1,720,994 research outputs found

    ANALISIS DAMPAK COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK AYAM PETELUR (Studi Kasus di Subontoro Kebonduren Ponggok Blitar)

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Analisis Dampak Covid-19 Terhadap Pendapatan Peternak Ayam Petelur (Studi Kasus di Subontoro Kebonduren Ponggok Blitar)” ini ditulis oleh Nikke Yulia Safitri , NIM 17402163159 , pembimbing Dr. Qomarul Huda, M. Ag. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh merebaknya virus Covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia dan memberikan dampak dalam berbagi sektor. Sektor yang paling terpukul dengan adanya virus ini adalah sektor perekonomian. Salah satunya adalah pelaku usaha ternak ayam petelur di Subontoro Kebonduren Ponggok Blitar. Kebijakan Lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diterapkan pemerintah mengakibatkan terganggunya distribusi penjualan yang berdampak pada para peternak kesulitan untuk menjual dan mengirim telur ayam dalam jumlah besar ke kota tujuan, sehingga hal ini berdampak pada harga telur ayam yang mengalami penurunan. Meskipun penurunan harga ini tidak berlangsung lama, namun harga telur ayam selama pandemi tahun 2020 tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini membuat peternak mengalami kerugian yang cukup besar karena harga jual yang tidak sebanding dengan biaya produksi yang semakin meningkat. Fokus penelitian skripsi ini yaitu: (1) Bagaimana dampak Covid-19 terhadap peternak ayam petelur di Subontoro Kebonduren Ponggok Blitar (2) Bagaimana cara mengatasi dampak Covid-19 mempengaruhi harga telur ayam di Subontoro Kebonduren Ponggok Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Pengesahan keabsahan temuan menggunakan triangulasi. Berdasarkan penelitian di lapangan menunjukkan bahwa: (1) Covid-19 membawa dampak negatif terhadap peternak ayam petelur di Subontoro Kebonduren Ponggok Blitar, dampak tersebut berupa a) rendahnya harga telur ayam b) kenaikan harga pakan c) peningkatan biaya produksi (obat dan tenaga kerja) d) kesulitan distribusi telur e) penurunan pendapatan. (2) upaya mengatasi dampak Covid-19 mempengaruhi harga telur ayam di Subontoro Kebonduren Ponggok Blitar dilakukan dengan a) melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen b) melakukan kanibal c) melakukan pinjaman dana. Kata kunci: Dampak, Covid-19, Pendapatan, Peternak Ayam Petelur

    PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MIN 7 TULUNGAGUNG

    Get PDF
    Pengaruh Penerapan Pembelajaran Kontekstual Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika MIN 7 Tulungagung Oleh: Riska Yulia Safitri NIM. 17205163352 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kontekstual pada mata telajaran matematika mempunyai pengaruh terhadap kemampuan berfikir kriti siswa MIN 7 Tulungagung. Materi pada penelitian ini ialah Bangun Datar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MIN 7 Tulungagung. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas yaitu kelas IV B sebagai kelas eksperimen dan kelas IV C sebagai kelas kontrol dengan jumlah keseluruhan 50 siswa sebagai sampel. Rumusan masalah dalam penelitian ada 3 rumusan masalah yang digunakan yakni Pertama apakah terdapat pengaruh penerapan Pembelajaran Kontekstual terhadap kemampuan berfikir kritis siswa MIN 7 Tulungagung? Kedua berapa besar pengaruh penerapan pembelajaran kontekstual terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika MIN 7 Tulungagung? Ketiga apakah terdapat perbedaan antara proses pelaksanaan pembelajaran Matematika menggunakan Model Pembelajaran Kontekstual dan Konvesional pada siswa MIN 7 Tulungagung? Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif bersifat eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket dan soal sebagai metode pokok. Dimana digunakan untuk mengetahui kemampuan berfikir kritis siswa dengan menggunakan pembelajaran kontekstual. Teknik analisis data menggunakan uji t test dan uji effect size yang sebelumnya menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Perhitungan uji t yang digunakan yaitu uji t test independent samples test. Hasil analisis data yang diperoleh nilai rata-rata angket kelas eksperimen 89,40 dan rata-rata kelas kontrol 78,52. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 86,20 dan nilai rata-rata posttest kelas kontrol 75. Untuk nilai uji t diperoleh thitung = 4,843 dan ttabel = 2,010 untuk taraf signifikan 5%. Karena thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil uji effect size yang diperoleh dari perhitungan cohen’s d sebesar 1,459 dengan persentase 93%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran matematika mempunyai pengaruh terhadap kemampuan berfikir kritis siswa MIN 7 Tulungagung. Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual, Kemampuan Berfikir Kritis Sisw

    ROROKAN ADAT (SISTEM PAMARÉNTAHAN TRADISIONAL) DI KASEPUHAN CIPTAGELAR KABUPATEN SUKABUMI (Uilikan Etnografi)

