1,720,994 research outputs found
PERAN KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK DALAM PERUBAHAN PERILAKU KESEHATAN MASYARAKAT (STUDI PADA PROGRAM DESA SIAGA DI DESA KENONGO GUCIALIT KABUPATEN LUMAJANG)
Program Desa Siaga merupakan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk
mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada masyarakat. Melalui program desa
siaga, masyarakat diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah yang ada di
desanya. Oleh sebab itu, dibutuhkan pihak-pihak tertentu yang dapat membantu
masyarakat untuk mengatasi masalah yang dihadapi tersebut. Salah satu pihak yang
menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah ketua kelompok desa siaga. Ketua
kelompok merupakan salah satu unsur masyarakat yang dianggap mampu dan mau
untuk mewujudkan salah satu kriteria desa siaga yaitu perilaku hidup bersih dan
sehat.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran
kepemimpinan ketua kelompok dalam perubahan perilaku kesehatan masyarakat pada
program desa siaga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kenongo Kecamatan Gucialit
Kabupaten Lumajang. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan tipe penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan
inti dan informan tambahan. Penentuan informan tersebut, dilakukan dengan
purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengambilan data dilakukan
dengan wawancara mendalam, observasi partisipasi pasif, studi pustaka dan
dokumentasi. Data yang diperoleh, kemudian di analisis secara interaktif dengan
menggunakan model Miles Huberman.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ketua kelompok merupakan
salah satu pihak yang mempunyai peran sebagai penghantar perubahan dalam
viii
perubahan perilaku kesehatan masyarakat. Peran ketua kelompok sebagai penghantar
perubahan dilakukan dengan cara melakukan hubungan/ kaitan-kaitan dengan pihakpihak
seperti Kepala Desa, Bidan desa, Puskesmas, kader desa siaga, masyarakat, dan
pihak-pihak yang terkait lainnya. Peran kepemimpinan tersebut diuraikan dengan
mengacu pada Eaton (1986), dimana kaitan-kaitan tersebut meliputi: 1) kaitan yang
memungkinkan, 2) kaitan fungsional, 3) kaitan normatif, dan 4) kaitan tersebar.
Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti mencoba untuk memberi saran
kepada semua pihak-pihak yang tergabung dalam pelaksanaan program desa siaga
supaya lebih bekerja sama dalam mempertahankan keberhasilan program desa siaga
Kenongo seperti yang pernah dicapainya. Serta tidak mementingkan ego dari masingmasing
individu, sehingga dapat menghambat kesuksesan program desa siaga
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Upaya Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Pembiasaan Membaca Asma Al-Husna Dan Shalat Berjamaah Di SMP Ma'arif 9 Grogol Sawoo Ponorogo Tahun Ajaran 2020/2021
Yuliastutik, Wenni. 2021. Upaya Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui pembiasaan Membaca Asma Al-Husna dan Shalat Berjamaah di SMP Ma’arif 9 Grogol Sawoo Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Yusmicha Ulya Afif, M.Pd.I.
Kata Kunci: Nilai-Nilai Religius, Pembentukan Karakter, Kegiatan pembiasaan
Karakter religius merupakan Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Kita sering membaca dalam sejarah bahwa suatu bangsa menjadi kokoh apabila ditopang dengan akhlak atau karakter yang baik, dan sebaliknya suatu bangsa akan runtuh ketika ditopang dengan akhlak atau karakter yang rusak.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti bermaksud mengadakan penelitian dengan rumusan masalah: (1) Nilai-nilai religius apa saja yang dibentuk melalui pembiasaan membaca asma al-husna di SMP Ma’aStudi Kasus SMAN 1 Malangrif 9 Grogol Sawoo Ponorogo? (2) Bagaimana strategi dalam pembentukan karakter religius siswa di SMP Ma’arif 9 Grogol Sawoo Ponorogo? (3) Bagaimana hasil pembentukan karakter religius siswa melalui pembiasaan membaca asma al-husna dan Shalat berjamaah di SMP Ma’arif 9 Grogol Sawoo Ponorogo?
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Proses analisa data dilakukan mulai dari pengumpulan data, pemilihan, dan pengecekan keabsahan data. Untuk pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan metode triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan membaca asma al- husna dan shalat berjamaah di SMP Ma’arif 9 Sawoo adalah nilai ibadah, nilai jihad (ruhul jihad), dan nilai akhlak dan kedisiplinan serta nilai keteladanan. 2) Strategi internalisasi nilai-nilai religius di SMP Ma’arif 9 Sawoo adalah pembiasaan, keteladanan, ajakan, pembelajaran PAI di dalam kelas dan perwujudan penciptaan budaya. Sedangkan strategi iinternalisasi nilai-nilai religius siswa melalui pembiasaan membaca asma al-husna dan shalat berjamaah di SMP Ma’arif 9 Sawoo yaitu dengan pembinaan, aturan-atturan dan norma yang sudah dibuat oleh sekolah, ketika proses pembelajaran di kelas, kegiatan rutin dan pembiasaan, kegiatan bakti sosial dan penciptaan suasana religius di sekolah. 3)Implikasi internalisasi nilai-nilai religius siswa terhadap perilaku sehari-hari siswa melalui kegiatan membaca asma al-husna dan shalat berjamaah di SMP Ma’arif 9 Sawoo adalah membangkitkan motivasi, meningkatkan ketakwaan dan tanggung jawab. Sedangkan implikasi internalisasi nilai-nilai religius siswa terhadap perilaku sehari-hari siswa adalah meningkatkan ketakwaan dan tanggung jawab, peningkatan karakter kedisiplinan, sikap saling menyayangi dan menghormati, jujur dan tawadhu
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
