DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
INTERVENSI FISIOTERAPI PADA PASIEN OSTEOARTHRITISKNEE USIA 45-60TAHUN DI ASIA: NARRATIVE REVIEW
Latar belakang : Pada masa lanjut usia manusia mengalami berbagai
kemunduran yang mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh karena
disebabkan oleh perubahan anatomis, fisiologis, dan biokimia pada tubuh.
Masalah muskuloskeletal seperti gangguan pada sendi dan tulang yang
mempengaruhi mobilitas dan aktivitas, merupakan hal vital bagi kesehatan
lansia.Osteoarthritis tergolong arthritis yang mengenai 15% populasi dunia.
Prevalensi osteoarthritis termasuk kategori tinggi 2,3% hingga 11,3%
merupakan penyakit musculoskeletal yang sering terjadi pada urutan ke 12
diantara semua penyakit. Tujuan : Untuk mengetahui intervensi fisioterapi pada
pasien osteoarthritis knee usia 45-60 tahun di asia. Metode : Penelitian
menggunakan metode narrative review dengan mengidentifikasi artikel
menggunakan database Pubmed, Google Scholar, dan Science direct yang
diterbitkan dari tahun 2010-2020. Hasil : Pencegahan cedera lutut berbasis
latihan yang mengharuskan peserta untuk aktif dan bergerak mencakup aktivitas
fisik, penguatan, peregangan, latihan neuromuskuler, propioseptif, agility atau
plyometric dan modalitas pelatihan lainnya, tetapi tidak termasuk intervensi
pasif seperti bracing atau program yang hanya melibatkan pendidikan. Telah
terbukti bahwa aktivitas fisik yang teratur memiliki manfaat yang signifikan
dalam pengobatan osteoartritis, sedangkan tidak aktif dan tidak digunakannya
anggota tubuh yang terkena dapat memperburuk kerusakan mekanis sendi dan
menyebabkan hilangnya cairan sendi dan inefisiensi matriks yang dapat
mempercepat hilangnya tulang rawan. Kesimpulan :Latihan peregangan dan
pengauatan otot dapat mengurangi rasa sakit, meningkatkan kekuatan otot,
kemampuan fungsional, dan kesejahteraan psikologis, meningkatkan daya tahan
otot, meningkatkan ketajaman proprioseptif dan menurunkan inhibisi otot
artrogenik pada paha depan
Fatigue dan Kualitas Tidur pada Pasien Hemodialisa: Literature Review
Latar Belakang : Gagal ginjal kronik merupakan penyakit kronis yang memerlukan
pengobatan jangka panjang dan sering seperti hemodialisa yang dapat menimbulkan
beberapa dampak , diantaranya adalah fatigue dan kualitas tidur yang menjadi
keluhan paling banyak yang dialami oleh pasien hemodialisa.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fatigue dan kualitas
tidur pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa berdasarkan penelusuran
literature.
Metode : Penelitian metode literature review ini menggunakan kata kunci berupa
fatigue, kualitas tidur, hemodialisa serta menggunakan dua database yaitu Google
Scholar dan PubMed. Analisis data menggunakan seleksi literature (PRISMA)
dengan kriteria inklusi naskah yang dapat diakses secara full text dalam rentang tahun
terbit sejak 1 Januari 2015 sampai 30 September 2020 sehingga didapatkan 10 jurnal
sesuai dengan kriteria inklusi. Setelah itu dilakukan penilaian kualitas kelayakan
menggunakan JBI Critical Appraisal.
Hasil : Hasil analisis didapatkan sepuluh jurnal yang menjelaskan bahwa pasien
gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa lebih dari tiga bulan dengan
frekuensi 2 kali seminggu dengan durasi lama > 4 jam sebagian besar mengalami
kondisi fatigue dari tingkatan ringan sampai berat serta memiliki kualitas tidur
buruk yang disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat memberikan dampak klinis
pada perubahan fungsi mental dan fungsi fisik.
