1,720,979 research outputs found
Penerapan Metode Short Time Fourier Transform (STFT) dalam Menentukan Frekuensi Dasar Alat Musik Talempong Minangkabau
At this research has determined the fundamental frequency of talempong musical instruments using the Short Time Fourier Transform (STFT) method. The research is divided into three stages, namely recording dataset retrieval, method implementation and base frequency analysis. In this research, sound recordings of talempong are collected into a dataset which is divided into several frequencies and then synthesized using the STFT methods then synthesized using the STFT method to determine the frequency of the talempong sound signal to determine the frequency of the talempong sound signal. The frequency value from the STFT process is then compared with the general base frequency to determine the percentage of accuracy of the talempong sound synthesis. From this research, the results obtained average error value of 4,39% and an accuracy percentage of 95,61%.Talempong merupakan salah satu alat musik tradisional Minangkabau. Alat musik talempong merupakan alat musik yang sering dijumpai pada acara-acara adat. Pada Penelitian ini telah dilakukan penentuan frekuensi dasar alat musik talempong dengan menggunakan metode Short Time Fourier Transform (STFT). Dari penelitian ini diperoleh hasil nilai rata-rata error sebesar 4,39% dan persentase akurasi sebesar 95,61%
Sistem Kontrol Temperatur Air pada Proses Pemanasan dan Pendinginan dengan Pompa sebagai Pengoptimal
Perancangan sistem kontrol temperatur air pada proses pemanasan dan pendinginan menggunakan dua buah elemen Peltier dengan pompa sebagai pengoptimaltelah dilakukan.Keypad 3x4 digunakan untuk memberikan input nilai temperatur yang diinginkan lalu ditampilkan oleh LCD 2x16. Sensor LM35 digunakan sebagai pendeteksi perubahan nilai temperatur air. Mikrokontroler ATmega8535 akan memproses dan membandingkan nilai temperatur acuan dan nilai temperatur awal yang dideteksi oleh sensor. Apabila nilai temperatur acuan lebih besar dari nilai temperatur awal, maka sistem pemanas aktif. Apabila nilai temperatur acuan lebih kecil dari nilai temperatur awal,maka sistem pendingin aktif. Sistem kontrol on-off aktif untuk mengontrol temperatur sampai nilai yang sesuai. Sisi panas dan sisi dingin elemen Peltier dimanfaatkan sebagai pemanas dan pendingin. Proses pemindahan kalor terjadi secara konduksi melalui waterblock dan secara konveksi melalui pompa. Sistem kontrol dapat mempertahankan temperatur air yang diinginkan dengan kesalahan sebesar0,5 oC. Kemampuan elemen Peltier menurun seiring bertambahnya massa air dan meningkat dengan bertambahnya jumlah elemen Peltier yang digunakan. Pada tegangan 12 V/3 A, satu elemen Peltier dapat menurunkan temperatur air bermassa 50 g hingga 19,3oC.Kata kunci : elemen Peltier, kontrol on-off, LM3
Rancang Bangun Sistem Monitoring Kelembaban Tanah Menggunakan Wireless Sensor Berbasis Arduino Uno
Telah dilakukan rancang bangun sistem monitoring kelembaban tanah menggunakan wireless sensor berbasis Arduino Uno. Rancangan perangkat keras sistem ini terdiri dari satu unit transmitter yang dilengkapi oleh sensor soil moisture SEN0114 V2 dan satu unit receiver. Semua unit dikendalikan dengan menggunakan Arduino Uno. Data kelembaban tanah dikirim oleh unit transmitter ke unit receiver menggunakan transceiver nRF24L01+ yang memanfaatkan gelombang radio sebagai media pengiriman. Hasil deteksi nilai kelembaban tanah pada sensor ditampilkan oleh LCD 2x16 karakter. Hasil pengujian sensor kelembaban tanah meperlihatkan bahwa hubungan antara tegangan keluaran sensor dengan kelembaban tanah pada moisture meter adalah linear dengan nilai regresi sebesar 0,9758. Berdasarkan pengujian transceiver, jarak terjauh pengiriman data yang dapat diterima oleh receiver di luar ruangan tanpa ada penghalang adalah 200,1 m. Pada pengujian variasi sudut pengiriman, data dapat diterima oleh unit receiver pada sudut ³ 26,56â°. Apabila sudut lebih kecil dari 26,56â° data masih dapat diterima dengan adanya delay hingga sudut 11,31â°.Kata kunci: sensor soil moisture, kelembaban tanah, wireless, gelombang radio, nRF24L01+Â
