DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH TERAPI MUSIK PADA KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI LITERATURE REVIEW
Latar belakang:Masalah kecemasan pasien kanker payudara yang sedang menjalani
kemoterapi masih belum mendapatkan penanganan yang optimal. Hal tersebut telah
dibuktikan penelitian sebelumnya dari 127 responden wanita dengan kanker
payudara yang menjalani kemoterapi didapatkan sebanyak (54-74%) mengalami
kecemasan (Browall et al., 2017). Salah satu cara untuk mengatasi kecemasan
tersebut dengan memberikan intervensi terapi musik. Terapi musik merupakan
sebuah sarana untuk mengatasi kecemasan pasien kanker payudara. Artikel ini
menjelaskan adanya pengaruh terapi musik untuk mengatasi kecemasan pasien
kanker payudara.
Tujuan:Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat pengaruh terapi musik pada
pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi melalui penelusuran
literatur.
Metode: Penelusuran literatur dilakukan melalui google scholar, Proquest, Pubmed,
dan Wiley Online Library. Keywords yang digunakan dalam bahasa Indonesia adalah
”terapi musik, kecemasan, kanker payudara, kemoterapi” sedangkan dalam bahasa
Inggris music therapy, anxiety, breast cancer, chemotherapy. Penelusuran dilakukan
dari tahun 2015-2020. Hasil penelususan didapatkan 239 artikel, disaring sesuai
dengan kriteria inklusi dan ekslusi serta dilakukan uji kelayakan sehingga didapatkan
dua jurnal yang penelitiannya berfokus pada penanganan kecemasan pasien kanker
payudara yang sedang menjalani kemoterapi dengan memberikan intervensi terapi
musik.
Hasil:Penelitian ini menggunakan dua jurnal yang menunjukan adanya pengaruh
terapi musik terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien kanker payudara yang
sedang menjalani kemoterapi.
Simpulan dan Saran:Pemberian intervensi terapi musik dapat mempengaruhi
penurunan tingkat kecemasan pasien kanker payudara yang sedang menjalani
kemoterapi. Disarankan adanya penelitian lebih lanjut dan mendalam untuk
membahas jenis musik apa yang lebih baik untuk mengatasi kecemasan pasien
kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi
PENGARUH ART TERAPHY TERHADAP KECEMASAN PADA ANAK PRASEKOLAH DENGAN LEUKIMIA AKIBAT HOSPITALISASI: LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Terdapat beberapa kanker pembunuh di dunia dan leukemia salah
satu dari sepuluh kanker pembunuh teratas Leukemia dapat diartikan sebagai suatu
gangguan pada individu yang ditandai oleh adanya akumulasi leukosit ganas dalam
sumsum tulang dan darah. Leukemia merupakan jenis kanker yang paling umum
terjadi pada anak dan remaja, dimana terjadi sekitar 25 persen dari semua jenis kanker
yang muncul sebelum usia 20 tahun. Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan
bentuk leukemia yang paling umum dijumpai pada anak yaitu sekitar 75-80%. Di
dunia, anak- anak yang didiagnosis leukemia limfoblastik akut sebesar 30-34% dari
semua jenis keganasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
pengaruh art therapy dengan terapi seni dan terapi bermain pada anak penderita
Leukimia yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitan literature review dengan study Cross Sectional. Bahan terdiri dari
tiga jurnal dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris yang dapat diakses full- text.
