1,721,033 research outputs found

    Peranan Mediator dalam Proses Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Studi Kasus Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara)

    Get PDF
    Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara sebagai lembaga pemerintah yang menangani langsung masalah hubungan industrial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peranan Mediator dalam proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial, selain itu penulis juga ingin mengetahui bagaimana kendala-kendala dalam proses penyelesaian perselisihan hubungan kerja. Teknik penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan wawancara langsung, observasi dan dokumentasi yang terkait dengan penelitian. Dari teknik penelitian ini diperoleh informan, yang terdiri dari Kepala Bidang Hubungan Industrial Dan Kepala Seksi Bidang Hubungan Industrial Dan Mediator Dinas Tenaga Kerja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka didapat beberapa temuan bahwa Pejabat Fungsional Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera adalah Mediator yang memiliki peranan dalam melakukan pembinaan tentang hubungan industrial, melakukan pengembangan hubungan industrial, pengembangan ini merupakan bimbingan teknis kepada pekerja dan pengusaha dimana mediator berperan sebagai narasumber. Kendala dalam Proses Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial yaitu perselisihan yang tidak dapat terselesaikan oleh Mediator merupakan kendala bagi mediator tersebut.The North Sumatra Provincial Manpower Office as a government agency that deals directly with industrial relations issues. This study aims to find out how the role of the Mediator in the process of resolving industrial relations disputes, in addition the author also wants to know how the obstacles in the process of resolving labor relations disputes. The research technique used is qualitative research methods with direct interviews, observations and documentation related to research. From this research technique obtained by informants, consisting of the Head of Industrial Relations and Head of Section for Industrial Relations and Mediators of the Manpower Office. Based on the research conducted, it was found several findings that the Functional Officials of the Sumatra Provincial Manpower Office are mediators who have a role in conducting guidance on industrial relations, carrying out industrial relations development, this development is technical guidance to workers and employers where the mediator acts as a resource. Constraints in the Industrial Relations Dispute Settlement Process, namely disputes that cannot be resolved by the Mediator are obstacles for the mediator

    Effectiveness of the Motor Vehicle Tax Reduction Program on Increasing Medan Regional Original Income

    No full text
    70 HalamanKebijakan publik merupakan sikap pemerintah dalam menanggapi isu publik berupa perwujudan tindakan berkaitan kepentingan terkait publik. Peneliti melihat adanya masalah penunggakan pajak kendaraan bermotor yang harusnya bisa meningkatkan Pendapatan asli daerah. berdasarkan hal tersebut peneliti bertujuan Mengetahui efektivitas serta faktor penghambat program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor dan perubahan peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan informan sebanyak 5 orang. Hasil penelitian berdasarkan teori budiani, yaitu: 1. Ketepatan sasaran program, tepat sasaran,program ditujukan kepada masyarakat penunggak pajak yang kesulitan secara ekonomi,2. Sosialisasi program berjalan baik, akses informasi mudah didapat 3. Pencapaian tujuan program telah tercapai, target realisasi terpenuhi, 4. Pengawasan program tidak berjalandengan baik, tidak ditemukan pengawasan. Kesimpulan penelitian ini yakni: 1. Efektivitas program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor cukup efektif, 3 dari 4 indikator terpenuhi. 2. Faktor penghambatnya ialah faktor pemantauan program. 3. Saat program berjalan Pendapatan Asli Daerah meningkat. Public policy is government's attitude in responding public issues. problem of motor vehicle tax arrears is increase local original revenue. Researchers used qualitative methods, using technique observation, interview and documentation with 5 informants. research using Budiani's theory, namely : Program Accuracy fullfield Program aimed at tax delinquent poor society, Program socialization going well ease access information, Achievement of program objectives achieved realization met, Program monitoring didn’t well supervision wasn’t found. Conclusions is : The effectiveness is quite effective, 3 out of 4 indicators are met. Inhibiting factor is the monitoring. When program progresses, Local Original Income increases

    The Effect of General Manager Interpersonal Communication in Improving Employee Work Motivation During the Pandemic Period The Crew Hotel Medan

