5 research outputs found

    Pemanfaatan Buah Sirsak (Annona muricata L.) Sebagai Bahan Pembuatan Bakpia.

    No full text
    ABSTRAK Lukitasari, Siska. 2015. Pemanfaatan Buah Sirsak (Annona muricata L.) Sebagai Bahan Pembuatan Bakpia. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati,    M. Pd.  (II) Dra. Nunung Nurjanah, M. Kes.   Kata kunci : Buah sirsak, khasiat durian belanda, Produk Buah sirsak merupakan salah satu jenis buah-buahan yang ada di Indonesia. Buah sirsak biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar atau langsung dibuat minuman segar. Padahal buah sirsak matang dapat diolah menjadi produk yang punya nilai lebih tinggi daripada bentuk segar. Salah satu contohnya adalah bakpia. Umumnya bakpia hanya berisikan kacang hijau ataupun daging. Pembuatan bakpia dengan penambahan sirsak antara lain dalam rangka pengembangan produk makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi yang tepat dalam pembuatan bakpia sirsak, sehingga dihasilkan produk yang sesuai dengan hasil yang dapat diterima oleh konsumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah panelis 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesukaan panelis terhadap warna bakpia sirsak sebanyak 33,3% menyatakan suka, rasa bakpia sirsak 40% menyatakan suka dan agak suka, tekstur bakpia sirsak 16,7% menyatakan suka. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian bakpia sirsak sebagai berikut. Pertama, formulasi uji coba bakpia sirsak yang digunakan adalah formulasi uji coba III. Kedua, seluruh panelis menyatakan agak suka terhadap warna, rasa dan tekstur dari bakpia sirsak. Ketiga, harga jual bakpia sirsak sebesar Rp. 48.550,00/resep (20 biji). Penelitian ini memberikan pengetahuan, wawasan produk inovasi baru, mampu menambah nilai jual buah sirsak bagi petani serta menjadi alternatif wirausaha di bidang jasa boga

    PANTI WERDHA DI BANJARBARU

    Get PDF
    Panti Werdha in Banjarbaru is a community service institution managed by the private sector with the aim of promoting the tranquility of the elderly in their old age. The lack of availability of supporting facilities in Banjarbaru has led to a decrease in peer attention to the elderly in Banjarbaru. The hope is that the design of the Nursing Home in Banjarbaru will be able to improve the quality of life for the elderly in Banjarbaru. The problem that the author raises in the design of social services for the elderly is, How is the design of the elderly housing in Banjarbaru that can facilitate comfortable and safe activities for the elderly? The method that the author applies in solving this problem is the Person Centered Map, using the concept of Behavioral Architecture.  Panti Werdha di Banjarbaru merupakan sebuah lembaga pelayanan masyarakat yang dikelola oleh pihak swasta  bertujuan untuk memajukan ketentraman para warga lanjut usia di masa senja mereka. Minimnya ketersediaan penunjang fasilitas di  Banjarbaru berujung pada menurunnya perhatian sesama pada warga lanjut usia di Banjarbaru. Harapannya, perancangan Panti Werdha di Banjarbaru sekiranya mampu memajukan kualitas hidup warga lanjut usia di Banjarbaru. Permasalahan yang penulis angkat pada perancangan pelayanan sosial lanjut usia ini adalah, bagaimana rancangan hunian lansia di Banjarbaru yang dapat memfasilitasi aktivitas para lansia yang nyaman dan aman? Metode yang penulis terapkan dalam penyelesaian permasalahan ini adalah person centered map, dengan menggunakan konsep arsitektur perilaku. &nbsp

    Eksplorasi Daur Ulang Material Limbah Padat Industri Keramik Menjadi Produk Furnitur Kafe (Studi Kasus PT. Keramik Paolo Kota Probolinggo)

