1,720,979 research outputs found
Laksamana Cheng Ho, Sejarah Pelayaran di Nusantara pada Abad ke-15 M dan Peninggalannya dalam Peradaban Islam
Hasil riset ini, menunjukkan beberapa hal pertama, Laksamana Cheng Ho merupakan seorang tokoh yang lahir di Prov. Yunnan tahun 1371 M di Desa He Dai. Kakek Laksamana Cheng Ho bernama Sayyid Ajall Shams al-Din Omar
dan pernah menjabat gubernur di Prov. Yunnan. Laksamana Cheng Ho memiliki beberapa nama diantaranya San Bao, Sam Poo Kong dan Zheng He. Laksamana Cheng Ho berlayar ke Nusantara sebagai utusan Dinasti Ming tahun 1405-1433 M & berkunjung ke Nusantara sebanyak 7 kali bersama
tokoh-tokoh muslim lainnya. Kedua, pengaruhnya yang cukup kuat dalam penyebaran Islam di Nusantara pada abad ke-15 M, sehingga dapat meningkatkan jumlah pemukiman China muslim dan muslim pribumi, impresi Laksamana Cheng Ho juga dapat dilihat pada aspek budaya arsitektur seperti
bangunan masjid, konstruksi makam Islam dan budaya tak benda. Ketiga, Laksamana Cheng Ho banyak memberikan kontribusi dalam proses penyebaran Islam di Nusantara, ia melakukan kunjungan baik di Sumatera ataupun Jawa pada pusat-pusat dagang sehingga memudahkan untuk menyebarkan Agama Islam. Sekitar abad ke-15 M, banyak masyarakat muslim China yang membentuk kelompok-kelompok masyarakat di Sumatera dan Jawa. Implikasi dari penelitian ini, mampu menjadi salah satu rujukan
dalam pengembangan penelitian tentang pelayaran Laksamana Cheng Ho di Nusantara. Riset ini juga mampu menjaga kelestarian sejarah tentang Laksamana Cheng Ho sebagai seorang tokoh muslim yang berpengaruh di Asia
Tenggara dan secara khusus di Nusantara, sebab masih banyak yang tidak mengenal dan mengetahui tentang sosok Laksamana Cheng Ho
Gerakan Komunikasi Dakwah Digital Muhammadiyah di Kalangan Pemuda Milenial di Kelurahan Salaka Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar
Komunikasi merupakan salah satu faktor yang menentukan pencapaian tujuan dalam menyampaikan pesan. Komunikasi dinilai memiliki pengaruh dalam prosesnya dengan berbagai media yang di gunakan termasuk dalam komunikasi dakwah sebagai media dalam menyampaikan pesan agama secara media digital. Berdasarkan hal tersebut, kajian penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan Gerakan Komunikasi Dakwah Digital Muhammadiyah di Kalangan Pemuda Milenial di Kelurahan Salaka Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan dan menjelaskan Gerakan Komunikasi Dakwah Digital Muhammadiyah di Kalangan Pemuda Milenial di Kelurahan Salaka Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar. Data penelitian dikumpul dengan menggunakan instrumen berupa wawanacara dan dokumentasi. Adapun beberapa faktor dari hasil penelitian ini 1. Gerakan Komunikasi Dakwah Digital di jadikan sebagai subjek utama yang harus mampu berperan besar tentu konsep yang kekinian, dakwah para pemuda medsos justru lebih menargetkan dakwahnya pada kalangan muda-mudi tentunya dalam berbagai hal keagamaan termasuk pola perubahan tingkah laku, sikap moral dan mental. 2. Hubungan sosial pesan dakwah digital harus mampu di arahkan oleh pemuda adalah untuk mempengaruhi tiga aspek perubahan diri, yaitu perubahan aspek pengetahuan, Aspek sikap dan aspek prilaku. 3. Strategi dakwah segi sarana dan prasarana dalam hal ini adalah media dakwah yang digunakan harus mengatasnamakan suatu lembaga yang resmi, memperjelas sumber referensi dan membuat konten atau di masukkan dalam media yang di gunakan sehingga dapat di lihat kapan dan di mana saja
ETIK, HUKUM DAN SOSIAL PADA PENANGANAN INFERTILITAS
Pasangan suami isteri akan menempuh segala cara untuk mendapatkan keturunan, karena keturunan adalah anugerah yang dititipkan tuhan kepadanya. Bila pasangan suami isteri sudah berusaha tetapi keturunan belum mereka peroleh atau disebut infertilitas, maka usaha untuk memperoleh keturunan akan dilakukan mulai dari teknik sederhana sampai yang menggunakan teknologi yang canggih serta modern, namun tetap saja angka keberhasilan nya masih rendah. Dewasa ini telah diciptakan suatu metode untuk membantu para pasutri mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara Assisted Reproductive Technology (ART), atau artinya dalam bahasa Indonesia Teknologi Reproduksi Berbantu. Salah satu metode ART adalah in vitro fertilization (IVF), atau yang dikenal dikalangan dokter maupun orang awam adalah Bayi Tabung . Dari semua cara penanganan infertilitas, maka ART banyak menimbulkan masalah etik, hukum dan sosial.