    No full text
    76 HalamanJudul penelitian ini adalah Pengaruh Komunikasi Interpersonal General Manager Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan Pada Masa Pandemi The Crew Hotel Medan. Penelitian ini menguji seberapa besar pengaruh komunikasi interpersonal general manager dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan pada masa pandemi.Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan metodelogi penelitian kuantitaif.Penarikan sampel menggunakan rumus random sampling dengan populasi 110 dan sampel 28 karyawan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier sederhana. (1). Dari hasil uji hipotesis diperoleh nilai T hitung > T tabel (3,228 > 2,055) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menyatakan ada pengaruh komunikasi interpersonal general manager dalam meningkat motivasi kerja karyawan. (2).Nilai koefisien korelasi sederhana R adalah 0,535 bahwa ada hubungan yang kuat antara komunikasi interpersonal general manager dengan motivasi Kerja dan diperoleh p = 0,003 < 0,005 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal general manager dengan motivasi kerja. (3). Nilai koefisien determinasi R square sebesar 0,576 yang menunjukan adanya sumbangan variabel komunikasi interpersonal adalahsebesar 57,6% sedang sisanya 42,4% dipengaruhi oleh faktor lain. (4). Berdasarkan hasil regresi linier sederhana bahwa terdapat pengaruh positif antara variabel Komunikasi Interpersonal dan variabel Motivasi Kerja, hal ini dapat ditunjukin dari persamaan :Y = 28.996 + 0,311 X. The title of this research is the Effect of General Manager Interpersonal Communication in Improving Employee Work Motivation During the Pandemic Period of The Crew Hotel Medan. This study examines how much influence the general manager interpersonal communication has in increasing employee motivation during the pandemic. The method used is quantitative research methodology. Sampling using a random sampling formula with a population of 110 and a sample of 28 employees. Data analysis was performed using simple linear regression analysis. (1). From the results of hypothesis testing, the value of T arithmetic > T table (3.228 > 2.055) means that Ho is rejected and Ha is accepted. This states that there is an influence of general manager interpersonal communication in increasing employee motivation.(2). The value of the simple correlation coefficient R is 0.535 that there is a strong relationship between general manager interpersonal communication and work motivation and obtained p = 0.003 < 0.005 which means there is a significant relationship between general manager interpersonal communication and work motivation.(3). The coefficient of determination R square is 0.576 which indicates the contribution of interpersonal communication variables is 57.6% while the remaining 42.4% is influenced by other factors.(4). Based on the results of simple linear regression that there is a positive influence between the Interpersonal Communication variable and the Work Motivation variable, this can be shown from the equation: Y = 28.996 + 0.311 X

    The Role of the District Government in the Implementation of the Village Fund Direct Cash Assistance Program (BLT-DD) (Case Study in Kuta Kepar Village and Susuk Village, Tiganderket District, Karo Regency)

    No full text
    98 HalamanPenulis melakukan penelitian tentang peran pemerintahan kecamatan dalam pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai Dan Desa (BLT-DD), studi kasus di Desa Kuta Kepar dan Desa Susuk, Kecamatan Tiganderket. Adapun permasalahan yang ada adalah syarat penerima BLT-DD pada Kecamatan Tiganderket tidak sepenuhnya mengikuti kriteria calon penerima BLT-DD, serta sebagian pemerintahan desa yang tidak mengetahui fungsi dan tugas masing-masing sehingga menyebabkan kendala dalam suatu program pemerintahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran pemerintah kecamatan dalam pelaksanaan program BLT-DD serta untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat dalam program BLT-DD di desa Kuta Kepar dan desa Susuk Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Dimana fokus penelitian ini di dasarkan pada tiga peran pemerintah menurut Ilyas Yusuf (2014) meliputi Regulator, Dinamisator, dan Fasilisator. Hasil dari penelitian ini adalah Pemerintah Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo kecamatan Tiganderket tidak memiliki wewenang dalam membuat aturan serta UU. Pemerintah kecamatan telah ,memberikan motivasi serta siap membantu pemerintahan desa, syarat yang ditetapkan pemerintah Kecamatan Tiganderket untuk calon penerima BLT-DD bagi setiap desa adalah mendata masyarakat desa sesuai dengan kondisi desa tersebut, faktor pengambat dalam program ini adalah masih ada masyarakat yang belum mengetahui apa saja syarat penerima BLT-DD sehingga terjadi kecemburuan sosial. The author conducted research on the role of sub-district government in implementing the Village Direct Cash Assistance (BLT-DD) program, a case study in Kuta Kepar Village and Susuk Village, Tiganderket District. The problems that exist are that the requirements for BLT-DD recipients in Tiganderket District do not fully follow the criteria for BLT-DD recipients, as well as some village governments who do not know their respective functions and duties, causing obstacles in a government program. The purpose of the study was to determine the role of the sub-district government in the implementation of the BLT-DD program and to find out what the supporting factors and inhibiting factors were in the BLT-DD program in Kuta Kepar village and Susuk village, Tiganderket sub-district, Karo Regency. This study uses qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Where the focus of this research is based on the three roles of government according to Ilyas Yusuf (2014) including Regulators, Dynamizers, and Facilitators. The result of this research is that the government of Tiganderket sub-district, Karo district, Tiganderket sub-district does not have the authority to make rules and laws. The sub-district government has provided motivation and is ready to help the village government, the conditions set by the Tiganderket District government for prospective BLT-DD recipients for each village are to record village communities according to the conditions of the village, the inhibiting factor in this program is that there are still people who do not know what it's just the requirement for BLT-DD recipients to create social jealousy

