1 research outputs found
Pengaruh Campuran Bioetanol Jagung dengan Premium terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Yamaha Vega R
ABSTRAK Sabara, David Eli. 2015. Pengaruh Campuran Bioetanol Jagung dengan Premium terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Yamaha Vega R. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembibing: (1) Dr. Sukarni, S.T., M.T. (2) Ir. Drs. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.MPd., M.M. Kata Kunci: Bioetanol Jagung, Konsumsi Bahan Bakar, Emisi Gas Buang. Seiringdengan perkembangan manusiadan kemajuan zaman, kebutuhan energi semakin meningkat dikarenakan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan alat bantu dalam kesehariannya yang didukung dengan energi itu sendiri. Bahan bakar fosil yang biasa digunakan untuk menunjang kebutuhan masyarakat, semakin tahun bahan bakar tersebut semakin menipis dan pada akhirnya akan habis persediaanya. Kontinuitas penggunaanbahan bakar fosil (fossilfuel) memunculkan palingsedikit dua ancaman serius: (1)faktor ekonomi, berupajaminan ketersediaan bahan bakarfosil untuk beberapadekademendatang, masalahsuplai, harga, danfluktuasinya (2) polusiakibat emisi pembakaran bahan bakar fosilkelingkungan. Polusiyang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosilmemiliki dampak langsungmaupun tidak langsungkepadaderajat kesehatan manusia. Untuk mengurangi dampak-dampak tersebut banyak pihak sedang mencari solusinya, dengan mengembangkan bahan bakar terbarukan sebagai ganti bahan bakar fosil (premium), yaitu salah satunya bioetanol jagung. Bioetanolyangterbuat dari tumbuh-tumbuhandi Indonesia misalnyatebu,singkong, jagung, ubi jalar dan sagu, semuanya merupakan hasilbumiyangdianggap rendah nilai ekonominya, sehinggabisa dipastikan bahan bakarbioetanol tersebut lebih murah dibandingkan bahan bakar premium jikadiproduksi secaramasal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variasi campuran bioetanol jagung dengan bahan bakar premium dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor Yamaha Vega R. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dan menggunakan variasi campuran bahan bakar yang terdiri dari: premium murni (100% premium), premium 95% - bioetanol 5%, premium 90% - bioetanol 10%, premium 85% - bioetanol 15%. Dalam penelitian ini variabel kontrolnya meliputi putaran 1500 rpm, 300 rpm, 4500 rpm, 6000 rpm, 8000 rpm untuk melihat perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang meliputi gas CO dan HC. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar campuran bioetanol jagung pada premium maka konsumsi bahan bakar semakin lama waktu pembakarannyadengan batasan bahan bakar 10 ml dan emisi gas buang CO dan HC semakin menurun. Konsumsi bahan bakar yang paling lama waktunya yaitu pada premium 85% - bioetanol 15% dengan waktu maksimum selama 512,33 detik dan yang paling cepat pada premium 100% dengan waktu maksimum selama 214,33 detik dalam 10 ml bahan bakar. Gas CO menunjukan terendah pada premium 85% - bioetanol 15% menghasilkan 0,206% dan tertinggi pada premium 100% menghasilkan 0,813%. Sedangkan gas HC menunjukan terendah pada premium 85% - bioetanol 15% menghasilkan 73,66 ppm dan tertinggi pada premium 100% menghasilkan 158,33 ppm. Pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang CO dan HC terhadap variasi campuran bioetanol jagung dengan bahan bakar premium. Dengan demikian ada beberapa saran yang di paparkan yaitu: Perlu dikembangkan penggunaan sumber energi alternatif terutama jenis alkohol yang memiliki persedian yang cukup banyak dan cukup mudah untuk dikembangkan, sebagai referensi, pengetahuan dan wacana yang berkaitan dengan dunia otomotif, dan perlu adanya pengembangan lebih lanjut untuk penelitian berikutnya. ABSTRACT Sabara, David Eli. 2015. The Influence of Corn Bioethanol Mixed with Premium toward Fuel Consumption and Gas Emission on Yamaha Vega R. Thesis, Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Sukarni, S.T., M.T. (2) Ir. Drs. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.MPd., M.M. Key Words: Corn Bioethanol, Fuel Consumption, Gas Emission Day by day, the number of human are growing up, so does the era, it becomes more modern. It is also followed by the increasing of energy needed because the numbers of people who use the energy are also increasing. Fossil fuel which are usually used by people for their daily needed finally will run out. The continuity of fossil fuel consumption will cause at least two serious impacts. (1) Economic factor, it is related to the availability of the fossil fuel in the following decade. The problems are in supply, cost, and fluctuation. (2) The emission will also make pollution to the environment. The pollution also has direct or indirect impact to human’s health. There are still some people try to find the solution of this problem, one of the example is providing the new version or modification of fuel to replace fossil fuel (premium), that is corn bioethanol. Bioethanol which made of sugar cane, cassava, corn, sweet potato, and sago palm usually has a low cost, so that it is pretty sure that the bioethanol fuel is cheaper than premium. The aim of this research is that to know whether the mixture of corn bioethanol with premium will influence the fuel consumption and gas emission on Yamaha Vega R or not. This is experimental research. The variations of the mixtures are: pure premium (100% premium), premium 95% - bioethanol 5%, premium 90% - bioethanol 10%, premium 85% - bioethanol 15%. The control variables used in this research are 1500 rpm 300 rpm, 4500 rpm, 6000 rpm, and 8000 rpm. To see the difference of fuel consumption and gas emission include CO and HC. The result of this research shows that the more corn bioethanol mixed with premium, the fuel consumption with a longer burning process of 10 ml fuel and the gas emission CO and HC goes down. The slowest fuel consumption is in premium 85% - bioethanol 15% with the maximum time 512.33 seconds, and the fastest fuel consumption is in 100% premium with maximum time 214.33 seconds in 10 ml fuel. CO shows the lowest emission in premium 85% -bioethanol 15% and producing 0.206%, and the highest emission is in premium 100% producing 0.813%. While HC shows the lowest emission in premium 85% - bioethano 15% and producing 73.66 ppm, and the highest emission is in premium 100% producing 158.33 ppm. So, it can be concluded that there was a difference of fuel consumption and CO & HC emission because of the mixture of corn bioethanol and premium. Based on the conclusion, there was some suggestions for this case, they are: we need to provide alternative energy especially using alcohol because alcohol is quite much and easy to modify. As a reference, knowledge which related to automotive needs to be developed for the next research