    No full text
    Industri keramik nasional memiliki prospek yang cerah seiring dengan pertumbuhan pasar domestik yang terus meningkat melalui banyaknya proyek infrastruktur pemerintah. Peluang pengembangan industri keramik tanah air salah satunya didukung oleh proyek pemerintah yang potensial, yakni pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang berlangsung sejak tahun 2023, dimana proyek-proyek pada sektor properti akan berkontribusi sekitar 25% dari total penjualan keramik nasional. Pertumbuhan produksi industri keramik dalam negeri berkisar 5% per tahun, sehingga industri keramik mempunyai potensi untuk dikembangkan. Terjadinya peningkatan kuantitas produksi keramik maka akan selaras dengan limbah sisa produksi yang akan dihasilkan. Berdasarkan hasil riset pada studi kasus PT. Keramik Paolo, di Kota Probolinggo, limbah padat berupa produk jadi yang tidak memenuhi standar kelayakan, dihasilkan sekitar 30kg perharinya. Sebagian besar limbah padat keramik ini dibuang tanpa didaur ulang karena terdapat lapisan kaca (glasir) yang keras setelah mengalami proses pembakaran suhu tinggi, dan termasuk limbah yang sulit terurai dilingkungan. Penelitian sebelumya menunjukkan bahwa keramik memiliki kandungan kimia pada bahan bakunya, seperti SiO2 (silika) dan alumina (Al₂O₃) yang juga terdapat pada bahan konstruksi seperti kerikil dan pasir, yang jika digabung dengan semen dan air akan membentuk padatan dan memperkuat ikatan pada campuran tersebut. Selain itu keramik juga memiliki keunggulan sifat fisik seperti tahan api, anti korosi, kuat namun ringan sehingga material ini memiliki kekuatan yang baik dan berpotensi dimanfaatkan menjadi produk fungsional salah satunya produk furnitur. Pengolahan daur ulang limbah keramik telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, sebagai agregat alternatif beton dengan metode daur ulang (recycling) yang cukup kompleks dan penggunaan untuk bangunan kontruksi tingkat tinggi. Coffee Shop merupakan salah satu bisnis yang sedang berkembang di Indonesia, dengan gaya interior dan eksterior yang menarik. Dari permasalahan dan fenomena tersebut, penulis melakukan perancangan mengenai eksplorasi material limbah padat keramik menjadi produk furnitur dengan metode upcyling, menggunakan material terazo. Material keramik yang memiliki kekuatan serta keindahan tampilannya berpotensi besar dikembangkan menjadi produk furnitur coffee shop. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan value dari limbah keramik dan mencegah terjadinya penumpukan limbah yang beresiko pada pencemaran lingkungan. Hasil dari perancangan ini berupa stool, coffee table, dan barstool ====================================================================================================================================== The national ceramic industry has bright prospects as the domestic market continues to grow through many government infrastructure projects. One of the opportunities for developing the country's ceramic industry is supported by potential government projects, namely the development of the Indonesian Capital City (IKN), which has been ongoing since 2023, where projects in the property sector will contribute around 25% of total national ceramic sales. Production growth in the domestic ceramic industry is around 5% per year, so the ceramic industry has the potential to be developed. An increase in the quantity of ceramic production will be in line with the remaining production waste that will be produced. Based on the results of research on the case study of PT. Paolo Ceramics, in Probolinggo City, produces around 30kg of solid waste in the form of finished products that do not meet suitability standards per day. Most of this ceramic solid waste is thrown away without being recycled because it contains a hard layer of glass (glaze) after undergoing a high temperature firing process, and is waste that is difficult to decompose in the environment. Previous research shows that ceramics contain chemicals in their raw materials, such as SiO2 (silica) and alumina (Al₂O₃) which are also found in construction materials such as gravel and sand, which when combined with cement and water will form a solid and strengthen the bond in the mixture. Apart from that, ceramics also have superior physical properties such as fire resistance, anti-corrosion, strong but light so that this material has good strength and has the potential to be used as a functional product, one of which is furniture products. Processing of recycled ceramic waste has been carried out by previous researchers, as an alternative concrete aggregate with a fairly complex recycling method and is used for high-rise construction. Coffee Shop is one of the growing businesses in Indonesia, with an attractive interior and exterior style. From these problems and phenomena, the author carried out a design regarding the exploration of ceramic solid waste materials into furniture products using the upcyling method, using terrazo material. Ceramic material which has strength and beautiful appearance has great potential to be developed into coffee shop furniture products. This design is expected to increase the value of ceramic waste and prevent the accumulation of waste which poses a risk of environmental pollution. The results of this design are stools, coffee tables and barstool

    ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA KARYA ILMIAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KLEGO

    Get PDF
    Abstrak Bahasa tulis merupakan salah satu instrumen penting dalam pembelajaran. Kemampuan berbahasa siswa di sekolah diajarkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Salah satu hal terpenting saat mempelajari bahasa yakni mengetahui kesalahan berbahasa. Kegiatan menulis merupakan kegiatan yang cukup kompleks, karena dalam menulis memerlukan pemahaman keterampilan berbahasa yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesalahan dalam berbahasa bidang morfologi yang terdapat pada teks karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Klego. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dokumen. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumen atau data yang memiliki kesalahan berbahasa. Kesalahan berbahasa bidang morfologi yang ditemukan dalam artikel karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Klego antara lain Afiksasi, Reduplikasi dan Pemajemukan. Peneliti menemukan kesalahan yang paling banyak yaitu pada penulisan afiksasi. Untuk mengurangi kesalahan berbahasa dalam penulisan karya ilmiah, maka siswa perlu diberikan pelatihan dan pengajaran.   Kata kunci: kesalahan, berbahasa, morfologi   Abstract Written language is one of the essential instruments in learning. Students\u27 language skills in schools are taught in Indonesian subjects. One of the most important things when learning a language is knowing the language mistakes. Writing activities are pretty complex because writing requires understanding other language skills. This study aims to determine the form of errors in the morphology field of the language contained in the text of the scientific work of class XI students of SMA Negeri 1 Klego. Data collection techniques used in this study using documents. The research method used by the author is a qualitative descriptive approach—sources of data used in this study in the form of documents or data that have language errors. Morphological language errors found in scientific articles of class XI students of SMA Negeri 1 Klego include affixation, reduplication, and compounding. Researchers found the most errors in affixation writing. Students need to be given training and teaching to reduce language errors in writing scientific papers.   Keywords: error, language, morpholog
    corecore