1,720,964 research outputs found
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AN-NADZIR DI KAMPUNG BUTTA EJAYYA KEL. ROMANGLOMPOA KEC. BONTOMARANNU KABUPATEN. GOWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang “Konsep Pendidikan Islam menurut An-Nadzir di kampung Butta Ejayya Kel. Romang Lompoa Kec. Bontomarannu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan”.
Fokus peneliti yang akan diuji dalam penelitian 1). Apa konsep dasar An-Nadzir ; 20 Bagaimana konsep pendidikan islam menurut An-Nadzir; 3) Apa yang menyebabkan jamaah An-Nadzir tidak memasukkan anak-anak mereka ke dalam sekolah umum.
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif (qualitative research). Dalam pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan analisis reduksi data, penyajian data dan verivikasi.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1). Konsepnya tidak terlepas dari Al-Qur’an dan Hadits, selain dari itu jamaah An-Nadzir mengatakan juga bahwa selain dari al-Qur’an dan hadits mereka mendapatkan petunjuk pada datangnya lailatul qadar. 2). Pendidikan di dalam An-Nadzir sangat berbeda dengan yang formal karena memakai kurikulum tersendiri; 3). Jamaah An-Nadzir hanya mengajarkan beberapa mata pelajaran saja yaitu matematika, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Dan yang paling utama diajarkan adalah bisa membaca dan menghafal al-Qur’an
Upaya Guru Tahfidz Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Tahfidzul Qur’an
ABSTRAK
Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam mengajar dan mendidik siswanya. Selain itu, guru juga mempunyai peran sebagai pembimbing dalam memberikan dorongan dan motivasi kepada siswanya untuk disiplin dalam menghafal Al-Qur’an. Dalam penelitian ini membahas tentang upaya guru tahfidz dalam meningkatkan kedisiplinan belajar tahfidzul Qur’an pada siswa kelas VII di SMP Ma’had Al-Ihsan Gowa |
Metodologi dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru tahfidz. Sedangkan informannya adalah kepala sekolah, dan siswa-siswinya. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif yaitu reduksi data, model data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan.
Penelitian menunjukkan Guru Tahfidz telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan belajar tahfidzul Qur’an pada siswa. Ada tiga ranah upaya yang telah dilakukan guru. Pertama, upaya guru terhadap siswa antara lain a) Menjelaskan, memahamkan dan menerapkan adab-adab tilawah dan tahfidzul Qur’an (disiplin adab), b) Memulai pelajaran dengan wudhu, datang ke tempat/majelis tepat waktu (disiplin waktu), c) Memberikan target yang jelas terkait pencapaian hafalan siswa agar hafalan tuntas selesai sesuai KKM (disiplin hafalan). Kedua, upaya guru terhadap wali murid yaitu memberikan buku pantauan hafalan Al-Qur’an untuk wali murid agar orang tua terus memantau hafalan anaknya. Ketiga, upaya guru terhadap wali kelas yaitu dengan pemberian informasi mengenai keadaan siswa dan profil guru tahfidz
PENGARUH MAHASISWA KAMPUS MENGAJAR TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SISWA DI KELAS VA DAN VB UPTD SDN 15 JAWI-JAWI KECAMATAN BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Mahasiswa Kampus Mengajar terhadap peningkatan literasi siswa kelas VA dan VB di UPTD SDN 15 Jawi-Jawi Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya tingkat literasi siswa di sekolah dasar serta pentingnya pengembangan keterampilan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara sebagai fondasi utama pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VA dan VB yang berjumlah 38 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, dengan analisis menggunakan regresi linear sederhana berbantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan program Mahasiswa Kampus Mengajar terhadap peningkatan literasi siswa, ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan koefisien korelasi (R) sebesar 0,644 yang berarti terdapat hubungan cukup kuat. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,414 menunjukkan bahwa 41,4% variasi peningkatan literasi dipengaruhi oleh kehadiran Mahasiswa Kampus Mengajar, sedangkan sisanya 58,6% dipengaruhi faktor lai
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PERPADUAN TEORI DAN PRAKTEK PADA SISWA
ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang Peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dengan perpaduan teori dan praktek pada siswa kelas V SDN No. 68 Center Galesong II kab. Takalar. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui perubahan hasil belajar PAI pada siswa kelas V SDN No. 68 Center Galesong II yang menerapkan dan yang tidak menerapkan Perpaduan teori dan praktek. 2) Mengetahui peningkatan hasil belajar PAI Pada siswa kelas V SDN No. 68 Center Galesong II yang menerapkan perpaduan teori dan praktek.
Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif dengan metode penelitian quasi experimental design dengan desain penelitian non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN No. 68 Center Galesong II Kab. Takalar yang berjumlah 35 Siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik sampling jenuh, yang terpilih menjadi kelas eksperimen adalah kelas V.b sebanyak 17 siswa dan yang terpilih menjadi kelas kontrol adalah kelas V.a sebanyak 18 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Teknik Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistiik inferensial.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan Perpaduan Teori dan Praktek ada Peningkatan dalam hasil belajar Siswa pada mata pelajaran PAI di SDN No. 68 Center Galesong II kab. Takalar. Dengan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas yang diajar menggunakan metode ceramah adalah 66 dan masuk ke dalam kategori sedang dari 18 siswa. Sedangkan hasil belajar siswa pada kelas yang diajar dengan menggunakan Perpaduan Teori dan Praktek adalah 77,88 dan masuk ke dalam kategori tinggi dari 17 siswa. Hasil statistik inferensial menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh yaitu thitung 3.460> ttabel 1.692 dan signifikansi (0,002 < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa Perpaduan Teori dan Praktek efektif dalam Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SDN No. 68 Center Galesong II kab. Takalar
KONSEP KHALIFAH MENURUT H.M. QURAISH SHIHAB DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM
ABSTRAK
Khalifah ialah pemimpin tertinggi umat Islam atau disebut juga dengan imam A’zhom yang sekaligus menjadi pemimpin negara Islam atau lazim juga disebut dengan khalifatul muslimin, maka harus mampu mengembangkan pendidikan Islam dan mampu mendorong masyarakatnya untuk mengedepankan pendidikan yang berbasis Islami dengan cara membangun lembaga-lembaga pendidikan Islam.
Rumusan Masalah;1. Bagaimana pendapat M.Quraish Shihab tentang konsep khalifah?, 2. Bagaimana implikasi konsep khalifah menurut M. Quraish Shihab terhadap pendidikan Islam?
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktifitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupunkelompok.
Dalam memperoleh data, fakta dan informasi yang akan melengkapkan dan menjelaskan permasalahan dalam penulisan proposal skripsi, penulis menggunakan metode deskriptif yang didukung oleh data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, dapat dipahami Khalifah menurut M. Quraish Shihab terbagi dalam bentuk tunggal dan bentuk plural.Dalam bentuk tunggal terulang dua kali dalam al-Qur‟an, yaitu dalam Al-Baqarah ayat 30 dan Shad ayat 26.Dan bentuk plural itu terdapat dalam dua bentuk, yaitu khala‟if dan khulafa.Implikasi dari konsep khalifatullah menurut M. Quraish Shihab terhadap pendidikan Islam yaitu pendidikan Islam harus lebih memperhatikan penyusunan rancangan program pendidikan yang dijabarkandalam kurikulum. Dan Implikasi Konsep khalifatullah menurut M. Quraish Shihab terhadap dasar-dasar dan tujuan pendidikan Isla
ASAS PENDIDIKAN ISLAM
ABSTRAK
Setiap usaha, kegiatan dan tindakan yang disengaja untuk mencapai suatu tujuan, harus mempunyai landasan tempat berpijak yang baik dan kuat. Oleh karena itu, pendiidkan Islam sebagai suatu usaha membentuk manusia sesuai ajaran agama Islam, maka harus mempunyai landasan ke mana semua kegiatan dan semua perumusan tujuan pendidikan Islam itu dihubungkan. Secara bahasa, kata ”asas” bermakna (1) dasar (sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat); (2) dasar cita-cita (perkumpulan atau organisasi); dan (3) hukum dasar. Dasar adalah pangkal tolak suatu aktivitas. Di dalam menetapkan dasar suatu aktivitas, manusia selalu berpedoman kepada pandangan hidup dan hukum-hukum dasar yang dianutnya, karena hal ini yang akan menjadi pegangan dasar di dalam kehidupannya. Fungsi dasar ialah memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai. Setiap negara mempunyai dasar pendidikannya sendiri. Ia merupakan cerminan falsafah hidup suatu bangsa dan negara. Berdasarkan kepada dasar itulah pendidikan suatu bangsa disusun. Pendidikan Islam sebagaimana diketahui adalah pendidikan yang dalam pelaksanaannya berdasarkan pada ajaran agama Islam, maka asas pendidikan Islam adalah akidah Islam. Asas pendidikan Islam inilah yang akan berpengaruh dalam penyusunan kurikulum pendidikan, sistem belajar mengajar, kualifikasi guru/dosen, budaya yang dikembangkan dan interaksi di antara semua komponen penyelenggara pendidikan. Jadi, perbedaan pendidikan Islam dengan pendidikan lainnya, ditentukan oleh adanya dasar atau asasnya. Jika pendidikan lainnya didasarkan pada pola pemikiran yang sekuler dan imperistik semata, maka pendidikan Islam selain menggunakan pertimbangan rasional dan data empiris, juga berdasarkan pada al-Quran, al-Sunnah, pendapat ulama, serta warisan sejarah
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MUTU PENDIDIKAN SISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 KELAS II MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK
Pandemi Covid-19 menyebabkan sistem kehidupan masyarakat berubah termaksud sistem pendidikan mengalami dampak adanya pandemi tersebut. Proses pembelajaran dilakukan dari rumah melalui pemanfaatan media online untuk mencegah penyebaran virus corona. Banyak kendala dan tantangan yang dihadapi oleh guru maupun siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut sehingga berdampak pada mutu pendidikan siswa pada pelajaran Akidah Akhlak.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti membuat rumusan masalah berikut: (1) Bagaimana implementasi pembelajaran daring terhadap mutu Pendidikan siswa di masa pandemi Covid-19 kelas II mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Makassar? (2). Bagaimana upaya guru meningkatkan mutu Pendidikan siswa di masa pandemi Covid-19 kelas II mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Makassar? Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1). Untuk mengetahui implementasi pembelajaran daring terhadap mutu Pendidikan siswa di masa pandemi Covid-19 kelas II mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Makassar. (2). Untuk mengetahui upaya guru meningkatkan mutu Pendidikan siswa di masa pandemi Covid-19 kelas II mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Makassar.
Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1). Implementasi pembelajaran daring dirasa belum efektif sebab guru sulit memantau perkembangan siswa dalam belajar, guru maupun siswa belum memiliki kemampuan yang optimal dalam menggunakaan teknologi, kouta yang terbatas dan jaringan yang kurang lancar sehingga ada keterbatasan bagi guru untuk membangun komunikasi dengan siswa. (2). Upaya guru dalam meningkatkan mutu pendidikan siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 2 Makassar adalah memanfaatkan secara optimal media pembelajaran yang ada untuk share bahan ajar, KI/KD, jadwal kelas dan memonitoring siswa secara langsung melalui group kelas, menjalin kerjasama dengan orang tua siswa, dan mempersiapkan rancangan pembelajaran dengan sebaik-baiknya sehingga memudahkan siswa dapat mengerti dan memahami dengan baik materi yang diajarkan
DAMPAK PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk Mengetahui Pembelajaran Daring Siswa di MTs. DDI Galesong Baru Makassar. 2) Untuk Mengetahui Dampak Pembelajaran Daring Terhadap Motivasi Belajar Siswa di MTs. DDI Galesong Baru Makassar.
Jenis penelitian ini adalah Mixed methods reseach pengumpulan data Kualitatif dan Kuantitatif secara bersama-sama dalam satu penelitian. metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa angket/koesioner, Wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. DDI Galesong Baru Makassar yang berjumlah 52 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan persentase.
