1,721,052 research outputs found

    Rancangan konstruksi afa (amino acid fish aggregation) untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan ikan pelagis besar di indonesia

    Get PDF
    Kegiatan PKM KC ini tim penulis mengembangkan teknologi baru dalam bidang perikanan yang berupa alat pengumpul ikan dengan rangsangan kimiawi ikan terhadap asam amino sebagai medianya. AFA (Amino Acid Fish Aggregation) yang merupakan alat pengumpul ikan yang bekerja memanfaatkan indera penciuman dan pengecapan ikan terhadap suatu rangsangan yang berupa asam amino. Asam amino disebar menggunakan sprayer. Desain ini juga diharapkan dapat diimplementasikan menjadi suatu terobosan yang tepat guna dalam mengumpulkan ikan. Kegiatan dilakukan dengan melakukan kajian teori, melakukan percobaan berdasarkan teori yang ada serta melakukan modifikasi berdasarkan hasil yang diperoleh. Pada akhir kegiatan tim penulis menghasilkan prototipe AFA yang mampu beroperasi dengan cukup baik.Dikt

    Hasil Tangkapan Cumi-Cumi Berdasarkan Warna Lampu Dan Waktu Penangkapan

    No full text
    Penggunaan Cahaya Untuk Penangkapan Ikan Berkembang Sejak Tahun 1930. Penangkapan Ikan Dengan Memanfaatkan Cahaya Sebagai Alat Bantu Umumnya Disebut Dengan Light Fishing. Alat Bantu Tersebut Dapat Diletakkan Di Berbagai Tempat, Salah Satunya Diletakkan Di Dalam Rumpon Portable. Rumpon Portable Merupakan Inovasi Dari Rumpon Tradisional Yang Dapat Dioperasikan Secara Berpindah-Pindah Dan Dalam Berbagai Waktu Operasi. Metode Pengambilan Data Pada Penelitian Ini Dilakukan Secara Experimental Fishing Dengan Menggunakan Pancing Cumi. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Perbedaan Antara Warna Cahaya Lampu Berwarna Biru, Merah Dan Putih Dalam Mengumpulkan Cumi-Cumi Secara Efektif. Penelitian Ini Dilaksanakan Selama 6 Hari, Dan Proses Penangkapan Dilakukan Pada Malam Hari Dengan Total Pengulangan Sebanyak 18 Kali. Hasil Tangkapan Cumi Pada Penelitian Ini Sebanyak 85 Cumi-Cumi Dengan Bobot 18,256 Kg. Jumlah Hasil Tangkapan Pada Cahaya Lampu Berwarna Biru Adalah 9 Cumi-Cumi Dengan Bobot 1,947 Kg, Warna Merah Dengan Jumlah 16 Cumi-Cumi Dengan Bobot 3,183 Kg, Dan 60 Cumi-Cumi Dengan Bobot 13,126 Kg Cahaya Lampu Berwarna Putih

    Analisis Hasil Tangkapan Pancing Ulur (Hand Line) Pada Rumpon Portable Di Perairan Selatan Palabuhanratu, Jawa Barat

    No full text
    Penelitian ini menggunakan rumpon portable, pancing ulur dengan panjang tali cabang 0,9 m; 1,2 m; dan 1,5 m. Tujuan penelitian untuk membuktikan bahwa panjang tali cabang pancing ulur mempengaruhi kinerja alat tangkap secara teknis. Pengambilan data dilakukan melalui experimental fishing di Perairan Samudera Hindia pada posisi 8º07.615ʹ LS-106º24.89ʹ BT dan 8º21.03ʹ LS-106º26.89ʹ BT selama 6 hari. Waktu pemancingan dikelompokkan menjadi pagi dan sore hari. Hasil tangkapan diperoleh sebanyak 176 ekor ikan dengan bobot 379,7 kg, terdiri atas 104 ekor tuna sirip kuning berbobot 254,7 kg, 68 ekor cakalang berbobot 116,1 kg dan 4 ekor lemadang berbobot 8,9 kg. Pancing ulur dengan panjang tali cabang 1,5 m mendapatkan tuna sirip kuning terbanyak, yakni 70 ekor dengan bobot 141,3 kg, atau bobot individu rata-rata 2,83 kg per ekor. Hasil uji-F pada ANOVA memberikan p-value = 0,397 > 0,05; artinya tidak terdapat pengaruh panjang tali cabang secara signifikan terhadap hasil tangkapan yang diperoleh. Selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian menggunakan pancing ulur dengan ukuran mata pancing berbeda pada pemancingan di sekitar rumpon portable

    Penggunaan Stick light terhadap Hasil Tangkapan Pancing Ulur (Hand Line) di Teluk Palabuhanratu Sukabumi.

    No full text
    Perikanan ikan layur (Trichiurus sp) di PPN Palabuhanratu pada umumnya menggunakan alat tangkap pancing ulur. Operasi penangkapan ikan layur dilakukan pada malam hari dengan menggunakan alat bantu berupa stick light. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan perbandingan hasil tangkapan pancing yang menggunakan stick light dan tanpa stick light di PPN Palabuhanratu, serta mengetahui hubungan panjang berat ikan. Analisis yang digunakan adalah analisis komposisi hasil tangkapan, statistik dan analisis hubungan panjang berat. Ukuran panjang dan berat ikan layur yang tertangkap oleh pancing yang menggunakan stick light, memilki ukuran yang lebih besar yaitu 62-67 cm dan 0.192-0.268 kg. Ikan layur yang tertangkap tanpa menggunakan stick light memilki ukuran panjang dan berat yang lebih kecil yaitu 58-62 cm dan 0.144-0.177 kg. Penggunaan stick light pada pancing ulur tidak beda nyata terhadap hasil tangkapan layur. Pola pertumbuhan ikan layur bersifat allometrik negatif

    Karakteristik Biologi Hasil Tangkapan pada Rumpon Portable di Perairan Palabuhanratu Sukabumi, Jawa Barat.

    No full text
    FADs are fishing tools are installed in the sea which serves to lure the fish to gather. Portable FADs is FADs not place in a fixed manner in waters, but it’s used when going to do activity of fishing. The purpose of this research was to analyze the abundance of plankton, analyze the level of maturity of the fish gonads, stomach contents of fish, analyzing and calculating the index of diversity, uniformity, and the dominance of plankton that is around rumpon portable. Location research and data retrieval is in the waters of Palabuhanratu, Sukabumi of West Java. Fish tend to search of food in the area which is rich in resources food he liked .The research was done in 6 days in the waters of palabuhanratu. Total catch of fish are 179 fish with 4 species, 106 yellow fin tuna, 68 skipjack, 4 lemadang, and 1 salem. The highest level of maturity gonad for tuna is TKG I which is not worth catching fish, and skipjack is mostly TKG IV and TKG V which is worth catching fish so that portable FADs is more effective operated for catching skipjack. Composition of food were identified are small fish, shrimp, crustaceans, squid, and crab. The highest abundance of phytoplankton on the 6th day of phytoplankton abundance value of 8.2161 cells/m3 and the highest zooplankton abundances on day 5 of 5,034 individuals/m3 with are dominated by the genus Rhizosolenia sp. The value of the diversity index ranges between 1,016-2,352, uniformity index ranges between 0.489 to 1, and the dominance index plankon ranges between 0.101 to 0.570

    Potensi Wisata Pancing di Taman Nasional Ujung Kulon.

