1,720,971 research outputs found
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA UNTUK MENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (Studi Multi Kasus di MIN 1 Tulungagung dan MI Hidayatul Mubtadiin Wates)
ABSTRAK
Tesis dengan judul “Manajemen sarana dan prasarana untuk meningkatkan
mutu pendidikan (studi muliti kasus di MIN 1 Tulungagung dan MI Hidayatul
Mubtadiin Wates)” ini di tulis oleh Ria Fitria Romah, Program Studi Manajemen
Pendidikan Islam, NIM: 12501194022 Tahun 2021 yang di bimbing oleh Dr. Hj.
Sulistyorini, M.Ag. dan Dr. Hj. Chusnul Chotimah, M.Ag.
Kata kunci : Manajemen, Sarana dan Prasarana, Mutu Pendidkan
Penelitian ini dilatar belakangi karena Pendidikan adalah hak setiap warga
negara Indonesia. Dan Sarana dan prasarana pendidikan pada suatu lembaga pendidikan
berpengaruh terhadap mutu pendidikan Namun, disisi lain, banyak sekolah yang
mengalami kekurangan sarana dan prasarana ataupun sarana dan prasarana yang
dalam keadaan kurang baik. Dalam hal ini perlu adanya manajemen sarana dan
prasarana yang baik untuk mengatasi kekurangan sarana dan prasarana yang ada
demi tercapainya peningkatan mutu pendidikan.
Pertanyaan penelitian dalam tesis ini adalah sebagai berikut : (1) Bagaimana
perencanaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan mutu pendidikan di MIN 1
Tulungagung dan MI Hidayatul Mubtadiin Wates? (2) Bagaiman pengadaan sarana
dan prasarana untuk meningkatkan mutu pendidikan di MIN 1 Tulungagung dan
MI Hidayatul Mubtadiin Wates? (3) Bagaimana pengaturan sarana dan prasarana
untuk meningkatkan mutu pendidikan di MIN 1 Tulungagung dan MI Hidayatul
Mubtadiin Wates? (4) Bagaimana pengawasan sarana dan prasarana untuk
meningkatkan mutu pendidikan di MIN 1 Tulungagung dan MI Hidayatul
Mubtadiin Wates?
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan
jenis penelitian lapangan, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa
observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan
analisi lintas situs, temuan awal penelitian, proposes dan temua akhir penelitian.
Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa : (1) Perencanaan
sarana dan prasarana dilakukan secara berkala setiap satu tahun sekali pada awal
tahun ajaran baru. Perencanaan di MIN 1 Tulungagung dilakukan secara
koordinatif dengan dinas, sedangkan perencanaan MI Hidayatul Mubtadiin Wates
merupakan otonomi kepala sekolah. Yang diawali dengan analisis kebutuhan
sarana dan prasarana, menampung semua usulan setiap unit kerja, menginventarisis
kekurangan, analisi barang habis pakai dan analisis barang tidak habis pakai. Dan
melibatkan berbagai unsur. (2) Pengadaan sarana dan prasarana dilakukan memalui
hibah, pembuatan, peminjaman. Dengan menggunakan sumber anggaran dari dinas
untuk MIN 1 Tulung agung sedangkan sumber dana berasal dari pihak luar yaitu
komite dan masyarakat untuk MI Hidayatul Mubtadiin Wates. Pengadaan sarana
dan prasarana di MI Hidayatul Mubtadiin Wates merupakan Otonomi sekolah,
sedangkan pengadaan sarana dan prasarana dilakukan secara dropping dari
pemerintah untuk MIN 1 Tulungagung. Dengan menunjuk penanggung jawab .(3)
Pengaturan sarana dan prasarana dimulai dengan inventarisasi dengan pencatatandan pemberian kode barang, pencatatatan dilakukan dibuku induk dilakukan oleh
MI Hidayatul Mubtadiin Wates, sedangkan pencatatan berupa mengisi data pada
link kemenag dilakukan oleh MIN 1 Tulungagung. penyimpanan dilemari khusus
atau Gudang, dan pemeliharaan yang menggunakan gudang, pengecekan berkala,
perbaikan berdasarkan kondisi bangunan dan piket setiap hari. Pengaturan
penggunaan dengan pembuatan jadwal untuk MIN 1 Tulungagung sedangkan
pengkondisiaan penggunaan sarana dan prasaran disesuaikan dengan keadaan
sekolah dan siswa di MI Hidayatul Mubtadiin Wates (4) Pengawasan sarana dan
prasarana meliputi pengawasan dari dalam dan pengawasan dari luar. Pengawasan
dari dalam dilakukan oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah sedangkan
pengawasan dari luar dilakukan secara koordinatif oleh dinas dan KEMENAG
untuk MIN 1 Tulungagung dan pengawasan oleh pengurus Yayasan untuk MI
Hidayatul Mubtadiin Wates. Pelaporan pengawasan dilakukan secara berkala baru
satu tahun sekali
STRATEGI USTAZAH UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA LANSIA DI DESA BESOLE TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Ustazah untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an ran pada Lansia di Desa Besole Tulungagung” ini ditulis oleh Ria Fitria Rohmah, NIM. 17201153366, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negri (IAIN) Tulungagung, dibimbing oleh Anissatul Mufarokah, S.Ag., M.Pd.
Kata Kunci: Strategi , Membaca Al-Qur’an, Lansia
Al-Qur’an adalah kalamullah (firman Allah). Membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan. Akan tetapi pada kenyataannya banyak umat islam yang masih belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, baik anak-anak, dewasa maupun lansia. Dalam kegiatan belajat membaca Al-Qur’an diperlukan adanya strategi yang tepat agar dapat meningkatkan kemampuan membacaAl-Qur’an. Seperti yang dilakukan oleh para lansia di desa Besole kabupaten Tulungagung ada sebuah kegiatan setiap satu minggu sekali yaitu belajar membaca Al-Qur’an yang dilakukan oleh para lansia, para lansia di sana sebagaian masih belum bisa membaca Al-Qur’an dengan benar dan sebagian lagi masih belum bisa membacaAl-Qur’an. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti di Desa Besole Tulungagung karena di Desa ini ada kegiatan belajar membaca Al-Qur’an pada lansia yang kebanyakan kegiatan belajar membaca Al-Qur’an ini dilakukan oleh anak-anak.
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah: (1) Bagaimana metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada lansia di desa Besole, (2) Bagaimana media yang digunakan ustazah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada lansia di desa Besole.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis deskriptif studi kasus. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah teori interaktif Miles dan Hubermen yang meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan kredibilitas melalui perpanjangan keikut sertaan, ketekunan pengamatan, serta triangulasi metode.
Hasil penelitian di Desa Besole Tulungagung tentang strategi ustazah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada lansia yakni: (1) Metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada lansia di desa Besole: Metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada lansia adalah metode sorogan dengan menggunakan media yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing lansia dengan mempertimbangkan dua hal yaitu:(a) Tujuan kegiatan belajar membaca Al-Qur’an pada lansia di desa Besole adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para lansia di desa besole. Sehingga para lansia dapat meningkatkan kemampuan keimanan serta ketaqwaan mereka kepada alloh. (b) langkah-langkah kegiatan dengan menggunakan metode sorogan antara lain Dalam kegiatan ini dimulai dengan persiapan pembelajaran Al-Qur’an yaitu dengan nderes.Kemudian pelaksanaan dilakukan dengan lansia maju menghadap ke ustazah secara individu dan ustazah mendengarkan serta membetulkan bacaan yang salah dan evaluasi dilakukan dengan ustazah memberikan nilai sesuai dengan kemampuan masing-masing lansia pada saat itu.(2) Media yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada lansia di desa Besole: (1) Kegiatan yasin tahlil bapak-bapak dan PKK ibu-ibu (2) Ustazah (3) Jilid iqra (4) Al-Qur’an (5) Lembaran Ummi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
