1,720,977 research outputs found
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN DENGAN MODEL SUPERVISI KLINIS
Endang Titik LestariABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP di SD Negeri 2 Borokulon. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti, kepala sekolah lain dan pengawas. Penelitian ini meneliti tentang kompetensi guru dalam menyusun RPP. Subjek penelitian adalah guru-guru di SD Negeri 2 Borokulon UPT Dikbudpora Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo yang berjumlah 8 orang, terdiri dari 2 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Tindakan ini dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu Planning (Perencanaan), Acting (Pelaksanaan), Observasi (Pengamatan), dan Reflecting (Refleksi). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, dan telaah RPP. Teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam menyusun RPP di SD Negeri 2 Borokulon UPT Dikbudpora Kecamatan Banyuurip semester I tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata telaah RPP pada pra siklus 74,80, meningkat pada siklus I nilai rata-rata kompetensi guru berdasakan telaah RPP yang disusunnya menjadi 87,29, dan pada siklus II nilai rata-rata kompetensi hasil telaah RPP meningkat menjadi 93,65.Kata Kunci: Kompetensi Guru, RPPThe purpose of this research is to improve teacher competence in preparing RPP in SD Negeri 2 Borokulon. The research conducted is a school action research conducted collaboratively between researchers, other principals and supervisors. This study examines the competence of teachers in preparing RPP. Research subjects were teachers in SD Negeri 2 Borokulon UPT DikbudporaBanyuurip District Purworejo District, which amounted to 8 people, consisting of 2 men and 6 women. This action is carried out two cycles, each cycle consists of 4 stages of Planning (Planning), Acting (Implementation), Observation (Observation), and Reflecting (Reflection). The research instrument used to collect data in the form of observation sheet, and RPP study. Data analysis techniques used are averages and percentages. The results showed that the competence of teachers in preparing the RPP in SD Negeri 2 Borokulon UPT Dikbudpora District Banyuurip semester 1 of the 2015/2016 lesson year. This is indicated by the Endang Titik Lestari adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta dan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Borokulon.Jurnal Sosialita, Vol. 9, No.1, Maret 2017 Endang, Peningkatan Kompetensi…176increase of average value of RPP study in pre cycle 74,80, increase in cycle I the average value of teacher competence based on RPP study compiled into 87.29, and in cycle II the average value of competency of the results of RPP increased to 93.65.Keywords: teacher competence, RP
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI SUPERVISI EDUKATIF KOLABORATIF SECARA PERIODIK
Endang Titik LestariABSTRAKPenelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan di SDN Candisari KecamatanBanyuurip kabupaten Purworejo. Jenis tindakan dalam penelitian ini adalahberupa tindakan nyata yaitu membimbing guru dalam melaksanakankegiatan pembelajaran melalui supervisi Akademik. Penelitian dilakukanpada semester I, tepatnya pada bulan Juli-Nopember 2018. Subjekpenelitian tindakan sekolah ini adalah guru kelas di SDN Candisari yangberjumlah 6 orang guru. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebutdapat disimpulkan bahwa kompetensi guru meningkat dalam menyusunrencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasibelajar, melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa. Untukitu, peneliti menyarankan agar supervisi edukatif kolaboratif dapatdilaksanakan di sekolah-sekolah secara periodik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kompetensi guru meningkat setelah dilakukantindakan yang berupa supervisi edukatif kolaboratif secara periodik darisiklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut meliputi peningkatan dalammenyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilaiprestasi belajar, dan melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajarsiswa. Berdasarkan hasil supervisi edukatif siklus I dan siklus IIkompetensi guru meningkat, yaitu siklus I kompetensi guru dalammenyusun rencana pembelajaran siklus I mencapai 71,88% sedangkansiklus II 