1,721,372 research outputs found
Sistem Evaluasi Mutu Minyak Cengkeh (Syzigium aromaticum) Portabel Berbasis Spektroskopi Fluoresensi
Evaluasi mutu minyak cengkeh diperlukan untuk menentukan kadar eugenol (C₁₀H₁₂O₂) dalam bahan. Namun, pengujian kualitas minyak cengkeh menggunakan GC-MS memakan waktu lama, mahal, dan harus dilakukan di laboratorium. Diperlukan metode yang lebih akurat dan kuantitatif, sehingga penentuan kualitas minyak cengkeh bisa lebih mudah, murah, dan sederhana. Metode yang bisa dikembangkan yaitu dengan spektroskopi fluoresensi. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang prototipe sistem evaluasi mutu minyak cengkeh portabel berdasarkan spektroskopi fluoresensi. Bahan yang digunakan adalah minyak cengkeh sebanyak 24 sampel. Komponen penting yang digunakan yaitu Hamamatsu micro-spectrometer, Arduino Uno, UV laser 405 nm, dan kuvet 4 sisi bening. Pengambilan data menggunakan metode right angle. Metode kalibrasi dan validasi menggunakan Partial Least Square (PLS) dan Multiple Linear Regression (MLR). Pra-perlakuan smoothing Savitzky-Golay diperoleh sebagai hasil terbaik dengan nilai R=0.943, R²=0.89, SEC=1.268, SEP=1.499, CV=1.865%, RPD=2.851, dan konsistensi 84.62 %. Bobot koefisien regresi PLS menghasilkan enam panjang gelombang optimum yaitu 430 nm, 448 nm, 473 nm, 483 nm, 510 nm, dan 536 nm. Nilai RPD dan konsistensi meningkat menjadi 3.122 dan konsistensi 105.007 %. Didapatkan persamaan yaitu Y = 0.1022 X1 – 0.1335X2 + 0.1955 X3 – 0.2109 X4 + 0.1649 X5 – 0.0668 X6 + 70.7. Persamaan tersebut diaplikasikan di Arduino dan ditampilkan oleh LCD display berupa kandungan eugenol dan mutu minyak cengkeh
Experimental study on the potential use of pumice breccia as coarse aggregate in structural lightweight concrete
Lightweight concrete application in construction works is growing rapidly in these recent years due to its advantages over ordinary concrete. In this research, pumice breccia which can be found abundantly in Indonesia is proposed to be utilized as the coarse aggregate. This study experimentally examines the effects of coarse pumice breccia aggregate content and partial replacement of portland cement with silica fume on the demoulded density and compressive strength of pumice breccia lightweight concrete. Nine groups of concrete test specimens were investigated. Test results indicate that the demoulded density of lightweight concrete tends to decrease, inversely proportional to the addition of the volume fraction of pumice aggregate into the mixes. Structural lightweight concrete can be produced when the lightweight concrete mixtures utilized the pumice breccia as coarse aggregate and its volume fraction range between 55% and 75% to the total volume of aggregate. The compressive strength of structural lightweight concrete can be improved proportionally up to 13.07% when the portland cement was partially replaced with silica fume up to 9% by weight of cement
Rancang Bangun Autonomous Mobile Robot untuk Evaluasi Kematangan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Lahan dengan Algoritma Deep Learning
Pemantauan kematangan buah kelapa sawit dapat memberikan informasi untuk menentukan waktu panen yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas minyak kelapa sawit. Saat ini pemantauan dilakukan secara manual oleh pekerja. Hal ini memiliki kekurangan yaitu memerlukan pekerja yang tidak sedikit dan waktu yang relatif lama. Hasil pemantauan juga cenderung tidak konsisten karena faktor kelelahan pekerja. Pada penelitian ini dikembangkan autonomous mobile robot untuk memantau tingkat kematangan TBS kelapa sawit di lahan. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi posisi objek untuk sistem autonomous yaitu Lidar Lite v3. Lidar mampu mendeteksi jarak objek sampai 25 m sehingga mampu mendeteksi setidaknya 4 pohon sawit yang berada di bagian depan robot. Penetuan titik tujuan robot dilakukan menggunakan point-to-go algorithm. Robot dapat melakukan perhitungan titik tujuan dengan nilai error 7.22 cm terhadap sumbu x dan 52.8 cm terhadap sumbu y. Pada posisi titik tujuan tersebut, robot melakukan 2 kali pendeteksian menggunakan kamera yang diarahkan oleh manipulator. Pendeteksian pertama yaitu untuk mencari posisi buah. Pendeteksian kedua yaitu untuk mendeteksi tingkat kematangannya. Citra dari kamera diproses menggunakan model yang dibuat dengan algoritma deep learning pada Tensorflow Framework dan menggunakan Faster R-CNN Model. Model tersebut telah mampu mendeteksi dan membedakan pohon, daun, dan buah sawit dengan akurasi masing-masing 71.01%, 79.63%, dan 72.73%. Model deep learning juga mampu mendeteksi tingkat kematangan yaitu buah hitam, merah, dan brondol dengan akurasi masing-masing sebesar 82.69%, 70.59%, dan 61.11%
Rancang Bangun dan Uji Kinerja Mesin Penyemai Benih Sayuran Tipe Vacuum pada Persemaian Tray.
