1,725,468 research outputs found

    Interview with Yuyun Suresti

    No full text
    Yuyun Suresti is an Indonesian who studied at Flinders University in 2008-2010. She studied on an Australian Development Scholarship (ADS) and completed a Masters of Anthropology and Sociology. The interview was conducted in English on 26 May 2014 by Dr. Jemma Purdey of Deakin University. This set comprises: an interview recording, and a timed summary

    TARI GANDRUNG ARUM KARYA R. YUYUN KUSUMADINATA

    Full text link
    ABSTRAKTari Gandrung Arum karya R. Yuyun Kusumadinata termasuk ke dalam rumpun tari Kreasi Baru yang diciptakan pada tahun 1978. Proses penciptaan tari dan struktur koreografinya dijadikan sebagai fokus kajian. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskripsi analisis-nya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, do-kumentasi dan studi pustaka. Teknik penelitian dimulai dari pe-ngumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: tari Gandrung Arum diciptakan oleh R. Yuyun Kusumadinata untuk menambah kekayaan tari Sunda dan persiapan acara Festival Penata Tari Muda di TIM Jakarta. Proses kreatif yang dilakukan R.Yuyun Kusumadinata meliputi tahap eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Sikap dan gerak tari Gandrung Arum dipengaruhi oleh sikap dan gerak karya tari R. Tjetje Soemantri, tari keurseus, dan tari topeng Cirebon.  Koreografi tari Gandrung Arum memiliki 10 gerak pokok, yaitu: calik ningkat, langkah keupat longkewang, ngintip, engkek gigir, ngahiap, sumiat, ngati-ngati, pundak soder, galayar ngejat ecek, dan calik ningkat. Kata Kunci: R. Yuyun Kusumadinata, Proses Kreatif, Tari Gandrung Arum.   ABSTRACT.Gandrung Arum Dance by R. Yuyun Kusumadinata, June 2017. Gandrung Arum Dance by R. Yuyun Kusumadinata belongs to a new creations dance group in 1978. The process of dance creation and choreography structure serve as the focus of study. This reseach uses qualitative method and description of its analysis based on lexy J. Moleong theory. Data collection is done through interview, observation, documentation and literature study. The reseach technique starts from data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study are as followers: Gandrung Arum dance was created by R. Yuyun Kusumadinata to increase the wealth of Sundanese dance and preparation of the Young Dance Pencil Festival Jakarta at TMII Jakarta. Creative process conducted R. Yuyun Kusumadinata include exploration, improvisation, and composition. Gandrung Arum dance movements are influenced by the attitude and movement of dance work of R. Tjetje Soemantri, dance keurseus, and Cirebon mask dance. Gandrung Arumdance choreography has 10 principal motions, namely: calik ningkat, longkewang keupat steps, ngintip, gigir ngek, ngahiap, sumiat, ngati-ngati, soder shoulder, galail ngejat ecek, and calik ningkat.Keywords: R. Yuyun Kusumadinata, Creative Process, Gandrung Arum Dance.

    Interview with Yuyun Suresti

    No full text
    Yuyun Suresti is an Indonesian who studied at Flinders University in 2008-2010. She studied on an Australian Development Scholarship (ADS) and completed a Masters of Anthropology and Sociology. The interview was conducted in English on 26 May 2014 by Dr. Jemma Purdey of Deakin University. This set comprises: an interview recording, and a timed summary

    Agenda Media Kompas.Com Dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak (Analisis Isi Kuantitatif Pada Kasus Yuyun)

    Full text link
    Media memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi lingkup masyarakat, sebuah isu yang disebarkan oleh media akan menentukan arah pemikiran dan pendapat publik. Agenda media menjelaskan sebuah isu akan dianggap penting oleh masyarakat, apabila isu tersebut dianggap penting oleh media. Melalui berita online setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi dalam bentuk artikel atau video secara digital. Salah satu situs berita online yang dimaksudkan dalam hal ini adalah Kompas.com. Situs Kompas.com menilai isu kekerasan seksual anak pada kasus Yuyun dinilai penting dengan menempatkan sebagian besar artikel kasus Yuyun pada rubrik nasional. Hal ini menjadi sebuah daya tarik, ketika sebuah kasus kekerasan seksual anak yang setelah sekian banyak terjadi dalam lingkup masyarakat. Namun hanya kasus Yuyun yang menjadi sebuah pusat perhatian baik bagi media Kompas.com atau bagi masyarakat. Skripsi ini berjudul “Agenda Media Kompas.com Dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak (Analisis Isi Kuantitatif Pada Kasus Yuyun)”. Memiliki tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui bagaimana agenda media di Kompas.com dalam kasus kekerasan seksual anak pada kasus Yuyun selama periode Mei – Oktober 2016. Penelitian ini berjenis kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan metode analisis isi kuantitatif. Agenda media merupakan sebuah konsep yang dibagi melalui tiga dimensi, yaitu visibility, audience salience, dan valence. Hasil dari penelitian menunjukkan dalam dimensi visibility 57,9% sebagian besar artikel berita membahas tentang Yuyun secara personal didukung dengan ruang pemberitaan Yuyun yang berada pada rubrik nasional dengan jumlah persentase 45,9%. Pada dimensi audience salience menunjukkan 57,1% nilai berita mengarah pada sisi human interest. Kemudian pada dimensi terakhir valence dengan jumlah 51,1% dengan nada pemberitaan favorable terhadap upaya penindakan tegas terhadap tersangka kasus Yuyun dan dilengkapi dengan data dari narasumber yang paling dominan berasal dari pemerintahan dengan jumlah 47,4%

    SK Mengajar Yuyun Umniyatun

    Full text link

    KTI-TKV-202115-1805033030- YUYUN RISTANTY

    No full text
    Penyakit jantung rematik merupakan kelainan katup jantung yang menetap akibat demam rematik akut sebelumnya. Mitral Stenosis (MS) ditandai dengan obstruksi aliran darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri sebagai akibat dari penyempitan katup mitral. Tujuan penelitian yaitu untuk mendiagnosa MS, mengetahui kategori severitas MS dan menilai severitas MS dengan menggunakan metode pengukuran Mitral Valves Area, Planimetri, Pressure Half Time pada pasien MS. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pada 40 pasien MS yang sudah melakukan pemeriksaan ekokardiografi di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika Kuningan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa Nilai Planimetri, terdapat kategori planimetri mild sebesar 5%, moderate sebesar 20%, dan severe sebesar 75%. Nilai PHT dengan kategori mild sebesar 10%, moderate sebesar 28%, dan severe sebesar 62%. Persentasi diameter LA dilatasi ringan sebesar 20%, dilatasi sedang sebesar 30%, dan dilatasi berat sebesar 50%. Berdasarkan nilai Planimetri dan PHT, Jumlah MS dengan kategori severe (73%) lebih banyak dibandingkan dengan kategori mild (10%), dan moderate (18%). Kata Kunci : Mitral Stenosis, Severitas Mitral Stenosis, Diameter LA, MVA Planimetri, PHT Daftar Pustaka : 24 (2005-2018

    Tiara Yuyun Sari's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Tiara Yuyun Sari's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore