DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PENGARUH MYOFASCIAL RELEASE DAN ISOMETRIC EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN NECK PAIN : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Neck pain didefinisikan sebagai nyeri yang dialami dari pangkal kepala (occiput) sampai bagian atas punggung dan meluas ke batas luar. Gerakan berulang statis dapat mengurangi sirkulasi darah, mencegah nutrisi menuju otot, dan menyebabkan sedikit kelelahan dan rasa sakit. Neck pain apabila tidak dilakukan penanganan akan berdampak negatif, karena nyeri yang ditimbulkan akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada penderita dan berpengaruh pada pekerjaan dan aktifitas fungsional penderitanya. Intervensi fisioterapi yang dapat diterapkan salah dua nya yaitu myofascial release dan isometric exercise yang mengurangi nyeri pada penderita neck pain. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pemberian myofascial release dan isometric exercise dalam mengurangi nyeri pada neck pain. Metode penelitian : Narrative review dengan metode PICO yang merupakan akronim dari 4 komponen: P (patient, population, problem), I (intervention, prognostic factor, exposure), C (comparison, control), dan O (outcome) dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pencarian artikel dilakukan di beberapa portal seperti pubmed, doaj, dan sciencedirect. Hasil penelitian : Berdasarkan 12 artikel yang telah di review myofascial release dan isometric exercise berpengaruh dalam mengurangi nyeri pada neck pain dilihat dari hasil pre dan post test. Kesimpulan : Ada pengaruh dari pemberian myofascial release dan isometric exercise terhadap penurunan nyeri pada penderita neck pain dan memiliki hasil yang efektif dan berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada pasien dengan neck pain. Saran : Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian eksperimental

    Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadappenurunan Hypertension pada Lansia: Narrative Review

    Get PDF
    Latar belakang: Memasuki usia tua banyak mengalami penambahan penyakit lansia mengalami penurunan fungsi yang mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan salah satunya penurunan fungsi sistem kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit stroke, gangguan kognitif dan kematian. Untuk menanggulangi terjadinya resiko tersebut terdapat intervensi brisk walking exercise. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh brisk walking excercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah narrative review. Pencarian artikel dilakukan di portal jurnal online Google Scholar didapatkan 289 artikel, PubMed 78 artikel. Setelah diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi di temukan 10 artikel yang akan direview. Hasil Penelitian: Hasil review didapatkan terdapat 10 artikel dengan intervensi brisk walking exercise yang memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. menurunkan tekanan darah pada lansia dengan rata-rata penurunan sistolik sebesar 10 mmHg dan diastolik sebesar 6 mmHg. Kesimpulan: brisk walking exercise mempunyai pengaruh untuk menurunkan tekanan darah pada lansia terdapat berbagai macam brisk walking exercise yaitu jalan cepat, jalan biasa, jalan di pagi hari dan terdapat berbagai dosis brisk walking exercise rata-rata 1 samapai 12 minggu dengan pengulangan 2 sampai 3 kali seminggu berdurasi 15 sampai 30 menit yang mampu menurunkan tekan darah penderita hipertensi pada lansia . Saran: Untuk peneliti selanjutnya agar menambah informasi mengenai pengaruh pemberian brisk walking exercise terhadap penurunan hipertensi pada lanisa dengan menggunakan jens artikel systematic review maupun meta analysis sehingga mampu memperkecil bias penelitian

    Pengaruh Pemberian Intervensi Pelvic Rocking Exercise dan Cat Streach Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Haid (Dysmenorrhea) pada Remaja Putri Dengan Metode Naratif Review

    Get PDF
    Wanita yang sedang mengalami haid biasanya akan mengalami nyeri pada saat haid (dysmenorrhea). Nyeri haid (dysmenorrhea) merupakan gangguan fisik yang sangat menonjol pada wanita yang sedang mengalami menstruasi berupa nyeri/kram pada perut bagian bawah atau bagian pinggang. Upaya Penanganan dysmenorrhea dapat dilakukan dengan olahraga (Latihan fisik). Berupa latihan Pelvic Rocking Exercise dan Cat Streach Exercise latihan ini mudah di lakukan, manfaat untuk menurunkan nyeri haid (dysmenorhea), memperkuat otot perut dan melancar alliran darah ke rahim yang dilakukan kurang lebih 10-15 menit. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pelvic rocking exercise dan Cats stretch exercise terhadap penurunan nyeri haid (dysmenorrhea) dengan metode narative review. Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian literature review. Hasil study literature dari 2 (dua) database Google Scholar dan Pubmed yang telah diperoleh kemudian masuk dalam proses screening judul secara menyeluruh dengan menggunakan kata kunci menggunakan format PICO, Terindentifikasi yang diperoleh dari 15 artikel. Studi teks lengkap diambil dan ditinjau secara independen berdasarkan kriteria screening full text. Hasil: Terdapat ada pengaruh dari pemberian latihan Pelvic Rocking Exercise dan Cat Streach Exercise terhadap penurunan nyeri dysmenorrhea pada remaja putri yang dilihat Dari 15 jurnal di review di dapatkan hasil bahwa ada 10 jurnal memiliki pengaruh nyeri dysmenorrhea pada remaja putri, Exercise merupakan salah satu intevensi terapeutik yang aman digunakan karena menggunakaan proses fisiologis, CSE berhasil dalam menurunkan nyeri haid (dysmenorrhea primer). Kesimpulan: Intervensi Pelvic Rocking Exercise Dan Cat Streach Exercise sama-sama mempunyai pengaru yang signifikan dalam penurunan nyeri haid (dysminorrhea) Saran: bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menambah referensi yang lebih baik untuk kesempurnaan penelitian yang dilakukan selanjutnya menggunakan metode narrative review