    Implementation of the Prosperous Family Card Program Policy in Efforts to Improve Community Welfare in Nagasaribu I Village Lintongnihuta District, Humbang Hasundutan Regency, Sumatra Province North

    No full text
    80 HalamanProgam Kartu Keluarga Sejahtera merupakan salah satu Program yang ditujukan pemerintah kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. Tujuan dari peneilitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang telah dilakukan di Desa Nagasaribu I Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dalam pengimplementasian program Kartu Keluarga Sejahtera. Adapun teori yang digunakan adalah teori Implementasi dari Van Meter dan Van Horn yang memiliki enam indikator, yaitu Standar dan sasaran Kebijakan/ ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, komunikasi antar organisasi, disposisi atau sikap pelaksana dan lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Program Kartu Keluarga Sejahtera di Desa Nagasaribu I Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara sudah terealisasikan dengan baik namun ada satu indikator yang belum dapat direalisasikan secara tepat yaitu komunikasi antar organisasi dan. Terdapat beberapa faktor penghambat dalam implementasi kartu keluarga sejahtera ini yaitu, keterlambatan dalam penyaluran KKS yang tidak ada konfirmasi dari pusat. The Prosperous Family Card Program is one of the programs aimed by the government for low-income people. The theory used is the theory of Implementation from Van Meter and Van Horn which has six indicators. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. There are several inhibiting factors in the implementation of this prosperous family card, namely, delays in distribution of KKS without confirmation from the center

    The Influence of the Upin-Ipin Cartoon Film on MNCTV on Children's Delinquency (Study at SO Negeri 060870 Pulo Brayan Darat)

    No full text
    67 HalamanAdapun tujuan penelitian ini adalah untuk: untuk mendapatkan informasi dari responden tentang perlu tidak nya di teruskan penayangan film kartun Upin Ipin di MNC TV dan untuk melihat korelasi penayanagan film kartun Upin lpin terhadap tingkah laku anak SD kelas V dan VI pada SD Negeri 060870 Pulo Brayan Darat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak SD Negeri 060870 Pulo Brayan Darat yang berjumlah sebanyak 280 orang. Dengan demikian maka sampel yang di ajukan sebanyak 70 orang anak didik di SD Negeri 060870 Pulo Brayan Darat. Hasil penelitian dan pembahasan menjelaskan anak SD Negeri 060870 Pulo Brayan Darat sebagai responden sebagian besar senang menyaksikan film kartun Upin Ipin baik untuk mengetahui tingkah laku tokoh kartun Upin Ipin tersebut, mendengar rangkaian kata-kata yang dipesankan kepada pemirsa anak tentang kisah film kartun Upin lpin. Maksud mereka menyaksikan film kartun Upin Ipin adalah sebagai sarana hiburan dan mendapatkan ilmu pengetahuan dan juga untuk memeperoleh informasi dan sebagian besar dari responden menyatakan, bahwa pesan yang di sampaikan di film kartun tersebut yang di tampilkan menarik perhatian, jelas serta mudah di pahami. Dari hasil temuan anal isis product moment rxy = 0,12 untuk taraf signifikan 5% dan N =70 di temui basil sebesar 0,235 karena nilai r yang di peroleh 0,12 berarti di bawah batas signifikan, maka nilai tersebut adalah tidak signifikan. Tetapi meskipun tidak signifikan bahwa kira-kira I ,44% dari variasi Y yaitu kenakalan anak SO Ncgeri 060870 Pulo Brayan Darat dapat di terangkan oleh X yang dalam hal ini pengaruh penayangan film kartun Upin Ipin. Jadi 98,56% oleh faktor lain. Film kartun Upin Ipin dipandang anak-anak tenyata kurang menarik untuk dijadikan sebagai sebuah hiburan. Keadaan ini dimungkinkan karena responden semakin mcningkat pengetahuannya dan juga wawasannya sehinggga dalam keadaaan ini respondcn menginginkan hiburan tidak hanya semata-mata kepada penayangan film kartu upin ipin telapi lebih mengarah kepada hiburan --hiburan yang setingkat dengan wawasan anak-anak

