DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
STUDI LITERATUR ANALISIS PENGUKURAN ENTRANCE SURFACE DOSE (ESD)PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX
Pemeriksaan radiografi thorax merupakan pemeriksaan terbanyak didalam
radiodiagnostik diperlukan optimasi dosis dan citra pada radiografi thorax pada
umumnya. Dosis radiasi yang diperoleh pasien dapat dinyatakan dalam Entrance
Surface Dose (ESD). Pengukuran ESD dapat dilakukan dengan cara langsung
menggunakan pasien maupun tidak langsung dengan kalkulasi. Pengukuran ESD
secara langsung dapat dilakukan dengan menggunakan TLD (Thermo Luminescent
Dosimeter). Metode ini memiliki kelemahan yakni sulit dilaksanakan secara teknis
karena memerlukan biaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hasil pengukuran Entrance Surface Dose (ESD) sebagai nilai dosis pasien pada
pemeriksaan radiografi thorax.
Penelitian ini dilakukan dengan studi literature atau literature review dengan jenis
systematic literature review yaitu dengan mengumpulkan banyak referensi dari jurnal
sebagai sumber data utama sebanyak dua jurnal, sumber data pendukung sebanyak 3
jurnal, buku dan peraturan lainnya. Dari sumber yang telah diambil kemudian
dianalisis untuk ditarik kesimpulan sehingga diperoleh hasil yang dapat menjawab
rumusan masalah.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa didapatkan nilai dosis terendah adalah
0,083 mGy pada penggunaan kV 50, 8 mAs dan 120 FFD pengukuran ESD pada
study literature sudah memenuhi nilai yang sesuai dengan perka BAPETEN 01 tahun
2003 tentang Pedoman Dosis Pasien Radiodiagnostik yang menetapkan bahwa nilai
dosis pada pasien thorax PA sebesar 0,4 mGy dan thorax lateral sebesar 1,4 mGy
Tetapi sebaiknya saat akan melakukan uji pengukuran nilai ESD perlu
memperhatikan penggunaan faktor eksposi penggunaan faktor eksposi seperti kV
mAs dan FFD karena, semakin rendah faktor eksposi yang digunakan maka nilai
dosis yang akan dihasilkan juga rendah agar menghasilkan gambaran yang optimal
GAMBARAN JUMLAH PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN T ERAPI YANG M E NGALAMI PENINGKATAN ASPARTAT AMINOTRANSFERASE (AST) DAN ALANIN AMINOTRANSFERASE (ALT)
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dan penyebarannya melalui udara,
Pada tahun 2019, diperkirakan 10,0 juta (kisaran 8,9-11,0 juta) orang terserang TB
di seluruh dunia, diantaranya 5,6 juta adalah laki-laki, 3,2 juta adalah perempuan
dan 1,2 juta adalah anak-anak, masalah infeksi Tuberkulosis ini perlu ditindak
lanjuti seperti pengobatan, tujuan dari pengobatan ini adalah menyembuhkan
penderita Tuberkulosis, Pemberian obat anti Tuberkulosis ini seperti rifampisin,
isoniazid, pirazinamid dan ethambutol/streptomisin ini banyak ditemukan pengaruh
dari obat tersebut sehingga dapat menimbulkan komplikasi pada hati, sehingga
perlu dilakukan suatu pemeriksaan enzim hati yaitu enzim aspartat
aminotransferase dan alanin aminotransferase. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Persentase hasil pemeriksaan AST dan ALT pada pasien Tuberkulosis
dengan terapi obat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode
literatur review yaitu dengan menggunakan 10 literatur jurnal yang dipublikasikan
10 tahun terakhir dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil
olah data dari beberapa jurnal menunjukkan bahwa jumlah pasien tuberkulosis
dengan terapi yang mengalami peningkatan aspartat aminotransferase dan alanin
aminotransferase sebanyak 19,75%, didapatkan juga jumlah pasien tuberkulosis
dengan terapi yang mengalami peningkatan aspartat aminotransferase dan alanin
aminotransferase fase awal sebanyak 28,5%, dan jumlah pasien tuberkulosis
dengan terapi yang mengalami peningkatan aspartat aminotransferase dan alanin
aminotransferase fase lanjut sebanyak 11%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi
peningkatan enzim aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase pada
pasien yang menjalani terapi. Saran untuk penelitian selanjutnya supaya lebih
banyak penelitian yang mengangkat kasus kadar Aspartat aminotransferase dan
Alanin aminotransferase pada pasien tuberkulosis yang menjalani terapi obat fase
awal dan fase lanjut di Indonesia, supaya dapat dijadikan bahan literatur dan
pembelajaran untuk kedepannya
PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP MILD COGNITIVE IMPAIRMENT (MCI) PADA LANSIA DITINJAU DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Populasi penduduk dunia saat ini berada pada era ageing
population dimana jumlah penduduk yang berusia dari 60 tahun melebihi 7 persen
dari total penduduk. Hal ini menjadi fase puncak dalam siklus kehidupan manusia
pada usia lanjut. Pada tahun 2012 jumlah lansia meningkat hingga 81 juta orang dari
yang sebelumnya pada tahun 1950 sejumlah 205 juta di dunia. Pertumbuhan jumlah
lansia yang semakin berkembang didunia, demensia menjadi salah satu penyakit
yang harus ditangani. Gangguan kognitif berhubungan dengan penambahan usia.