Simpulan dan Saran : Fatigue dan kualitas tidur merupakan keluhan yang paling
banyak dialami pasien hemodialisa. Saran dari literature review ini diharapkan dari
berbagai pihak baik dari tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga dapat berperan serta
dalam memberikan dukungan, meningkatkan motivasi pasien serta membantu
memberikan penanganan serius untuk meminimalkan faktor yang berpengaruh pada
fatigue dan kualitas tidur yang dialami pasien hemodialisa
PENGARUH PHYSICAL ACTIVITY TERHADAP OBESITAS: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Obesitas merupakan adanya kelebihan jaringan adiposa pada
diri seseorang yang dihasilkan dari kombinasi predisposisi genetik, pengaruh
lingkungan, dan komponen perilaku. Aktivitas fisik berperan penting dalam
pengendalian obesitas karena mengubah keseimbangan antara asupan dan
pengeluaran kalori. Aktiifitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi
memegang Peran terpenting dalam pengendalian obesitas dan juga pengurangan
waktu duduk yang berfokus pada layar gadget. Aktivitas fisik berhubungan
dengan keterampilan motorik dan kebugaran aerobic. Tujuan: Untuk
mengetahui Pengaruh Physical Activity terhadap obesitas. Metode: Metode
penelitian ini adalah penelitian Narrative Review pencarian jurnal dilakukan di
portal jurnal online seperti google scholar, PubMed dan sciencedirect. Hasil
penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal yang membahas tentang
pengaruh Pysical Activity terhadap obesitas. Hasil: Peningkatan physical activity
yang dilakukan sebanyak lebih dari 150 menit dalam seminggu dapat di gunakan
dalam penurunan berat badan dan mengurangi tingkat obesitas. Kesimpulan:
Dari sepuluh jurnal yang sudah di review terdapat delapan jurnal yang
menyatakan bawa Physical Activity berpengaruh terhadap penurunan obesitas
PENGARUH SHORT FOOT EXERCISE TERHADAP MEDIAL LONGITUDINAL ARCH PADA PENDERITA FLAT FOOT: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Flat foot atau pes planus adalah kondisi dimana lengkungan arkus
telapak kaki mengalami peurunan yang dapat terjadi pada anak-anak hingga orang
dewasa, flat foot terjadi sekitar 20-30% populasi secara global. Flat foot dapat terjadi
akibat bawaan maupun bukan bawaan, pada anak-anak biasanya merupakan hal
normal karena Medial Longitudinal Arch (MLA) akan muncul dengan sendirinya
seiring pertumbuhan anak, namun pada remaja maupun dewasa biasanya disebabkan
karena kebiasaan yang kurang baik ataupun akibat obesitas, kehamilan, dan lain-lain.
Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh Short Foot Exercise (SFE) terhadap MLA pada
penderita flat foot. Metode: menggunakan narrative review dengan frameword berupa
PICO (Population, Intervention, Comparasion, Outcome) serta menggunakan 3
database berupa Google Cendekia, Ebsco, dan NCBI. Hasil: Dari kesepuluh literatur
menyatakan bahwa short foot exercise berpengaruh terhadap MLA pada penderita flat
foot. Kesimpulan: SFE berpengaruh dan bermanfaat terhadap MLA pada penderita
flat foot
PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF LANSIA: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Proses penuaan dapat menyebabkan banyak perubahan yang terjadi
pada lansia, salah satunya adalah menurunnya fungsi otak serta fungsi kognitif. Fungsi
kognitif merupakan aktivitas mental secara sadar berupa kemampuan berpikir,
mengingat, belajar dan bahasa. Untuk mengatasi penurunan kemampuan kognitif pada
lansia tersebut adanya intervensi yaitu brain gym. Tujuan : Tujuan narrative review
ini adalah untuk memberikan kepastian mengenai pengaruh brain gym terhadap
kemampuan kognitif lansia. Metode Penelitian : Penyusunan skripsi ini
menggunakan metode narrative review, yaitu mengumpulkan sebanyak 10 artikelartikel penelitian, dengan langkah awal yaitu melakukan identifikasi kata kunci
menggunakan rumus atau format PICO (Population, Intervention, Comparison,
Outcome) serta menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang
selanjutnya akan dipilih dan direview. Pencarian artikel-artikel penelitian dilakukan
pada tiga database, yaitu Google Scholar, ResarchGate dan PubMed. Hasil Penelitian
: Sebanyak sembilan artikel penelitian mengenai brain gym melaporkan hasil yang
signifikan terhadap kemampuan kognitif lansia. Ada satu artikel penelitian mengenai
brain gym melaporkan hasil yang tidak signifikan terhadap kemampuan kognitif
lansia. Kesimpulan : Beberapa artikel penelitian membuktikan bahwa adanya
pengaruh intervensi brain gym terhadap kemampuan kognitif lansia. Tetapi tidak
semua artikel penelitian memberikan hasil yang signifikan. Saran : Peneliti
selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti
eksperimental
Hubungan Burnout Dengan Caring Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit: Literature Review
Latar Belakang: Caring memberikan kemampuan pada perawat untuk memahami
dan menolong klien. Seorang perawat harus memiliki kesadaran tentang asuhan
keperawatan, dalam memberikan bantuan bagi klien dalam mencapai atau
mempertahankan kesehatan atau mencapai kematian dengan damai. Perilaku caring
dalam keperawatan sangat diperlukan, tetapi belum semua perawat melayani pasien
dengan caring. Faktor yang mempengaruhi caring perawat salah satunya burnout
syndrome. Dalam meningkatkan kualitas caring perawat, rumah sakit harus berupaya
dalam meningkatkan sistem kerja untuk mengurangi beban kerja, meningkatkan
dukungan sosial, dan memperbaiki efektivitas kepemimpinan.
