1,721,012 research outputs found
PENGEMBANGAN POCKET BOOK BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS6 PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SD/MI
ABSTRAK
PENGEMBANGAN POCKET BOOK BERBASIS MULTIMEDIA
MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS6 PADA
PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SD/MI
Oleh
Eka Yulia Indah Sari
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan
kelayakan media pembelajaran pocket book berbasis multimedia
menggunakan adobe flash cs6 pada pembelajaran tematik kelas V
SD/MI. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau
Research and Development (R&D) dengan menggunakan prosedur 4
D (Four D Model). Data yang diambil dalam penelitian ini yaitu ahli
materi, ahli media, respon pendidik, dan respon peserta didik. Subjek
dalam penelitian ini adalah peserta didik SDIT Fitrah Insani
Kedamaian Bandar Lampung dan MI Al-Hikmah Bandar Lampung.
Instrumen pengumpulan data yang digunakan yakni berupa angket
yang diberikan kepada ahli materi dan ahli media. Adapun angket
respon pendidik serta angket respon peserta didik untuk melihat
kemenarikan produk yang telah dikembangkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran
pocket book berbasis multimedia layak digunakan sebagai media
pembelajaran pada pembelajaran tematik kelas V SD/MI. Hal ini
dapat dilihat dari hasil perolehan validasi ahli materi sebesar 79,3%,
ahli media sebesar 84,7%, tanggapan pendidik sebesar 88,9%, dan
tanggapan peserta didik sebesar 93,15%. Berdasarkan hasil perolehan
tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pocket book
berbasis multimedia layak digunakan sebagai media pembelajaran
pada pembelajaran tematik kelas V SD/MI.
Kata Kunci: Adobe Flash CS6, Multimedia, Pembelajaran
Tematik, Pocket Boo
Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Atas Produk Pesanan Guna Menekan Biaya Produksi Pada PT. Yulia Indah Tex Di Surabaya
Bangsa ~ndonesia telah memasuki era tinggal landas yang ditandai dengan semakin berkembangnya bidang-bidang ekonomi, sosial dan budaya seiring dengan perkembangan
teknologi yang semakin pesat. Untuk mengikuti perkembangan teknologi, khususnya di bidang perekonomian terutama dengan semakin berkembangnya dunia usaha yang ditandai dengan munculnya perusahaan-perusahaan baru. Hal ini membawa perusahaan ke tingkat persaingan yang semakin ketat dan kompleks. Untuk menghadapi persaingan bisnis dan untuk
bertahan oada posisinya saat ini, maka perusahaan harus mampu melayani kebutuhan masyarakat dengan menghasilkan
produk berkualitas tinggi yang tepat waktu dan dengan harga yang rendah. Salah satu masalah dibi dang produksi yang sering dihadapi perusahaan industri adalah bagaimana cara me1aksanakan proses produksi secara efisien yang erat hubungannya dengan pe1aksanaan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku yang sesuai denganjenis
produknya dan proses produksinya sehingga kemungkinan
besar terjadinya kekurangan atau kelebihan sediaan bahan
baku yang dapat menyita banyak biaya dan merugikan perusahaan adalah relatif kecil. Dengan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku yang tepat, maka kebutuhan bahan baku saat ini dan yang akan datang serta perencaraan kemampuan kapasitas akan diketahui melalui informasi yang lebih akurat sehingga biaya-biaya yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan sediaan bahan baku dapat ditekan serendah mungkin, sehingga berpengaruh terhadap harga produk dan dapat lebih bersaing di pasaran dunia.Keberhasilan dalam pengendalian sediaan bahan baku sangat pentiin dan sangat menentukan bagi tercapainya tujuan perusahaan serta kelangsungan hidupnya. Hal ini merupakan suatu nilai lebih bagi perusahaan yang memberi kekuatan bagi perusahaan tersebut untuk bersaing dalam kompetisi bisnis yang semakin ketat dan kompleks. PT. Yulia Indah Tex adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang konfeksi, yang memasarkan produk nya (garment dan non garment) berdasarkan pesanan, penjualan distributor, dan kunjungan di show room yang terletak di Jl. Tambak Arum III/54 Surabaya dan Jl. Asem Baris 3 Jakarta. Unsur-ursur penting dalam aktivitas produksi perusahaan dalam menghasilkan produk jadi adalah bahan baku peralatan produksi dan proses produksinya, yang memerlukan adanya kebijaksanaan pengendalian dan pengawasan
