DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Pengaruh Aerobic Terhadap Peningkatan Vo2max pada Lansia: Narrative Review

    Get PDF
    Latar Belakang: Kebugaran kardiorespiratori lansia dapat tetap terjaga dengan memberikan latihan fisik karena jika kebugaran kardiorespiratori menurun akan menyebabkan lansia cepat lelah. Hal tersebut dikarenakan sistem kardiorespiratori berfungsi memompa jantung untuk mengalirkan oksigen di dalam darah menuju sel dan jaringan otot, sehingga tubuh yang menerima pasokan oksigen yang banyak, ketika melakukan pekerjaan sehari-hari tidak cepat lelah yang berlebih, kapasitas paru menurun sehingga kedalaman napas juga menurun hal ini menyebabkan kadar VO2max berkurang. Tingkat VO2max dapat dijadikan tolak untuk mengukur kebugaran kardiorespiratori VO2max digunakan juga untuk menilai berapa oksigen yang bisa dipompa oleh jantung ketika beraktivitas atau berolahraga. Aerobic latihan fisik yang dianjurkan untuk lansia. Aerobic low impact merupakan olahraga dengan intensitas rendah yang memberikan beban rendah pada sendi disetiap gerakan. Program yang dijalankan nantinya harus memenuhi konsep FITT (Frequency, Intensity, Time, Type). Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Aerobic Terhadap Peningkatan Vo2max Pada Lansia.. Metode Penelitian: Narrative Review. Dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (Google Schoolar, Scinedirect dan PubMed) dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Seleksi artikel dengan menggunakan PRISA Flowchart, selanjutnya dilakukan tahapan penilaian artikel menggunakan critical appraisal dan menyusun hasil ulasan narasi. Hasil Penelitian: Dari hasil keseluruhan pencarian 3 database terdapat 828 Jurnal. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 10 jurnal yang menyebutkan bahwa Aerobic low impact dapat meningkatkan Vo2max pada lansia. Kesimpulan: Pemberian Aerobic efektif dalam meningkatkan Vo2max pada lansia. Saran : Bagi Fisioterapi, untuk pentingnya mengkaji jurnal yang lebih banyak agar memahami dalam memberikan dosis latihan yang tepat namun jurnal yang dikaji harus dilandasi pada data penelitian yang akurat dan juga untuk menambah pustaka dalam mengakaji suatu kasus- kasus yang dapat terjadi dalam kardioresoirasi khususnya Aerobic untuk vo2max, Bagi Peneliti Selanjutnya agar dapat menyempurnakan penelitian ini dan juga dapat memberikan saran kepada penulis sebelumnya. Penelitian yang dilakukan saat ini berupa penelitian dengan Narrative Review

    HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAPP ENDERITA HIPERTENSI PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Latar Belakang: Problematika pandemi covid-19 mengakitbatkan segala jenis kegiatan harus dilakukan secara WFH, yang berdampak pada terbatas nya kegiatan masyarakat diluar rumah, menyebabkan pasif nya tubuh dan menjadi malas-malasan, aktifitas fisik yang dilakukan secara biasa bisa membantu para penderita hipertensi untuk mengurangi kambuh nya penyakit ini, terlebih lagi kegiatan ini tidak memerlukan alat-alat khusus yang harus digunakan pada masa pandemic covid-19 ini. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh aktivitas fisik terdahap penderita hipertensi pada masa pandemic covid-19. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Responden berjumlah 31 orang penderita yang berada di kota Yogyakarta. Menggunakan tehnik random sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner dari IPAQ untuk mengetahui tingkat aktifitas fisk penderita hipertensi. Hasil: Dalam penelitian ini hasil observasi menggunakan uji rank spearman didapatkan hasil nilai koefisien korelasi (r) sebersar -0,508 > 0 dan p sebesar 0.004 yang berarti terdapat pengaruh aktivitas fisik terhadap penderita hipertensi pada masa pandemi covid-19. Kesimpulan: Adanya pengaruh aktivitas fisik terhadap penderita hipertensi pada masa pandemic covid-19. Saran: Bagi peneliti berikutnya untuk hasil data yang lebih akurat disarankan melakukan penelitian ini dengan metode eksperimen yang mana mampu mendapatkan hasil data secara akurat dalam melakukan penelitian

    HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Diabetes Mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit gangguan metabolisme glukosa dimana tubuh gagal dalam mengontrol glukosa dalam tubuh. Gagalnya tubuh dalam mengontrol glukosa menyebabkan berbagai komplikasi. Kondisi ini bisa dicegah dengan melakukan aktivitas fisik. Ketika beraktivitas fisik, glukosa dalam otot untuk diubah menjadi energi. Hal tersebut menyebabkan kekosongan yang menyebabkan otot untuk menarik glukosa dalam darah sehingga kadar glukosa turun dan resistensi insulin berkurang. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada pasien DMT2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode literature review menggunakan database google scholar dan EBSCO, tahun studi 2016-2020. Menggunakan JBI critical appraisal dengan studi cross sectional. Jumlah artikel yang didapat (n= 3545) dan artikel diterima (n= 3). Adanya hubungan yang signifikan antara Aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pasien DMT2