Penyemaian merupakan proses penyiapan bibit sebelum ditanam di lahan. Penyemaian benih sayuran di Indonesia saat ini masih dilakuakan secara manual. Penyemaian manual memiliki masalah seperti kapasitas dan keseragaman yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang mesin penyemai benih untuk tray semai yang dilengkapi metering device tipe vacuum untuk penyemaian sayuran pakcoy, caisim, dan sawi putih. Komponen utama perancangan mesin ini adalah vacuum metering device (VMD) yang bertugas menjatahkan benih sayuran sebanyak satu benih di setiap lubang tray. VMD bergerak menjatahkan benih dari baris pertama sampai baris terakhir dari tray semai dan kembali ke posisi baris pertama untuk siap melakukan penyemaian selanjutnya. Berdasarkan diameter benih ditentukan nozzle yang dengan diameter 0.9 mm. Uji kinerja penjatahan dilakukan pada tekanan 1.12 kPa, 1.35 kPa, 1.55 kPa dan 1.65 kPa sebanyak tiga ulangan untuk maing-masing tekanan. Hasil pengujian menunjukkan nilai quality of feed index (QFI) atau penjatahan benih tunggal paling optimum terjadi pada tekanan 1.65 kPa dengan hasil pada benih pakcoy sebesar 90.36%, caisim 90.36% dan sawi putih 96.09%. Kapasitas penyemaian sebesar 75.10 tray per jam atau 9613 lubang tray per jam. Mesin ini memiliki kapasitas penyemaian 2.4 kali lipat lebih cepat dari penyemaian manual
Desain Sistem Kontrol Otomatik Larutan Nutrisi Berbasis Electrical Conductivity Untuk Budidaya Hidroponik Menggunakan Logika Fuzzy
Nilai electrical conductivity (EC) larutan nutrisi pada budidaya hidroponik sangat menentukan tingkat pertumbuhan dan kualitas panen tumbuhan. Maka dari itu dibutuhkan sistem kontrol larutan nutrisi yang mampu mengontrol nilai EC yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem kontrol nutrisi yang mampu mempertahankan dan mengontrol nilai EC dengan menggunakan teknologi Ardunio sebagai microcontroller. Model budidaya tomat berdasarkan referensi disimulasikan dengan masa budidaya yang dipercepat 1:1440 dan volume larutan nutrisi yang diperkecil 1:25. Rancangan simulasi penurunan nilai EC dengan penambahan air dapat mengikuti pola penurunan nilai EC penyerapan nutrisi oleh model. Simulasi matematis dengan penggunaan inferensi fuzzy menunjukkan sistem mampu mengontrol nilai EC pada setpoint referensi. Hasil simulasi matematis digunakan sebagai sebagai acuan untuk simulasi aktual. Hasil simulasi aktual mampu mengikuti pola kecenderungan penurunan EC simulasi matematis dengan lag 24 detik ketika perubahan setpoint dari 1.7 mS/cm ke 1.6 mS/cm dan lag 35 detik ketika perubahan setpoint dari 1.6 mS/cm ke 1.9 mS/cm. Metode MAPE digunakan untuk memvalidasi simulasi. Hasil validasi MAPE memperlihatkan nilai error simulasi sebesar 0.336% dan menunjukkan bahwa hasil simulasi dapat diterima
Sistem Kendali Larutan Nutrisi Berbasis Single Input Fuzzy Logic Control (SFLC).
