465 research outputs found

    Millenaire de la Mosquee-Universite d’el Azhar

    No full text
    page, Plate 1: History of Cairo and al-Azhar - plans of al-Azhar and surrounding area in 1940 and the 1000 years previou

    Dato' Professor Dr. Zul Azhar Zahid Jamal new UniMAP Vice Chancellor

    No full text
    Kementerian Pendidikan Tinggi (KPT) mengumumkan pelantikan Dato’ Profesor Dr. Zul Azhar Zahid Jamal sebagai Naib Canselor Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), bagi menggantikan Brig. Jen. Datuk Prof. Emeritus Dr. Kamarudin Hussin yang telah tamat kontrak pada 10 Februari 2016 lalu

    Millenaire de la Mosquee-Universite d’el Azhar

    No full text
    page, Plate XII: rendering of a night celebration at al-Azhar after proposed works are complete

    Optimalisasi Kemampuan Membaca untuk Meningkatkan Kemahiran Menulis Dalam Bahasa Mandarin Mahasiswa Prodi Tiongkok Universitas Al Azhar Indonesia

    No full text
    Learning writing skills in Mandarin is often something that is feared and less desirable because of the level of difficulty, because it requires a learning method that can overcome the obstacles faced by learners in this proficiency. This research seeks to provide an alternative method of learning to write by optimizing students' reading abilities. By using a qualitative approach, the author tries to optimize the reading of Chinese texts in learning activities to improve students' writing skills. From the results of this study, it is known that by providing more reading input, students also have more knowledge regarding the topic of writing and its development, better vocabulary mastery and understanding of good writing methods/methods so that it has a positive impact on the development and improvement of writing skills of students in MandarinKeywords – Mandarin, Writing Skills, Reading Abilities, Optimizing.

    Implementasi Konsep Perbuatan Baik dan Buruk di MA Al Azhar Citangkolo

    No full text
    From the discussion above, related to the analysis of the Application of Good and Bad Deeds in MA Al Azhar Citangkolo carried out by the school in learning activities. Where the application of ethics and morals in everyday life is embodied in a disciplined attitude that is applied jointly to students, teachers, and employees, as well as all school stakeholders at MA Al Azhar Citangkolo Banjar City. The strategy in implementing moral education in developing character education at MA Al Azhar Banjar City is carried out in class. Evaluation of the results and process of implementing moral education in the development of character education at MA Al Azhar Banjar City, that evaluation of the implementation of moral education at the end of the semester and also every day in students' daily lives. Qualitative research methods, with a descriptive analytical approach the author uses in this study

    Pendidikan akhlak dalam tafsir al-azhar surah an-nuur ayat 30 dan 31 karya Hamka

    No full text
    Siti Fatimah. 2018. Pendidikan Akhlak Dalam Tafsir Al-Azhar Surah An-Nuur Ayat 30 dan 31 Karya Hamka. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: (I) Dr. H. Abd. Basir, M. Ag, (II) Dr. Hairul Hudaya, M. Ag. Dari kemungkinan yang terlihat masih banyak teori-teori yang diberikan, sedangkan dalam hal praktek masih belum bisa terlaksanakan sepenuhnya. Sangat disayangkan banyak para pemuda-pemudi yang berintelektual tinggi, akan tetapi mengumbar kesenangan dunia yang pada hakikatnya adalah pintu yang menuju perzinaan yang akan mengantarkan pada kemurkaan Allah. Seharusnya mereka itu menjadi pemuda-pemudi yang tangguh, yang berintelektual dan berakhlak. Melihat realitas pendidikan sekarang kebanyakan seorang pendidik hanya mementingkan dari segi intelektualitasnya saja, tetapi tidak dari segi akhlak. Masih banyak produk-produk pendidikan kita menghasilkan orang-orang yang korupsi, suka bertengkar, bahkan pergaulan bebas dimana-mana. Rumusan masalah pada penelitian ini ada dua yaitu pertama, bagaimana pendidikan akhlak dalam tafsir al-Azhar. Kedua, apa materi pendidikan akhlak dalam tafsir al-Azhar surah an-Nuur ayat 30 dan 31. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) yang menjadikan tafsir al-Azhar sebagai bahan rujukan utama. Adapun teknik pengumpulan data adalah survey kepustakaan yaitu menghimpun beberapa jumlah buku yang bersangkutan, studi literatur menelaah dan mengkaji isi buku yang berhubungan dengan objek. Teknik analisis dan analisis data yaitu mengklasifikasi data ke dalam jenisnya masing-masing dan menarik kesimpulan dari berbagai macam pendapat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dalam tafsir al-Azhar meliputi akhlak kepada Allah, rasulullah, diri sendiri, antarsesama manusia, makhluk dan lingkungan sekitarnya. Materi pendidikan akhlak dalam tafsir al-Azhar surah an-Nuur ayat 30 dan 31 mencakup menjaga pandangan, menjaga kehormatan diri, tidak berlebihan dalam berhias, dan menutup aurat. Tujuan pendidikan akhlak dalam surah An-Nuur ayat 30 dan 31 bertujuan untuk ketentraman dalam pergaulan, kebebasan yang dibatasi oleh aturan syara’, penjagaan yang mulia kepada setiap pribadi, baik laki-laki maupun perempuan, membawa manusia naik ke atas puncak kemanusiaan, bukan membawanya turun ke bawah, menghilangkan ciri-cirinya sebagai insan. Sedangkan metode yang digunakan dalam tafsir al-Azhar surah an-Nuur ayat 30 dan 31 menurut analisis penulis ada dua, metode nasihat dan metode amtsal, meskipun tidak terlihat jelas di dalam tafsir al-Azhar tersebut