Perancangan Sistem Pendingin Air Menggunakan Elemen Peltier Berbasis Mikrokontroler ATmega8535
Perancangan sistem pendingin air menggunakan elemen Peltier berbasis mikrokontroler ATmega8535 telah dilakukan. Sisi dingin elemen Peltier dimanfaatkan sebagai pendingin air. Kemampuan elemen Peltier untuk memompa panas dari sistem ke lingkungan diuji dengan menvariasikan massa air yaitu 50 g, 100 g, 150 g, 300 g dan 500 g. Panas dari sistem diserap melalui heatsink bagian bawah kemudian panas dilepaskan ke lingkungan pada heatsink bagian atas. Fan AC digunakan untuk mempercepat pelepasan panas dari heatsink ke udara sehingga pemindahan panas dari sistem ke lingkungan berjalan lebih cepat. Sensor LM35 digunakan sebagai pendeteksi perubahan temperatur. Mikrokontroler ATmega8535 memproses keluaran sensor LM35 dan menampilkannya di LCD. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan elemen Peltier menurun seiring bertambahnya massa air dan meningkat dengan bertambahnya tegangan dan arus. Pada tegangan 12 V/3 A, elemen Peltier mampu menurunkan temperatur air bermassa 50 g hingga 5,7 °C, sedangkan untuk air bermassa 500 g elemen Peltier hanya mampu menurunkan temperatur air hingga 14,2 °C.Kata kunci : elemen Peltier, LM3
PEMANFAATAN SENSOR FOTOTRANSISTOR DAN LED INFRAMERAH DALAM PENDETEKSI KEKERUHAN AIR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51
Fototransistor merupakan salah satu komponen yang berfungsi sebagai detektor cahaya yang dapat mengubah efek cahaya menjadi sinyal listrik. Air yang keruh akan menyebabkan intensitas cahaya yang masuk kedalamnya berkurang. Dengan demikian tingkat kekeruhan air dapat dideteksi dengan alat pengukur intensitas cahaya seperti fototransistor dan LED inframerah sebagai sumber cahaya. Sistem yang telah dirancang bangun terdiri dari mikrokontroler AT89S51 sebagai pemroses data dan ADC digunakan untuk mengkonversi sinyal analog ke digital. Alat ini digunakan sebagai sistem pengontrol dengan keluarannya berupa alarm. Tegangan acuan yang dipakai agar alarm berbunyi adalah 1,656 volt. Pengujian sistem dilakukan dengan mendeteksi perubahan tingkat kekeruhan air pada sampel air minum kemasan, air PDAM, air sungai dan air kopi. Hasil yang diperoleh adalah semakin tinggi tingkat kekeruhan air atau semakin keruh air, maka tegangan keluaran sensor juga semakin tinggi.</jats:p
Aplikasi Mikrokontroler AT89S52 Sebagai Pengontrol Sistem Pengusir Burung Pemakan Padi Dengan Bunyi Sirine
Telah dilakukan perancangan dan pengaplikasian mikrokontroler AT89S52 sebagai pengontrol sistem pengusir burung pemakan padi dengan bunyi sirine. Peralatan  ini menggunakan cahaya laser dan LDR (light dependent resistor) sebagai sistem sensor untuk mendeteksi kehadiran burung dan bunyi sirine untuk mengusir burung. Pemrograman menggunakan bahasa C sebagai  perangkat lunak untuk sistem mikrokontroler AT89S52. Mikrokontroler AT89S52 digunakan untuk mengontrol sistem secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burung dapat diusir dengan bunyi sirine yang diatur selama 30 detik dan jarak maksimum cahaya laser yang mampu ditangkap oleh sensor LDR adalah 110 meter
RANCANG BANGUN SISTEM ALARM GEMPA BUMI BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 16 MENGGUNAKAN SENSOR PIEZOELEKTRIK
