DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERENCANAAN KARIR DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Untuk menjawab semua tantangan di masa yang akan datang dan mampu
bersaing, Sumber daya manusia (SDM) harus berperan aktif dan dominan dalam setiap
kegiatan organisasi karena manusia sebagai perencana, pelaku serta penentu
terwujudnya tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh
Perencanaan Karir dan Efikasi Diri secara parsial terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa
Tingkat Akhir dan menguji Pengaruh Perencanaan Karir dan Efikasi Diri secara
simultan terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir. Metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif Kuantitatif, Sampel dalam penelitian ini adalah
Mahasiswa tingkat akhir di Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di
Kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling dan diperoleh sebanyak 165 responden. Metode pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Dan pengolahan data menggunakan Analisis Regresi Linear
Berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwa terdapat pengaruh positif
siginifikan secara parsial antara variabel Perencanaan Karir (XI) terhadap variabel
Kesiapan Kerja (Y), Terdapat pengaruh positif signifikan secara parsial antara
Variabel Efikasi diri (X2) terhadap variabel Kesiapan Kerja (Y) dan terdapat pengaruh
positif signifikan secara simultan antara variabel Perencanan Karir (XI), Efikasi Diri
(X2) terhadap variabel Kesiapan Kerja (Y)
GAMBARAN KADAR HbA1c DAN PROFIL LIPID PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 adalah suatu kondisi dimana
sensitivitas sel beta pankreas untuk memproduksi hormon insulin terganggu dan
tidak dapat mengontrol gula darah dalam tubuh sehingga menyebabkan
hiperglikemia. Pemeriksaan HbA1c digunakan untuk mendiagnosa Diabetes
Melitus. Resistensi insulin akan meningkatkan terjadinya perubahan profil lipid.
Pasien diabetes mellitus tipe 2 lebih cenderung menderita penyakit kardiovaskular
yang ditandai dengan dislipidemia. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran kadar HbA1c dan profil lipid pada penderita diabetes
melitus tipe 2. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan systemtic review
dengan penelusuran 10 jurnal penelitian terdahulu yang memiliki persamaan topik
dalam waktu terbit tahun 2011-2021. Penelusuran jurnal dilakukan melalui
Google schooler, PubMed dan ScienceDirect dengan kata kunci “Diabetes
mellitus tipe 2, HbA1c, dan Profil lipid”. Hasil: Hasil analisis penelitian ini
menunjukkan terdapat 5 jurnal yang menunjukkan korelasi signifikan antara kadar
HbA1c dan kolesterol total, dan 5 jurnal lainnya menunjukkan tidak ada korelasi
yang signifikan antara kadar HbA1c dan kolesterol total. Hubungan kadar HbA1c
dengan trigliserida dan kolesterol LDL terdapat 6 jurnal yang menunjukkan
adanya korelasi yang signifikan, akan tetapi 4 jurnal lainnya menunjukkan tidak
ada korelasi yang signifikan. Sedangkan hubungan antara kadar HbA1c dengan
kolesterol HDL didapatkan tidak ada satupun jurnal yang mendapatkan hasil
adanya korelasi yang signifikan antara kadar HbA1c dengan kolesterol HDL, akan
tetapi sebaliknya seluruh jurnal penelitian menunjukkan tidak ada korelasi yang
signifikan antara kadar HbA1c dengan kolesterol HDL. Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan profil lipid TC, TG, dan
LDL-C. Sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c
dengan HDL-C
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT DEPRESI PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK: LITERATURE REVIEW
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat
depresi pasien dengan gagal ginjal kronik berdasarkan penelusuran literature. Literature
review menggunakan database google scholar dan pubmed Kriteria inklusi terdiri penelitian
cross sectional dengan subjek pasien gagal ginjal kronik, naskah full text, terbit 2015-2020.
Didapatkan 4 jurnal yang memenuhi kriteria. Semua studi menyebutkan terdapat hubungan
yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pasien gagal ginjal kronik
ANALISA FAKTOR PENYEBAB PENULARAN HIV DARI IBU KE BAYI DALAM PROSES PERSALINAN: LITERATURE REVIEW
Latar belakang : HIV merupakan retrovirus yang menginfeksi sistem imunitas.
