DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PENGARUH SHORT FOOT EXCERCISE DAN TIBIALIS POSTERIOR STRENGTHENING TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA PENDERITA FLAT FOOT REMAJA NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Masalah kesehatan usia remaja merupakan salah satu masalah penting dalam siklus kehidupan. Salah satu dari berbagai masalah kesehatan remaja ialah gangguan muskuloskeletal berupa kelainan bentuk telapak kaki (flexible flat foot). Dampak yang akan terjadi akibat flat foot yaitu nyeri, mudah lelah bila berjalan jauh, sepatu cepat halus, perubahan biomekanik tubuh yang akan menyebabkan gangguan keseimbangan, gangguan berjalan serta deformitas yang memudahkan terjadinya cedera. Cedera pada remaja dapat menurunkan produktifitas dan kualitas kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari harinya. Untuk meningkatkan keseimbangan dinamis guna meminimalisir terjadinya risiko cedera terdapat intervensi short foot exercise dan tibialis posterior strengthening. Tujuan : mengetahui pengaruh short foot exercise dan tibialis posterior strengthening terhadap peningkatan keseimbangan dinamis remaja flexible flat foot. Metode Penelitian : metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google scholar, PubMed, dan science direct. Hasil penelusuran didapatkan sebanyak 3 jurnal short foot exercise dan 2 jurnal tibialis posterior strengthening dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : hasil review 3 jurnal short foot exercise dan 2 jurnal tibialis posterior strengthening didapatkan bahwa ada peningkatan keseimbangan pada responden setelah dilakukan latihan. Kesimpulan : ada pengaruh short foot exercise dan tibialis posterior strengthening terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada penderita flexible flat foot remaja. Saran : penelitian selanjutnya dapat dilakukan penelitian menggunakan alat ukur yang sama agar dapat dilakukan perbandingan yang sama antara kedua intervensi, dan dapat menambah kriteria untuk dikendalikan dengan mencari faktor-faktor terkait variabel yang digunakan

    INTERVENSI AKTIFITAS FISIK UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA USIA 55-74 TAHUN NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang: Populasi lanjut usia meningkat sangat cepat. 11% dari 6,9 milyar penduduk dunia adalah lanjut usia. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang terjadi berbagai proses kemunduran yaitu dengan munculnya gangguan fisiologis, penurunan fungsi, gangguan kognitif, gangguan afektif dan psikososial. Pada lansia brumur 55-74 tahun cenderung terjadi penurunan dari fungsi kognitif yang disebabkan oleh penyakit degeneratif ataupun karena proses penuaan. Fungsi kognitif merupakan dimensi penting dari kualitas hidup untuk lansia di semua negara. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan untuk memproses informasi dalam kehidupan sehari-hari dan membantu bentuk keseluruhan kesejahteraan selama hidup.. Tujuan: Untuk mereview dan menganalisa efektifitas Aktifitas Fisik untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif Pada Lansia Usia 55-74 Tahun. Metode: jenis penelitian ini menggunakan Narrative Review, peneliti mencari artikel penelitian secara komprehensif dari database melalui PubMed dan Google Scholar diambil dari artikel yang dipublikasi tahun 2011-2021 yang berkaitan dengan Intervensi Aktifitas Fisik untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif pada Lansia Usia 55-74 Tahun Narrative Review, dan diidentifikasi menggunakan PICO dan keyword yang telah ditentukan. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data 10 jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai “Intervensi Aktifitas Fisik untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif pada Lansia Usia 55-74 Tahun”. Kesimpulan : Ada Pengaruh Aktivitas Fisik untuk meningkatkan Fungsi Kognitif pada Lansia Usia 55-74 Tahun