ABSTRAKTelah dirancang sistem alarm gempa bumi berbasis mikrokontroler AVR Atmega 16 dengan menggunakan sensor piezoelektrik. Sistem terdiri dari otomatisasi yang berfungsi mengaktifkan Mp3 player untuk mengaktifkan alarm saat getaran terdeteksi. Alarm akan terus aktif selama getaran ada dan non aktif 5 menit setelah getaran tidak terdeteksi lagi. Pengujian alarm gempa dilakukan dengan menjatuhkan beban 100 g, 200 g dan 300 g. Jarak jatuh ke sensor dan ketinggian jatuh beban adalah 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Acuan yang digunakan untuk menandakan terjadinya getaran gempa bumi adalah 2 MMI (Modified Mercally Intensity). Hasil pengujian sistem menunjukkan alarm aktif jika tegangan keluaran sensor ≥ 1 volt dan sensor masih cukup peka dalam mendeteksi getaran sampai jarak 200 cm untuk ketinggian jatuh beban 30 cm. Nilai koefesien korelasi (R2) antara jarak dan tegangan keluran sensor dalam masing-masing percobaan  adalah ≥ 0,9. Alat ini mampu mendeteksi gempa dari 2 - 12MMI.Kata-kunci: sistem alarm gempa, sensor piezoelektrik, MMI, mikrokontroler Atmega16 AbstractAn earthquake alarm system based on AVR Atmega 16 microcontroller using vibrating  piezoelectric  sensor has been designed. This system consists of automatization to activate mp3 player and alarm when vibration is detected. Alarm will continue to active as long vibration is detected and will turn off 5 minutes after vibration is no longer detected. Simulation of an earthquake is conducted by droping load of 100 g, 200 g, and 300 g. Distance of sensor position  to load falling and height were 10 cm, 20 cm, and 30 cm.  The reference that used to indicate that the vibration of earthquake happen is 2 MMI (Modified Mercally Intensity). The results show that alarm will be actived if output voltage ≥ 1 volt, and sensor is sensitive enough in detecting vibration until distance of 200 cm for load falling height of 30 cm. Value of colelation coefficient between distance and sensor output voltage for every test is higher than 0.9. This device can detect earthquake from 2 MMI to 12 MMI.Keyword: Earthquake alarm system, piezoelectric censor, MMI, microcontroller Atmega 1
RANCANG BANGUN ALAT UKUR RESISTIVITAS PADA LAPISAN TIPIS MENGGUNAKAN METODE 4 PROBE BERBASIS ATMEGA8535 DENGAN TAMPILAN LCD KARAKTER 2 X 16
ABSTRAKTelah dilakukan rancang bangun alat ukur resistansi lapisan tipis yang dapat mengukur resistansi suatu bahan berukuran sangat kecil dan sangat tipis. Sistem pengukuran nilai resistansi menggunakan metode 4 probe. Lapisan tipis diuji dengan pemberian variasi arus. Empat buah probe diletakkan diatas permukaan lapisan tipis. Dua buah probe diletakkan di luar untuk memberikan arus masukan dan dua probe diletakkan di dalam untuk menghasilkan tegangan keluaran pada lapisan tipis. Hasil keluaran dari metode 4 probe adalah berupa nilai tegangan dalam orde mV. Penguat instrumentasi digunakan untuk memperkuat nilai tegangan tersebut dengan penguatan sebesar 1000 kali dan diproses dengan mikrokontroler ATMega8535. Pemroses kerja mikrokontroler menggunakan bahasa pemograman Bascom dengan nilai yang diperoleh dari data ADC. Pengukuran nilai resistansi dilakukan pada beberapa lapisan tipis yaitu lapisan TiO2 cair dan lapisan TiO2 serbuk.Kata kunci : metode 4 probe, ATMega8535, resistansi, penguat instrumentasiABSTRACTAlready design the instrument measuring of thin film resistance which can measure the resistance of a very small and thin material. The value of measurement system is four probes method. A thin layer was tested by given the current variation. Four probeswere placed on the surface of thin layer. Two probes were placed outside thin layer to provide the input current and two probes were placed inside to produce the output voltage of thin layer . The output from the four probe method is a voltage value in mV range. Instrumentation gained were used is an instrumentation amplifier gain for amplify the voltage value with 1000 times of gain and processed by a ATMega8535 microcontroller. Microcontroller process works by using Bascom programming with the values from the ADC result. Value of resistance measurement performed on several thin layers,like TiO2 liquid layer and TiO2 powder layer .Keywords : 4 probe method , ATMega8535 , resistance , instrumentation amplifie