Tercatat 48% wanita dan anak di dunia terinfeksi HIV. Fakror obstetrik merupakan
risiko terbesar penularan HIV ibu ke bayi dalam proses persalinan, karena tekanan
plasenta meningkat sehingga menyebabkan terjadinya hubungan antara darah ibu
dengan bayi.
Tujuan : Mengetahui faktor risiko penularan HIV ibu ke bayi dalam proses
persalinan berdasarkan literature review.
Metode : Penelitian literature review menggunakan kata kunci faktor risiko,
penularan HIV, ibu ke bayi, persalinan. Pencarian jurnal menggunakan dua database
Google Scholar dan PubMed. Analisa data menggunakan (PRISMA) kriteria inklusi
original reaserch diakses 2015-2020.
Hasil : Penelitian literature review ditemukan tiga jurnal menjelaskan bahwa faktor
risiko penularan HIV dari ibu ke bayi dalam proses persalinan yaitu episiotomi,
persalinan di rumah.
Simpulan dan saran: Faktor penularan HIV dari ibu ke bayi dalam proses
persalinan yaitu episiotomi mempengaruhi transmisi HIV dalam proses persalinan.
Saran literature review diharapkan ibu HIV harus tetap menjalankan program
PMTCT
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI PADA SISWA DI SMA 1 PUNDONG BANTUL
Latar Belakang Penelitian: Gempa dahsyat tanggal 27 Mei 2006 yang berpusat di Samudera
Hindia arah selatan DIY ini memakan korban ribuan orang meninggal dunia, meluluhlantakkan
wilayah yang menyebabkan kerugian baik yang bersifat fisik maupun psikis. Pengetahuan dalam
menghadapi bencana gempa bumi tidak hanya masyarakat dewasa saja yang diberikan tanggung
jawab untuk siap siaga terhadap bencana. Khususnya, pada remaja di tingkat Sekolah Menengah
Atas (SMA/SMK). BPBD DIY 2015 menunjukkan hanya sebanyak 27 sekolah di DIY yang
sudah tercatat sebagai sekolah siaga bencana.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana
gempa bumi pada siswa di SMA 1 Pundong Bantul Yogyakarta.
Metodelogi Penelitian: Studi deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek
penelitian adalah siswa kelas XI SMA 1 Pundong Bantul Yogyakarta dengan sampel 51
responden, teknik pengambilan sampel dengan proporsional random sampling. Pengambilan
data mengenai tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan, sedangkan
kesiapsiagaan menghadapi bencana menggunakan kuisioner kesiapsiagaan menghadapi bencana
gempa bumi. Analisis data menggunkan Kendall tau.
Hasil Penelitian: Sebagian besar siswa di SMA 1 Pundong Bantul Yogyakarta memiliki
kategori tinggi sebanyak 40 respoden (78,4%). Sedangkan kesiapsiagaan pada siswa sebanyak
27 responden (52,9%) sangat siap menghadapi bencana gempa bumi. Hasil analisis kendall tau
didapatkan nilai 0,009<α (0,05) dengan koefisien kontingensi sebesar 0,424 menunjukkan
keeratan hubungan dalam rentang sedang.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan
menghadapi bencana gempa bumi pada siswa di SMA 1 Pundong Bantul Yogyakarta, oleh sebab
itu siswa harus di berikan pelatihan dan simulasi bencana agar selalu siap jika terjadi bencana
gempa bumi sewaktu-waktu
Perancangan Fasilitas Kawasan Denda Seruni Dengan Pendekatan Health Environment
Kawasan wisata air Denda Seruni terletak di Desa Seruni Mumbul, Lombok
Timur membutuhkan perancangan fasilitas kawasan yang optimal untuk
menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lombok. Pendekatan health
environment digunakan untuk menciptakan fasilitas dan kawasan yang ramah
lingkungan dan nyaman bagi indra dan psikologis manusia. Fasilitas yang
dirancang di dalam kawasan Denda Seruni bertujuan untuk menarik
pengunjung secara berkelanjutan dengan segmen yang lebih luas. Sehingga
warga Desa Seruni Mumbul dapat menjadikan sektor pariwisata sebagai salah
satu komoditas utama. Perancangan arsitektur di kawasan ini melalui beberapa
proses perancangan dan eksplorasi desain seperti perumusan gagasan,
pengumpulan informasi, analisis dan sintesis, serta perancangan yang
menghasilkan sebuah fasilitas kawasan yang mengakomodir beragam aktivitas.