    HUBUNGAN DIET DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: LITERATURE

    Get PDF
    Latar Belakang: Diebetes Melitus (DM) tipe 2 adalah kondisi medis yang berupa peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. Diet pada pasien DM tipe 2 bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh yang merupakan indikator penting yang menentukan perjalanan penyakit dan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Tujuan: Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan diet dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Metode: Penelusuran literatur dilakukan database Ebscho dan Pubmed dengan menggunakan alur tabel prisma. Kriteria inklusi yang ditetapkan yaitu cross sectional study dengan subjek pasien DM tipe 2, naskah full teks berbahasa inggris yang diterbitkan dari tahun 2015-2020. Hasil: Penelitian literature review ini menganalisis 3 jurnal dengan hasil yang menyebutkan adanya hubungan antara diet dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Simpulan dan saran: dari hasil penelitian literature review didapatkan hasil adanya hubungan antara diet dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Dengan menjalanin diet yang teratur dan sesuai dengan anjuran diharapkan dapat mencegah terjadinya komplikasi sehingga kualitas hidup pasien DM akan baik

    LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN PERASAN JERUK (Citrus sp.) DAN XYLOL SEBAGAI AGEN DEPARAFINISASI PADA SEDIAAN JARINGAN DENGAN PEWARNAAN HEMATOKSILIN-EOSIN

    Get PDF
    Deparafinisasi adalah tahapan sebelum dilakukannya proses pewarnaan (staining). Deparafinisasi bertujuan membersihkan sisa-sisa parafin yang serupa dengan lemak pada jaringan, agar pewarnaan dapat masuk maka lapisan parafin harus dihilangkan. Xylol atau xylene umumnya digunakan sebagai agen deparafinisasi dalam histopatologi. Xylol bersifat toksik. Jika terhirup berjangka panjang maka dapat merusak tubuh manusia seperti iritasi mata, gangguan pencernaan, penyumbatan paru�paru dan terjadi kejang-kejang. Guna mengurangi paparan dari larutan xylol bagi kesehatan tenaga medis, maka peneliti mempertimbangkan bahan alami jeruk (Citrus sp.) sebagai alternatif pengganti xylol dengan melihat kualitas sediaan jaringan. Penelitiaan ini bertujuaan untuk mengetahui kualitas sediaan jaringan yang deparafinisasi menggunakan perasan jeruk (Citrus sp.) dan xylol. Metode Penelitiaan yang digunakan yaitu literature review dengan strategi pengumpulan data menggunakan metode PICO (Population Intervention Comparison Outcome). Pencarian jurnal dengan kata kunci menggunakan berbagai database seperti Google Scholar, Pubmed dan ResearchGate. Hasil penelitian dari 8 jurnal yang ditemukan dengan kriteria inklusi, didapatkan bahwa air lemon atau air cucian piring sangat efisien untuk alternatif pengganti xylol. Bahan alami yang digunakan dapat menggurangi paparan toksik dari xylol, sehingga membantu tenaga kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa lemon, memberikan hasil keseluruhan terbaik yang dilihat dari kualitas pewarnaan dan efekif sebagai pengganti xylene atau xylol. Lemon dapat dikatakan efektif jika menggunakan paremeter waktu perendaman yang sesuai

    LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK SAMBILOTO (Andrographis paniculata) dengan EKSTRAK PEPAYA (Carica papaya Linn) SEBAGAI ANTIMALARIA Plasmodium falciparum

    Get PDF
    Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Penyakit ini dapat menyerang semua kalangan umur dari anak-anak hingga lansia dan dapat menyebabkan kematian. Segala upaya dalam melakukan pencegahan terhadap malaria terhambat oleh resistensi berbagai obat antimalaria. Sehingga perlu dilakukan pencarian obat baru yang berasal dari tumbuhan, dimana efeknya tidak berbahaya bagi tubuh manusia, namun berbahaya bagi parasit malaria. Tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat antimalaria antara lain sambiloto (Andrographis paniculata) dan pepaya (Carica papaya Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan sambiloto dan pepaya sebagai antimalaria, melihat perbandingan uji efektivitas antimalaria ekstrak sambiloto dan pepaya terhadap Plasmodium falciparum, membandingkan kedua ekstrak tersebut manakah yang lebih efektif sebagai antimalaria Plasmodium falciparum. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Tumbuhan sambiloto dan pepaya dapat menghambat pertumbuhan parasit yang diakibatkan Plasmodium falciparum. Sambiloto dan pepaya memiliki beberapa senyawa yang berkhasiat sebagai antimalaria antara lain flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin. Dari kedua ekstrak tersebut pepaya memiliki potensi lebih aktif sebagai antimalaria Plasmodium falciparum. Ekstrak tumbuhan sambiloto dan pepaya aktif sebagai obat herbal antimalaria Plasmodium falciparum. Sambiloto dan pepaya mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai antimalaria