Hasil: Hasil analisis didapatkan tiga jurnal yang menjelaskan pengaruh Art Teraphy
terhadap kecemasan pada anak usia prasekolah menunjukkan adanya pengaruh yang
signifikan anatara terapi seni dan terapi bermain terhadap penurunan tingkat
kecemasan pada anak-anak pra sekolah yang mengalami hospitalisasi. Simpulan dan
Saran: Hasil literature review dari tiga artikel diatas mengenai pengaruh Art Teraphy
terhadap kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah menunjukkan
adanya pengaruh yang signifikan anatara terapi seni dan terapi bermain terhadap
penurunan tingkat kecemasan pada anak-anak pra sekolah yang mengalami
hospitalisasi. Saran dari literature review ini diharapkan dari berbagai pihak baik dari
tenaga kesehatan, masyarakat, keperawatan ikut andil dalam memberikan informasi
dan intervensi yang mengontrol kecemasan anak pada saat hospitalisasi
LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS TANAMAN JAMBLANG (Syzygium cumini L.) TERHADAP MORFOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) PADA DIABETES MELITUS
Latar belakang: Kemajuan perkembangan teknologi sangat mempengaruhi
gaya hidup masyarakat, salah satu dampak negatifnya yaitu munculnya
penyakit degeneratif seperti diabetes melitus (DM). Pengobatan penyakit DM
harus dijalani seumur hidup dengan biaya pengobatan yang cukup tinggi.
Penyakit diabetes akan menyebabkan terjadi penurunan fungsi hepar.
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bagian dari tanaman jamblang
yaitu daun, biji, kulit akar, kulit batang memiliki khasiat menurunkan kadar
glukosa darah dan aktivitas antiinflamasi. Tujuan: Mengetahui efektivitas
tanaman jamblang (Syzygium cumini L.) terhadap morfologi hepar tikus putih
(Rattus norvegicus) pada diabetes melitus. Metode: Telaah literatur dilakukan
dari beberapa sumber data antara lain Medline PubMed, Google Scholar dan
ScienceDirect menggunakan kerangka kata kunci pola PICO. Hasil:
Berdasarkan penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan
bahwa ekstrak tanaman jamblang dapat dijadikan sebagai pengobatan alami
dalam menurunkan kadar glukosa darah dan memberikan gambaran kualitas
jaringan hepar yang baik. Simpulan: Telah dibuktikan oleh beberapa
penelitian yang menggunakan ekstrak tanaman jamblang dapat digunakan
sebagai pengobatan alami diabetes melitus, dan semakin tinggi dosis ekstrak
tanaman jamblang yang diberikan maka semakin besar pula efek penurunan
kadar glukosa darah dan perbaikan jaringan hepar. Saran: Penelitian lanjutan
mengenai pengaruh tanaman jamblang sebagai pengobatan alami dengan
menggunakan jaringan patologis manusia untuk memastikan efek dari
tanaman jamblang dan dosis optimum yang dapat digunakan sebagai obat
alami diabetes melitus
PERBEDAAN PENGARUH FIVE CONE DRILL EXERCISE DAN ZIG ZAG RUN EXERCISE TERHADAP KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAKBOLA
Latar Belakang: Seorang pemain sepak bola yang bagus harus memiliki teknik dan
komponen kondisi fisik salah satunya yaitu agility (kelincahan) sebagai penunjang
dalam bermain sepak bola. Kelincahan (agility) adalah kemampuan untuk mengubah
posisi tubuh atau arah gerakan tubuh dengan cepat ketika sedang bergerak, tanpa
kehilangan keseimbangan atau kesadaran orientasi terhadap posisi tubuh. Apabila
terjadi penurunan kelincahan, akan berdampak terhadap kemampuan atlet dalam
menggiring bola sehingga tidak dapat mengecoh lawan, gerak kaki yang cepat dan
membuat atlet kurang efektif di lapangan sehingga tidak dapat mencetak gol. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk perbedaan pengaruh five cone drill exercise dan zig zag
run exercise terhadap kelincahan pada pemain sepakbola. Metode penelitian:
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian pre test and
post test two group design, 30 orang pemain sepak bola menjadi sampel dengan teknik
purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1
