1 research outputs found
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Pembelajaran “Big Book”Anak Tuna Grahita Kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan
RINGKASAN Christiningrum, Fidian. 2018. Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Pembelajaran “Big Book”Anak Tuna Grahita Kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn Kata Kunci: Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan, Media “Big Book, Tunagrahita Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal peneliti di SLB Paedagogia Maospati tentang kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita kelas III menunjukkan permasalahan dalam membaca permulaan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membaca huruf belum mampu terbaca secara jelas,tepat dan benar. Selama pembelajaran berlangsung, guru hanya menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan materi membaca permulaan. Guru kurang memanfaatkan media pembelajaran dalam aktifitas belajar, guru menjelaskan materi secara lisan, tertulis dipapan tulis, hanya terpaku pada buku teks, kemudian memberikan tugas menyalin. Siswa terlihat kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Ketercapaian hasil belajar siswa membaca permulaan masih relatif rendah, ditunjukkan dengan data sebagai berikut: dari jumlah siswa sebanyak 6 siswa, yang mendapatkan nilai ≥ 65 adalah sebanyak 1 siswa dengan persentase16,6 % dan jumlah siswa yang mendapatkan nilai < 65 adalah sebanyak 5 siswa dengan persentase 83,4 %. Nilai rata-rata kelas hanya 48,3. Tujuan penelitian ini tujuan penelitian adalah: (1) Mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran Big Book dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak tunagrahita kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan, (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan media pembelajaran “ Big Book “ pada anak tunagrahita kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, dari masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, serta refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan tes. Hasil penelitian pratindakan diperoleh nilai rata-rata kelas mencapai 48,3 dengan ketuntasan belajar kelas 16,6%, siklus I diperoleh hasil nilai rata-rata kelas mencapai 63,3 dengan ketuntasan belajar kelas 50%. Sedangkan pada siklus II diperoleh hasil nilai rata-rata kelas mencapai 78,33 dengan ketuntasan belajar kelas 83,4%. Hasil evaluasi siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yaitu ketuntasan belajar individual minimal 65, ketuntasan belajar kelas 70%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan media pembelajaran Big Book dalam proses belajar membaca permulaan dapat meningkatkan kemampuan siswa khususnya pada mata pelajaran bahasa indonesia. Pembelajaran bahasa indonesia materi membaca permulaan huruf vokal a,i,u,e,o dan huruf konsonan p,b,d sebanyak 2 siklus pertemuan. Pelaksanaan pembelajaran tiap pertemuannya terdiri dari 4 tahapan yaitu pra kegiatan, kegiatan awal, inti dan akhir. Pada saat kegiatan inti guru menjelaskan petunjuk penggunaan media pembelajaran Big Book untuk membaca permulaan. Pembelajaran yang dilakukan meliputi menyebutkan huruf vokal a,i,u,e,o dan huruf konsonan p,b,d menggunakan bantuan gambar seperti yang terdapat dalam media pembelajaran Big Book, menyebutkan huruf tanpa menggunakan bantuan gambar, menyebutkan dan menjodohkan gambar dengan kata yang berawalan huruf vokal a,i,u,e,o dan huruf konsonan p,b,d. Pemberian evaluasi yang diberikan di akhir pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus I, pada siklus II diterapkan reward and punishment bagi siswa untuk memudahkan mengkondisikan kelas. Pengaturan tempat duduk membentuk huruf U membuat siswa lebih fokus dalam mengikuti pembelajaran. Agar persiapan pembelajaran lebih matang, mudah dalam mengkondisikan kelas, dan pembelajaran tidak membuat siswa jenuh maka guru sebaiknya menyiapkan materi-materi yang akan diajarkan terlebih dahulu dan menggunakan permainan untuk mengalihkan sejenak perhatian siswa setelah itu baru difokuskan perhatian siswa pada pembelajaran