    The Pamdemic: A Leap Of Faith

    Get PDF

    PENGARUH PEMBERIAN TRANSVERSE FRICTION TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PENDERITA TENNIS ELBOW : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Tennis elbow adalah penyakit degenerasi atau peradangan pada tendon terletak pada sendi elbow bagian lateral, terjadi pada pelukis, atlet pemain tennis, pekerja bangunan, petani, ibu rumah tangga, yang dalam proses bekerjanya diakibatkan oleh pembebanan yang berlebih pada otot-otot ekstensor wrist, Tennis Elbow juga sering disebut dengan Lateral Epicondylities. Kelainan ini menyebabkan rasa nyeri pada sisi lateral siku khususnya pada epicondylus lateralis dan otot ekstensor pergelangan tangan. Penyakit ini ditandai dengan adanya keluhan rasa sakit disiku bagian lateral epicondylus. Permasalahan yang muncul kelemahan otot pada ekstensor wrist, terjadi nyeri dan mengkibatkan gangguan aktifitas fungsional. Transverse friction merupakan modalitas intervensi yang mudah digunakan dalam kasus tennis elbow. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian transverse friction terhadap penurunan nyeri pada penderita tennis elbow : narrative review.Metode Penelitian: Narrative review dengan metode PICO yang merupakan akronim dari empat komponen : P ( Population, Patient, Problem), I (Intervention), C (Comparison), O (Outcome) dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google Scholar, PubMed, dan PEDro. Hasil Penelitian: Transverse Friction dapat mengurangi nyeri pada Tennis Elbow dari sepuluh artikel yang telah di review. Kesimpulan: ada pengaruh Transverse Friction terhadap penurunan nyeri pada Tennis Elbow. Saran: Transverse friction dapat digunakan untuk menggurangi nyeri, bagi peneliti selanjutnya ada beberapa kombinasi latihan lain untuk diteliti

    PENGARUH PEMBERIAN PELVIC ROCKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Kehamilan adalah proses fisiologis yang terkait dengan perubahan dramatis dalam anatomi, terutama reproduksi meliputi organ, tanda, dan gejala kehamilan, serta fisiologi. Usia kehamilan berkisar 40 minggu atau 9 bulan, dihitung dari awal periode menstruasi terakhir sampai melahirkan. Permasalahan yang sering muncul pada kehamilan salah satunya adalah nyeri punggung bawah, dimana nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeketal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Pelvic Rocking Exercise merupakan salah satu teknik untuk menurunkan intensitas nyeri pada nyeri punggung bawah. Pada kondisi nyeri punggung bawah yang tidak diberikan intervensi Pelvic Rocking Exercise maka dapat menyebabkan terganggunya aktifitas fisik sehari-hari. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian Pelvic Rocking Exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil. Metode : Metode penelitian ini menggunakan penelitian narrative review dengan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (PubMed : 1 artikel, Google Schoolar : 14.500 artikel, Sciendirect : 659 artikel) dengan kata kunci yang disesuaikan. Pemilihan artikel menggunakan diagram flowchart. Hasil : Hasil pencarian keseluruhan artikel dari 3 database review terdapat 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil dari 11 artikel bahwa ada pengaruh pemberian Pelvic Rocking Exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pelvic Rocking Exercise terbukti berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri punggang bawah pada ibu hamil. Saran : Bagi peneliti selanjutnya bisa dilakukan penelitian eksperimen terkait dengan Pengaruh Pemberian Pelvic Rocking Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hami

    EFEKTIFITAS PEMBERIAN ANKLE STRATEGY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang: Gangguan keseimbangan merupakan masalah kesehatan yang sering ditemui pada lansia. Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dari interaksi sistem sensorik (visual, vestibular dan somatosensory termasuk proprioceptor) dan muskuloskeletal (sendi, otot dan jaringan lunak lain) yang diatur didalam otak sebagai respon terhadap perubahan kondisi internal maupun eksternal. . dampak dari gangguan Keseimbangan dinamis adalah keseimbangan tubuh ketika dalam posisi bergerak terganggu sehingga adanya hubungan antara penurunan kekuatan otot dengan peningkatan resiko jatuh, Ankle strategy merupakan gerakan yang dilakukan dengan kekuatan otot dan anggota gerak dengan melawan gravitasi. Tujuannya adalah memelihara dan meningkatkan kekuatan otot, serta meningkatkan keseimbangan postural. Ankle strategy exercise mampu mempertahankan postur tubuh agar lebih baik sesuai dengan posisi anatomis tubuh Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas ankle strategy terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Metode: jenis penelitian ini menggunakan Narrative Review, peneliti mencari artikel penelitian secara komprehensif dari database melalui Science Direct dan Google Scholar diambil dari artikel yang dipublikasi tahun 2010-2020 yang berkaitan dengan pemberian ankle strategy exercise terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia, dan diidentifikasi menggunakan PICO dan keyword yang telah ditentukan. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data 10 jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai ankle strategy exercise dapat meningkatkan keseimbangan pada lansia. Simpulan: Ada pengaruh ankle strategy terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