Hasil penelitian ini yang terbagi atas beberapa indikator yang menunjukkan hasil beragam. Dari hasil penelitian yang telah saya lakukan ditemukan bahwa : (1) Pembelajaran daring siswa di MTs. DDI Galesong Baru Makassar berada pada kategori sedang (36,67%). Dengan Beberapa Indikator sebagai berikut: Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, Perilaku guru saat mengajar, Interaksi antara guru dan siswa, Keaktifan siswa dalam pembelajaran, Reaksi tugas pembelajaran jarak jauh. (2) Dampak pembelajaran daring terhadap motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang (53%). Dengan Beberapa Indikator sebagai berikut: Tekun dalam menghadapi tugas, Ulet dalam menghadapi kesulitan, Menunjukkan minat, Senang kerja mandiri, Cepat bosan karena tugas-tugas rutin, Dapat mempertahankan pendapatnya
PENGARUH KEGIATAN KULTUM TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING SISWA
ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini berawal dari kondisi siswa yang masih kurang percaya diri dalam berbicara di depan umum, sehingga diperlukan suatu metode yang dapat membantu mengembangkan keterampilan berbicara secara efektif.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Apakah ada Pengaruh Kegiatan Kultum Terhadap Peningkatan Public Speaking Siswa Kelas XI di MA DDI Nurussalam Lassa-Lassa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kegiatan Kultum Terhadap Peningkatan Kemampuan Public Speaking Siswa Kelas XI di MA DDI Nurussalam Lassa-Lassa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen sebanyak 20 siswa dan kelas kontrol sebanyak 18 siswa. Instrumen penelitian berupa Tes yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t dengan bantuan program SPSS Version 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada saat pretest. Hal ini menandakan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif sama. Namun, pada posttest ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Rata-rata nilai kelompok eksperimen naik dari 41,65 menjadi 78,45 sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 46,06, menjadi 68,00 Hasil uji-t dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Kesimpulannya adalah kegiatan kultum berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan public speaking siswa. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian siswa untuk tampil berbicara di depan umum, tetapi juga mengasah kemampuan mereka dalam menyusun gagasan, memilih bahasa yang tepat, serta menyampaikan pesan secara terstruktur dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan kultum dapat dijadikan salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan komunikasi siswa di Madrasah
MPLEMENTASI FUNGSI GURU SEBAGAI EVALUATOR DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Penelitian ini merupakan uraian dari hasil kajian tentang “Implementasi fungsi guru sebagai evaluator dalam pros pembelajaran pada SD Negeri Rappocini Makassar Kelurahan Buakana Kecamatan Rappocini. Dengan pokok permasalahan: Bagaimana bentuk pelaksanaan atau implementasi guru sebagai evaluator di SD Negeri Rappocini Makassar, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru, dan upaya yang dilakuakan oleh guru dalam melaksanakan evaluasi peserta didik dalam proses pembelajaran.
Dalam penelitian penulis menggunakan metode dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan perpustakaan. Pada dasarnya, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data akurat, dari hasil pengumpulan data di lapangan, selanjutnya data tersebut dianalisa dengan tehnik induktif, deduktif , persentase dan komparatif.
Berdasarkan dari hasil analisa dapat diketahui bahwa implementasi fungsi guru sebagai evaluator dalam proses pembelajaran pada SD Negeri Rappocini Makassar Kelurahan Buakana Kecamatan Rappocini yaitu berlangsung baik walaupun belum mencapai tingkat sangat maksimal artinya masih ada proses evaluasi yang tidak menyeluruh kepada peserta didik. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa bahwa keberhasilan implementasi fungsi guru sebagai evaluator dalam proses pembelajaran pada SD Negeri Rappocini Makassar Kelurahan Buakana Kecamatan Rappocini sangat menjadi penentu keberhasilan pendidikan yang selama ini kita pahami sebagai masa depan bangsa, pendidik menjadi penentu masa depan generasi selanjutnya. Yaitu kenerasi yang cerdas dan bertakwa kepada Allah SW
- …