    The Intellectual Representative of the School of objective Criticism: Azhar Ghouri: مکتبۂ معروضی نقد ونظر کا فکری نمایندہ: اظہر غوری

    No full text
    Object oriented approach of criticism has its roots in post continental philosophies based on perdiction and vision. Azhar Ghouri has strong advocacy for universalization of values and global adaptation of critical thinking styles. He believes in sublimity of Art and architecture regardless of classic or modern as a label for critical analysis. He believes in exploration of ideas and vision with insight in any piece of literature beyond its mechanical structure. Colonialism, exploitation, industrialisation, hunger, fear, shelter, peace and justice are controversial in global village according to A. G which needed to be reflected in art and literature in modes of individual’s interest. Author of this artical has explored gross root level realities and fundamental beliefs of object oriented approach in literary works of A.G. The agitation through pen has always been an eye opener initiative to stimulate the reader same has been highlighted by the author in the artical. Reference: Azhar Ghori ,do tehzibo ki dohri maanwiyat kay hamil afsanay,mazmoon mashmoola,jahan e rang o boo,az nayar aqbal alwi,Lahore,multi media,affairs,2005,s 7. Azhar Ghori,Nazriyati murassa kaar afsaana nigar,Sami Ajaow,gair muratba,19 July,2023 Azhar Ghori,Takhliqi shaoor ki Shairi,Ghair muratba,2002. Azhar Ghori,Awam dushman nizam ko badalnay ka muharak,,nukta nazer ,mutbuaa ,haft rooza,siraat ,2009. Azhar Ghori,ghair mutboowa mazmmon,2021. Azhar Ghori ,Tareikhi shasoor ki hamil shairi,ghair mutbuaa,16 junauary,2023. Azhar Ghori,Sufaid jhoot,Dr uzma aziz khan kay shahkaar afsanchay,Lahore ,multi media affairs,2023,s.107

    TOLERANSI PERSPEKTIF HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR

    No full text
    The aim of this research is to explain tolerance from Hamka\u27s perspective which the author found in Tafsir Al-Azhar. This paper finds the principles of tolerance in Hamka\u27s Tafsir Al-Azhar. Tafsir Al-Azhar is a commentary on Hamka\u27s work which focuses more on the adâbi ijtimâ\u27i interpretation style. This can be seen in the explanation in Tafsir Al-Azhar regarding the principles of tolerance, such as: Compassion and good behavior between religious communities (Q.S. al-Fâtihah/1: 1), freedom of religion (Q.S. al-Baqarah/2: 256; al-Kahfi/18: 29), Enable tolerance amidst diversity, (Q.S. al-Hujurât/49: 13, Mutual respect between religious communities, (Q.S. al-Baqarah/2: 62). This research uses an approach literature (library research). The research method used in this scientific work is qualitative research methods. As for the review of the study of the interpretation of the al-Quran, this research is classified as a variety of thematic interpretations or maudhû\u27î. The conclusion in this research is that tolerance Hamka in Tafsir Al-Azhar promotes the paradigm of tolerance between religious communities, that in social life there are various kinds of differences such as ethnicity, race, language, culture, customs and also religion. In facing these differences, a person must have an attitude of tolerance so that social life remains united and not divided. With an attitude of tolerance, a person can invite peace towards other religions and give freedom to followers of certain religions in choosing a religion according to their respective beliefs without any coercio

    Penerapan Fun Tahsin di Rumah Quran Al-Azhar AlSyarif Jalan Manarap Tengah Kabupaten Banjar