Desain dan Implementasi Sistem Pendingin Berbasis Peltier TEC 12706 dengan Pemantauan Jarak Jauh Melalui Aplikasi Blynk pada Smartphone
Cooling technology plays an important role in daily life, particularly in refrigerators used for storing fruits, vegetables, and beverages. However, conventional cooling systems still use freon, which can damage the ozone layer. This study utilizes the Peltier Effect on the Peltier TEC 12706 module as an environmentally friendly cooling component. The DHT22 sensor is used to measure temperature and humidity, while the NodeMCU ESP8266 processes sensor data displayed through the Blynk application. Three fans are installed outside the cooling chamber to prevent the Peltier module from overheating, and one fan is placed inside the chamber for air distribution. A heatsink is used to assist in heat dissipation. Testing compared the DHT22 sensor with AZ HT-02 and FY-11, producing regression values of R² = 0.9902 for temeprature and R² = 0.9798 for humidity, indicating high accuracy. Using two Peltier TEC 12706 modules and a 12 V 30 A AC-DC adapter, the temperature in the cooling chamber with dimensions (26x17x10) cm was reduced to 19.6°C, with humidity rising to 90.1% within 2 hours. These results show that the developed cooling system can function effectively.Teknologi pendingin memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada kulkas yang berfungsi untuk menyimpan buah, sayuran, dan minuman. Namun, sistem pendingin konvensional masih menggunakan freon yang dapat merusak lapisan ozon. Penelitian ini memanfaatkan Efek Peltier pada modul Peltier TEC 12706 sebagai komponen pendingin ramah lingkungan. Sensor DHT22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan, sedangkan NodeMCU ESP8266 mengolah data sensor yang ditampilkan melalui aplikasi Blynk. Tiga kipas dipasang di bagian luar ruang pendingin untuk mencegah modul Peltier dari panas berlebih, dan satu kipas di dalam ruang pendingin untuk distribusi udara. Heatsink digunakan untuk membantu pelepasan panas. Pengujian membandingkan sensor DHT22 dengan AZ HT-02 dan FY-11, menghasilkan nilai regresi R² masing-masing 0,9902 untuk suhu dan 0,9798 untuk kelembapan, menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi. Dengan menggunakan dua modul Peltier TEC 12706 dan adaptor AC-DC 12 V 30 A, suhu di ruang pendingin berdimensi (26x17x10) cm berhasil diturunkan hingga 19,6°C dengan kenaikan kelembapan hingga 90,1% dalam kurun waktu 2 jam. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pendingin yang dikembangkan dapat berfungsi
Perancangan Sirkulasi Bahan Pustaka Secara Otomatis Menggunakan Sensor RFID dan Motor Servo
Telah dilakukan perancangan sistem sirkulasi bahan pustaka otomatis menggunakan sensor RFID dan motor servo yang terhubung dengan website. Sistem ini mampu melakukan identifikasi data pengunjung serta buku yang ada pada perpustakaan. RFID digunakan sebagai sensor yang dapat membaca kartu ID anggota perpustakaan yang telah didaftarkan sebagai anggota. Data yang dibaca akan tersimpan pada basis data dan ditampilkan pada layar LCD. Motor servo sebagai pengunci pintu pada rak buku khusus akan terbuka saat menggunakan kartu anggota. Kemampuan RFID dalam membaca kartu anggota adalah  1 cm, LCD juga dapat menampilkan data yang dibaca oleh RFID, dan motor servo dapat bergerak tanpa kendala. Sistem ini menggunakan NodeMCU ESP32 sebagai mikrokontroler sebagai pengontrol sistem. Sistem juga memiliki website yang digunakan untuk menampilkan data pada basis data agar dapat dipahami dengan mudah
- …