mendapatkan intervensi five cone drill exercise dan kelompok 2 mendapatkan
intervensi zig zag run exercise dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Penelitian
ini menggunakan alat ukur agility t test untuk mengukur kelincahan. Hasil : Hasil uji
perlakuan kelompok menggunakan paired sampel t-test pada kelompok I adalah
p=0,000 (p<0,05) dan kelompok II p=0,002 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa kedua
latihan berpengaruh terhadap kelincahan dan hasil independent t-test menunjukan nilai
p=0,612. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak ada perbedaan
pengaruh five cone drill exercise dan zig zag run exercise terhadap peningkatan
kelincahan pada pemain sepak bola. Saran : Penelitian selanjutnya lebih
memperhatikan motivasi dan kesungguhan responden saat mengikuti latihan serta bisa
mengendalikan kelincahan karena setiap individu mempunyai kondisi dan ketahanan
fisik yang berbeda-beda
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW
LatarBelakang: Lansia adalah dimana lansia mengalami kemunduran secara fisik mental dan sosial,dan kemunduran fisik ini lansia mengalami salah satunya penderita diabetes, diabetes melitus merupakan salah satu jenis
penyakit yang memiliki komplikasi yang paling banyak,salah satunya adalah hiperglekimia yang dapat mengakibatkan kerusakan berbagai sistem, diabetes
melitus juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke,dengan
kematian dua kalilipat dibandingkan penderita diabetes mellitus. International
Diabetes Federation2019,memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang
pada umur20-79 tahun di dunia penderita diabetes pada tahun 2019 atau
setara dengan prevelensi sebesar 9,3% dari total pada penduduk pada usia yang sama, hampir semua provinsi di Indonesia menunjukkan prevelensi pada tahun
2013-2018 di provinsi Yogyakarta, DKI Jakarta, Sulawesi Utara,dan Kalimantan
Timur. Peningkatan prevelensi dari tahun 2013-2018 pada kelompok umur45-
54 tahun, 55-64 tahun>75 tahun. Tujuan:Untuk mengetahui pengaruh senam
diabetes terhadap penurunan kadar glukosa pada lansia. Metodelogi: Metode
penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO
(Population, Intervention, Comparison, Otcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (PubMed, Garuda Portal dan Google scholar)dengan kata kunci yang telah disesuaikan, serta kreteria inklusi
dan eksklusi. Seleksi artikel dengan menggunakan Prisma flowchart,
selanjutnya dilakukan tahap penilaian artikel menggunakan critical appraisal
dan menyusun hasil ulasan narasi. Hasil: Hasil keseluruhan pencarian artikel dari 3 database terdapat 230 artikel. Setelah dilakukan screening judul, dan
relevansi abstrak diperoleh 14 jurnal yang sesuai kriteria inklusi dan ekslusi
terdiri dari 10 jurnal aquatic exercise, 2 jurnal Otago Pra eksprimen.
Kesimpulan: Adanya Penngaruh pada senam diabetes terhadap penurunan
kadar glukosa pada lansia. Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya dapat
menambah referensi literature sertam enggunakan literature yang lebih update agar mendapatkan bukti yang lebih akurat
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW
Berbagai perubahan yang terjadi pada lansia akan dapat mempengaruhi kualitas
hidupnya. Munculnya perubahan kualitas hidup yang dialami oleh lansia biasanya
cenderung mengarah ke arah penurunan. Dalam mengatasi penurunan kualitas hidup
lansia, dibutuhkan dukungan keluarga, mengingat keluarga merupakan orang
terdekat dan berperan sebagai pengasuh utama bagi lansia. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui dukungan keluarga terhadap kualitas hidup lansia di
Indonesia berdasarkan tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan metode
literature review dengan menggunakan alur pencarian PRISMA 2009. Sumber
database yang dipilih adalah Google Scholar, Pubmed, dan Scient Direct dari tahun
2016-2021, dengan kata kunci “family support”, “quality of life”, dan “elderly”.
