2 research outputs found

    KETERSEDIAAN AIR SUNGAI CIKUKULU DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN AIR DOMESTIK PENDUDUK DESA LULUT KECAMATAN KLAPANUNGGAL KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ketersediaan air sungai Cikukulu dapat memenuhi kebutuhan air domestik penduduk Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Januari–Agustus 2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey. Subjek penelitian ini adalah sungai Cikukulu yang airnya digunakan oleh 10 RT penduduk Desa Lulut. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan air sungai Cikukulu mampu memenuhi kebutuhan air domestik penduduk Desa Lulut yang terdiri dari 10 RT. Penduduk di 10 RT Desa Lulut pada tahun 2018 sebesar 4.062 jiwa dengan kebutuhan air domestik 243.720 liter/hari. Debit sungai Cikukulu pada musim penghujan sebesar 83.808.000 liter/hari sedangkan pada musim kemarau sebesar 26.092.800 liter/hari. Maka ketersediaan air sungai Cikukulu pada musim penghujan adalah 83.564.280 liter/hari sedangkan pada musim kemarau adalah 25.849.080 liter/hari. Presentase pertumbuhan penduduk Desa Lulut pada tahun 2016– 2018 sebesar 2,63%, sehingga diproyeksikan penduduk 10 RT Desa Lulut pada 20 tahun mendatang sebesar 6.826 jiwa dengan proyeksi kebutuhan air domestik 409.560 liter/hari. Maka air sungai Cikukulu mampu memenuhi kebutuhan air domestik penduduk 10 RT Desa Lulut pada 20 tahun mendatan

    ANALISA INDEKS KEKERINGAN DENGAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DAN PRODUKTIVITAS SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN INDRAMAYU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kekeringan dan menganalisis produktivitas padi sawah tadah hujan di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisis adalah produktivitas padi sawah tadah hujan di Kecamatan Indramayu, Kecamatan Haurgeulis, dan Kecamatan Gantar dengan satuan kw/ha. Data produktivitas padi dianalisis dengan indeks kekeringan yang didapatkan melalui metode SPI di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Kekeringan di Kabupaten Indramayu mengalami kekeringan yang dimulai dari Bulan Mei sampai dengan Bulan Oktober. Daerah yang rawan bencana kekeringan dalam periode 10 tahun terakhir ialah daerah Poligon Anjatan dengan 33 kali kejadian kekeringan. Bulan Agustus mengalami kejadian kekeringan paling banyak di 3 daerah poligon stasiun hujan. Kabupaten Indramayu memiliki pola tanam pada 2 kali tanam padi dan 1 palawijaya dengan jenis yang bervariasi. Musim tanam pertama padi adalah bulan November-Desember-Januari dan musim tanam kedua Mei-Juni-Juli. Pada periode musim tanam pertama menunjukkan produktivitas yang tinggi, sementara musim tanam kedua menunjukkan penurunan. Pola produktivitas dari masa tanam pertama ke masa tanam kedua rata-rata selama 10 tahun menunjukkan penurunan. Hal ini diikuti juga dengan nilai indeks kekeringan yang pada masa tanam pertama November-Desember-Januari antara norma-sangat basah lalu menjadi agak kering-sangat kering pada masa tanam kedua Mei-Juni-Juli. Kenaikan produktivitas hanya terjadi jika fenomena kemarau basah terjadi yaitu pada masa tanam 2006/2007-2007 di Kecamatan Gantar, masa tanam 2007/2008-2008 di Kecamatan Haurgeulis dan Kecamatan Indramayu, masa tanam 2010/2011-2011 di Kecamatan Indramayu, masa tanam 2012/2013-2013 di Kecamatan Haurgeulis
    corecore