Beberapa penyebab yang berkaitan pada gangguan kognitif yaitu penurunan fungsi
otak yang berhubungan dengan kemampuan perhatian atau atensi, konsentrasi,
kalkulasi, mengambil keputusan, penalaran, dan berpikir abstrak. Jenis baru dari
penurunan fungsi kognitif biasa disebut dengan MCI (Mild Cognitive Impairment)
merupakan tahap peralihan seseorang dari proses normal lansia ke perubahan
kognitif yang biasanya ditemukan pada demensia. Pada lansia latihan fisik
merupakan suatu program intervensi yang dapat membantu dalam mengurangi MCI
(Mild Cognitive Impairment), meningkatkan dan menghasilkan plastisitas fungsional
pada orang dewasa yang lebih tua dengan kondisi yang sehat.. Tujuan : Mengetahui
pengaruh latihan fisik dan dosis latihan terhadap MCI (Mild Cognitive Impairment)
pada lansia. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah narrative review.
Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti PubMed dan Pedro. Hasil
penulusuran jurnal didapatkan sebanyak 11 jurnal dalam penelitian ini. Hasil
Penelitian : Hasil review 11 jurnal didapatkan bahwa ada pengaruh penurunan MCI
(Mild Cognitive Impairment) pada responden setelah dilakukan pemberian program
latihan fisik. Kesimpulan : Ada pengaruh latihan fisik terhadap MCI (Mild
Cognitive Impairment) pada lansia dengan dosis durasi 20-60 menit dan dilakukan
selama 3-5 kali dalam seminggu. Saran : Latihan fisik dapat dilakukan pada lansia
secara teratur untuk mengurangi MCI (Mild Cognitive Impairment)
IMPLEMENTASI PATIENT CENTERED CARE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS: LITERATURE REVIEW
PCC merupakan pelayanan yang timbul karena kepedulian tenaga kesehatan kepada
pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan, dengan tujuan memberikan
kepuasan yang akan mempengaruhi kualitas hidup pasien, termasuk salah satunya
pada pasien gagal ginjal kronis. Untuk mengetahui dampak atau efek dari
implementasi Patient Centered Care pada pasien gagal ginjal kronis. Penelusuran
literature review melalui dua database yaitu google scholar dan pubmed. Penelitian
kualitas literature menggunakan JBI Critical Apprasial dengan jenis Cross
Sectional. Analisis Data menggunakan (PRISMA) kriteria inklusi original research
diakses pada tahun 2016 sampai 2020. Terdapat tiga jurnal membahas tentang
pemberian Patient Centered Care memberikan dampak positif pada kualitas hidup
dan kepuasan pada pasien. Implementasi Patient Centered Care mempengaruhi
tingkat kepuasan, diantaranya pada pasian gagal ginjal kronis, pemberian yang tidak
sesuai atau tepat sasaran dapat menjadikan kepuasan pasien berkurang
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN SENAM KAKI DM TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN PENDERITA DM: LITERATURE REVIEW
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis paling umum di dunia,
terjadi ketika produksi insulin pada pancreas tidak mencukupi atau pada saat insulin
tidak dapat digunakan secara efektif oleh tubuh. Maka dari itu, edukasi senam kaki
diabetik perlu di ketahui oleh keluarga dari pasien diabetes mellitus sebagai
pencegahan awal dari komplikasi lebih lanjut.Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui dampak pendidikan senam kaki pada keluarga yang menderita
diabetes mellitus melalui metode kajian literature review. Kajian literature review
menggunakan artikel yang berasal dari database Google Schoolar dan Science
Direct (2016-2021) kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi
sehingga mendapatkan 3 artikel. Berdasarkan hasil literature review didapatkan
pengaruh pendidikan kesehatan senam kaki terhadap tingkat pengetahuan keluarga
pada penderita diabetes mellitus adalah masih kurang, dan standard, kondisi ini
dipengaruhi oleh pengetahuan dari masing-masing keluarga. Senam kaki
merupakan salah satu sarana penyembuhan diabetes mellitus dalam lingkungan
keluarga. Disarankan peran perawat atau petugas kesehatan dapat memberikan
informasi mengenai pendidikan kesehatan senam kaki pada penderita diabetes
mellitus
Gambaran peningkatan aktivitas (aspartat aminotransferase) ast dan (alanin aminotransferase) alt pada pasien demam typhoid berdasarkan periode infeksi
Demam typhoid merupakan masalah kesehatan yang penting di berbagai
Negara sedang berkembang. Demam typhoid merupakan penyakit menular yang
tersebar di seluruh dunia, dan sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan
terbesar di negara sedang berkembang dan tropis seperti Asia Tenggara, Afrika
dan Amerika Latin. Demam typhoid yang disertai gejala-gejala ikterus,