    PEMBERIAN WORKPLACE STRETCHING EXERCISE TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PEMANEN PERKEBUNAN: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders merupakan penyakit pada musculoskeletal system yang berasosiasi dengan trauma kumulatif seperti gerakan repetitif, gaya berlebihan, posisi yang salah atau statis, duduk atau berdiri dalam jangka waktu panjang saat bekerja. Pengukuran menggunakan metode Nordic Body Map dengan menggunakan lembar kerja berupa peta tubuh (body map) merupakan cara yang sangat sederhana, mudah dipahami, murah dan memerlukan waktu yang sangat singkat (±5 menit) per individu. NBM kuisioner menunjukan hasil gangguan musculoskeletal disorder dari grade ringan sampai berat, sehingga dapat mempengaruhi kualitas kerja dan produktivitas karyawan. Salah satu cara untuk menangani keluhan gangguan musculosckeletal disorder yaitu dengan pemberian workplace stretching exercise. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pengaruh pemberian workplaces strectching exercise terhadap keluhan musculoskeletal pada pemanen perkebunan berdasarkan 10 jurnal narrative review. Metode: Jenis penelitian ini adalah narrative review, dimana pencarian literatur melalui PubMed, Scient Direct dan Google Schoolar yaitu jurnal ilmiah yang diterbitkan minimal pada tahun 2010. Strategi pencarian menggunakan kata kunci dengan format PICO, kemudian di pilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil studi literatur dari 3 database didapat 30 artikel yang dianggap bisa memberikan kontribusi data artikel terkait hasil yang ingin dicapai penulis. Tahap selanjutnya dilakukan penyaringan data termasuk duplikasi artikel, screening abstrak, full text, dan flowchart sehingga meninggalkan 10 artikel untuk dilakukan review akhir. Artikel yang telah didapat dan sesuai dengan topik penelitian, selanjutnya dilakukan ekstraksi data. Hasil: Workplace exercise memiliki efektivitas terhadap keluhan musculoskeletal tapi berdasarkan analisis 10 jurnal workplace exercise memiliki efektivitas yang lebih tinggi, dibuktikan dengan nilai (p <0,05) pada 3 jurnal. Kesimpulan: Ada efektivitas pengaruh pemberian workplace exercise terhadap keluhan musculoskeletal disorder pada pemanen perkebunan. Saran: Penelitian ini dapat dijadikan evidance based fisioterapi dalam menangani keluha

    PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL LEHER PADA KASUS MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang: Myofascial pain syndrome juga dapat diartikan suatu kondisi timbulnya nyeri baik lokal atau menjalar yang didefinisikan dengan adanya ketidak normalan pada motoris sehingga muncul taut band yang keras dalam otot dan ketidaknormalan pada sensoris yang menyebabkan munculnya nyeri tekan dan atau menjalar. Myofascial pain syndrome juga berhubungan dengan adanya nyeri, keterbatasan Range Of Motion (ROM) serta penurunan aktivitas fungsional. Gangguan muskuloskeletal seperti myofascial pain syndrome apabila tidak ditangani dapat menyebabkan kekuatan otot leher menurun sehingga berdampak pada penurunan produktivitas dalam melakukan pekerjaan. Melihat dampak dari myofascial pain syndrome terhadap kualitas hidup maka diperlukan suatu pengobatan yang tepat. Salah satu exercise yang dapat diberikan yaitu Relaksasi Otot Progresif. Relaksasi otot progresif merupakan exercise yang menggunakan teknik mengontraksikan otot pada bagian tubuh tertentu kemudian melemaskannya hingga menghasilkan efek relaksasi pada pikiran maupun fisik seseorang untuk mengendalikan respons tubuhnya terhadap ketegangan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kemampuan fungsional leher pada kasus myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan Narrative Review, peneliti mencari artikel penelitian secara komprehensif dari database melalui Science Direct, PubMed dan Google Scholar diambil dari artikel yang dipublikasi tahun 2011-2021 yang berkaitan dengan pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kemampuan fungsional leher pada kasus myofascial pain syndrome otot upper trapezius dan diidentifikasi menggunakan PICO dan keyword yang telah ditentukan. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data 10 jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pengaruh relaksasi otot progresif dapat meningkatkan kemampuan fungsional leher pada kasus myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Simpulan: Ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kemampuan fungsional leher pada kasus myofascial pain syndrome otot upper trapezius

    EFEKTIVITAS STRETCHING EXERCISE DAN CORE STRENGTHENING EXERCISE DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI DYSMENORRHEA PADA REMAJA PUTRI: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Dismenorea merupakan salah satu permasalahan pada perempuan khususnya pada remaja. Dikatakan remaja ketika panggul dan payudara mulai mengalami perubahan yang semakin membesar serta kelamin yang mulai memproduksi sel telur, dimana rahim yang semakin kuat dan siap untuk dibuahi. Latihan fisik salah satu langkah yang tepat untuk mengurangi rasa nyeri ketika mengalami menstruasi, caranya dengan menggunakan latihan Stretching Exercise (Peregangan) dan Core Strengthening Exercise (Penguatan Inti) akan tetapi Stretching Exercise adalah salah satu latihan peregangan otot yang berpengaruh secara signifikan terhadap menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Tujuan: Penelitian ini adalah mengetahui efektifitas metode Stretching Exercise dan Core Strengthening Exercise. Studi ini menggunakan metode PICO (Population, Intervention, Comparison, Otcome). Sampel Studi: Bukan dari atlet yang mengalami permasalahan pada dismenorea tetapi sampel ini dari puluhan remaja putri yang berumur 15-25 tahun yang bersedia menjadi sukarelawan dengan Grade sedang maupun berat. Metode: Desain studi pencarian literatur sistematis dengan menggunakan database yang relavan (Google Schooler, Sciencedirect, Pudmed, Medline, Psyinfo). Dengan kata kunci yang telah disesuaikan dan seleksi artikel dengan menggunakan PRISA flowchart. Hasil: Keseluruhan pencarian dari database terdapat 239 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan abstrak diperoleh 10 jurnal yang membuktikan bahwa Stretching Exercise Dan Core Strengthening Exercise efektifitas,aman,mudah dan signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan: Stretching Exercise Dan Core Strengthening Exercise berpengaruh terhadap menurunkan intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri

    ANALISA FAKTOR KEGAGALAN FOTO PANORAMIK DENGAN STUDI LITERATUR

    Get PDF
    Angka pengulangan radiografi panoramik menurut Acharya (2015) sebesar 49%, kemudian diikuti Cephalogram 33%, dan SPN view 14%. Penyebab tingginya angka pengulangan pada radiografi panoramik sangat beragam. Menurut Saunders (2016) faktor penyebab kegagalan foto panoramik diklasifikasikan menjadi kesalahan persiapan pasien dan kesalahan dalam posisi pasien. Kesalahan persiapan pasien yaitu tidak melepas perhiasan selama pemeriksaan dan penggunaan apron yang tidak benar. Kesalahan posisi pasien ada beberapa jenis yaitu kesalahan posisi bibir dan lidah, dagu terlalu tinggi, dagu terlalu rendah, gigi depan pada focal trough, gigi belakang pada focal trough, kepala menoleh dan posisi merosot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan kegagalan foto panoramik beserta persentasenya. Kemudian memberikan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan studi literature yaitu dengan mengumpulkan banyak referensi dari jurnal sebagai sumber data utama, artikel, buku dan lainnya sebagai sumber data pendukung. Dari sumber yang telah diambil kemudian dianalisis untuk ditarik kesimpulan sehingga diperoleh hasil yang dapat menjawab rumusan masalah. Hasil dari penelitian ini didapatkan faktor penyebab kegagalan foto panoramik sangat beragam, diantaranya kesalahan dalam pemosisian pasien, kesalahan persiapan pasien, adanya benda asing pada gambaran, lidah pasien tidak menempel pada langit- langit, faktor eksposi tidak tepat, kesalahan pemrosesan digital serta pergerakan pasien. Besar persentase dari masing-masing faktor penyebab kegagalan foto panoramik berbeda pada setiap jurnal yang dijadikan rujukan. Sebagian besar jurnal mengatakan bahwa kesalahan penempatan lidah merupakan kesalahan yang paling sering terjadi. Sebaiknya radiografer lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan foto panoramik, seperti posisi pasien, persiapan pasien, faktor eksposi, serta keadaan pesawat pemeriksaan. Sehingga diharapkan angka pengulangan dalam foto panoramik dapat berkurang

    HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN

    Get PDF
    Dukungan sosial adalah hubungan yang dibina oleh orang-orang lingkungan sekitar seperti teman-teman yang sebaya dengan remaja dan dengan harapan tidak adanya rasa kesepian terhadap fase yang sedang dialaminya. kesejahteraan subjektif dipengaruhi salah satunya oleh dukungan sosial. Kesejahteraan subjektif lebih dikenal dengan kebahagiaan, hal tersebut dikarenakan perasaan positif menjadi suatu hal yang penting bagi aspek kesejahteraan, meliputi perasaan positif yang lebih. Kurangnya dukungan sosial akan membuat tingkat kesejahteraan subjektif remaja yang tinggal di panti asuhan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kesejahteraan subjektif remaja yang tinggal di panti asuhan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian ini remaja yang tinggal di panti asuhan di daerah Sleman dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuisioner dan analisis data menggunakan pearson correlation product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial ada hubungan dengan kesejahteraan subjektif. Hasil analisis product moment didapatkan nilai p 0,0000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,487. Dapat disimpulkan bahwa ada korelasi antara dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif remaja yang tinggal di panti asuhan. Semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan maka semakin tinggi pula kesejahteraan subjektifnya