Ketersediaan benih bermutu merupakan salah satu permasalahan yang
dihadapi petani dalam budidaya bawang merah. Plant factory dapat digunakan
sebagai media produksi dan mampu meningkatkan penyediaan dan mutu benih
bawang merah, karena mempunyai sistem yang bersifat terkontrol sehingga tidak
terpengaruh oleh ketidakstabilan lingkungan. Dalam aplikasinya, larutan nutrisi
berpengaruh besar dalam pertumbuhan tanaman bawang merah. Konsentrasi
larutan nutrisi dapat digambarkan dengan nilai Electrical Conductivity (EC). Nilai
EC larutan nutrisi harus dapat diatur sedemikian rupa sehingga memenuhi
kebutuhan tanaman. Metode yang diajukan dalam penelitian ini adalah metode
Single Input Fuzzy Logic Control (SFLC). Penelitian ini bertujuan untuk merancang
sistem kendali otomatik nilai EC berbasis SFLC yang dapat mengontrol konsentrasi
larutan nutrisi pada setpoint yang telah ditentukan menggunakan microcontroller
dan membandingkan hasilnya dengan metode Conventional Fuzzy Logic Control
(CFLC). Hasil simulasi menggunakan Ms. Excel dan Matlab dilakukan mengikuti
pola perubahan nilai EC yang diinginkan, dan digunakan sebagai acuan untuk
melakukan pengujian sistem. Pengujian sistem dapat mengikuti pola perubahan
nilai EC pada simulasi dengan baik. SFLC membutuhkan waktu selama 4 menit
untuk mengubah nilai EC dari 1.7 mS/cm ke 1.6 mS/cm dan 9 menit untuk
mengubah nilai EC dari 1.6 mS/cm ke 1.9 mS/cm. Nilai error yang didapat pada
saat nilai EC 1.6 mS/cm, 1.7 mS/cm, dan 1.9 mS/cm adalah 0.0080 mS/cm, 0.0021
mS/cm, dan 0.0067 mS/cm secara berturut-turut. Waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai setpoint adalah 4.21 menit. Waktu untuk merespon gangguan dari
penambahan air dan penambahan nutrisi sebesar 1.27 menit dan 2.31 menit
Kajian Parameter Mutu Buah Matoa Jenis Kuning (Pometia pinnata) Menggunakan Pengolahan Citra Digital
Buah matoa, buah eksotik dengan rasa manis campuran rasa klengkeng, rambutan, durian dan cempedak memberi cita rasa khas dan beda dari seluruh produk buah yang ada. Pemasarannya telah menyebar dari pasar rakyat dan diberbagai supermarket, memiliki potensi ekonomi baru, bernilai komersial serta menjadi peluang usaha baru skala rumah tangga atau industri juga berpotensi menjadi buah expor. Sebanyak 46 produk buah segar hortikultura di Indonesia telah memiliki SNI (Subdit Standarisasi PPHP 2014), hingga saat buah matoa belum miliki standar mutu pada SNI atau ketentuan lain yang dapat digunakan sebagai acuan standarisasi buah matoa. Pengolahan citra digital dapat digunakan untuk mengenal pola secara akurat, cepat, praktis, dalam jumlah besar tanpa merusak bahan, dan merupakan salah satu pilihan untuk pekerjaan sortasi dan grading produk segar hortikultura dewasa ini. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari dan mengembangkan metode pemutuan buah matoa jenis kuning menggunakan pengolahan citra digital. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2016 - Januari 2017 di Laboratorium Teknik Pengolahan Hasil Pertanian Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Institut Pertanian Bogor. Pengukuran parameter mutu fisik secara manual dari 204 sampel buah matoa jenis kuning adalah pengukuran berat (kg), panjang (cm),diameter (cm), kekerasan (kg/cm2), total padatan terlarut (% brix). Pengukuran mutu visual dengan metode citra digital adalah, sampel buah matoa jenis kuning direkam menggunakan kamera digital,selanjutnya proses pengolahan citra, dilakukan menggunakan aplikasi program komputer yang telah dibuat menggunakan Matlab R2014b untuk menghitung area, dan nilai warna obyek yaitu RGB dan HSV. Hasil pengukuran mutu fisik buah matoa jenis kuning berdasarkan berat (gram),dan berdasarkan area (piksel) hasil pengolahan citra menghasilkan tiga kelas mutu yaitu kelas mutu A, B dan C. dengan tingakt akurasi 73.89 % . Hasil pengukuran mutu visual menggunakan pengolahan citra digital berdasarkan rasio warna merah biru (R/B), rasio warna hue value (H/V). menghasilkan 3 kelas mutu yaitu kelas mutu 1 warna coklat dan coklat- kuning, kelas mutu 2 warna kuning dan kelas mutu 3 warna kuning hijau dan hijau dengan tingkat akurasi 74.38% . Algoritma pemutuan menggunakan pengolahan citra digital kombinasi mutu berdasarkan berat (gram), area (piksel) dan rasio warna merah biru (R/B) dan rasio hue value (H/V) menghasilkan 9 kelas mutu baru yaitu A1, A2, A3, B1, B2, B3, C1, C2, C3 dengan tingkat akurasi 52.71
