1,721,762 research outputs found

    Tafsir Teologis Ayat Istiwâ menurut Pemahaman Khairullah Anwar Luthfi

    Full text link
    Tafsir teologis adalah karekteristik penafsiran Al-Qur’an yang ditulis oleh sekelompok atau orang-orang tertentu yang di dalamnya memiliki substansi dasar teologis yang dimanfaatkan untuk mendukung dan membela mazhab tertentu, dalam hal ini telah terjadi perbedaan paham antara kelompok Asy’ariyah dan Kelompok Salafiyah dalam memahami ayat-ayat teologis seperti ayat istiwâ .Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman Khairullah Anwar Luthfi yang merupakan seorang ustaz berpaham salafi terhadap ayat istiwâ, apa argumen yang beliau gunakan untuk mendukung pemahamannya, serta apa tipologi pemahaman Ustaz Khairullah Anwar Luthfi tentang ayat istiwâ. Penelitian ini didesain dengan menggunakan teknik penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan ialah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Khairullah Anwar Luthfi merupakan seorang ustaz dan pengisi kajian rutin di Masjid Imam Syafi’i Banjarmasin, beliau merupakan seorang ustaz alumni dari Universitas Islam Madinah Fakultas Hadis pada tahun 2000–2004, gelar beliau pendidikan adalah Lc. Adapun pemahaman Khairullah Anwar Luthfi dalam memahami ayat istiwâ adalah memahami ayatnya sesuai zahirnya, yaitu Allah bersemayam di atas Arasynya, adapun bagaimana bersemayamnya hanya Allah yang tahu. Dasar dari pemahaman beliau tersebut adalah dengan menggunakan 3 kaidah dasar, yaitu itsbat, menafikan segala kekurangan bagi Allah, tawaqquf, dan tafshîl jika memang masih memerlukan penjelasan lebih dalam untuk bisa dipahami. Pemahaman tersebut kemudian beliau perkuat lagi dengan menggunakan Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadis, kemudian diperkuat lagi dengan dalil secara akal dan fitrah manusia. Adapun ulama yang menjadi rujukan beliau adalah semua ulama yang berpaham seperti Salaf al-Shalih dan tidak terbatas hanya kepada ulama tertentu saja, namun yang sering beliau jadikan rujukan khususnya dalam perkara akidah adalah Syekh Ibnu Taimiya

    Manajemen Pengelolaan Dana Pada Masjid Khairullah Sungai Lulut

    No full text
    Masjid Agung Khairullah Sungai Lulut di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, memiliki jemaah yang banyak dan beragam kegiatan keagamaan. Pengelolaan dana yang efektif dan terencana sangat penting untuk memaksimalkan pemanfaatan dana. Namun, sering ditemui kendala seperti ketidakjelasan dalam pengelolaan keuangan dan minimnya pengetahuan manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan. Objek dalam penelitian ialah Manajemen Pengelolaan Dana pada Masjid Khairulah Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, seperti transparansi pengelolaan dana, sumber dana dan pengunaan dana, pengorganisasian, pengawasan serta cara menyikapi dan mengatasi, jika ada kendala/permasalahan internal tentang keuangan pada Masjid Khairullah Sungai lulut dengan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan dana dilakukan melalui fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, serta evaluasi dan pengawasan secara partisipatif dan terbuka. Sumber dana utama berasal dari celengan Jumat, donasi sukarela, dan hasil kegiatan sosial. Pengurus masjid mengatasi kendala keuangan dengan prinsip kehati-hatian, melakukan musyawarah untuk menentukan skala prioritas, menjamin kegiatan jika dana tidak mencukupi, serta meningkatkan koordinasi dan kapasitas pengurus melalui pembagian tugas yang jelas dan pelibatan kader muda. Pendekatan keterbukaan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan dana yang berkelanjutan di masjid in
    corecore