    No full text
    Ahmad Baihaqi, 2018. Penerapan Fun Tahsin di Rumah Quran Al-Azhar AlSyarif Jalan Manarap Tengah Kabupaten Banjar. Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing Bidang Konten dan Metodologi Bapak Dr. H. Abdul Basir, M.Ag dan Pembimbing Bidang Bahasa dan Teknik Penulisan Bapak Drs. H. Suriagiri, M.Pd. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh kenyataan yang terjadi di masyarakat menunjukkan bahwa kebanyakan anak-anak memang menguasai teori ilmu tajwid, tetapi ketika diminta mempraktekkan bacaan Alquran mereka belum mampu membacanya secara fasih. Dengan berdirinya Rumah Quran Al-Azhar Al-Syarif bisa meringankan permasalahan yang dihadapi tentang banyaknya anak-anak yang belum bisa mambaca Alquran dengan baik dan benar. Rumah Quran Al-Azhar AlSyarif merupakan rumah Quran yang sistem pembelajarannya dibagi menjadi tiga sif, yaitu sif malam 1, malam 2, sif sore dan memiliki program unggulan yang tidak dimiliki oleh rumah Quran yang lain. Diantara program unggulan yang dimiliki Rumah Quran Al-Azhar Al-Syarif adalah ta’lim harian Fun Tahsin. Skripsi ini mengemukakan tentang penerapan Fun Tahsin dengan fokus penelitian bagaimana penerapan Fun Tahsin yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi beserta faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi faktor penunjang dan faktor penghambat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Subjek penelitian 1 orang ustadz yang mengajar Fun Tahsin dan 6 orang santri. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan Fun Tahsin dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Fun Tahsin di Rumah Quran Al-Azhar Al-Syarif. Dalam mengumpulkan datanya menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa penerapan Fun Tahsin meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan sebelum mengajar Fun Tahsin yaitu mempersiapkan materi dan mempersiapkan lagu untuk materi yang akan diajarkan. Pelaksanaan Fun Tahsin dibagi menjadi tiga tahapan kegiatan yaitu awal, inti, dan akhir. Kegiatan awal ustadz memulai dengan mengucap salam, menanyakan kabar, membaca istighfar, dan membaca surah al-Fatihah. Kagiatan inti ustadz melakukan langkah-langkah pembelajaran yaitu ustadz membacakan, melagukan, melatih membaca, memberikan pemahaman materi dan menunjuk santri untuk menghafalkan dan menyetorkan. Metode yang digunakan yaitu metode audiolingual. Media yang digunakan yaitu mikropon, papan tulis dan lain-lain. Materi yang diajarkan yaitu memilih materi yang dianggap lebih mudah untuk diajarkan. Kegiatan akhir ustadz melakukan kegiatan post test, membaca surah al-Ashr, membaca doa senandung Alquran dengan terjemahnya, dan ditutup dengan mengucapkan salam. Evaluasi Fun Tahsin yaitu dengan bentuk evaluasi formatif dan sumatif dengan menggunakan teknik tes es lisan. Faktor penunjang yaitu kemampuan mengajar ustadz dan sarana prasarana dan faktor penghambat yaitu santri yang datang terlambat dan ruang belajar yang sempit

    KONSEPTUALISASI AJARAN TASAWUF BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHAR

    No full text
    ABSTRAK Buya Hamka is a preacher and mufassir who spreads his message through teaching modern Sufism, where modern Sufism is a new breakthrough among Sufism developed by Sufis. Buya Hamka also has a phenomenal work, namely Tafsir Al-Azhar, which also contains modern Sufism teachings in his interpretation. This journal aims to find out Hamka's conceptual interpretation which is in synergy with Sufistic da'wah in the practical application of Islamic da'wah. The method used in this research is qualitative-descriptive with a content analysis approach, namely the author attempts to study and analyze whether there is a connection between the Sufistic verses in Al Azhar's interpretation and the Sufism verses that he quotes in his lecture. The findings from this study are that in Al-Azhar Buya Hamka's tafsir explains more the meaning of the isyarah, while Buya Hamka's oral tafsir in his lecture looks different, this can be seen from the verses which summarize verbally in Buya Hamka's Sufism lecture, he quoted a verse from the Koran and explained the meaning of the verse in accordance with its natural meaning, which shows that Buya Hamka's oral interpretation in his lecture seemed to stand alone without being based on it. Buya Hamka's written interpretation is Tafsir Al Azhar. Keywords: Preaching, Sufism, Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar. Abstrak Buya Hamka merupakan salah satu pendakwah dan sekaligus mufassir yang menyebarkan dakwahnya lewat pengajaran tasawuf modern, yang mana tasawuf modern ini merupakan terobosan baru di antara tasawuf yang dikembangkan para sufi. Buya Hamka juga memiliki sebuah karya fenomenal yaitu tafsir Al-Azhar, yang terdapat juga pengajaran tasawuf modern didalam tafsirnya. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Hamka secara konseptualisasi yang bersinergi dengan dakwah sufistik dalam penerapan dakwah Islam praktis. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten, yaitu penulis berupaya untuk mengkaji dan menganalisa apakah ada keterkitan antara ayat-ayat sufistik didalam tafsir Al-Azhar dan ayat-ayat tasawuf yang beliau kutip dalam ceramahnya. Adapun hasil temuan dari kajian ini adalah, bahwa dalam tafsir Al Azhar Buya Hamka lebih banyak menjelaskan makna isyarahnya, sedangkan tafsir oral Buya Hamka dala, ceramahnya terlihat berbeda, hal ini terlihat dari ayat-ayat yang ditafsirkan secara oral didalam ceramah tasawuf Buya Hamka, beliau mengutip ayat Al-Quran dan menjelaskan makna dari ayat tersebut sesuai dengan makna lahiriyahnya, yang mana terlihat bahwa tafsir oral Buya Hamka dalam ceramahnya terkesan berdiri sendiri tanpa mendasari dengan tafsir tulis Buya Hamka yaitu Tafsir Al-Azhar. Kata kunci: Dakwah, Sufistik, Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar
    corecore