    EFEKTIVITAS METODE ANTERIOR DRAWER STRESS DALAM MENDIAGNOSA PATOLOGI ANKLE INSTABILITY

    Get PDF
    Ketidakstabilan pada ankle joint atau Chronic Ankle Instability (CAI) adalah suatu kondisi dimana terjadi cedera berulang akibat dari ketidakstabilan sendi pergelangan kaki latera. Sendi pergelangan kaki terdiri dari tiga persendian yang kompleks, yaitu sendi talokrural, sendi tibiofibular distal (sindesmosis tibiofibular) dan sendi subtalar(talokalkaneal). Metode anterior drawer stress untuk diagnosis ketidakstabilan pada pergelangan kaki mungkin menjadi alat pengukuran yang lebih andal dan harus dipertimbangkan untuk digunakan dalam menegakkan diagnosa ankle instability. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode anterior drawer stress dalam mendiagnosa adanya patologi ankle instability. Jenis penelitian ini adalah studi literatur. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah menggunakan berbagai sumber data sekunder seperti artikel ilmiah, journal paper dan textbook yang relevan dengan judul karya tulis. Penelitian ini menggunakan metode analisis anotasi bibliografi, dengan menyusun kesimpulan sederhana terkait apa yang tertulis dalam setiap sumber referensi. Waktu penelitian ini dilakukan mulai September 2020 sampai Juni 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prosedur metode anterior drawer stress dapat dilakukan dengan cara konvensional dan menggunakan bantuan alat. Metode anterior drawer stress efektif digunakan sebagai screening test terutama pada atlet karena metode ini cukup akurat dalam mendiagnosa adanya ankle instability dan perlu adanya penelitian kuantitatif lebih lanjut terkait penggunaan metode ini

    HUBUNGAN SCHOOL FROM HOME TERHADAP PENINGKATAN GEJALA LOW BACK PAIN PADA MAHASISWA DI ERA COVID-19

    Get PDF
    Latar Belakang : Pembelajaran School Frome Home (SFH) merupakan sebuah proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru di rumah masing-masing yang dilakukan dengan bantuan media berupa perangkat elektronik smart phone ataupun laptop yang terhubung melalui jaringan internet. Mengakibatkan mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktu di depan smartphone dan laptop mereka yang mengakibatkan mahasiswa lebih sering melakukan pembelajaran online dan di iringi dengan posisi duduk yang tidak ergonomis dalam waktu yang lama dan berulang maka akan meningkatkan resiko Low Back Pain (LBP) pada mahasiswa juga ikut menyebabkan intensitas Low Back Pain (LBP) menjadi lebih tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan school frome home (SFH) terhadap peningkatan gejala Low Back Pain (LBP) pada mahasiswa di era COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasional analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Program Studi Fisioterapi S1 berjumlah 106 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penilaian School Frome Home (SFH) dinilai melaului durasi di depan gadget serta melalui postur kerja dengan gambar atau foto sebagai ilustrasi yang dikategorikan menjadi postur netral, postur duduk dan postur janggal dan pengukuran low back pain dinilai dengan Oswerty Disability Index (ODI). Analisis data meggunakan uji Spearman rank.. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian responden mengunakan postur kerja duduk saat School Frome Home di dapati hasil sebanyak 62 orang (58,5%) dengan ganguan disbilatas minimal sebanyak 61 orang (57,5%). Nilai p- value sebesar 0,058 >0.05 dan nilai koefisien kontingensi didapatkan hasil sebesar 0.185 (tidak ada korelasi). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan School Frome Home (SFH) terhadap peningkatam gejala Low Back Pain (LBP) pada mahasiswa di era COVID-19. Saran: Untuk peneliti selanjutnya pentingnya mencari faktor-faktor lain yang memnyebabkan keluhan low back pain pada mahasiswa saat School From Home (SFH)

    STUDI LITERATUR PADA AKURASI PEMERIKSAAN DENTAL CARIES DENGAN MENGGUNAKAN PANORAMIC DAN RADIOGRAF BITEWING

    Get PDF
    Teknik pemeriksaan dental caries proximal pada umunya dapat dilakukan dengan pemeriksaan extraoral dan intraoral. Pemeriksaan extraoral menggunakan panoramic dan intraoral menggunakan bitewing. Terdapat penelitian yang menyatakan, bitewing intraoral lebih unggul dari panoramic dan bitewing extraoral dalam mendeteksi caries proximal dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan jurnal yang membahas tentang akurasi dari pemeriksaan dental caries menggunakan panoramic dan bitewing. Metode penelitian ini adalah literature review. Penelitian dilakukan mulai bulan Oktober 2020 - Juni 2021. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan cara mencari artikel dari platform Google Scholar, ScienceDirect dan NCBI kemudian disortir berdasarkan kata kunci yang sesuai dengan rumusan masalah. Literatur yang sudah disortir dibaca, kemudian dilakukan reduksi isi artikel sampai menemukan jawaban penelitian, literature yang digunakan sejumlah 7 literatur dengan jurnal, artikel dan buku. Hasil penelitian menyatakan bahwa bitewing extraoral lebik baik dari pada panoramic tetapi untuk sensitifitas bitewing intraoral yang lebih unggul. Pada pasien pediatric dan pasien dengan kontraindikasi terhadap bitewing intraoral akan lebih mendapat keuntungan dengan menggunakan bitewing extraoral. Penulis menyarankan agar sebelum melakukan pemeriksaan bitewing pada kasus caries proximal, petugas harus memperhatikan kondisi dan indikasi pada setiap pasien

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