    PENGARUH PEMBERIAN MOBILISASI SARAF TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROMEDENGANMETODENARRATIVEREVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kelainan nyeri pada ekstremitas atas yang disebabkan oleh kompresi saraf medianus di terowongan karpal. Dampak dari Carpal Tunnel Syndrome berupa kesemutan, sakit, seperti terbakar, atau mati rasa pada jari-jari tangan dan tangan. Selain keluhan sensorik ini, penderita CTS juga mengalami kelemahan pada otot tangan. Kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mengalami keterbatasan saat melakukan aktivitas fungsional pergelangan tangan sehingga akan berdampak pada tingkat produktivitas seseorang. Sehingga fisioterapi memiliki peran dalam memberikan sebuah intervensi seperti Mobilisasi Saraf yang dapat menurunkan nyeri pada kasus Carpal Tunnel Syndrome. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian Mobilisasi Saraf terhadap penurunan nyeri pada kasus Carpal Tunnel Syndrome. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu Narative Review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Otcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (pubMed, dan google scholar), berdasarkan pencarian jurnal tersebut didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil: Review dari 7 artikel yang didapatkan adanya penurunan nyeri pada Carpal Tunnel Syndrome dengan Mobilisasi Saraf. Kesimpulan: Ada pengaruh Mobilisasi Saraf Terhadap Penurunan Nyeri Pada Kasus Carpal Tunnel Syndrome. Saran: Diharapkan bagi peniliti selanjutnya dapat menyempurnakan penelitian ini dengan melakukan eksperimen Mobilisasi Saraf terhadap penurunan nyeri pada Carpal Tunnel Syndrome

    PENGARUH PEMBERIAN TENDON GLIDING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA CARPAL TUNNEL SYNDROME NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang: Carpal Tunnel Syndrome adalah suatu keadaan dimana dalam perjalanannya Nervus medianus, ketika melalui terowongan di pergelangan tangan mengalami penekanan. Carpal tunnel syndrome dapat mengganggu aktifitas kegiatansehari-hari yang melibatkan fungsional tangan, mengganggu ketenangan tidur pada malam hari dan mengakibatkan kelemahan pada otot thenar yang akan mempengaruhi kemampuan fungsional tangan seperti menggenggam, menjepit dan sebagainya. Salah satu penanganan untuk menurunkan nyeri akibat carpal tunnel syndrome yaitu dengan intervensi fisioterapi. Tendon Nerve Gliding Exercise. Nerve and tendon gliding exercise dapat menjadialternatif intervensi non medika mentosa yang efektif pada carpal tunnel syndrome. Tujuan: Untuk mengetahui apakah tendon gliding exercise dapat dijadikan sebagai tindakan utama dalam penanganan carpal tunnel syndrome. Metode: jenis penelitian ini menggunakan Narrative Review, peneliti mencari artikel penelitian secara komprehensif dari database melalui Science Direct, PubMed dan EBSCO diambil dari artikel yang dipublikasi tahun 2011-2021 yang berkaitan dengan apakah tendon gliding exercise dapat dijadikan sebagai tindakan utama dalam penanganan carpal tunnel syndrome. reaction time, dan diidentifikasi menggunakan PICO dan keyword yang telah ditentukan. Hasil: Hasil review beberapa jurnal didapatkan hasil bahwa tendon gliding exercise dapat dijadikan sebagai tindakan utama dalam penanganan carpal tunnel syndrome.. Kesimpulan: tendon gliding exercise dapat dijadikan sebagai tindakan utama dalam penanganan carpal tunnel syndrome