dari unsur-unsur tersebut untuk kelancaran produksi. PT. Yulia Indah Tex dalam melakukan proses produksinya dapat di masukKan dalam kategori yang berkesinambungan (continue), karena aliran bahan baku senantiasa tetap atau mempunyai pola yang sama sampai menjadi produk akhir se hi ngga urutan pekerjaan yang dilakukan akan selalu tetap dari waktu ke waktu baik itu produk garment maupun produk non garment. Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku baik untuk produk garment maupun non garment yang berdasarkan pesanan, selama ini dilakukan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity. Bahan baku dalam pelaks anaan proses produksi di peroleh dari supplier yang berada di Jakarta, jauh dari
lokasi PT. Yulia Indah Tex di Surabaya, sehingga perusahaan
mengeluarkan biaya yang besar dalam pengadaan bahan bakunya. Agar biaya dapat ditekan lebih rendah lagi,
hendaknya PT. Yulia Indah Tex dalam melakukan pembelian
bahan baku untuk kelancaran proses produksinya memilih
alternatif untuk mencari supplier bahan baku yang lokasinya lebih dekat dengan lokasi proses produksinya, sehingga
biaya order dapat berkurang selain itu agar tidak mengganggu ke1ancaran proses produksi apabila selama perjalanan antara Surabaya-Jakarta terjadi hambatan atau
kemacetan dalam pengiriman bahan baku yang dibutuhkan
tersebut. Melalui metode-metode serta perhitungan-perhitungan yang telah dilakukan pada bab empat, manajer dapat mengambil keputusan dalam melaksanakan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku untuk produk non garment yang sesuai pesanan, yaitu bila pesanan terjadi setiap bulan tanpa ada tenggang waktu sebaiknya metode Economic Order Quantity tetap dilaksanaan mengingat metode ini mengeluarkan biaya
pemeliharaan sediaan yang paling rendah bila dibandingkan
dengan metode lainnya. Dan bila pesanan terjadi dan terdapat tenggang waktu, maka metode Part-Period Total
Cost balancing sebaiknya dilakukan, karena metode ini
selain menge1uarkan biaya order yang rendah juga karena
metode ini menggunakan semua informasi dan memusatkan
pada kemampuan semua komponen yang disajikan didalam jadua1 kebutuhan dan berusaha untuk menyamakan biaya-biaya total untuk menempatkan order dengan biaya pemeliharaan sediaan sehingga mendukung efifiensi produksi.
Pada metode Economic Order Quantity, pengeluaran terbesar terjadi pada biaya order, ha1 ini disebabkan karena order terjadi beberapa kali dalam satu periode di mana permintaan telah melebihi EOQ. Sedang pada metode Part-Period Total Cost Balancing, pengeluaran terbesar terjadi pada biaya pemeliharaan sediaan yang disebabkan oleh besarnya sediaan yang harus dipakai daiam proses produksi selama beberapa periode dalam satu ka1i pemesanan bahan bak
Uji Aktivitas Antioksidan dan Penetapan Kadar Fenol Total Ekstrak Etanol Herba Apu-Apu (Pistia Stratiotes) dan Fraksi-Fraksinya
Radikal bebas bersifat tidak stabil sehingga akan bereaksi dengan molekul
disekitarnya.Reaksi ini, bila tidak dihentikan akan menimbulkan stress oksidatif
yang dapat menyebabkan kerusakan sel serta berbagai penyakit degeneratif seperti
kanker, jantung, katarak, penuaan dini dan lain-lain. Oleh karena itu, tubuh
memerlukan substansi penting yakni antioksidan yang mampu menangkap radikal
bebas tersebut sehingga senyawa radikal menjadi stabil. Salah satu tumbuhan
yang dapat dimafaatkan sebagai antioksidan yaitu herba apu-apu (Pistia
stratiotes). Tumbuhan apu-apu merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki
kandungan kimia fenol yang diduga memilki aktivitas sebagai antioksidan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar
fenol total dari ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, fraksi etanol air
dari herba apu-apu (Pistia stratiotes). Aktivitas Antioksidan diukur dengan
metode penangkapan radikal bebas DPPH, yaitu dengan mereaksikan larutan
DPPH dengan sampel uji atau pembanding vitamin C yang kemudian diukur
serpannya pada panjang gelombang 517 nm menggunakan spektrofotometri UVVis. Penetapan kadar fenol diukur dengan metode Folin-ciocalteu dengan cara
mereaksikan sampel uji atau standar asam galat dengan reagen Folin- ciocalteu
dan 7,5%, kemudian diukur serapannya pada panjang gelombang 749nm
dengan spektrofotometri UV-Vis.
Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol,
fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi etanol air dari herba apu-apu dan
vitamin C secara berturut-turut yaitu 16,675 µg/mL; 29,915 µg/mL; 11,875
µg/mL; 9,090 µg/mL; 3,909 µg/mL. Sedangkan hasil uji penetapan kadar fenol
total dari ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi etanol air
dari herba apu-apu secara berturut-turut yaitu 231,882 mgGAE/g ekstrak; 197,544
mgGAE/g ekstrak; 276,883 mgGAE/g ekstrak; 350,127 mgGAE/g ekstrak. Hasil
analisis menggunakan ANOVA dan LSD pada aktivitas antioksidan dan kadar
fenol total pada sampel menunjukan nilai signifikansi <0,05 yang artinya terdapat
perbedaan signifikan pada semua kelompok. Fraksi etanol-air herba apu-apu
(Pistia stratiotes) memiliki aktivitas antioksidan dan kadar fenol total tertinggi
pada penelitian ini. Aktivitas antioksidan dan kadar fenol total pada penelitian ini
menunjukan korelasi yang bermakna, dimana kadar fenol yang tinggi maka nilai
rendah sedangkan aktivitas antioksidannya tinggi
Studi Etnofarmasi Suku Tengger Desa Keduwung Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan
Budaya pengobatan tradisional telah lama dikenal di Indonesia, ini dibuktikan dengan adanya relief candi yang bercerita tentang jamu. Selain itu juga banyak naskah-naskah kuno yang menyatakan tentang pengobatan di suku-suku lain seperti kitab Usada (Bali), dan Lontarak Pabbura (Sulawesi Selatan). Obat tradisional digunakan masyarakat secara turun-temurun. Tapi, seiring perkembangan zaman, pemanfaatan tanaman sebagai obat sudah berkurang. Ini disebabkan proses pewarisannya hanya melalui lisan dan tidak adanya dokumentasi tentang tanaman obat tersebut. Penyebab lain adalah belum dilakukan uji klinik mengenai obat tradisional, sehingga tidak mudah meyakinkan masyarakat dalam menggunakan obat tradisional. Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian, pelestarian tanaman sebagai obat, salah satunya dengan etnofarmasi.
Tengger merupakan salah satu suku di Indonesia yang masyarakatnya masih bersikukuh dengan tradisi yang diwariskan para pendahulunya. Suku Tengger terbagi dalam beberapa desa yang tersebar di empat kabupaten yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Desa-desa yang dimaksud adalah Ngadas, Jetak, Wonotoro, Ngadirejo, dan Ngadisari (Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo), Tosari, Wonokitri, Sedaeng, Ngadiwono, Podokoyo (Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan), Keduwung (Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan), Ngadas (Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang), dan Argosari serta Ranu Pani (Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang). Desa Keduwung Kecamatan Puspo, merupakan satu-satunya desa yang belum pernah dilakukan penelitian etnofarmasi sebelumnya. Oleh karena itu, untuk melengkapi data etnofarmasi Suku Tengger dan untuk pelestarian pengobatan tradisional serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan obat bahan alam, maka penting dilakukan studi etnofarmasi di Desa Keduwung.
Hasil penelitian etnofarmasi pada masyarakat Suku Tengger Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan didapatkan 15 informan yang mengetahui dan menggunakan obat tradisional untuk mengobati penyakit. Dari informan tersebut diperoleh informasi mengenai budaya pengobatan suku Tengger yaitu terinventarisasi 45 jenis tumbuhan, dua jenis produk hewan, dua bahan mineral yang digunakan sebagai obat, 34 jenis penyakit yang diobati menggunakan obat tradisional serta 75 resep tradisional yang dimanfaatkan untuk pengobatan.
Berdasarkan metode perhitungan use value (UV), informan consensus factor (ICF), dan fidelity level (FL), terdapat beberapa tanaman yang sering digunakan untuk mengobati penyakit dan dianggap penting untuk dilakukan uji bioaktivitas lebih lanjut yaitu adas, dringu, bawang putih untuk mengobati penyakit panas pada balita, tepung otot untuk mengobati nyeri sendi dan otot, pulosari untuk mengobati panas pada balita, kayu ampet untuk mengobati diare, kunir untuk mengobati gatal-gatal
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