100%. Kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran siklusI mencapai 72,18% sedangkan siklus II mencapai 93,90%. Kompetensiguru dalam menilai prestasi belajar siklus I mencapai 81,11% sedangkansiklus II 85,11%. Kompetensi guru dalam melaksanakan tindak lanjutpenilaian prestasi belajar siswa pada siklus I mencapai 59,80% sedangkansiklus II 79,60 %. Dengan demikian tindakan siklus II rata-rata sudahmencapai 89,65%. Di mana rata rata pada siklus I mencapai 71,24%. Jadikenaikan antara rata-rata siklus I dan siklus II adalah mencapai rata rata18,41%.Kata kunci: kompetensi guru, supervisi edukatif, kolaboratifThis Classroom Action Research took place in State Elementary School(SDN) Candisari Bayuurip District, Purworejo Regency. The type of actionin this research is real action i.e. guiding teachers in teaching sessionsthrough academic supervision. This research took place during semester I,between July-November 2018. Research subjects are teachers at SDNCandisari as many 6 people. According to he result from the research it canbe concluded that teachers’ competence improved in formatting studyplans, providing teaching sessions, evaluating students’ achievement, and Endang Titik Lestari adalah Kepala SD Negeri Candisari Kecamatan Banyuurip KabupatenPurworejo.Jurnal Sosialita, Vol. 12, No.2, November 2019 Endang Titik, Peningkatan Kompetensi…326giving follow up to the result. Therefore, the researcher advises to holdeducational-collaborative supervision periodically at schools. The resultfrom the research indicates that teachers’ competence rose after receivingthe provision of educational-collaborative supervision periodically romcycle I until cycle II. The improvement included rise in ability to formatstudy plans, providing teaching sessions, evaluating students’ academicachievement and giving follow up to the result. Based on he result fromeducational-collaborative supervision in cycle I and cycle II, teachers’competence improved i.e. in cycle I reached 71,88% and culminated incycle II to 100%. Teachers’ competence in providing teaching session incycle I reached 72,18% and rose to 93,90% in cycle II. Teachers’competence in evaluating students’ academic achievement in cycle Ireached 81,11% and rose to 85,11% in cycle II. Teachers competence ingiving follow up to students’ academic achievement in cycle I reached59,80% and rose to79,60 % in cycle II. Therefore action in cycle IIaveraged 89,65% compared to 71,24% in cycle I. The conclusion isbetween cycles I and II there was 18,41% averaged improvement.Keywords: teachers’ competence, educational supervision collaborativ
MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING MELALUI BIMLAT MENTEL MENUJU SEKOLAH UNGGUL
Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari selamamasa pandemi covid 19, penulis menemukan sedikit permasalahan yangperlu untuk segera diatasi, diantaranya keterampilan guru dalampembelajaran daring masih rendah karena memang hal yang baru bagimereka sebagai akibat dari pandemi covid-19. Begitu pula semangat belajaruntuk meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah. Penulisselaku kepala sekolah SDN Candisari berusaha mencari solusi yang tepatuntuk mengatasi permasalahan tersebut. Penulis mencari berbagaipendekatan yang cocok, dan akhirnya memilih sebuah pendekatan yangdiberi nama Bimlat Mentel. Bimlat Mentel merupakan akronim dariBimbingan dan Latihan, Mentoring dan Teladan. Sebagai seorang KepalaSekolah tidak bosan bosannya memberi bimbingan dan latihan sertamelaksanakan mentoring dan juga berusaha sebagai teladan bagi gurugurunya.Hal ini dilakukan agar keterampilan guru dalam mengajar daringdapat tercapai sesuai harapan. Tak ketinggalan juga selalu memberisemangat terhadap guru-gurunya untuk tetap meningkatkankeprofesionalannya. Walaupun kita tahu bahwa pada saat ini masih dalammasa pandemi covid-19.Tapi kita tetap semangat untuk mencerdaskan anakbangsa untuk belajar dengan melakasanakan pembelajaran daring menujusekolah unggul. Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasionalyang dilaksanakan penulis dengan melaksanakan pendekatan Bimlatmentel, terbukti mampu meningkatkan keterampilan guru dalam mengajardaring dan semangat guru dalam meningkatkan keprofesionalannya.Sehingga kualitas pendidikan di SDN Candisari semakin meningkat baik dibidang akademik maupun non akademik menuju sekolah unggul di masapandemi covid-19.Kata Kunci: Bimlat, mentel, pembelajaran daring, sekolah unggulIn carrying out the duties as the school headmaster of SDN Candisari(State Elementary School) during Covid 19 pandemic time, the writeridentified a problem need immediate response, among others related tolower teacher’s skill in online learning since it is a new thing for them inthis Covid 19 pandemic time. Moreover, it is also related to the lowerlearning motivation to improve their professional skill. As a headmaster,the writer struggle to find accurate solutions for this problem. Variousappropriate approaches are looked for, and finally an approach wasselected and Bimlat Mentel. Bimlat Mentel is an acronym for Bimbingandan Latihan (Supervision and Training), Mentoring dan Teladan(Mentoring and Coaching). As a school headmaster, she is untired toprovide her teachers with supervision and training, also mentoring andcoaching. This is conducted to make them have better online teaching skill Endang Titik Lestari adalah kepala sekolah SDN Candisari.Jurnal Sosialita, Vol. 17, No.1, Maret 2022 Endang Titik L, Meningkatkan Keterampilan…142can be achieved as expected. Furthermore, they are also encouraged withhigh motivation to consistently improve their professionalism from time totime. Even we are still in the Covid-19 pandemic time, we have still strongenthusiasm to provide our children with online learning-based educationtoward excellent school. In its implementation, all operational measuresare conducted by using Bimlat mentel approach; and it is has been provedto improve teachers’ online teaching skill and enthusiasm in upgradingtheir professionalism. As a result, a better academic and non-academiceducation quality at SDN Candisari towards excellent school is achievedduring this covid-19 pandemic time.Keywords: Bimlat (training and supervision), mentel (mentoring andcoaching), online learning, excellent schoo
PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA), RETURN ON EQUITY (ROE), NET PROFIT MARGIN (NPM), DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR PADA INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA (ISSI) (Studi Kasus pada Bank Panin Dubai Syariah Tbk. Tahun 2013-2020)
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity
(ROE), Net Profit Margin (NPM), Dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga
Saham Perusahaan Perbankan yang Terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia
(ISSI) Tahun 2013-2020 (Studi Kasus Pada Bank Panin Dubai Syariah Tbk.).” ini
ditulis oleh Titik Lestari, NIM. 12406173038, pembimbing Ibu Hj. Amalia Nuril
Hidayati, M.Sy.
Perubahan harga saham merupakan hal yang biasa terjadi dan bersifat
fluktuatif karena hal ini sesuai dengan tingkat permintaan dan penawaran. Kinerja
suatu perusahaan dapat dilihat dari rasio-rasio keuangan selama satu periode
tertentu dan rasio profitabilitas dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan
pertumbuhan dan perkembangan keuangan perusahaan bersifat jangka panjang.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Return On Asset
(ROA) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan yang
Terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Tahun 2013-2020? (2)
Apakah Return On Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham
Perusahaan Perbankan yang Terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
Tahun 2013-2020? (3) Apakah Net Profit Margin (NPM) berpengaruh signifikan
terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan yang Terdaftar pada Indeks Saham
Syariah Indonesia (ISSI) Tahun 2013-2020? (4) Apakah Earning Per Share (EPS)
berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan yang
Terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Tahun 2013-2020? (5)
Apakah Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), dan Earning Per
Share (EPS) berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap Harga Saham
Perusahaan Perbankan yang Terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
Tahun 2013-2020?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan jenis
penelitian asosiatif dengan teknik analisis uji asumsi klasik dan regresi linier
berganda. data yang dipergunakan yaitu data sekunder diperoleh dari data publikasi
Bank Panin Dubai Syariah Tahun 2013-2020. Hasil uji ini menggunakan SPSS 16.