The Association of Acceptance Family Planning Acceptor to Contraceptive Tools Interest Usage in the Uterine (IUD)
Abstract
Objective:to determine acceptance of family planning acceptors from age, numbers ofparity, mother education, spouse’s support, mother's culture and religion, maternalknowledge, gestational age, family income and number of living children to the IUD usage interest in dr. Zainoel Abidin General Hospital (RSUDZA) Banda Aceh.
Method: This research wasa correlative design with analytical survey method with cross sectional approach. 286 respondents were interviewed and filled out a questionnaire that has been prepared, consist ofpatients in the clinic, Emergency Unit, and Delivery Room Hospital RSUDZA Banda Aceh. The data taken related tofactors influencing the acceptance of the family planning acceptors against the IUD usage interests. This study was conducted duringSeptember 18 th to October 18 th 2017.
Results: The chi-square test result showed that there was a significant correlation between family planning acceptor from previous pregnancy distance and IUD usageinterest in RSUDZA Banda Aceh where p-value (0.088) <α (0.1). There was a significant correlation between maternalknowledgeand IUD usage interest in RSUDZA Banda Aceh where p-value (0.067) <α (0.1).
Conclusion: Bivariate analysis results showed there was a strong relationship between previous pregnancy distance and maternal knowledgetoIUD usage interest in RSUDZA Banda Aceh.
Keywords:acceptor family planning, acceptance factor, IUD
Abstrak
Tujuan:untuk mengetahui hubungan penerimaan akseptor KB dari faktor usia, jumlah paritas, pendidikan ibu, izin suami, budaya dan agama ibu, pengetahuan ibu, jarak usia kehamilan, pendapatan keluarga dan jumlah anak hidup terhadap minat penggunaan AKDR di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Metode:Penelitian ini menggunakan desain korelatif dengan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Terdapat 286 responden yang telah diwawancarai dan mengisi kuisioner yang telah disediakan, terdiri dari pasien-pasien di poliklinik, Instalasi Gawat Darurat, dan kamar bersalin RSUDZA Banda Aceh. Data yang diambil mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi peneriman akseptor KB terhadap minat penggunaan AKDR. Penelitian ini dilakukan dalam kurun periode tanggal 18 September sampai 18 Oktober 2017.
Hasil: uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan secara signifikan penerimaan akseptor KB dari faktor jarak kehamilan ibu sebelumnya terhadap minat penggunaan AKDRdimana p-value (0,088) <α (0,1). Terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan terhadap minat penggunaan AKDRdi RSUDZA Banda Aceh dengan nilai p-value (0,067) <α (0,1)
Kesimpulan: Hasil analisis bivariat didapatkan terdapat hubungan yang kuat antara jarak kehamilan ibu dan pengetahuan ibu terhadap minat penggunaan AKDR di RSUDZA Banda Aceh.