    National Narcotics Communication Strategy in South Tapanuli Regency in Socializing and Reducing Drug Abuse in Batang Angkola District, South Tapanuli Regency

    No full text
    Komunikasi sangat diperlukan dalam dunia organisasi. Aktifitas seorang Staf tidak terlepas dari komunikasi dengan masyarakat dan antar staf. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana efektifitas komunikasi organisasi antara staf dan komunikasi sosial antara staf dengan masyarakat dalam menerapkan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran gelap Narkoba (P4GN) Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan organisasi dalam menyukseskan program – program dari Badan Narkotika Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dimana yang menjadi narasumber data adalah 3 staf Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan. Di bantu beberapa staf di bagian – bagian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung di lapangan wawancara mendalam dengan narasumber dan studi pustaka. Dilanjutkan dengan tehnik analisis data interaktif dimulai dari penyederhanaan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa peran komunikasi sangat penting dalam penerapan program P4GN. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi dan komunikasi sosial yang dilakukan staf adalah melakukan kegiatan – kegiatan dan pendekatan kepada masyarakat menganilisis kebutuhan disetiap daerah dan efektifitas strategi komunikasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli SelatanCommunication is necessary in the organization. The activities of a Staff cannot be separated from the communication between society and other Staff. This research describes how the effectiveness of communication between the Staffs and social communication between Staff and the society in applying the Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) program from National Anti-Narcotics Agency of South Tapanuli Regency. This research aims to determine the strategy of communication applied by the organization in the success of programs from National Anti-Narcotics Agency of South Tapanuli Regency. This research used Qualitative research where the source data are 3 Staff of National Anti-Narcotics Agency of South Tapanuli Regency in a helping hand of the Staffs. The data is collected by direct observation in the field of in-depth interview with the source and literature study. It followed by technique of interactive data analysis starting from simplifying the data, presenting the data and drawing the conclusion. From the results of this research can be seen that the role of communication is very important in applying the P4GN program. The results of this research indicate that organizational communication and social communication which is conducted by Staff are to do the activities and approaches to the society to analyze the requirements in each region and the effectiveness of communication strategy of National Anti-Narcotics Agency of South Tapanuli Regenc

    Field Work Lecture Report on the Implementation of General Subdivision and Personnel Administration at the Provincial BPKAD Office

    No full text
    74 HlmMahasiswa membutuhkan program KKL dalam menghadapi dunia kerja yang begitu praktis dan dinamis. Dalam melaksanakan KKL mahasiswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan berbagai kegiatan teknis dari sebuah teori yang diajarkan di bangku perkuliahan KKL ini menjadi sebuah cara terbaik bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan langsung ilmu yang telah dimiliki. Selama satu (1) bulan mengikuti KKL di BPKAD PROVSU praktikan mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang sangat berharga. Praktikan juga mendapat kesempatan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang telah diberikan. Praktikan juga diajarkan untuk mengasah sikap disiplin, tanggung jawab dan cepat tanggap dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang telah diberikan. Praktikan juga diajari sebab nilai toleransi dan keberagaman dalam suasana kerja yang ada di BPKAD PROVSU. Selama melaksanakan KKL di BPKAD PROVSU, praktikan dapat mengambil beberapa kesimpulan, antara lain : a. Ada banyak ilmu serta pengetahuan baru yang diperoleh praktikan selama menjalankan Kuliah Kerja Lapangan tersebut, khususnya dalam dunia administrasi public. b. Kreativitas serta skill seseorang sangat dibutukan dalam dunia kerja yang semakin ketat