Perancangan arsitektur fasilitas-fasilitas tersebut harus memperhatikan
kelestarian lingkungan sungai dan sekitarnya, sehingga hasil perancangan
berupa fasilitas-fasilitas terapung dan tidak melibatkan reklamasi
STUDI LITERATUR TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI MANUS PADA KASUS POLIDAKTILI
Manusadalah tulang tangan yang terdiri dari 3 struktur utama yaitu,
phalangs, carpals, dan metarcapals. Polidaktili yaitu salah satu kelainan bawaan
(congenital) yang ditandai dengan kelebihan jari yang bisa terjadi pada manus.
Untuk mendiagnosa kelainan tersebut dapat dilakukan dengan pemeriksaan
diagnostik salah satunya pemeriksaan radiografi manus. Proyeksi yang biasa
digunakan pada pemeriksaan manus adalah anteroposterior (AP), postero-
anterior (PA), PA Oblik, Lateral, dan PA Perbandingan. Untuk pemeriksaan
dengan indikasi polidaktilimasih jarang ditemukan, beberapa jurnal menyebutkan
teknik pemeriksaan manusdengan proyeksi yang berbeda-beda. Tujuan penelitian
adalah mengetahui teknik pemeriksaan radiografi manus pada kasuspolidaktilidan
peran dari masing-masing proyeksi yang digunakan.
Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi
literatur. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2020-Juli 2021. Penelitian
ini menggunakan berbagai sumber tertulis seperti jurnal dan textbook yang relevan
dengan judul Karya Tulis Ilmiah. Sumber data yang diambil terdiri dari sumber
data utama dan sumber data pendukung. Analisis data menggunakan anotasi
bibliografi dengan cara mengumpulkan data berdasarkan konsep, kemudian
dikupas berdasarkan topik dan dibandingkan dengan semua sumber, setelah itu
ditarik sebuah kesimpulan dan saran.
Hasil penelitian yaituteknik pemeriksaanmanuspada kasus polidaktili dapat
menggunakan proyeksi Antero-Posterior (AP), Postero-Anterior (PA), AP/PA
perbandingan, Oblik, dan Lateral. Namun yang sering digunakan adalah proyeksi
PAdan lateral. Proyeksi PAmampu memperlihatkan seluruh struktur anatomi
pada manus sedangkan Proyeksi Lateral untuk melihat lengkungan phalang atau
metacarpal secara lebih cermat. Pasien dengan kasus polidaktili sebaiknya
menggunakan proyeksi PA dan jika dibutuhkan menggunakan proyeksi lateral
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS MODALITAS KONVENSIONAL DAN USG PADA KLINIS EFUSI PLEURA
Efusi pleura adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan adanya
penimbunan cairan berlebihan di dalam rongga pleura. Modalitas yang dapat
menegetahui seseorang mengalami efusi pleura, terdapat 2 modalitas yang efisien
dalam mendignosa pleura yaitu: pesawat radiografi konvensional dan
ultrasonografi atau USG. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penyebab
seseorang mengalami efusi pleura serta modalitas yang lebih efektif dalam
mendiagnosa efusi pleura.