Kata kunci: akseptor KB, AKDR, faktor penerimaa
Disorder Of Sex Development : Ambiguous Genitalia, Partial Androgen Insensitivity Syndrome
Disorders of sex development (DSDs) also known as intersex are congenital condition by mismatch in which chromosomal, gonadal and anatomical. One in 4.500 infants is born with abnormalities of External genitalia, and mostly unexplained in molecular term. Androgen Insensitivity Syndrome (AIS) is a common cause of DSDs. Partial Androgen Insensitivity Syndrome (PAIS) is one of three broad subdivided phenotypes of AIS. Typically, characterized by evidence of feminization (i.e., undermasculinization) of the external genitalia at birth, abnormal secondary sexual development in puberty, and infertility in individuals with a 46,XY karyotype. In males characterized, Pais is common to observe a micropenis, hypospadias, and cryptorchidism. Individuals with PAIS that are characterized as women have been observe to have clitoromegaly and a fused labia during puberity . We reported a 13 year old child, with chief complaint primer amenorrhea. The patient admit as a girl but not yet got her menstruation. Patient was referred by Endocrinology Fertility and Reproductive Consultant of OBGYN, that has done Cromosomal and Hormonal analysis. We perform a laparascopy Exploratif and we get no uterus, fallopian tubal and ovarium that are exist. But, we found testis in inguinal canal. Decision regarding gender assignment are still confronted between patients Family and medical staff. The prognosis is depends on the ambiguity of genital, Physical, and Physicosocial adjustment for sex assignment
KEHAMILAN DENGAN MIOMA UTERI POST MIOMEKTOMI
Latar belakang: Fibroid uterus selama kehamilan merupakan sebuah masalah potensial serius dan sering menjadi perhatian dalam praktek klinis. Fibroid uterus sudah sejak lama dikaitkan sebagai penyebab buruknya prognosis kehamilan. Miomektomi merupakan tindakan pembedahan yang biasanya tidak dilakukan saat operasi sesar. Pada umumya ahli kandungan menghindari miomektomi pada kehamilan maupun operasi sesar dikarenakan ketakutan akan perdarahan yang sulit dihentikan. Kasus: Seorang wanita berusia 26 tahun dengan G1 hamil 39-40 minggu, janin letak lintang dengan mioma uteri, post miomektomi 1 tahun lalu, dilakukan seksio sesaria elektif kemudian dilanjutkan dengan miomektomi. Seksio sesaria dan miomektomi sukses dilakukan tanpa adanya komplikasi. Kesimpulan: miomektomi pada seksiosesaria adalah prosedur yang aman untuk dilakukan pada hamper semua kasus bila dilakukan oleh ahli yang berpengalaman
The Accuracy of Single Progesterone, Single β-hCG, and Their Combination Measurement in Predicting Early Miscarriage: A Prospective Study in Outpatient Setting
Introduction: Most of miscarriage events occurred during the first trimester of pregnancy. Recent studies found the beneficial effects of maternal serum markers to predict pregnancy outcomes. However, study in Indonesian setting was still limited, especially in outpatient setting. The aim of this study was to evaluate serum progesterone and β-hCG measurement as a beneficial predictor of miscarriage.Materials & Methods: This was a prospective study recruiting outpatients pregnant women in Aceh who seek first medical attention for their pregnancy during January 2013 to January 2015. Serum progesterone and β-hCG level were measured beside routine obstetric procedure. The discrimination attained between miscarriage and non-miscarriage groups of pregnant women at the end of first trimester was evaluated using logistic regression and receiver operating curve analysis.Results: Among 70 pregnant recruited in this study, nineteen of them (27.1%) experienced miscarriage. Serum progesterone level of women in miscarriage group was lower than non-miscarriage group (17.85 (IQR 13.26-21.15) ng/dl vs 33.67 (IQR 21.83-44.14), p<0.001). Serum β-hCG level was also lower in miscarriage group (10 681 (IQR 5 787.5-26 577.5) mIU/ml vs 48 109 (IQR 17 137-93 915) mIU/ml, p=0.001). Single progesterone measurement gave a good predictor ability for miscarriage with 82.2% accuracy, 86.3% sensitivity and 73.7% specificity if 19.5 ng/dl was used as a cut-off point.Conclusion: Maternal serum progesterone level could be a good predictor for miscarriage during the first trimester of pregnancy. Single β-hCG serum in combination with progesterone serum measurement only had little added value for predicting miscarriage
Serum Vascular Endothelial Growth Factor Levels and Uterine Fibroid Volume: Hubungan Kadar Serum Vascular Endothelial Growth Factor dengan Volume Mioma Uteri
Background: Tumor size is related to variations associated with molecular markers. In recent years, it has been reported that investigation of tumor volume has become very popular. Measurement of uterine fibroids volume is very important for treatment response.
Objective: The aims of this study is to find the correlation of VEGF levels and uterine fibroids volume.
Methods: Observational analytic study was carried out on 80 patients with uterine fibroids indicated myomectomy. Each sample was examined for VEGF levels and volume of myoma tissue post myomectomy was measured by using Archimedes' law. Correlation test using the Spearman test.
Results: A total of 80 samples of patients were examined for VEGF levels and uterine fibroids volume. The median VEGF is 360 pg/mL, the median uterine fibroids volume is 325 ml. The Spearman’s test shows p values ​​(<0.01) and r (0.999).
Conclusion: There is a significant correlation between VEGF levels and uterine fibroids volume. The higher the VEGF level, the greater the volume of uterine fibroids.
Keywords: VEGF, uterine fibroids volume, Archimedes law
*Corresponding author: Rajuddin e-mail: [email protected] dan [email protected]
 
- …
