1,721,396 research outputs found
Tika in Liku or Vice Verse (Video Dokmenter)
Bermula dari mendalami pertunjukan Arja di Bali, bertemu dengan para pemain Arja Muani (laki-laki) yang masih terus populer sampai tahun 2010-an. Mereka masing-masing atau berkelompok membentuk pertunjukan tersendiri. Wayan Tika misalnya dengan beberapa teman bergabung dengan Paguyuban Seni Tari Klasik Ardhanareswari. Kelompok ini berdiri sekitar tahun 2012 dan mereka kemudian menapakan kelompoknya dengan sebutan Cross Gender Bali.
Fenomena para lelaki yang tergabung dalam kelompok Cross Gender Bali menjadikan inspirasi untuk membuat film dokumenter tentang Wayan Tika. Tokoh ini sangat menarik sebagai representasi performartisitas yang menunjukkan fluiditas gender dalam pertunjukan Bali. Pendalaman atas data tersebut kemudian dilakukan dengan metode kualitatif. Proses partsiipan juga dilakulkan untuk kepentingan memahami tokoh dan untuk kepentingan narasai film documenter. Selanjutnya gaya documenter ekpositoris menjadi pilihan untuk lebih memperkuat subjek dalam karya ini.
Kata kunci: Arja muani, fluiditas gender, documenter ekspositoris, performatisita
Devils Shadow on Tattoo
Rangda dan Barong merupakan figure yang sering terlihat pada pertunjukan seni, lukisan, maupun tattoo di Bali. Saat ini perkembangan seni tattoo memberikan perhatian tersendiri dalam globalisasi wisata di Bali. Demikian juga bentuk pertunjukan dan kerajinan untuk wisatawan. Secara historis keberadaan Rangda dan Barong tidak bisa dilepaskan dari teks Calon Arang yang pada walnya berasal dari Pulau Jawa di Indonesia. Kenyataan ini menunjukkan bagaimana keterikatan masyarakat Bali dengan mitos dan kemudian mengembangkannya dalam karya kreatif, khususnya tattoo. Dengan melihat relasi teks naratif dan visualisasnya maka ini akan menjadi bahan untuk melihat hasrat apa yang ada di balik kesadaran dan ketidaksadaran mereka dalam menghayati Calon Arang. Terlihat adanya tawaran antagonistik pada penokohan dan proses kretif yang mersepsi cerita Calon Arang.
Proses pengkajian objek di atas menggunakan pendekatan kualitatif. Selain mengamati perkembangan gerai-gerai tattoo di sekitar Legian, melihat pertunjukan yang melibatkan figure tersebut, mengunjungi pasar dan galeri seni, juga wawancara dengan beberapa seniman dan budayawan Bali. Proses ini memberikan kesimpulan bahwa proses adaptasi yang berkenajutan berdasar teks Calon Arang melibatkan daya spiritual dan kreatif masayarakat Bali sebagai bagian dari hasrat narsistik maupun anaklitik. Randa dan Barong selalu memberikan fenomena baru dalam karya kreatif dengan berbagai gagasan yang antagonistic. Anatagonistik karena seni tattoo pada masa sebelum akhir tahun 1990-an selalu terkait dengan aura criminal. Bahkan di tahun 80-an pernah terjadi peristiwa tragis terkait dengan penembakan misterius yang memakan korban orang-orang berattoo. Menganalisis data ini sangat menarik untuk memahami gagasan penciptaan tattoo, keberlanjutan, dan jalinan spiritualitas dalam perkembangannya di Bali saat ini.
Keyword: adaptasi, tattoo, hasrat narsistik, Rangda-Barong, Calon Arang, antagonistik
Fig. 4 in Description of a new species of Periophthalmus (Teleostei: Gobiidae) from the Lesser Sunda Islands
Fig. 4. Occurrence of Periophthalmus pusing represented by a black circle—Sumba Island, Indonesia. The base map is courtesy of d-maps. com.Published as part of Jaafar, Zeehan, Polgar, Gianluca & Zamroni, Yuliadi, 2016, Description of a new species of Periophthalmus (Teleostei: Gobiidae) from the Lesser Sunda Islands, pp. 278-283 in Raffles Bulletin of Zoology 64 on page 282, DOI: 10.5281/zenodo.535532
Sharing Printer Beda Network Menggunakan Jaringan Ad Hoc Dengan Aplikasi Mars Wifi Dan Static Routing Protocol
Dunia teknologi saat ini sudah sangat berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman yang sudah mengarah kepada pemanfaatan fungsi perangkat keras secara penuh seperti halnya adalah mesin pencetak dokumen atau sering disebut juga dengan printer. Penggunaan printer sangat dibutuhkan terlebih dikalangan akademisi, perusahaan kecil, menengah, dan atas sudah sangat ketergantungan kepada printer. Untuk menghindari kebutuhan printer yang begitu banyak maka ada solusi dengan cara melakukan sharing printer dimana tidak butuh banyak printer untuk melakukan pencetakan, cukup di share saja printernya kemudian gunakan kabel jaringan dan switch serta router untuk menshare printer dalam skala yang cukup besar. Namun apabila jumlah komputer terus bertambah atau bahkan ada pengguna printer namun dokumennya ada di laptop sedangkan kabel jaringannya sudah tidak cukup maka dibutuhkanlah sebuah teknologi jaringan yang disebut wifi. Tidak banyak printer yang dilengkapi dengan teknologi ini namun dapat dilakukan dengan cara menshare printer pada laptop kemudian menggunakan technology ad hoc pada laptop untuk mensharenya melalui wifi sehingga pengguna laptop lain dapat menggunakan printer tanpa harus terhubung dengan kabel jaringan. Untuk dapat melakukan share printer dengan wifi perlu dipastikan laptop ad hoc terhubung dengan kabel jaringan sehingga dapat melakukan share printer dan menggunakan static routing protocol dari Microsoft windows agar printer dapat di share dengan beda network.Keyword : Ad Hoc, Wifi, Printer, Laptop, Static Routin
Ekonomi islam : filosofi, teori dan implementasi, ed. revisi/ Yuliadi
xii, 268 hal.; 21 cm
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
