2 research outputs found

    Analisis Teori Belajar Behavioristik dalam Proses Belajar Mengajar di SD Negeri 7 Kayuagung

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pentingnya analisis dan penerapan teori behavioristik dalam proses belajar mengajar di sekolah. Dalam hal ini, teori belajar behavioristik sangat menekankan dalam perkembangan perilaku anak tersebut. Pelatihan dan pengulangan perlu dilaksanakan agar perilaku siswa tersebut menjadi kebiasaannya. Hasil dan pembahasan yang diterapkan pada sekolah dengan menggunakan teori behaviorisme ialah terwujudnya suatu perilaku yang dicapai. Berdasarkan dari penelitian ditemukan bahwasannya analisis penerapan teori belajar behavioristik dalam proses belajar mengajar di sekolah menggunakan penguatan, latihan, stimulus, serta motivasi. Sedangkan perubahan perilaku siswa mengarah positif ialah termotivasi dengan baik dalam pembelajaran, sangat interaktif dan aktif, serta daya ingat yang kuat. Berdasarkan komponen tersebut, teori behavioristik sangat akurat dilaksanakan dalam proses pembelajaran saat ini. Di dalam implementasi teori belajar behavioristik sangat mudah dilaksanakan di lingkungan sekolah.</jats:p

    Pengembangan Media Komik Berbasis Karakter Peduli Sosial Subtema Keadaan Cuaca bagi Peserta Didik Kelas II SD

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk memahami langkah-langkah mengembangkan media komik berbasis karakter penyayang sosial, menilai kelayakan media komik strip berdasarkan karakter peduli sosial, dan menilai keefektifan media komik berdasarkan karakter kesejahteraan. Survei ini merupakan bentuk survei pengembangan berdasarkan model survei ADDIE. Hasil survei uji kelayakan menunjukkan bahwa penilaian ahli media mendapat skor 90. Peringkat ahli bahasa mencetak 90. Peringkat ahli pembelajaran mendapatkan skor 90. Penilaian respon guru mendapat skor 92,30 dan penilaian siswa mendapat skor 90,80. Desain dan analisis menggunakan T-test dengan uji normalitas dan uji validitas yang sesuai dengan One Grup Pretest Post test. Jika nilai signifikansi uji-T berpasangan kurang dari 0,05 sehingga kesimpulannya adanya perbedaan signifikan dari pretest dan posttest, sehingga media yang dikembangkan dapat dikatakan efektif untuk pembelajaran. Berdasarkan hasil temuan untuk mengetahui keefektifan media, rata pre-test adalah 50,60 dan rata post-test ialah 79,68. Signifikansi (p) yang diperoleh adalah 0,000, lebih kecil dari signifikasi 0,05 (0,000 &lt; 0,05).</jats:p
    corecore