    The Effect of Face Detection Attendance System Implementation on Employee Work Discipline in the Government Bureau of the Governor of North Sumatra

    No full text
    71 HalamanDari hasil penelitian tersebut, dilihat secara persial dengan uji T bahwa absensi pendeteksi wajah tidak berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai di Biro Pemerintahan Kantor Gubernur Sumatera Utara (X) dengan nilai t hitung sebesar 2,762 sedangkan variabel (Y) pengaruh penerapan sistem absensi pendeteksi wajah berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai di Biro Pemerintahan Kantor Gubernur Sumatera Utara dengan nilai t hitung 4,108. selanjutnya dalam uji pengaruh secara simultan dengan uji F menunjukkan bahwa sistem absensi pendeteksi wajah berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja pegawai dengan nilai f hitung sebesar 16,877. Dan secara koefisien determinan menunjukkan bahwa variasi perubahan variabel bebas absensi pendeteksi wajah sebesar 26 ,8%. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan dapat bermanfaat kepada semua pihak terutama dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai. From the result`s of research, seen partialy with the T test face detection atlendance doesnt not have a significant effect on the work dicipline employee in the goverment bureau of the governor`s office of north sumatera (X) with a value of t count of 2,762 while the variabele (Y), in fluences the application of the face detection attendence system`s has a significant effect of the dicipline employee in the goverment bureau of governor`s office of north sumatera with a value of T count 4,108 and next, in the simultane effect test with the F test showing thw face detection attendence system`s has a significant effect on employee work dicipline with a value F are 16,877. and coefficient of the determinant detection shows the valation change in the independent rese variable of face detection is 26,8% from the resulth of in increasing employee disciplin

    Implementation of the Stimulant Assistance Program Self-Help Housing (BSPS) in the Village Sipituhuta, Pollung District Humbang Regency Hasundutan

    No full text
    92 HalamanProgram Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) adalah Program yang dibuat Pemerintah Melalui Kementerian PUPR yang ditujukan kepada Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki keterbatasan daya beli sehingga mendapat dukungan dari pemerintah untuk memperoleh bantuan rumah yang layak untuk di huni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat/mendeskripsikan bagaimana proses berjalanya Program BSPS yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dinas PKP) di Desa Sipituhuta Kecamatan Pollung , Kabupaten Humbang Hasundutan dan untuk mengetahui apa-apa saja yang menjadi faktor penghambat didalam pelaksanaan program bantuan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Implementasi dari Varn Meter dan Varn Horn.Adapun Penelitian ini menunjukkan bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Desa Sipituhuta ini sudah terealisasikan cukup baik namun ada dua indikator yang belum terealisasikan dengan baik yakni Sumber Daya berupa Materi (Dana) Masyarakat Penerima bantuan kurang mampu untuk berswadaya, Data yang diberikan tidak sesuai dengan yang ada dilapangan. The Self-Help Housing Stimulant Assistance Program (BSPS) is a program created by the Government through the Ministry of PUPR aimed at low-income people (MBR) who have limited purchasing power so that they receive support from the government to obtain decent housing assistance. The purpose of this research is to see/describe how the BSPS Program is running, which is carried out by the Housing and Settlement Area Service (PKP Service) in Sipituhuta Village, Pollung District, Humbang Hasundutan Regency and to find out what are the inhibiting factors in implementing the program. this help The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach.The theory used is the Implementation Theory of Van Meter and Varn Horn. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation.. This research shows that the Self-Help Housing Stimulant Assistance Program in Sipituhuta Village has been realized quite well, but there are two indicators that have not been implemented properly, namely human resources. In the form of material (funds) the community receiving assistance is less able to be self-sufficient, the data provided is not in accordance with what is in the field
    corecore