Hasil akhir didapatkan sepuluh (10) artikel jurnal yang selanjutnya dilakukan
analisis. 1) Dukungan keluarga yang diterima oleh lansia berada pada tingkat
baik/tinggi. 2) Kualitas hidup lansia pada tingkat baik/tinggi; 3) Terdapat hubungan
antara dukungan keluarga dan kualitas hidup lansia di Indonesia. Adanya hubungan
antara dukungan keluarga dan kualitas hidup lansia diharapkan dapat menjadi dasar
perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan gerontik. Hasil tinjauan ini dapat
digunakan sebagai materi penyuluhan kesehatan yang diberikan kepada lansia dan
keluarganya
Tingkat Pendidikan dan Status Pekerjaan Ibu Dengan Kejadian Stunting pada Anak: Literature Review
Latar Belakang: Stunting pada anak dapat menimbulkan dampak serius dalam
jangka pendek maupun jangka panjang pada anak. Secara tidak langsung status
pendidikan dan status pekerjaan ibu memengaruhi kejadian stunting pada anak yang
akan berpengaruh pada kualitas perawatan anak dan status gizi pada anak.
Tujuan: Mengkaji ulang dan menyimpulkan literature terdahulu terkait tingkat
pendidikan dan status pekerjaan ibu pada kejadian stunting.
Metode: penelitian ini adalah studi literature review dengan referensi jurnal
penelitian yang mendukung dengan kejadian stunting yang diterbitkan dari tahun
2017-2021. Pencarian dilakukan menggunakan database Google Scholar dan
PubMed.
Hasil: artikel yang terpilih sesuai dengan uji kelayakan sebanyak enam artikel.
Keenam artikel tersebut menunjukan tingkat pendidikan rendah memiliki frekuensi
jumlah kejadian stunting yang tinggi sebanyak 56% dan sebanyak 75% anak dari ibu
yang bekerja mengalami stunting.
Simpulan dan saran: ibu dengan pendidikan rendah dan ibu dengan status bekerja
cenderung memiliki anak yang stunting
PENGARUH PURSED LIP BREATHING TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PADA ASMA BRONKIAL:NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Seseorang yang memiliki penyakit asma bronkhial, saluran
pernapasannya lebih sensitif di bandingkan orang lain. Ketika paru-paru teriritasi maka
otot-otot saluran pernapasan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit
dan akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit
dilakukan. Fisioterapi sebagai bagian dari tim medis yang dapat memberikan
intervensi pada asma bronkial, salah satunya intervensi Pursed Lip Breathing, Pursed
Lip Breathing dapat meningkatkan tekanan intrabronkial selama proses ekspirasi,
Pursed Lip Breathing juga akan menyebabkan obstruksi jalan napas dihilangkan
sehingga resistensi pernafasan menurun. Penurunan resistensi pernapasan akan
memperlancar udara yang dihirup dan dihembuskan sehingga akan menurunkan sesak
nafas.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pursed lip breathing terhadap penurunan
sesak napas pada asma bronkial. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu
narrative review jurnal yang berasal dari 2 database yaitu Google Scholar dengan hasil
1.060 artikel dan Pubmed 21 artikel. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah artikel
free full text tentang pengaruh pursed lip breathing terhadap penurunan sesak napas
pada asma bronkial yang dipublish tahun 2011-2021 berbahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris, alat ukur pada penelitian ini menggunakana skala borg, design penelitian ini
menggunakan Quasi eksperimentals. Hasil: Hasil dari keseluruhan pencarian
berjumlah 1.081 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak serta
screening full text diperoleh 10 jurnal yang membuktikan Pursed lip breathing efektif
dalam menurunkan sesak napas pada asma bronkial. Kesimpulan: Terdapat pengaruh
pursed lip breathing terhadap penurunan sesak napas pada asma bronkial. Saran:
untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian eksperimen dengan
dosis 1 kali sehari selama 15 menit
EFEKTIVITAS SCHROTH METHODE DAN PENGGUNAAN BRACE SPINE UNTUK MEMPERBAIKI POSTUR PADA SCOLIOSIS ADOLESCENT
Latar Belakang : Scoliosis merupakan deformitas tulang belakang yang ditandai oleh
lengkungan ke lateral dengan atau tanpa rotasi tulang belakang. Sekitar 80% kasus
scoliosis struktural mempunyai etiologi idiopatik dan biasanya ditemukan pada anak-anak
atau remaja.Tujuan : Mengetahui efektivitas schroth methode dan penggunaan brace
spine untuk memperbaiki posture pasa scoliosis adoescent. Metode : Menggunakan
metode narrative review dengan framework PICO (Problem:Scoliosis Adolescent,
Intervention:Schroth Methode, Comparasion:Brace Spine, Outcome:Changes in Scoliosis
Posture). Pencarian artikel menggunakn database google scholar, PubMed, ScienceDirect
dengan kriteria inklusi artikel nasional dan internasional yang di publish secara full text,
diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2011-2021) serta artikel yang berhubungan dengan
penelitian Scoliosis Adolescenet dengan intervensi Schroth Methode dan Brace Spine.