    HUBUNGAN DERAJAT MEROKOK TERHADAP KETERGANTUNGAN NIKOTIN PADA PEROKOK AKTIF : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Ketergantungan nikotin adalah penyakit kronis yang kambuh yang didefinisikan sebagai keinginan kompulsif untuk menggunakan obat, meskipun ada konsekuensi sosial yang berbahaya. Seseorang yang kecanduan nikotin akan mengalami perubahan dari segi psikologisnya seperti depresi, mood menurun dan tidak tenang ketika tidak merokok. Sedangkan semakin tinggi derajat merokok seseorang maka nilai saturasi oksigen seseorang akan buruk. Tujuan : untuk mengetahui hubungan derajat derokok terhadap ketergantungan nikotin pada perokok aktif. Metode : Metode penelitian yang digunakan yaitu Narrative Review dengan framework PEOS (Population, Exposure/Event, Outcome, Study Design) dan keyword yang telah ditentukan. Hasil : Dari 3.556 artikel yang teridentifikasi, didapatkan 10 artikel yang menyatakan sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu 3 artikel menyatakan bahwa ada hubungan derajat merokok terhadap ketergantungan nikotin. Responden dalam 10 artikel adalah laki laki dengan perokok aktif. Instrument dalam 7 artikel menggunakan Fagestrom Test for Nicotine Dependence (FTND), 2 artikel menggunakan Heaviness of Smoking Index (HSI), 2 artikel menggunakan Nicotine Dependence Syndrome Scale (NDSS), 2 artikel menggunakan Hooked on Nicotine Checklist (HONC) untuk mengukur ketergantungan nikotin, dan 2 artikel menggunakan Indeks Brinkman untuk mengukur derajat merokok. Kesimpulan : Adanya hubungan derajat merokok terhadap ketergantungan nikotin pada perokok aktif. Saran : Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian ke responden langsung dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi derajat merokok dan ketergantungan nikotin diantaranya umur, genetik, pendidikan, lama merokok, jenie rokok, aktivitas fisik, status sosial ekonomi, kebijakan bebas rokok dirumah, saturasi oksigen dan hemoglobin

    PENGARUH AEROBIC LOW IMPACT EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNIITIF PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Total lansia di dunia pada tahun 2015 sebanyak 900,9 juta jiwa dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan lebih dari 60% di tahun 2030 yaitu menjadi 1402,4 juta jiwa. Negara Indonesia termasuk dalam salah satu dari lima negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia. Berdasarkan data sensus penduduk pada tahun 2014 jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia mencapai 18,781 juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2025 jumlah lansia akan mencapai 36 juta jiwa. Meningkatnya jumlah lansia membawa konsekuensi bertambahnya usia gangguan umum, seperti kognitif terkait usia penurunan fungsi. Setidaknya di antara orang tua 10% dari mereka yang berusia di atas 65 tahun dan 50% dari mereka lebih dari 80 tahun mengalami penurunan kognitif fungsi yang bervariasi dari penurunan kognitif karena penuaan normal (memori terkait usia gangguan) hingga penurunan kognitif ringan (gangguan kognitif ringan) dan demensia. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode narrative review dengan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan 2 database, yaitu PubMed dengan hasil 2 artikel, Google Scholar dengan hasil 539 artikel dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Pemilihan artikel menggunakan diagram Flowchart. Hasil: Hasil keseluruhan pencarian dari 2 database terdapat 541 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 11 jurnal yang membuktikan pengaruh Aerobic Low Impact Exercise terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia. Kesimpulan: Ada pengaruh bahwa Aerobic Low Impact Exercise dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini dengan mencari informasi yang lebih lengkap serta dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk melakukan penelitian eksperime

    LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN PEMERIKSAAN IgM Anti-Salmonella typhi DENGAN METODE IMMUNOCHROMATOGRAPY (ICT) DAN ENZYME LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA) PADA PASIEN DEMAM TIFOID

    Get PDF
    Demam tifoid merupakan penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Pemeriksaan Enzyme Linked Immunosorbent Asaay (ELISA) dan Immunocromatography (ICT) merupakan pemeriksaan serologis yang mempunyai keunggulan dalam mendiagnosis penyakit demam tifoid dibandingkan dengan uji lain karena pemeriksaannya yang cepat dan mudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan IgM Anti-Salmonella typhi dengan metode Immunocromatography (ICT) dan Enzyme Linked Immunosorbent Asaay (ELISA) pada pasien demam tifoid. Metode yang digunakan adalah metode literature review menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan Science Direct. Terdapat 10 jurnal yang digunakan sebagai sumber literatur dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil olah data dari 10 jurnal tersebut didapatkan nilai sensitivitas dan spesifisitas ICT adalah 90,43% dan 88,46%. Sedangkan nilai sensitivitas dan spesifisitas ELISA adalah 90,50% dan 70,50%. Metode ELISA memiliki nilai sensitivitas yang baik dibandingkan dengan metode ICT tetapi metode ICT memiliki nilai spesifisitas yang baik dibandingkan dengan metode ELISA

    STUDY LITERATUR TEKNIK PEMERIKSAAN CYSTOGRAFI PADA KASUS RETENSI URIN

    Get PDF
    Cystografi merupakan salah satu pemeriksaan traktus urinarius yang dikhususkan untuk pemeriksaan bagian vesica urinaria dan uretra. Pemeriksaan Cystografi post kontras menggunakan proyeksi Antero Posterior Axial 10-15o caudad, RPO, LPO dan Lateral. Proyeksi AP Axial untuk menampakan keseluruhan anatomi dari vesica urinary yang terisi media kontras, menurut beberapa literature menyatakan bahwa pemeriksaan Cystografi post kontras menggunakan proyeksi AP dengan CR tegak lurus. Proyeksi AP tegak lurus menampakan keseluruhan vesica urinary akan tetapi dalam pengisian media kontras pada vesica urinary tampak superposisi simphysis pubis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pemeriksaan cystografi, dan untuk mengetahui perbedaan anatomi AP tegak lurus dan proyeksi AP Axial 10-150 caudad. Metode Penelitian adalah Kualitatif deskriptif dengan pendekatan literature review. Sumber data yang digunakan adalah sumber sekunder. Metode Pengumpulan data digunakan dengan dokumentasi mencari dan menggali data dari dokumen yang berupa jurnal/ buku relevan yang berhubungan dengan Cystografi Pada kasus retensi urine. Analisis data yang digunakan adalah analisis anotasi bibliografi. Hasil penelitian menyatakan teknik pemeriksaan cystografi dengan kasus retensi urine diawali dengan persiapan pasien yakni, mengosongkan kandung kemih dan pemasangan kateter pada sistem urinari, setelah itu melakukan pemeriksaan plan foto pelvis untuk melihat persiapan pasien, Kemudian memasukan media kontras melalui kateter sebanyak 100 ml. Proyeksi yang digunakan yakni AP post kontras, RPO, LPO, lateral dan post miksi. Perbedaan Anatomi pada pemeriksaan cystografi dengan kasus retensi urine dalam proyeksi AP tegak lurus dan AP Axial 10-150 caudad. Memperlihatkan anatomi vesica urinary Proyeksi AP tampak vesica urinary superposisi dengan simphysis pubis dan AP axial tampak vesica urinary tidak superposisi dengan simphysis pubis pada proyeksi AP axial menggunakan penyudutan 10-150 caudad untuk menghindari superposisi distal vesica urinaria dengan simphysis pubis

    PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA PADA KASUS STROKE HEMORAGIK

    Get PDF
    Dalam menegakkan diagnosa pada kasus stroke hemoragik yaitu melakukan pemeriksaan CT Scan kepala dengan mengatur posisi pasien, posisi objek, teknik scanogram, pengaturan slice thickness, serta mengukur volume perdarahan. Terdapat perbedaan posisi objek menurut Utami (2013), lampu transversal tepat pada meatus acusticus external (MAE), sedangkan Bontrager (2014) diatur setinggi MCP (Mid Coronal Plane), selanjutnya scanogram kepala untuk irisan axial dibuat sejajar infra orbita meatal line (IOML). Untuk mendapatkan irisan axial bisa dibuat sejajar OML, IOML atau SOML. Teknik pemeriksaan CT Scan kepala dapat menggunakan teknik dua range dimana range pertama menggunakan slice thickness 2,5 mm sampai 5 mm dan range kedua slice thickness 5 mm sampai 8 mm, atau dapat menggunakan teknik satu range dengan slice thickness 5-10 mm. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pemeriksaan, pengaturan slice thickness, dan mengetahui cara pengukuran volume pendarahan CT Scan kepala pada kasus stroke hemoragik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur review. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi data sekunder, dengan sumber data utama berupa jurnal dan sumber data pendukung dari jurnal dan buku dan analisis data menggunakan anotasi bibliografi. Penelitian ini dimulai pada januari - juni 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik scanogram pada CT Scan kepala untuk mendapatkan irisan axial dapat dibuat sejajar SOML, IOML, dan OML. Pengaturan slice thickness disesuaikan dengan kemampuan pesawat CT Scan yang tersedia. Volume perdarahan pada kasus stroke hemoragik dapat dihitung menggunakan metode volume automatik atau metode manual. Pengukuran volume perdarahan metode otomatis hasilnya lebih akurat daripada metode manual

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