hepatomegali dan kelainan tes fungsi hati yang terjadi pada minggu ke 2 dimana
didapatkan peningkatan ALT, AST dan bilirubin darah. Tujuan Penelitian ini
untuk mengetahui gambaran peningkatan aktivitas AST dan ALT pada pasien
penyakit demam typhoid. Jenis Penelitian ini adalah literatur review yang
menggunakan literatur berupa artikel jurnal, penelusuran literatur
menggunakandatabase google cendekia, PubMed dan DOAJ (DirectoryOf Open
Access Journals). Hasil analisis jurnal yang terpilih untuk digunakan dalam hasil
data penelitian ini terdiri dari 10 jurnal dibawah 10 tahun dari tahun 2010 sampai
tahun 2022, keseluruhan jurnal ini menggunakan desain penelitian berupa cross
sectional. Berdasarkan hasil data studi literatur mengenai aktivitas AST ALT pada
demam thypoid menunjukan bahwa seluruh hasil penelitian membuktikan adanya
peningkatan aktivitas AST ALT pada demam thypoid. Kesimpulan yang
didaptkan yaitu, terdapat peningkatan aktivitas AST saat infeksi demam typhoid,
sehingga aktivitas AST terjadi peningkatan rata-rata aktivitas AST saat demam
yaitu 221 U/L. AST mengalami penurunan hingga 15,38%. Terdapat peningkatan
aktivitas ALT saat demam typhoid, sehingga aktivitas ALT terjadi peningkatan
rata-rata aktivitas ALT saat demam yaitu 257 U/L. Demam menurun begitupun
infeksi yang terjadi menurun sehingga aktivitas AST mengalami penurunan
hingga 26,92%. Aktivitas AST mengalami penurunan yang terjadi ketika demam
meredah
Efektivitas Akupresur Terhadap Kualitas Tidur Pasien Hemodialisis: Literature Review
Latar Belakang: Kualitas tidur menjadi masalah yang dihadapi oleh pasien
hemodialisa yang selanjutnya berdampak buruk bagi Kesehatan dan menurunkan
kualitas hidup pasien hemodialisia. Berbagai macam pendekatan non farmakologis
diketahui dapat menjadi alternative untuk meningkatkan kualitas tidur, salah satunya
adalah akupresure.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas akupresur terhadap
kualitas tidur secara spesifik pada pasien hemodialisis.
Metode: Literature review menggunakan database Google Scholar, PubMed dan
ProQuest dengan kriteria inklusi naskah fulltext, Bahasa inggris dan tahun terbit 2015
sampai 2020.
Hasil: Hasil penelusuran didapatkan jurnal sebanyak 368 diidentifikasi. Jurnal
tersebut selanjutnya di saring disesuaikan dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi
terkumpul 4 jurnal yang didapatkan dengan menganalisa akupresur dalam
meningkatkan dan memperbaiki kualitas tidur didapatkan hasil teknik akupresur
memiliki efek menguntungkan dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien
hemodialisis.
Simpulan dan Saran: Akupresure memberikan pengaruh positif terhadap kualitas
tidur pasien hemodialisa. Memasukan program akupresure dalam pembelajaran dan
training keperawatan direkomendasikan untuk dapat mengimplementasikan
akupresure secara aman bagi pasien
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja Di Indonesia: Literature Review
Masa remaja merupakan kelompok berisiko. Pendidikan kesehatan merupakan
intervensi paling berpengaruh dalam perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan dengan perilaku pencegahan
HIV/AIDS pada remaja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature
review dengan kata kunci. Pencarian jurnal menggunakan dua database yaitu Google
Scholar dan Wiley Online Library dengan kriteria inklusi. Hasil analisis didapatkan
tiga jurnal nasional yang menjelaskan pendidikan kesehatan memiliki pengaruh
terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Pendidikan kesehatan
merupakan landasan pengetahuan agar remaja bersikap atas pengetahuan yang
didapatkan dan diharapkan dari berbagai pihak ikut andil dalam memberikan
pendidikan kesehatan
Hubungan Interaksi Sosial Dengan Tingkat Kesepian pada Lansia Di Indonesia: Literature Review
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan interaksi sosial dengan tingkat
kesepian pada lansia di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu
Literature Review dengan analisa PICOST dan penelusuran database. Peneliti
menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan Portal Garuda dengan rentang
tahun 2015-2020. Penelusuran artikel menggunakan kata kunci yang telah
ditentukan oleh peneliti. Seleksi literature menggunakan PRISMA, dilakukan
skrining sesuai kriteria inklusi yang telah ditentukan dan uji kelayakan menggunakan
JBI Critical Appraisal tool: cross sectional study. Hasil penelitian yang diperoleh
yaitu didapatkan 4 penelitian yang diterima, dan menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dengan kesepian pada lansia