479 research outputs found
Pengelolaan dan Revitalisasi Pasar Sumani di Nagari Sumani Kabupaten Solok 1984-2013
Skripsi ini berjudul Pengelolaan dan Revitalisasi Pasar Sumani di Nagari Sumani Kabupaten Solok 1984-2013.Keberadaan Pasar menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabaun dan menjadi slah satu penggerak roda perekonomian masyarakat dan sosial.
Sebagaimana proses dalam penelitian sejarah. Penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah. Tahap awal saat melakukan penelitian dalam metode penelitian sejarah adalah Heuristik yaitu tahap pengumpulan sumber data yang berhubungan dengan penelitian yang akan dibahas. Sumber data yang dikumpulkan dapat diperoleh melalui studi pustaka dan studi lapangan berupa wawancara, arsip, dan buku yang berhubungan dengan penelitian. Setelah sumber data terkumpul, sumber data dikritik, diinterprentasikan lalu ditulis menjadi sebuah tulisan sejarah.
Keberadaan Pasar Sumani sudah ada semenjak zaman penjajahan Belanda, namun tidak ada data tertulis menjelaskan kapan di mulainya pembangunan Pasar Sumani. Kondisi pasar Sumani pada awalnya hanya bersifat sederhana, para saudagar membangun pondok-pondok yang terbuat dari pohon bambu, yang atapnya terbuat dari anyaman pohon kelapa. Pasar Sumani merupakan pasar nagari yang aktivitasnya diadakan satu kali dalam seminggu, hari pasar Sumani adalah hari minggu. Oleh karena itu, pasar ini sering disebut Pakan Akad. Pedagang yang datang selalu orang yang sama pada setiap pakan dan mereka telah menjadi berjualan di pasar Sumani.
Pasar Sumani hanya dimiliki oleh satu nagari yaitu Nagara Sumani Pasar Sumani yang mulai di revitalisasi pada tahun 1984 tidak sepenuhnya membawa dampak positif bagi para pedagang, karena menurunnya omset para pedagang. Hal ini disebabkan karena, pemindahan lokasi pasar Sumani ke belakang pasar lama, yang membuat letak pasar menjauh dua ratus meter dari tepi jalan lintas Sumatera. Pindahnya lokasi pasar juga diikuti dengan beberapa aturan baru tentang penyewaan lapak, parkir tidak boleh lagi sembarangan di dalam pasar dan aturan-aturan yang berkerjasama dengan jasa angkutan umum, namum peratutran ini banyak dikeluhkan oleh para pedagang, terutama aturan tetang penyewaan lapak pedagang dan hal ini membuat para pedagang berkonflik dengan pedagang lainnya
KAJIAN KESEHATAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SUMANI KABUPATEN SOLOK
Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam keberlangsungan proses biofisik, hidrologi, sosial-ekonomi dan budaya masyarakat. Proses yang terjadi di dalam DAS mempengaruhi kesehatan DAS dimana kesehatan DAS menjadi acuan untuk mengetahui status baik atau buruknya kondisi DAS secara kuantitas dan kualitas. Penentuan kesehatan DAS dengan indikator yang kompleks dibutuhkan sumber data yang lengkap yang mencakup pada karakteristik fisik, biologi, sosial, budaya, dan kelembagaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kesehatan DAS Sumani di Kabupaten Solok. Penelitian ini dilaksanakan di DAS Sumani Kabupaten Solok pada Desember 2018-Februari 2019. DAS Sumani yang merupakan salah satu DAS yang memiliki kondisi tata air dengan kategori buruk, terhitung dalam rentang tahun 2007–2016 telah menyebabkan banjir satu kali setiap tahunnya dan meningkatkan terjadinya erosi. Erosi yang terjadi di DAS Sumani yaitu sebesar 45.823 ton/ha/th melebihi batas erosi yang ditoleransi sebesar 30 ton/ha/th. Tingginya erosi yang terjadi di DAS Sumani akan membawa muatan sedimen terangkut dan dapat menunjukan indikasi telah terjadinya kerusakan karakteristik hidrologi DAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui tingkat kesehatan DAS Sumani di Kabupaten Solok. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai kajian Kesehatan DAS Sumani di Kabupaten Solok menunjukkan bahwa, kesehatan DAS Sumani tergolong dalam kondisi baik/sehat dengan total nilai kesehatan DAS 217. Nilai kriteria Kesehatan DAS meliputi Hidrologi 100, Indeks Erosi (IE) 10, Laju Sedimentasi (Sy) 10, Indeks Penutupan Lahan Permanen (IPLM) 45, Kepadatan Penduduk (KP) DAS 30 dan Kualitas Air 22
Pengaruh Kapasitas Tampung Sungai terhadap Ketinggian Banjir Batang Sumani Solok