Rancang Bangun Sistem Kontrol dan MonitoringMini Plant Factory untuk Mendukung Urban Farming
Mini plant factory membutuhksan sistem yang kontrol dan monitoring yang memadai untuk memaksimalkan hasil budidaya sayuran indoor farming. Tujuan penelitian ini adalah melakukan rancang bangun sistem kontrol dan monitoring tanaman dalam mini plant factory yang dapat bekerja secara otomatis dengan pengontrolan Electrical Conductivity (EC), dan cahaya buatan secara terjadwal serta memonitoring kelembaban udara, suhu udara, suhu air, kadar O2 dan kadar CO2 menggunakan mikrokontroller arduino uno dan mini komputer raspberry pi. Sistem kontrol dilakukan dengan menggunakan Internet of Things( IoT) melalui aplikasi Node-Red yang terinstall pada raspberry pi. Sistem kontrol pencampuran nutrisi EC dilakukan menggunakan kontrol PID dengan akurasi pencampuran rata-rata sebesar 98.49 %, coefficient of variation sebesar 0.70 % , dan nilai error rata-rata yang didapat sebesar 1.53%. Pengujian performa mesin dilakukan dengan membandingkan hasil tanaman yang dihasilkan dalam mini plant factory dan hidroponik konvensional. Berdasarkan penelitian diperoleh data rata-rata suhu udara dalam mesin sebesar 25.14-29.44 °C, nilai kelembaban udara sebesar 70.24 - 87.90%, nilai suhu air sebesar 25.20-28.89 °C , intensitas cahaya sebesar 7731 lux, nilai kadar oksigen sebesar 18.77-23.71 %, dan nilai kadar karbondioksida sebesar 654-939 ppm. Hasil budidaya tanaman dalam mini plant factory belum bisa sebagus budidaya konvensional sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan performa mesin
Aplikasi Energi Gelombang Mikro untuk Pengendalian Hama Gudang Araecerus fasciculatus De Geer pada Biji Kakao
Kualitas biji kakao Indonesia masih tergolong rendah akibat adanya interferensi serangga hama. Fumigasi merupakan upaya yang selama ini dilakukan untuk menekan interferensi serangga hama. Namun, kekhawatiran akan kesehatan dan polusi lingkungan telah menyebabkan cara tersebut kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemanasan dengan oven gelombang mikro dengan berbagai tingkat daya dan waktu terhadap mortalitas hama gudang Araecerus fasciculatus pada biji kakao dan penurunan kadar airnya serta penggunaan energi oven gelombang mikro selama proses pemanasan. Daya masukan oven gelombang mikro yang digunakan adalah 264 Watt, 400 Watt, dan 600 Watt, sedangkan waktu pemanasan adalah 60 detik, 120 detik, dan 180 detik dengan tiga kali ulangan. Mortalitas hama gudang Araecerus fasciculatus mengalami peningkatan dengan meningkatnya tingkat daya dan waktu pemanasan. Hama Araecerus fasciculatus mencapai mortalitas 100% pada tingkat daya 600 watt selama 180 detik dengan penggunaan energi sebesar 99.720 Joule. Persentase penurunan kadar air basis basah pada tingkat daya dan waktu tersebut sebesar 28,7 %
Evaluasi Cita Rasa Seduhan Kopi Berbasis Near Infrared Spectroscopy (NIRS) sebagai Alternatif Cupping Test
Kopi sebagai salah satu komoditas unggulan di Indonesia telah banyak dikembangkan dengan berbagai tujuan dan cara penyajian yang meningkatkan nilai tambahnya. Penilaian kualitas kopi pada umumnya dilakukan melalui metode cupping dan pengujian kandungan kimia di laboratorium. Penggunaan Near Infrared Spectroscopy (NIRS) untuk memprediksi kandungan kimia kopi telah banyak dikembangkan sehingga NIRS dapat menjadi alternatif pada proses cupping karena nilai cupping kopi dipengaruhi oleh komposisi kimianya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model regresi untuk memprediksi atribut skor cupping menggunakan NIRS. Penelitian ini menggunakan 8 sampel kopi bubuk roasted dari berbagai daerah di Indonesia yang diuji menggunakan NIR spectrometer portabel SCiO dan instrumen NIRFlex, lalu dinilai cita rasanya melalui cupping test dengan mengikuti standar protokol dari Specialty Coffee Association of America (SCAA). Analisis data spektrum dilakukan dengan metode Principal Component Analysis (PCA) dan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan model regresi yang didapatkan dengan SCiO tergolong model prediksi kasar (RPD ≥ 1.50), sedangkan pada NIRFlex tergolong sebagai model yang sangat baik (RPD ≥ 3.00)
- …
