2 research outputs found
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM PEMBUANGAN PADA ENGINE TRAINER TOYOTA AVANZA K3VE VVTI 1300CC
Abstrak Muharom, Afif. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Sistem Pembuangan pada Engine Trainer Toyota Avanza K3-VE VVTI 1300cc. Tugas akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M. Kata Kunci: media pembelajaran, sistem pembuangan, engine trainer, toyota avanza. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini menjadikan teknologi otomotif juga semakin berkembang terutama alat transportasi. Alat transportasi adalah solusi terbaik yang dibuat untuk manusia menuju suatu tempat dengan mudah. Terutama mobil yang sering digunakan untuk mencapai lokasi yang jauh dan pemilik akan dibuat nyaman di perjalanan. Dalam sebuah kendaraan terdapat sistem yang penting sebagai saluran untuk mengeluarkan gas sisa hasil pembakaran. Sistem tersebut adalah sistem emisi gas buang. Sistem emisi gas buang merupakan sistem untuk mengalirkan gas pembakaran dari dalam silinder ke udara luar tampa mengurangi tenaga yang digasilkan motor dan tidak mengganggu lingkungan baik yang berupa polusi suara maupun udara. Di dalam mesin terdapat proses pembakaran, reaksi pembakaran,dan aspek pendukung proses pembakaran untuk menunjang terjadinya emisi gas buang dan dihasilkan emisi gas buang yaitu senyawa hidrokarbon (HC), carbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), oksigen (O2), dan NOX. Untuk memenuhi standar emisi gas buang maka harus memenuhi standar emisi yang berdasarkan peraturan mentri lingkungan hidup, tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru. Proses yang terjadi pada sistem pembuangan mesin Toyota Avanza K3VE VVTI 1300CC yaitu pada saat pembuangan gas hasil pembakaran pada ruang bakar oleh piston di keluarkan ke exhaust manifold yang selanjutnya menyambung ke satu pipa yang selanjutnya dibaca atau dideteksi oleh oksigen sensor untuk memeriksa kandungan gas buang hasil pembakaran pada tiap tiap silinder secara keseluruhan. Selanjutnya setelah melewati pipa yang terdapat oksigen sensor gas buang melewati catalytic converter, dimana catalytic converter ini berfungsi untuk mereduksi NOx (Nitrogen monoksida), CO (Karbon dioksida), dan HC (Hidrokarbon). Setelah melalui catalytic converter gas buang akan masuk kedalam komponen yang dinamakan muffler yang berfungsi mereduksi suara yang dihasilkan oleh hasil pembakaran yang berikutnya tersambung ke tail pipe atau pipa ujung yang biasanya kita dapat lihat langsung dari kendaraan. Komponen sistem emisi gas buang yang bekerja memproses gas sisa hasil pembakaran agar hasil pembakaran tidak berbahaya bagi lingkungan dan udara. Komponen tersebut yaitu Exhaust Manifold, Sensor O2, Down Pipe, Catalytic Converter, Muffler dan Tail Pipe. Exhaust Manifold berfungsi untuk membuang gas sisa dari kepala silinder ke knalpot. Sensor O2 berfungsi untuk mendeteksi sisa hasil pembakaran di saluran Exhaust manifold. Down Pipe berfungsi untuk menghubungkan antara Exhaust Manifold dengan Catalytic Converter yang berfungsi untuk menyaring gas buang supaya lebih ramah lingkungan. Muffler berfungsi untuk mengurangi noise/kebisingan suara yang muncul dari proses pembakaran mesin. Tail Pipe merupakan komponen terakhir yang ada pada sistem emisi gas buang yang berfungsi untuk mengeluarkan gas sisa hasil pembakaran. Dibuatlah Pengembangan Media Pembelajaran Sistem Pembuangan pada Engine Trainer Toyota Avanza K3-VE VVTI 1300cc dengan tujuan untuk mengetahui proses terjadinya sistem pembuangan pada emisi gas buang, komponen- komponen yang terdapat pada emisi gas buang, dan mengetahui cara merawat dan memeriksa komponen emisi gas buang agar terhindar dari kerusakan
NOVEL GRAFIS “WAKTU”
Novel grafis merupakan salah satu bentuk dalam seni komik dan tidak memiliki perbedaan bentuk maupun format yang berbeda dengan buku komik kebanyakan. Bentuk ini sebagai bahan penelitian atau sebagai bentuk karya masih belum banyak di Indonesia. Bahkan di Departemen Pendidikan Seni Rupa sendiri belum ditemukan skripsi yang membahas tema tersebut. Maka penulis membuat karya ini sebagai upaya dalam menambah kuantitas format yang masih sedikit itu. Dalam penciptaannya, penulis membuat skrip cerita terlebih dahulu sebelum diterjemahkan ke bentuk gambar. Ciri khas Jenis komik ini adalah pemilihan tema cerita yang lebih dewasa. Rumusan masalah yang diangkat yaitu konsep berkarya novel grafis “Waktu” dan analisis visual novel grafis “Waktu”. Novel grafis “Waktu” memakai gaya gambar manga, dengan jumlah halaman sebanyak 199 halaman beserta sampul. Skripsi novel grafis “Waktu” berisi anilisis cerita dan analisis visual karya novel grafis “Waktu”. Ditemukan kecenderungan menggunakan jarak pandang medium shot dan sudut pandang eye level angle. Cenderung menempatkan subjek di tengah panel dan tidak memiringkan subjek dalam setiap panelnya. Bentuk panel yang sering digunakan adalah panel tertutup. Sedangkan untuk transisi, intensitas dan hubungan kata-gambar cenderung digunakan teknik aksi ke aksi untuk transisi, menembus pakem untuk intensitas dan berpotongan untuk hubungan kata-gambar. Dengan adanya karya ini diharapkan menambah pemahaman akan novel grafis dan memperkaya jenis komik yang ada di Indonesia.
Kata kunci: Ilustrasi, Komik, Novel Grafis.
Graphic novel is one of form in sequential art and it has no difference appearance or form compare with regular comic book. This theme as reseach subject or as an art work still rarely in Indonesia. Even in Departemen Pendidikan Seni Rupa it self, Has not find out the thesis that worked through it. Then author choosed it mean for increace the quantity of graphic novel. In the way to working on it, author write script first before make the sketch. The most mark in comic is a selection of story’s theme which tend to adult theme. With the formulation of the problem is working concept of graphic novel “Waktu” and visual analisys of graphic novel “Waktu”. Graphice novel “Waktu” uses manga style, with number of pages are 119 pages with cover. The paper of Graphic Novel “Waktu” contains story analisys and visual analisys of graphic novel “waktu”. Find out that author tend to use medium shot technique for shot length and eye level technique for shot angle. Tend to put subject in center and tend to not tilt the image. Closed panel tend to use for panel shape. Whereas for transitions, intensities, and realition of word and picture, Author tend to use action to action for transitions. Through the frame for intensition and slice of for realition of word and picture. With this graphic novel, hope to increase our comprehension about graphic novel.
Keyword: ilustration, comic, graphic nove