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui debit banjir maksimum Batang Sumani, (2) Mengetahui debit Batang Sumani, (3) Mengetahui kapasitas tampung Batang Sumani, dan (4) Mengetahui pengaruh kapasitas tampung sungai terhadap banjir Batang Sumani. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan metode rasional yang memanfaatkan data curah hujan, luas DAS dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Debit banjir maksimum Sub DAS Buluh 7,51 m3/s, Sub DAS Lembang 48,01 m3/s, Sub DAS Cupak 55,76 m3/s dan Sub DAS Lubuk Selasih 60,8 m3/s. (2) Debit sungai Sub DAS Buluh 2,98 m3/s, debit sungai Sub DAS Lembang 3,4 m3/s, Debit sungai Sub DAS Cupak 3,36 m3/s dan debit sungai Sub DAS Lubuk Selasih 4,2 m3/s. Total debit Batang Sumani 13,8 m3/s. (3) Kapasitas tampung sungai Sub DAS Buluh 7,46 m3/s, kapasitas Sub DAS Lembang 5,26 m3/s, kapasitas Sub DAS Cupak 5,88 m3/s dan kapasitas Sub DAS Lubuk Selasih 6,96 m3/s. Kapasitas tampung sungai rata-rata Batang Sumani 6,39 m3/s. (4) Kapasitas tampung sungai terhadap banjir Batang Sumani memiliki pengaruh negatif sangat kuat. Setiap penambahan 1 m3/s kapasitas tampung sungai, ketinggian banjir akan berkurang 0,634 cm
Analisis Kapasitas Infiltrasi pada DAS Sumani dengan Sistem Informasi Geografis
Penelitian ini berjudul “Analisis Kapasitas Infiltrasi Pada DAS Sumani Dengan Sistem Informasi Geografis” dengan tujuan untuk memetakan potensi tingkat kapasitas infiltrasi tanah pada DAS Sumani Kabupaten Solok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode scorring dengan cara mengumpulkan data sebagai acuan yaitu pengumpulan data curah hujan rata-rata tahunan yang diperoleh dari PSDA Sumbar melakukan pengolahan data menggunakan metode Polygon Thiessen, dengan 3 stasiun curah hujan: (1) Saniang Baka, (2) Danau di atas, (3) Ladang Padi. Peta kelerengan diperoleh dari data DEM/SRTM, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah dan peta geologi didapat dari BAPPEDA. Keluaran dari penelitian ini berupa kapasitas infiltrasi tanah pada Daerah Aliran Sungai Sumani Kabupaten Solok. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menggunakan metode Scorring dan pengecekan lapangan pada DAS Sumani diperoleh kesesuaian data laju infiltrasi. Pengukuran infiltrasi menggunakan Single Ring Infiltrometer dengan tiga klasifikasi yaitu tinggi, sedang dan rendah
EVALUASI KONDISI DAS SUMANI KABUPATEN SOLOK BERDASARKAN KRITERIA TATA AIR
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kondisi DAS Sumani berdasarkan kriteria tata air. Penentuan kondisi DAS Sumani menggunakan lima parameter yaitu koefisien regim aliran, koefisien aliran tahunan, muatan sedimen, banjir dan indeks penggunaan air yang masing-masing memiliki bobot, skor dan nilai yang berbeda-beda sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia P.61/Menhut-II/2014. Hasil penelitian mendapatkan nilai untuk koefisien regim aliran sebesar 24,97 (sangat tinggi), koefisien regim aliran 5,08 × 10-8 (sangat rendah), muatan sedimen 3211 ton/ha/th (sangat tinggi), banjir yang terjadi lebih dari 1 kali dalam setahun (sangat tinggi), dan indeks penggunaan air, kebutuhan lebih besar dari pada persediaan sebesar 3.01 (sangat tinggi). Total nilai akhir yang diperoleh dari semua parameter sebesar 25 yang menunjukkan kondisi tata air das sumani termasuk dalam kategori buruk
EVALUASI KONDISI DAS SUMANI KABUPATEN SOLOK BERDASARKAN KRITERIA LAHAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi daerah aliran sungai sumani di Kabupaten Solok berdasarkan kriteria kondisi lahan. Untuk mengetahui kondisi DAS Sumani diperlukan beberapa data dan peta parameter yaitu data curah hujan, peta jenis tanah, data srtm, dan peta tutupan lahan. Kriteria kondisi lahan yang menjadi dasar perhitungan kondisi DAS Sumani yaitu Persentase Lahan Kritis (PLK), Indeks Erosi (IE), dan Persentase Penutupan Vegetasi (PPV). Selanjutnya dari masing-masing kriteria kondisi lahan diberi bobot dan skor berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. P.61/Menhut-II/2014. Hasil penelitian didapatkan PLK sebesar 22,01% (Sangat tinggi), IE sebesar 1527 (Sangat tinggi), dan PPV sebesar 43,92 % (Sedang), selanjutnya ketiga kriteria kondisi lahan tersebut diklasifikasikan sehingga didapatkan total nilai akhir dengan kategori kondisi DAS sangat buruk.
Kata kunci : Kondisi DAS, Persentase Lahan Kritis, Indeks Erosi, Persentase Penutupan Vegetas
- …