Tujuan: Mengetahui Hubungan Burnout dengan Caring Perawat di Ruang Rawat
Inap Rumah Sakit.
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian artikel ini adalah Literature
Review. Pencarian artikel melalui Google Scholar.
Hasil: Berdasarkan hasil artikel yang penulis analisa didapatkan bahwa Burnout
berhubungan dengan Caring perawat.
Simpulan dan Saran: Salah satu faktor yang mempengaruhi burnout adalah
kelelahan emosional, sedangkan salah satu faktor yang mempengaruhi caring adalah
kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional yang dimiliki seorang perawat dapat
membantu dalam meningkatkan rasa empati terhadap pasien dan meningkatkan
caring. Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian secara langsung agar
hasil semakin akurat
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Literature Review
Latar Belakang Global Burden of Disease tahun 2010 dalam Kemenkes RI (2017),
penyakit ginjal kronik merupakan penyebab kematian ke-27 di dunia tahun 1990, dan
meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Kualitas hidup dapat
mencerminkan seberapa baik kebutuhan individu terpenuhi dalam berbagai bidang
kehidupan. Terdapat beberapa dimensi dalam menilai kualitas hidup diantaranya
kesehatan fisik, psikologis, tingkat kemandirian hubungan sosial, kepercayaan
pribadi dan hubungan antara masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
faktor - faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang
menjalani hemodialisa. Metode penelusuran literature ini dilakukan melalui google
scholar, EBSCO. Penelusuran dilakukan dari 1 januari 2019 sampai 1 desember 2020
dengan kata kunci bahasa Indonesia: Faktor-faktor, "Kualitas hidup", Hemodialisa,
Faktor –faktor, Kualitas hidup, Penyakit ginjal kronik dan kata kunci bahasa Inggris:
The Factors, "Quality Of life", Hemodyalisis, The Factors, "Quality Of life",
Dyalisis. Hasil penelusuran didapatkan 17 artikel. Penelitian yang berfokus pada
faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik
terdapat 4 artikel. Terdapat 3 artikel yang mayoritas mendapatkan bahwa ada
hubungan antara lama hemodialisa dengan kualitas hidup pasien, tetapi 2 artikel pada
artkikel ke-1 dan ke-2 mayoritas mendapatkan bahwa tidak ada hubungan lama
hemodialisa dengan kualitas hidup pasien. terdapat 2 artikel yang menyatakan bahwa
umur, jenis kelamin, pendidikan mempunyai hubungan dengan kualitas hidup pasien,
sementara ada 1 artikel ke-10 mendapatkan bahwa umur, jenis kelamin, pendidikan
tidak mempunyai hubungan dengan kualitas hidup pasien. Adapun 6 artikel
merupakan pembaruan dari teori dan konsep penelitian mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yaitu self efficacy atau
efikasi diri, tekanan darah, kecemasan dan fatigue. Simpulan Penelitian ini
didapatkan faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik
yang menjalani hemodialisa yaitu karakteristik pasien dengan indikator usia/umur,
jenis kelamin dan pendidikan, keadaan medis dengan indikator lama hemodialisa,
adekuasi hemodialisa, status kesehatan berupa anemia, fatigue, dan tekanan darah,
status psikologis & sosial berupa depresi, kecemasan, dan efikasi diri/self efficacy.
Saran penelitian ini yaitu perlu mendapatkan perhatian dan melanjutkan penelitian
ini secara intervensi pada pasien langsung
Hubungan Pola Pemberian Makan dan Tingkat Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Karangsari Kulon Progo
Latar Belakang: Stunting merupakaan keadaan tubuh yang pendek atau sangat
pendek yang disebabkan karena kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama.
Di Indosesia prevelensi stunting secara nasional adalah (30,6%). Salah satu
penyebab stunting secara tidak langsung yaitu pola pemberian makan yang tidak
teratur. Selain itu stunting juga diakibatkan karena pendapatan keluarga yang
rendah. Keluarga yang memiliki pendapatan yang rendah sangat berpengaruh
terhadap keterbatasan dalam hal daya beli pangan.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan pola pemberian makan dan tingkat
pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengaan
desain penelitian dekskriptif correlation dan menggunakan metode pendekatan
cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tenik purposive sampling.