Jenis penelitian dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah kualitatif
deskriptif dengan metode literature review. Metode pengumpulan data yang
digunakan adalah dokumentasi mencari dan menggali data dari literatur yang
relevan dengan topik permasalahan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan
September 2020 – Juni 2021. Data-data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis
dengan metode analisis deskriptif. Sumber yang penulis temukan yaitu kurang
dari 50 jurnal, dan yang penulis gunakan yaitu berjumlah 13 sumber, dengan 11
jurnal dan 2 textbook
Penyebab efusi pleura disetiap bagian negara berbeda-beda. Penyebab terbesar
efusi pleura di Indonesia adalah malignansi dan di Qatar yaitu pneumonia. Pada
kasus efusi pleura modalitas konvensinal masih menjadi pilian yang umum
digunakan. Karena, pada modalitas konvensional terutama pada Proyeksi PA
berdiri cairan akan mengarah ke inferior dan udara akan kearah superior. Namun,
jika cairan pada rongga pleura kurang dari 75 ml, modalitas USG diunggulkan
karena kemampuan mendeteksi efusi pleura 92% dibandingkan dengan
kenvensional yang hanya 68%
PEMERIKSAAN HIGH RESOLUTION COMPUTED TOMOGRAPHY THORAX PADA KASUS COVID-19
Salah satu patologi yang tengah melanda seluruh negara sekarang ini
adalah kasus Coronavirus (COVID-19). CT Scan menjadi modalitas yang dapat
membantu menegakkan diagnosa COVID-19. Pada pemeriksaan CT Scan thorax
terdapat beberapa teknik yaitu Ultra High resolution computed tomography (U-
HRCT) dan High resolution computed tomography (HRCT). Perbedaan
parameter pada teknik HRCT dan U-HRCT yaitu pada pemilihan slice thickness,
pitch, matriks, dan ukuran focal spot. Menurut Yoon, et. al (2020), pemeriksaan
C-HRCT thorax dengan slice thickness 1 mm, pitch 1.2 mm dan menurut Chen,
et. al (2020), pemeriksaan C-HRCT dilakukan dengan slice thickness 1,25 mm,
sedangkan menurut Iwasawa, et. al (2020), dilakukan dengan U-HRCT (U-
HRCT) dengan slice thickness 0,25 mm, matriks 1024x1024, pitch 1.2 dan focal
spot yang lebih kecil dari HRCT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana teknik pemeriksaan U-HRCT dan HRCT, perbedaan teknik
pemeriksaan serta kelebihan dan kekurangan setiap teknik pemeriksaan.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi
literatur review. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
dokumentasi mencari dan menggali data yang relevan dengan topik
permasalahan. analisis data menggunakan anotasi bibliografi. Waktu penelitian
dilakukan pada bulan September 2020 – Juli 2021.
Teknik pemeriksaan Ultra High resolution computed tomography (U-
HRCT) dan High resolution computed tomography (HRCT) memiliki posisi
pasien dan objek yang sama berbeda pada pemilihan matriks, pitch, ukuran focal
spot dan slice thickness yang lebih tipis, pitch lebih kecil, penggunaan matriks
yang lebih besar serta focal spot lebih kecil pada U-HRCT. Kelebihan dari U-
HRCT unggul dalam menunjukkan pembuluh darah, dinding bronkial, dan
septum interlobular dan kelebihan teknik HRCT adalah memiliki keunggulan
resolusi spasial yang tinggi dengan kemampuan untuk menampilkan detail lesi.
Kekurangan dari teknik U-HRCT thorax dibandingankan dengan teknik C-
HRCT yaitu menghasilkan noise yang lebih tinggi dan dosisi radiasi yang besar.
Sebaiknya untuk mengurangi nilai noise dan dosis pada pasien yang tinggi
sebaikny menggunakan rekonstruksi algoritma iteratif hybrid (iDose4)
PERBANDINGAN PELAYANAN BPJS DAN NON BPJS DI RAWAT INAP: LITERATURE REVIEW
Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), seluruh rakyat Indonesia yang terdaftar
melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berhak untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk
memenuhi hak kesehatan tiap individu masyarakat Indonesia. Seiring dengan
bertambahnya pengguna BPJS, timbul banyak persoalan yang terjadi di Rumah Sakit
terkait dengan pelayanan pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. Perbedaan
pelayanan yang didapatkan oleh pengguna BPJS dan pasien non BPJS menunjukkan
kesimpangsiuran aturan, kesepakatan, dan kerjasama antara pemerintah selaku
penggagas dan para penyedia layanan kesehatan. Gejala ketidakberesan tersebut dapat
membuat rumah sakit cenderung lebih mengutamakan minatnya untuk melayani pasien
umum (non BPJS) dibandingkan dengan pasien BPJS. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui adakah perbedaan kualitas pelayanan di rawat inap BPJS dan non
BPJS berdasarkan penelusuran literature review. Kajian literature review menggunakan
artikel yang berasal dari database Google Scholar, Portal Garuda dan ProQuest (2018-
2020) kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan
tinjauan literature review dari 19 jurnal didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan
fasilitas ruang tunggu serta kualitas pelayanan yang berbeda antara pasien BPJS dan non
BPJS. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan pelayanan yang signifikan
antara pasien BPJS dan non BPJS, selain itu pasien juga mengeluhkan adanya
perbedaan fasilitas yang didapatkan. Disarankan kepada petugas kesehatan agar mampu
memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien tanpa membeda-bedakan pasien
BPJS maupun non BPJS