perubahan fisiologis normal selama kehamilan seperti ketidaknyamanan
fisik serta peningkatan hormon progesteron berkontribusi pada kualitas tidur pada ibu
hamil trimester 3. Dukungan suami untuk meningkatkan kesiapan ibu dalam
menghadapi proses persalinan yaitu dengan memberikan perhatian dan membina
hubungan yang baik dengan ibu hamil.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan
suami dengan kualitas tidur pada ibu hamil trimester III dan gap berdasarkan studi
Literature review. Metode : metode penelitian dengan literature review dengan berbasis
PEOS dengan menggunakan database Google Scholar dan PubMed dengan “Dukungan
Suami, Kualitas Tidur, Ibu Hamil, Trimester III” dan “Husband Support, Sleep Quality,
Pregnant Mother” dan menggunakan kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Hasil :
Hasil penelitian menyatakan bahwa ketiga jurnal menyatakan terdapat hubungan
dukungan suami dengan kualitas tidur ibu hamil trimester III(100%). Banyak faktor
yang mempengaruhi kualitas tidur, salah satunya adalah kecemasan. Ibu hamil yang
mengalami kecemasan tetapi tidak mendapat dukungan suami sebagaimana yang
diharapkan kemungkinan akan mengalami komplikasi psikologis kehamilan.
Kesimpulan : Dukungan suami menjadi faktor penting dalam penentu kecemasan ibu
hamil diusia kehamilan trimester III, semakin tinggi dukungan dari suami yang
didapatkan oleh ibu, maka kualitas tidur ibu meningkat. Sebaliknya, jika dukungan
kurang akan dapat meningkatkan tingkat kecemasan pada ibu hamil sehinga pola dan
kualitas tidur ibu menurun