Pengujian hipotesis menggunakan uji t yang menunjukkan bahwa: (1)
Return On Asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham,
(2) Return On Equity (ROE) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Harga
Saham, (3) Net Profit Margin (NPM) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga
Saham, dan (4) Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Harga Saham. Selanjutnya uji f diketahui bahwa secara bersama-sama (5)
Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), dan Earning Per Share (EPS)
berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.
Kata kunci: Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), Earning Per Share (EPS) dan Harga Saham
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PENDEKATAN KEMITRAAN DI SD NEGERI CANDISARI
Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari, penulis menemukan permasalahan pada kemampuan guru dalam menyiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran masih rendah. Motivasi guru untuk belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah, hubungan komunikasi dan kerjasama antara kepala sekolah, guru dan masyarakat renggang dan kurang terjalin dengan baik, serta keterlibatan partisipatif dari masyarakat khususnya orang tua siswa dalam pendidikan anak sangat rendah. Untuk mengatasi hal ini penulis memilih pendekatan kemitraanuntuk membuka peluang terciptanya komunikasi dua arah yang saling mengisi. Pendekatan ini direalisasikan ke dalam langkah nyata yang terbagi dua yaitu langkah operasional bagi guru melalui Fogrudismensupak (Foccus Group Discussion, Mentoring, Supervise Akademik) dan langkah operasional bagi orang tua siswa melalui PK Komsek (Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasional ini terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dan peran partisipasi orang tua siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan anak di sekolah.Kata Kunci: Kemitraan, FGD, Mentoring, Supak, PK, KomsekIn managing duty as a Headmaster in SDN Candisari, the author discovered problems with regard to teachers’ ability in preparing and executing teaching program, which is considered inadequate. In addition, teachers’ motivation to improve their own professionalism is low, communication and cooperative relationship between the school principal, teachers and the society is sparse and less than developed and there is very minimal degree of participation from society as well as parents’ involvement in their children’s education. To handles this issues, the author preferred partnership approach with intention to build bi-directional chance for communication that can complement each other. This approach is put into practice by dividing into two operational steps i.e. Fogrudismensupak (Focus Group Discussion, Mentoring, Supervise Academically) for teachers as well an operatioal step for parents i.e. PK Komsek (Class Community, School Committee/ Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). In its application both operational steps are proven capable of improving teachers’ competence and parental involvement in the effort to develop better education at school.Keywords: Partnership, FGD, Mentoring, Supak, PK, Komse
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BROSUR DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PERAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM KEGIATAN EKONOMI KELAS VII DI MTS MA’ARIF BAKUNG UDANAWU BLITAR
xiii
ABSTRAK
Skripsi yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Brosur dengan
Model Inkuiri Terbimbing Peran Perkembangan IPTEK dalam Kegiatan
Ekonomi Kelas VII di MTs Ma’arif Bakung Udanawu Blitar “ini ditulis oleh
Titik Lestari, NIM. 17209163007, pembimbing Dr. Dwi Astuti Wahyu
Nurhayati., S.S., M.Pd.
Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Brosur, Inkuiri Terbimbing
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kebermaknaan
pembelajaran IPS khususnya materi peran perkembangan IPTEK dalam kegiatan
ekonomi. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti pada saat
Magang I dan Magang II banyak ditemukan permasalahan pada saat proses
pembelajaran seperti peserta didik kurang memperhatikan saat guru sedang
menjelaskan materi, bermain alat tulis, berbicara dengan teman, serta penggunaan
bahan ajar yang konvesional menjadikan pembelajaran kurang bermakna karena
hanya membaca dan mengerjakan soal yang ada pada buku maupun LKS.