    Get PDF
    Kasang tukang ieu panalungtikan téh ayana kabérés roésan dina tata kelola sistem Pamaréntahan nu masih dilampahan di Kasepuhan Ciptagelar nepi ka kiwari. Ku kituna, ieu panalungtikan pikeun maluruh 1) kumaha pimpinan kasepuhan ngokolakeun kasepuhan jeung pamaréntahanana, 2) tugas jeung fungsi unggal rorokan, 3) hubungan antara rorokan adat jeung kasepuhan. Métode anu digunakeun dina ieu panalungtikan nyaéta métode étnografis, kalayan ngagunakeun pamarekan kualitatif nu miboga udagan pikeun nalungtik kaayaan, ku cara langsung ilubiung kana kahirupan masarakat nu ditalungtikna. Téhnik nu digunakeun nyaéta téhnik obsérvasi-partisipatif, wawancara, jeung dokuméntasi. Sumber data panalungtikan ngawengku tilu hal, nyaéta jalma (person), tempat (place), jeung keretas (paper). Hasil panalungtikan kapaluruh yén dina sistem Pamaréntahan Kasepuhan Ciptagelar Abah salaku pamingpin kasepuhan miboga kawijakan pikeun ngatur sakumna aktivitas nu aya di Kasepuhan. Dina ngatur kasepuhan Abah dibantuan ku rorokan. Ieu rorokan mangrupa Barés Kolot nu katitipan pikeun ngajalankeun kagiatan nu ngarojong ka kasepuhan. Unggal rorokan miboga peran jeung fungsina séwang-séwangan sangkan henteu pahili garapan. Ku kituna, katitén ayana sistem Pamaréntahan nu diturunkeun sacara turun-tumurun ti para karuhunna baheula nu diadumaniskeun jeung kamekaran diunggal jaman tapi henteu ngaleungitkeun tatanan adat nu geus dipaké ti baheula. Ieu tatanan adat miboga aturan nu henteu bisa dirempak. Cindekna dina hiji masarakat boh masarakat adat boh masarakat nu ilahar miboga sistem Pamaréntahan nu ngawengku pamingpin jeung anggota, henteu jalma hungkul nu miboga peran jeung fungsina séwang-séwangan tapi sakumna nu aya didunya, kaasup tatangkalan, sato, taneuh, cai jeung sajabana sarua miboga peran jeung fungsina séwang-séwangan nu teu bisa dileungitkeun jeung pahili kagunaanana. Ieu hal bisa dijadikeun tetekon pikeun masarakat dina lampah kahirupan sapopoé. Kecap galeuh : Kasepuhan Ciptagelar, rorokan, sistem Pamaréntahan ROROKAN ADAT (STRUKTUR PEMERINTAHAN TRADISIONAL) DI KASEPUHAN CIPTAGELAR KABUPATEN SUKABUMI (Kajian Etnografi) Elva Yulia Safitri ABSTRAK Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya keharmonisasian tata kelola sistem pemeritahan yang masih dilakukan di Kasepuhan Ciptagelar sampai saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini mendeskripsikan 1) bagaimana pemimpin kasepuhan mengelola kasepuhan dan pemerintahannya, 2) tugas dan fungsi setiap rorokan, 3) hubungan antara rorokan adat dan kasepuhan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode etnografis, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang mempunyai tujuan untuk meneliti keadaan, dengan cara langsung terjun ke dalam kehidupan masyarakat yang ditelitinya. Teknik yang digunakan yaitu tehnik observasi-partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian meliputi tiga hal, yaitu orang (person), tempat (place), dan kertas (paper). Hasil penelitian yang diperoleh ialah rorokan adat atau sistem pemerintahan Kasepuhan Ciptagelar meliputi Abah sebagai pemimpin Kasepuhan yang mempunyai kebijakan untuk mengatur seluruh aktivitas yang ada di Kasepuhan. Rorokan adat sebagai Barés Kolot yang menjalankan titipan kegiatan adat. Setiap rorokan mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Oleh karena itu, sistem kemasyarakatan diturunkan secara turun-temurun dari para leluhurnya yang dipadupadankan dengan perkembangan disetiap jaman, tanpa menghilangkan tatanan adat yang sudah digunakan. Tatanan adat ini mempunyai aturan husus yang tidak bisa dilanggar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suatu masyarakat, masyarakat adat maupun masyarakat pada umumnya mempunyai sistem pemeritahan yang meliputi pemimpin dan warga masyarakat. Tidak hanya manusia yang mempunyai peran dan fungsinya masing-masing tapi seluruh benda yang diciptakan di dunia, termasuk pepohonan, hewan, tanah, air dan lainnya juga mempunyai peran dan fungsinya yang tidak bisa dihilangkan dan tertukar kegunaannya. Hal ini bisa dijadikan gambaran yang ada pada masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Kasepuhan Ciptagelar, rorokan, sistem pemerintahan ROROKAN ADAT (TRADITIONAL COMMUNITY STRUCTURE) IN KASEPUHAN CIPTAGELAR DISTRICT SUKABUMI (Ethnographic Study) Elva Yulia Safitri ABSTRACT The background of the research is the harmony in the management of the social system which is still being done at Kasepuhan Ciptagelar until this time. Therefore, this research describes 1) the ability of Kasepuhan leader to manage kasepuhan and his government, 2) the duties and functions of each rorokan adat, 3) the relationship between rorokan adat and kasepuhan. The research method used is ethnographic method, by using an qualitative understanding that has the purpose of circumstance research, by participating into the lives of the people researched. The techniques used are participatory observation techniques, interviews, and documentation. Sources of research data include three things, that are person (person), place (place), and paper (paper). The research results obtained are the rorokan adat or social system Kasepuhan Ciptagelar including Abah as Kasepuhan leader who has a policy to regulate all activities in Kasepuhan. Rorokan adat as Barés Kolot that carry out customary activities. Each rorokan has its own role and function. Therefore, the social system is bequeathed from generation to generation from their ancestors who are combined with developments in every era, without eliminating the customary order that has been used. This customary order has specific rules that cannot be broken. The conclusion of this study is that a community, as well as indigenous peoples or communities in general have a social system that includes community leaders and citizens. It is not only human who has their respective roles and functions, but all objects created in the world, including trees, animals, land, water and others, have the same roles and others have the same functions that cannot be eliminated and exchanged for their use. This can be used as an illustration of the community in carrying out their daily lives. Keywords : Community system, Kasepuhan Ciptagelar, roroka

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore