DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Literature Review: Hubungan Self Care Dengan Kekambuhan Gejala Gagal Jantung

    Get PDF
    Latar Belakang: Gagal jantung adalah keadaan dimana jantung tidak mampu lagi memompakan darah secukupnya dalam memenuhi kebutuhan sirkulasi badan untuk keperluan metabolisme jaringan tubuh. Tingginya angka kejadian gejala gagal jantung tidak lepas dari upaya untuk melakukan self care. self care pada pasien gagal jantung yang tidak adekuat dapat mengakibatkan gejala yang semangkin berat, pasien menjalani rehospitalisai dan menyebabkan kematian. Tujuan: Mengetahui hubungan antara self care dengan kekambuhan gejala gagal jantung. Metode: Literature review dilakukan melalui penelusuran artikel melalui database Google Scholar dan PubMed pada rentang waktu 2010-2020. Kata kunci bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yaitu perawatan diri (self care), kekambuhan (recurrence) dan gejala gagal jantung (heart failure symptoms). Hasil: Hasil pencarian jurnal terdapat 146, diskrining menjadi 114 jurnal, 114 jurnal diskrining terdapat 67 jurnal, jurnal dieksekusi menjadi 47 jurnal. 47 jurnal dipilih kelayakan, keriteria dan tujuan penelitian, 45 jurnal dieksekusi, diapatkan 2 jurnal full text yang dilakukan review. Hasil review didapatkan, self care memadai (>70%), sedangkan tanda dan gejala gagal jantung yang parah secara signifikan lebih terlibat dengan perawatan diri, sehinga self care mendukung bahwa self care berhubungan dengan kekambuhan gejala gagal jantung. Simpulan dan Saran: hasil kedua artikel mendukung adanya hubungan self care dengan kekambuhan gejala gagal jantung. self care mempunyai pengaruh yang bersar pada gejala gagal jantung, dimana self care yang baik, mempunyai keyakinan tinggi untuk mencapai tujuan kesehatnya. Untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan jurnal nasional maupun internasional dengan rentang waktu 10 tahun terakhir

    Studi Tentang Efek Motivasi Inspirasi Family Empowerment dalam Pelayanan Diruang ICU: Literature Review

    Get PDF
    Latar Belakang: Pemberdayaan Keluarga merupakan intervensi keperawatan dengan meningkatkan filial value keluarga yang terdiri dari, tanggung jawab, menghormati dan peduli keluarga. Keikutsertaan keluarga dalam perawatan keluarga lain yang sedang sakit akan mengurangi rasa cemas. Tujuan: Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendapatkan gambaran apakah efek motivasi terhadap pemberdayaan keluarga sangat diperlukan dalam keadaan pasien dirawat di ruang ICU untuk mengurangi kecemasan terhadap keluarga. Metode: Penulisan literature dilakukan menggunakan 2 database yaitu goggle scholar dan pubmed. Keyword yang digunakan dalam bahasa Indonesia adalah “mot ivasi inspirasi”, “pemberdayaan keluarga”, “ruang ICU” sedangkan dalam bahasa Inggris adalah “motivat ion inspirat ion”, “family empowerment”, “ICU room”. Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara motivasi pemberdayaan keluarga dalam pelayanan di ICU sehingga dapat menurunkan kecemasan pada keluarga yang digambarkan oleh 4 artikel. Keluarga termasuk kategori baik digambarkan oleh 5 artikel, penurunan kecemasan termasuk kategori baik igambarkan oleh 2 artikel. Kesimpulan dan Saran: Jadi dari berbagai pendapat para penulis dan jurnal yang sudah di review terdapat beberapa dampak positif seperti pendekatan keluarga dengan pasien dan juga memberikan efek salah satunya mengurangi kecemasan pada keluarga

    PENGARUH NERVE GLIDING EXERCISE DAN ULTRASOUND TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA PENDERITA CARPAL TUNNEL SYNDROME: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Carpal tunnel syndrome melibatkan kombinasi trauma mekanik, peningkatan tekanan, dan cedera iskemik pada saraf medianus dalam terowongan karpal, mengompresi serabut saraf sensorik dan motorik dari saraf medianus yang terdistribusi pada tangan. Kompresi serabut saraf menyebabkan selubung mielin rusak. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Nerve Gliding Exercise dan Ultrasound Terhadap Peningkatan Aktivitas Fungsional Pada Penderita Carpal Tunnel Syndrome. Metode: penelitian ini menggunakan metode narrative review jurnal yang berasal dari 2 database, yaitu Microsoft Academik, Google Schollar. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah artikel free full text tentang ultrasound dan nerve gliding terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada carpal tunnel syndrome yang dipublish tahun 2011-2021 berbahasa indonesia dan bahasa inggris. Hasil: dari 5 jurnal ultrsound, 5 jurnal menyatakan ultrasound efektif dalam menangani carpal tunnel syndrome. Sedangkan dari 5 jurnal nerve gliding, 1 jurnal menyatakan efektif dan 4 jurnal menyatakan kurang efektif dalam menangani carpal tunnel syndrome. Kesimpulan: pemberian ultrasound efektif dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada carpal tunnel syndrome. Sedangkan nerve gliding kurang efektif

    PENGARUH PEMBERIAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA KNEE OSTEOARTHRITIS: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Knee Osteoarthritis adalah peradangan pada sendi lutut yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan kecacatan pada penderita, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri merupakan penyebab utama dari penurunan kemampuan fungsional pada knee osteoarthritis. Karena nyeri sendi ini akan meningkat dengan penggunaan sendi. TENS adalah intervensi nonfarmakologis yang digunakan dalam pengobatan nyeri akut dan kondisi nyeri kronis. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) terhadap penurunan nyeri pada penderita knee osteoarthritis. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (Ebsco, PubMed, Googlescholar) dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Seleksi artikel dengan menggunakan PRISMA flowchart, selanjutnya dilakukan tahap penilaian artikel dan menyusun hasil ulasan narasi. Hasil: Artikel yang teridentifikasi dari 3 database sejumlah 11 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan dilakukan review. Terdapat 6 artikel yang menunjukkan bahwa intervensi TENS efektif untuk menurunkan nyeri, 4 artikel menunjukkan jika intervensi TENS dianggap kurang efektif dalam menurunkan nyeri knee OA, dan satu atikel menunjukkan bahwa intervensi TENS kombinasi aplikasi panas lokal efektif untuk menurunkan nyeri pada knee osteoarthritis. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian TENS terhadap penurunan nyeri pada knee osteoarthritis. Saran: Bagi fisioterapis diharapkan dapat mengaplikasikan terapi TENS pada pasien yang mengalami nyeri akibat knee osteoarthritis

    EFEKTIVITAS MYOFASCIAL RELEASE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA KASUS MYOFASCIAL SYNDROME : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Myofascial pain syndrome merupakan keadaan munculnya rasa sakit pada bagian otot upper trapezius yang diawali dengan munculnya titik nyeri (trigger point) dimana terdapat titik nyeri otot yang mengalami myofacial pain syndrome sehingga menimbulkan spasme pada otot yang terkena. Beberapa faktor yang mempengaruhi myofascial pain syndrome adalah usia, kebiasaan merokok, trauma pada otot, lama kerja dan postur tubuh yang buruk saat beraktivitas seperti punggung terlalu membungkuk, kepala terangkat ke atas merupakan contoh bagian dari sikap kerja yang tidak alamiah sehingga menyebabkan terjadinya trauma pada otot akibat pembebanan yang berlebih dan menimbulkan gangguan nyeri musculoskeletal. Intervensi fisioterapi yang dapat diterapkan yaitu myofascial release untuk mengurangi nyeri pada penderita myofascial pain syndrome. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas myofascial release terhadap penurunan nyeri pada kasus myofascial pain syndrome. Methods : Metode pada penelitian ini yaitu narrative review dengan metode PICO yang merupakan akronim dari 4 komponen: P (patient, population, problem), I (intervention, prognostic factor, exposure), C (comparison, control), dan O (outcome) dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pencarian artikel dilakukan di beberapa portal seperti pubmed, ncbi, dan sciencedirect. Hasil : Berdasarkan 10 artikel yang telah di review myofascial release berpengaruh dalam mengurangi nyeri pada myofascial pain syndrome dilihat dari hasil pre dan post test. Kesimpulan : Adanya pengaruh dari pemberian myofascial release terhadap penurunan nyeri pada penderita myofascial pain syndrome dan memiliki hasil yang efektif dan berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada pasien dengan myofascial pain syndrome

    Pengaruh Konseling Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Hipertensi Di Indonesia: Literature Review

    Get PDF
    Latar belakang: Hipertensi adalah penyakit yang paling mematikan didunia, yang menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya yang disebut juga silent killer. Faktor kunci suatu kepatuhan pasien terhadap pengobatan adalah pemahaman tentang instruksi pengobatan, untuk itu diberikanya intervensi konseling. Konseling merupakan salah satu tindakan tatalaksana terapi pasien hipertensi untuk mencapai tujuan terapi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di indonesia . Metode: literature rievew dengan menggunakan artikel penelitian yang sudah terpublikasi di internet. Keyword yang digunakan adalah Konseling AND Kepatuhan Pengobatan And Hipertensi. penelusuran literature menggunakan database google scholar dan portal garuda dari rentang tahun 2016-2020. Hasil: Hasil dari artikel yang didapatkan berdasarkan kriteria inklusi yaitu 5 jurnal. Analisis didapatkan adanya peningkatan terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi setelah diberikanya konseling terhadap pasien. Simpulan dan Saran: Berdasarkan dari hasil 5 jurnal yang sudah dianalisis didapatkan pengaruh konseling terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Penelitian literature review ini diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap pasien hipertensi untk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan untuk peneliti selanjutnya dapat dijadikan untuk bahan kajian awal

    Literature Review Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Pola Asuh Sibling Rivalry

    Get PDF
    Latar Belakang :Pertengkaran atau perselisihan antar anak merupakan fenomena yang sering terjadi dalam keluarga. Menurut Po Bronson dan Ashley Merryman pada buku mereka yang bertajuk NurtureShock: New Thinking About Children, seperti dikutip dari American Scientist, kakak-adik 700 persen lebih sering bertengkar dibandingkan dengan teman sebaya mereka. Fenomena konflik antar anak ini biasanya akibat adanya persaingan, kecemburuan, dan kemarahan antar saudara yang dikenal dengan sibling rivalry. Besarnya angka kejadian sibling rivalry dalam situs di internet menyebutkan: di Negara barat 82% dari beberapa keluarga, anak-anaknya mengalami sibling rivalry. Tujuan : Tujuan dari literature review ini adalah untuk menganalisis studi literatur tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pola asuh sibling rivalry Metode :Penulisan ini merupakan penulisan dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review. Proses pencarian sumber literature review melalui google scholar dengan kata kunci yaitu : Ibu “AND” Pendidikan Kesehatan “AND” Pengetahuan pola asuh sibling rivalry. Dari kata kunci yang sudah diketahui maka dibuat rumus PICO. Pada rumus PICO didapatkan hasil 188 artikel yang sesuai dengan kata kunci, kamudian dari 188 artikel tersebut dilakukan skrinning dengan didapatkan jumlah 62 artikel. Setelah didapatkan 62 artikel belum sesuai dengan criteria, kemudian dilakukan eksklusi dan didapatkan 27 jurnal full text. Selanjutnya dieksklusi kembali dan didapatkan 5 jurnal yang sesuai dilakukan review. Hasil :Berdasarkan hasil dari literature review didapatkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media dan metode role play berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pola asuh sibling rivalry Simpulan dan saran:Berdasarkan hasil dari jurnal diatas ibu yang telah mendapatkan pendidikan kesehatan dapat merubah perilaku atau gaya dalam mengasuh anak dan dapat mengurangi terjadinya sibling rivalry. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melalukan penelitian lebih lanjut menggunakan metode pengambilan data secara langsung kepada responden

    PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA LOW BACK PAIN: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Low back pain merupakan masalah kesehatan yang sangat umum, yang menyebabkan keterbatasan saat melakukan aktivitas fungsional. Terdapat 2 pendapat mengenai pengaruh core stability exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada low back pain. Maka perlu dilakukan review tentang pengaruh core stability exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada low back pain. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh core stability exercise terhadap peingkatan aktivitas fungsional pada low back pain. Metode: metode penelitian dilakukan dengan metode narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (Pubmed, Ebsco, Google scholar) dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Seleksi artikel menggunakan flowchart. Hasil: hasil keseluruhan pencarian dari 3 database terdapat 63 artikel yang diduplikasi dan 12 artikel yang sesuai kriteria inklusi. Hasil 12 artikel bahwa core stability exercise dapat meningkatkan aktivitas fungsional pada pasien low back pain. Kesimpulan: Core stability exercise efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional pada pasien low back pain

    Dukungan Keluarga Terhadap Kekambuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ): Literature Review

    Get PDF
    Dukungan keluarga dalam merawat ODGJ masih belum optimal. Hal ini terlihat dari angka kekambuhan pasien gangguan jiwa yang masih tinggi dan masih banyaknya pasien gangguan jiwa yang dirawat berulang di rumah sakit. Artikel ini menjelaskan bagaimana literature memandang dukungan keluarga terhadap kekambuhan ODGJ. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui dukungan keluarga terhadap kekambuhan ODGJ, melalui penelusuran literature mengenai tentang fenomena kekambuhan ODGJ. Penelusuran literature dilakukan melalui Google Scholar dan Proquest. Keywords yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah family support, recurrence, AND people with mental disorders sedangkan dalam bahasa Indonesia adalah dukungan keluarga, kekambuhan, AND ODGJ. Penelusuran dilakukan dari tahun 2015-2020, hasil jurnal yang direview sebanyak 5 yang sudah diseleksi menggunakan diagram PRISMA dan sudah dilakukan uji kelayakan menggunakan JBI Critical Apparaisal. Jurnal yang diambil adalah jurnal yang berfokus pada dukungan keluarga dan kekambuhan ODGJ. Hasil dari 5 jurnal yang sudah dianalisis, 4 jurnal menunjukan angka dukungan keluarga tinggi dan 1 jurnal lainnnya menunjukan angka yang rendah. Kelima jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tingginya dukungan sosial yang diberikan keluarga semakin rendah pula angka kekambuhan yang terjadi pada ODGJ. Kurangnya dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kekambuhan pada pasien gangguan jiwa. Semakin baik dukungan keluarga terhadap penderita ODGJ maka akan semakin rendah juga tingkat kekambuhannya dan begitu juga sebaliknya

    STUDY NARATIVE REVIEW : PENGARUH WILLIAM’S FLEXION EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA KASUS LOW BACK PAIN

    Get PDF
    Latar Belakang : Low back pain atau dalam bahasa Indonesia adalah nyeri punggung bawah, merupakan nyeri yang dirasakan di punggung bagian bawah, ini merupakan istilah untuk sindrom nyeri yang dirasakan di area anatomi yang terkena dengan berbagai variasi lama terjadinya nyeri. Sekitar 80% dari populasi di dunia pernah menderita nyeri punggung bawah paling tidak sekali dalam hidupnya.. Terapi non farmakologis adalah alternatif untuk mengobati sakit punggung. Latihan fisik adalah salah satu terapi non farmakologi dan satu di antaranya adalah latihan Williams Flexion Exercises. Williams Flexion Exercise merupakan program latihan yang terdiri dari 6 jenis gerakan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Williams Flexion Exercises terhadap penurunan tingkat nyeri pada kasus Low Back Pain, untuk mengetahui karakteristik responden dengan kasus Low Back Pain, serta untuk mengetahui dosis yang tepat untuk menurunkan nyeri pada penderita Low Back Pain. Metode: Narrative review dengan metode PICO yang merupakan akronim dari empat komponen : P (Population, Patient, Problem), I (Intervention), C (Comparison), O (Outcome) dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Garuda dan Microsoft Academic. Hasil: William Flexion Exercise dapat mengurangi intenstas nyeri pada kasus Low Back Pain dari sebelas jurnal yang sudah di review dengan alat ukur Visual Analog Scale, Numeric pain scale, dan Pain Scale. Kesimpulan: William Flexion Exercise dapat digunakan sebagai salah satu intervensi fisioterapi pada kasus Low Back Pain dengan tujuan menurunkan tingkat nyeri. Dosis yang tepat untuk menurunkan nyeri pada penderita Low Back Pain adalah dengan frekuensi latihan selama 2 hingga 5 minggu, dimana setiap hari dilakukan 2 kali hingga seminggu 3 kali latihan , setiap gerakan diulangi 3 hingga 15 kali pengulangan

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