Sehingga perlu dirancang agar pembelajaran lebih menarik dan lebih
meningkatkan kebermaknaan dari proses pembelajaran salah satunya yaitu dengan
memanfaatkan bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan secara efektif dapat
menunjang tercapainya tujuan pembelajaran tersebut. Dengan memanfaatkan
bahan ajar brosur dengan model inkuiri terbimbing ini, diharapkan dapat
meningkatkan minat dan kebermaknaan dalam pembelajaran terhadap materi
peran perkembangan IPTEK dalam kegiatan ekonomi kelas VII di MTs Ma’arif
Bakung Udanawu Blitar.
Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana
langkah-langkah pengembangan bahan ajar brosur dengan model inkuiri
terbimbing peran perkembangan IPTEK kelas VII di MTs. Ma’arif Bakung
Udanawu Blitar 2019/2020?, (2) Bagaimana tingkat kevalidan, kepraktisan dan
keefektifan bahan ajar brosur dengan model inkuiri terbimbing peran
perkembangan IPTEK dalam kegiatan ekonomi kelas VII di MTs Ma’arif Bakung
Udanawu Blitar 2019/2020? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah
mengembangkan bahan ajar brosur dengan model inkuiri terbimbing peran
perkembangan IPTEK dalam kegiatan ekonomi kelas VII di MTs Ma’arif Bakung
Udanawu Blitar 2019/2020.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan
untuk menghasilkan suatu produk baru. Prosedur penelitian dan pengembangan
yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada penelitian dan pengembangan
menurut Brog dan Gall yang terdiri atas 10 langkah, namun peneliti memodifikasibeberapa prosedur sehingga menjadi 6 tahap yang terdiri dari penelitian dan
pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draf produk, validasi produk,
revisi produk, dan uji coba lapangan. Penelitian ini dilakukan di MTs Ma’arif
Bakung Udanawu Blitar dengan subjek penelitian kelas VII-I. Data penelitian ini
diperoleh melalui analisis awal, angket validasi, lembar pengamatan peserta didik,
serta nilai post-test dan pre-test, kemudian data dianalisis secara kuantitatif dan
kualitatif untuk keperluan evaluasi bahan ajar.
Berdasarkan hasil uji validasi oleh ahli media, menunjukkan bahan ajar
yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dengan rata-rata presentase
76%. Hasil uji validasi oleh ahli materi, menunjukkan bahan ajar yang
dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dengan rata-rata presentase sebesar
83.4% dan berdasarkan uji validasi oleh guru mata pelajaran IPS, menunjukkan
bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dengan rata-rata
presentase sebesar 87.89% berdasarkan hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa
bahan ajar praktis digunakan karena telah memenuhi 4 kriteria kepraktisan yaitu,
angket respon peserta didik menyatakan bahwa bahan ajar praktis digunakan, nilai
ketuntasan hasil belajar peserta didik lebih dari 75% yaitu sebesar 82.5% serta
analisis pengamatan aktivitas peserta didik menunjukkan presentase siswa yang
bertanya sebesar 25 % hal tersebut berarti bahwa bahan ajar praktis digunakan
atau dapat digunakan dengan sedikit revisi. Hasil uji keefektifan bahan ajar
menunjukkan bahwa pada uji hipotesis menggunakan Paired Samples Test data
hasil tes diperoleh nilai nilai Sig. (2-tailed) 0,00, karena Sig. (2-tailed) kurang
dari nilai signifikan 0.05, yaitu 0.00 0.05 maka H1 diterima dan dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar
dengan model inkuiri terbimbing yang dilihat berdasarkan hasil belajar siswa, hal
tersebut terlihat dari nilai rata-rata post-test sebesar 82.00 atau 8.25 lebih baik dari
nilai rata-rata pre-test sebesar 73,75. Setelah dilakukan perbandingan dan analisis,
maka dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya perbedaan yang signifikan pada
nilai sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar. Dengan demikian, bahan ajar
ini dapat dinyatakan efektif digunakan dalam pembelajaran IPS materi peran
perkembangan IPTEK dalam kegiatan ekonomi kelas VII
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