    No full text
    Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) memiliki zona perlindungan bahari yang ditujukan untuk kegiatan wisata alam terbatas. Misi TNUK salah satunya yaitu memanfaatkan sumberdaya alam secara berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka dari itu salah satu upayanya adalah menjadikan sebagian zona perlindungan bahari TNUK sebagai daerah wisata pancing. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi sumberdaya ikan karang terutama ikan target, 2) menentukan daerah di TNUK sebagai lokasi wisata pancing, dan 3) menentukan daya dukung pemanfaatan di lokasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Analisis data yang dilakukan yaitu kelimpahan ikan karang, biomassa ikan karang, kecerahan perairan, kecepatan arus, tinggi gelombang, indeks kesesuaian wisata pancing, daya dukung kawasan, dan daya dukung pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 126 jenis ikan karang yang termasuk kedalam 22 famili (Acanthuridae, Apogonidae, Aulostomidae, Balistidae, Caesionidae, Chaetodontidae, Cirrihitidae, Gobidae, Haemulidae, Holocentridae, Labridae, Lethrinidae, Lutjanidae, Mullidae, Nemipteridae, Pomacanthidae, Pomacentridae, Scaridae, Serranidae, Siganidae, Tetraodontidae, dan Zanclidae). Daerah yang tergolong sesuai berada di lokasi Legon Kadam sedangkan yang tergolong sesuai bersyarat di lokasi Ciapus, Karang Copong, dan Legon Haji. Daya dukung pemanfaatan yaitu untuk lokasi Ciapus 21 orang/hari, Karang Copong 24 orang/hari, Legon Haji 30 orang/hari, dan Legon Kadam 43 orang/hari

    Analisis Teknis dan Ekonomi Perikanan Pancing Layang- Layang di Perairan Banten.

    No full text
    This study aimed to analyze the technical performance of kite fishing units and calculate its productivity and financial analysis of the its operation in the Banten waters. This research was conducted using a case study method and data were collected using purposive sampling method. Technical and financial analysis were used. In this research kite fishing units were divided into two groups, namely the kite fishing units with outboard engine and without engine. Kite fishing units consisted of rollers, rods, lines, kites and baits. There was a kolong-kolong which was functioned to catch fish by using another fish named renyok as baits. Profit from kite fishing units with outboard engine was Rp 24.764.500,00 per year, it was higher than the ones without outboard engine which was Rp 6.982.388,89 per year. Kite fishing units were feasible to be developed, as the value of R/C ratio was 2,54 and 1,70; moreover its pay back period was 2 - 3 month

    Analisis Produksi Cumi-cumi Unit Penangkapan Bouke Ami di PPS Nizam Zachman Jakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknis alat tangkap, produktivitas dan faktor produksi cumi-cumi dari unit penangkapan bouke ami di PPS Nizam Zachman Jakarta. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis teknis, analisis produktivitas serta faktor yang mempengaruhi produksi menggunakan analisis OLS. Alat tangkap jaring bouke ami seluruhnya adalah PE (Polyethylene) dengan bukaan mulut jaring mencapai 15 meter dan panjang jaring mencapai 14 meter. Jaring menggunakan tiang gawang dengan bahan bambu sepanjang 17 meter. Fishing ground unit penangkapan bouke ami terletak di perairan pulau Bangka hingga Selat Karimata. Penurunan produktivitas terbesar pada tahun 2013 terjadi pada nelayan. Produktivitas nelayan menurun jauh lebih dari 19% pada tahun 2013 sementara jumlah nelayan mengalami kenaikan mencapai 42,05% pada tahun 2013. Hasil analisis OLS menunjukkan aktivitas trip, jumlah kapal dan musim mempengaruhi produksi cumi-cumi secara positif, sedangkan nilai negatif terlihat pada nelayan yang artinya semakin banyak nelayan pada unit penangkapan maka produksi cumi-cumi akan semakin tidak efisien.This study aims to analyze the technical of catching gear, productivity and factors of squid production by the bouke ami fishing unit in Nizam Zachman Jakarta Ocean Fishing Port. Data analysis was conducted on the technical analysis, analysis of productivity and factors affecting the production using OLS analysis. Bouke ami fishing gear nets are all PE (Polyethylene) with net mouth openings up to 15 meters long and 14 meters of net reach. Nets using a frame with a 17-meter bamboo material. Bouke ami fishing unit's fishing ground is located at the waters of the Bangka island up to Karimata strait. Biggest productivity reduction in 2013 occurred on fishermen. Fishing productivity reduce much more than 19% in 2013 while the number of fishermen has increased up to 42.05% in 2013, OLS analysis results showed activity of trip, number of vessels and season are positively affect the squid production, while a visible negative value indicated by fishermen which means the more number of fishermen on the fishing unit then the squid production will be even less efficient