Hasil : Dari 12 artikel 6 artikel membahas efektivitas schroth methode dan 6 artikel
membahas efektifitas penggunaan brace spine untuk memperbaiki posture pada scoliosis
adolescent, yang keduanya sama-sama memiliki hasil yang signifikan dalam penanganan
scoliosis adolescent. Kesimpulan : Schroth Methode dapat memperkuat dan
memperpanjang otot asimetris dengan program koreksi tubuh, pengaturan pola pernafasan
dan stimulasi sehingga menghentikan perkembangan kurva, meningkatkan kapasitas vital
dan memperbaiki posture. Brace Spine secara aktif mengoreksi deviasi dan rotasi lateral
dan mengembalikan deformitas bidang sagital dengan mendorong ke atas dari panggul,
sehingga mencapai postur kolom vertebral yang simetris serta adanya penekanan
hidrostatis yang berperan membantu memperbaiki posisi yang stabil pada postur. Saran
: Penelitian ini diharapkan mampu menjadi tambahan referensi bagi penderita, profesi
fisioterapi dan peneliti selanjutnya serta dapat dikembangkan menggunakan metode yang
lebih baik lagi
STUDY NARRATIVE REVIEW PENGARUH STRENGTHENING EXERCISE PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA OSTEOARTHRITIS KNEE
Latar belakang: Osteoarthritis knee merupakan penyakit degeneratif yang
menyebabkan nyeri hingga membatasi pergerakan fungsional, diakibatkan adanya
degenerasi pada tulang rawan sendi. Strengthening exercise merupakan intervensi
yang digunakan pada kondisi osteoarthritis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas
pemberian Strengthening exercise program dalam peningkatan aktivitas fungsional
penderita osteoarthritis knee. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah
narrative review dengan framework PICO (Population/Problem/Patient, Intervention,
Comparison, Outcome). Pencarian artikel menggunakan dua database (PubMed dan
EBSCO) sesuai dengan keywords yang telah ditetapkan mengacu pada kriteria
inklusi dan eksklusi. Proses seleksi menggunakan prisma flowchart kemudian
dilakukan penilaian kritis artikel dan penyusunan hasil ulasan narasi. Hasil: Dari
keseluruhan pencarian artikel dari dua sumber database dengan keywords yang telah
ditetapkan terdapat 327 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi
abstrak serta screening full text diperoleh hasil dari 10 artikel itu terdapat 9 artikel
yang menyatakan adanya efektivitas pemberian Strengthening exercise program
dalam peningkatan aktivitas fungsional pada kondisi osteoarthritis knee. Sedangkan,
1 artikel lainnya berpendapat bahwa intervensi komparasion (latihan propioceptif)
lebih efektif baik. Kesimpulan: strengthening exercise merupakan program yang
efektif dalam peningkatan aktivitas fungsional penderita osteoarthritis knee serta
tetap efektif apabila dikombinasi dengan intervensi atau exercise lainnya. Saran:
Sebagai acuan bagi fisioterapis dalam melakukan intervensi dan bagi peneliti lain
untuk melanjutkan atau mengembangkan topik ini