Sampel berjumlah 110 responden. Instrummen penelitian menggunakan
kuesioner, microtoise dan analisis data menggunakan Kendall tau.
Hasil penelitian: Pola pemberian makan dan tingkat pendapatan keluarga
sebagian besar adalah kurang sebanyak 41 (37,3%) dan tingkat pendapatan
keluarga sebagian besar adalah rendah sebanyak 69 (62,7%). Pola pemberian
makan dan tingkat pendapatan keluarga dengan kejadian stunting di Desa
Karangsari Kabupaten Kolon Progo menggunakan Uji Kendall Tau diperoleh
nilai p=0,000 yang berarti p<0,05 artinya ada hubungan pola pemberian makan
dengan kejadian stunting. Ada hubungan tingkat pendapatan keluarga dengan
kejadian stunting yang dibuktikan nilai p=0,009.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan antar pola pemberian makan dan tingkat
pendapatan keluarga dengan kejadian stunting di Desa Karangsari Kabupaten
Kulon Progo. Diharapkan orang tua balita yang memiliki balita usia 24-59 bulan
dapat menerapkan pola pemberian makan yang tepat untuk anak dan
memberikan asupan nutrisi yang seimbang, sehingga kebiasaan makan terbentuk
untuk menunjang kebiasaan anak
Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral (ARV) pada Pasien HIV/AIDS: Literature Review
Latar Belakang: WHO menyatakan sejak HIV/AIDS ditemukan hingga akhir tahun
2019 terdapat sekitar 33 juta orang meninggal karena HIV/AIDS dan secara global,
38,0 juta orang hidup dengan HIV. Sesuai dengan inisiatif SDG 2030 untuk
mengakhiri HIV/AIDS, hal ini dapat tercapai bila pasien patuh terhadap
pengobatannya. Penekanan viral load 90% dapat mencegah kegagalan pengobatan
dan mengurangi kematian akibat AIDS. Salah satu faktor yang mempengaruhi
kepatuhan pengobatan adalah dukungan keluarga. Tujuan: Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan
pengobatan antiretroviral (ARV) pada pasien HIV/AIDS melalui analisis literature
review. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan literature
review. Analisis data menggunakan seleksi Literature (PRISMA) dengan kriteria
inklusi dan ekslusi. Penilaian kualitas kelayakan menggunakan JBI Critical
appraisal. Hasil: Hasil analisis didapatkan tiga jurnal nasional yang menjelaskan
dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan
pengobatan antiretroviral. Kesimpulan: Pasien HIV/AIDS yang mendapatkan
dukungan keluarga memiliki kepatuhan pengobatan antiretroviral yang lebih besar
dibandingkan dengan pasien HIV/AIDS yang tidak mendapatkan dukungan keluarga
PENGARUH PEMBERIAN KINESIOTAPING DAN MEDIAN NERVE MOBILIZATION TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA CARPAL TUNNEL SYNDROME : NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) menyebabkan timbulnya gangguan
sensorik seperti paresthesia (kesemutan, rasa terbakar, dan gatal), mati rasa dan nyeri,
serta gejala motoric seperti kaku dan lemah pada pergelangan tangan. Defisit sensorik
dan motorik ini dapat merusak fungsi tangan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Kinesiotaping
dan Median Nerve Mobilization terhadap penurunan nyeri pada Carpal Tunnel
Syndrome (CTS). Metode: Penelitian ini menggunakan metode Narrative Review
dengan kata kunci berupa kinesiotaping, median nerve mobilization, penurunan nyeri
dan carpal tunnel syndrome. Pencarian jurnal menggunakan tiga database yaitu Google
Scholar, PubMed dan Science Direct. Kriteria inklusi naskah full text yang dapat diakses
secara dalam rentang tahun terbit 2011–2021, sudah memiliki volume dan sudah berISSN. Hasil: Hasil analisis didapatkan 11 jurnal yang menjelaskan bahwa kinesiotaping
dan median nerve mobilization signifikan dalam menurunkan nyeri pada carpal tunnel
syndrome. Simpulan dan Saran: Kinesiotaping dan median nerve mobilization
merupakan intervensi yang terbukti signifikan dalam penurunan nyeri pada carpal
tunnel syndrome, sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu acuan
dalam memberikan intervensi untuk mengurangi nyeri pada carpal tunnel syndrome