    Produktivitas Pukat Langgar (Purse Seine) Di Perairan Selat Malaka, Tanjungbalai Asahan

    No full text
    Penelitian Ini Menggunakan Alat Tangkap Yang Dinamakan Pukat Langgar. Tujuan Penelitian Ini Adalah Mengetahui Perbedaan Produktivitas Siang Dan Malam, Mengetahui Tingkat Keanekaragaman Dan Dominansi, Hubungan Panjang Dan Berat Ikan. Metode Penelitian Menggunakan Metode Experimental Fishing Yang Dilakukan Di Perairan Selat Malaka Pada Posisi 254.02 Lu Dan 10012.21 Bt Sampai Dengan 250.9 Lu Dan 1006.43 Bt Selama 10 Hari. Total Berat Hasil Tangkapan Yang Diperoleh 4846 Kg Terdiri Dari 4 Spesies Dominan Tertangkap Yakni Tetengkek, Kembung Perempuan, Kembung Lelaki Dan Tongkol Komo. Tingkat Keanekaragaman (H’) Yang Didapatkan Bernilai 1,108 Dan Indeks Dominansi 0,554. Hubungan Panjang Dan Berat Ikan Kembung Lelaki, Tongkol Komo, Kembung Perempuan Dan Tetengkek Didapatkan Nilai B Berturut-Turut: 2,287; 2,161; 3,031 Dan 1,709. Pola Pertumbuhan Ikan Kembung Lelaki, Tongkol Komo Dan Tetengkek Bersifat Alometrik Negatif Sedangkan Kembung Perempuan Bersifat Alometrik Positif

    Dampak Penangkapan Ikan terhadap Keseimbangan Trofik Level pada Habitat Lamun di Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta

    No full text
    Fishing impacts of small-scale gears operating on seagrass habitat at Seribu Islands, DKI Jakarta Province, was quantified based on a widely accepted ecosystem measure and the ecology structure and the trophic level (TL) indicators. Trophic level of captured fish was evaluated during period October 2011 to April 2012. Fish samples were taken by means of experimental fishing using a set gillnet. In order to evaluate feeding habit a stomach content analysis that consist of quantity, volumetric and frequency of occurrence methods was conducted. The feeding habit data was analyzed by means of Relative Importance and Preponderance Indexes. Trophic level was analyzed base on three cases which found. Result showed that dominant of captured fish came from Holocentridae, that was redcoat (Sargocentron rubrum) and Belonidae that was spottail needlefish (Tylosurus strongylura) with each proportion 26 % of samples. The further dominant of captured fish fish was striped monocle bream (Scolopsis lineata) with proportion 14,5 % of samples. Size of the mean length of dominant captured fish were spottail needlefish (65,9 ± 21,7 cm), striped monocle bream (17,4 ± 1,4 cm) and redcoat (16,5 ± 1,6 cm). Size of the mean weight of dominant captured fish were spottail needlefish (584 ± 245 gr), redcoat (87 ± 30 gr) and striped monocle bream (77 ± 19 gr). Fish in the study area was dominated by herbivorous and demersal feeders. Many fishes that were captured on TL2 had potential to cause unbalanced trophic level in that fishing ground
    corecore