2 research outputs found
PERANCANGAN BUKU PANDUAN OLAHRAGA AIRSOFTGUN SEBAGAI MEDIA PENGENALAN UNTUK MASYARAKAT
ABSTRAK Vidianto, Fandy. 2015. Perancangan Buku Panduan Olahraga Airsoftgun Sebagai Media Pengenalan Untuk Masyarakat.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembina Mata Kuliah : Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn,(II) Didiek Rahmanadji, Drs. MPd. Kata kunci: panduan olahraga, panduanairsoftgun, Masyarakat Airsoftgun adalah sebuah permainan simulasi perang yang menggunakan replika dari senjata api. Dalam penerapanya permainan airsoftgun dilakukan menyerupai perang sesungguhnya dengan menggunakan perlengkapan khusus serta replika dari senjata api yang disebut unit airsoft gun. Permainan airsoftgun pada awalnya muncul setelah berbagai produsen pembuat unit airsoftgun masuk ke Indonesia yang dipelopori oleh Negara Jepang sebagai produsen pertama. Airsoftgun diciptakan untuk memenuhi hasrat pecinta senjata secarapositif untuk mengalami pengalaman menembakkan senjata yang relatif aman untuk pengguna individu dan pengaplikasian strategi pertempuran dalam permainan perang-peranganataubiasadisebutskirmish jika dalam suatu komunitas. Model yang digunakan dalam perancangan ini adalah model perancangan prosedural yang bersifat deskriptif. Model ini berisi langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan media komunikasi visual yang dibutuhkan. Perancangan dimulai dengan pemaparan latar belakang, perumusan masalah dan tujuan perancangan, identifikasi, analisis dan sintesis hingga menghasilkan sebuah konsep perancangan yang selanjutnya dieksekusi menjadi desain final. Produk yang akan dirancang adalah sebuah buku panduan. Buku ini dirancang dengan format media cetak yang diperkirakan berukuran A5 berorientasi landscape dan mempunyai jumlah halaman sebanyak 30 halaman isi dan 2 halaman cover. Elemen desain yang akan digunakan adalah fotografi yang disertai dengan ornamen grafis yang mampu mendukung dengan desain yang dirancang. Foto yang dimuat adalah foto yang berhubungan dengan olahraga airsoftgun seperti foto berunsur militer, dimana foto tersebut merupakan foto yang diambil dengan memperhitungkan keindahan serta mampu mewakili gambaran tentang unsur menarik dari olahraga airsoftgun tersebut
Fenomena poligami pada keluarga miskin: Di Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang
INDONESIA:
Penelitian yang dirancang dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomologi ini bermaksud untuk menemukan gambaran-gambaran yang terkait dengan alasan-alasandan permasalahan-permasalahan yang menyangkut fenomena poligami pada keluarga miskin di desa Bulupitu Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Untuk itu penulis mengangkat rumusan masalah: (1) Bagaimana alasan orang miskin untuk berpoligami? (2) Bagaimana masalah yang dihadapi orang-orang miskin yang berpoligami?. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan: (1) Menganalisa dan mendiskripsikan apa yang menjadi alasan keluarga miskin untuk berpoligami. (2) Memahami dan mendiskripsikan kehidupan orang miskin poligami di dalam keluarganya.
Berdasarkan hasil penelitian, diketemukan hasilbahwa alasan orang miskin untuk berpoligami: (1) Dorongan biologis dan fisiologisdorongan ini merupakan dorongan yang paling dasar yang biasa timbul lantaran ingin memuaskan kebutuhan hidup, diantaranya kebutuhan seks melalui pernikahan. (2) Dorongan penghargaan, Dorongan ini timbul lantaran rasa ingin dihargai sebaai sosok yang mampu diantara yang lain, misalnya dengan poligami maka diakui kejantanannya sebagai laki-laki, (3) Dorongan spiritual (aktualisasi diri), Dorongan ini bisa timbul karena rasa ingin menolong sesama, tentunya tidak melihat melihat secara fisik saja dalam arti sekalipun tua tetap dipoligami. Untuk masalah yang dihadapi orang-orang miskin yang berpoligami adalah sebagai berikut: (1) masalah nafkah. (2) masalah tempat tinggal, (3) masalah pakaian, (4) masalah pembagian waktu, (5) masalah mengurus anak.
ENGLISH:
The study designed by the method of qualitative and phenomenological approach it intends to find images related to the reasons and problems concerning the phenomenon of polygamy in a poor family in the village Bulupitu Gondanglegi District Malang Regency. For that the author raised the formulation of the problem: (1) How the poor reason for polygamy? (2) How the problems facing poor people who polygamy ?. The purpose of this study is to describe: (1) Analyze and describe what the reason for poor families to polygamy. (2) Understand and describe the lives of the poor polygamy in the family.
Based on the results of the study, it was found that the poor reason for polygamy:(1) This Encouragement of biological and physiological is the most basic encouragement that usually arises due to want to satisfy the necessities of life, including sexual needs through marriage. (2) awards Encouragement, this Encouragementarises because of intrigued appreciated as someone who is able among the others, for example by polygamy then recognized his manhood as men. (3) spiritual Encouragement (self-actualization),this Encouragement could arise because of a sense of wanting to help others, certainly not only physically see in the sense of though old remain polygamy. To the problems faced by poor people who practice polygamy are as follows: (1) living matter. (2) a residenceproblems,(3) clothing problems, (4) time division problems, (5) child care problems
