76 research outputs found

    Perancangan Informasi Fast Fashion Melalui Buku Zine

    No full text
    Pakaian tidak sekedar objek penutup tubuh, melainkan menjadi wadah untuk mengekspresikan diri. Model pakaian yang berbeda-beda memiliki kemungkinan untuk diposisikan sebagai selera, preferensi, atau tren. Industri fast fashion hadir untuk memproduksi pakaian yang selalu mengikuti tren, dengan sistem produksi yang masif, dijual dengan harga yang murah, dan rentang waktu produksi yang umumnya begitu cepat. Sistem produksi pakaian yang dilakukan oleh industri fast fashion ini menyebabkan permasalahan yang serius terhadap lingkungan karena limbah pakaian semakin meningkat, penggunaan SDA yang tinggi dan pekerja buruh yang sebagian tidak diperlakukan dengan baik yang mana informasi terkait hal ini belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Hal ini didasari oleh hasil kuesioner yang dilakukan kepada 118 responden yang tinggal di Kota Bandung dan mayoritas responden menjawab tidak tahu mengenai isu fast fashion. Selain itu berdasarkan hasil observasi informasi tentang isu fast fashion belum dibahas secara spesifik dalam media buku zine di Indonesia. Oleh sebab itu, perlu adanya rancangan media informasi mengenai fast fashion melalui media buku zine untuk menyebarluaskan informasi terkait industri fast fashion secara umum dan juga memuat informasi terkait saran atau tips seputar fesyen untuk menambah wawasan masyarakat. Perancangan buku zine ini disusun dengan gaya editorial yang menyatukan unsur fotografi, tata letak, tipografi, dan warna untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan lugas dan jelas

    ANALISIS POST OCCUPANCY EVALUATION (POE) PENATAAN ELEMEN INTERIOR RUANGAN KELAS TEORI BANGUNAN A SMK NEGERI 2 TASIKMALAYA

    No full text
    Salah satu pemenuhan mutu pendidikan adalah penyediaan sarana prasarana kelas. Ruangan kelas yang baik merupakan faktor pendukung yang baik pula untuk kelancaran dalam proses pembelajaran. Penataan elemen interior sangat berpengaruh dalam terciptanya ruangan kelas yang baik. Terdiri dari elemen pembatas (dinding, lantai, dan langit-langit), elemen estetik (perabot), elemen warna serta elemen cahaya di Ruangan Teori Bangunan A SMK Negeri 2 Tasikmalaya menjadi bahan kajian dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi eksisting mengenai penataan elemen interior ruangan kelas teori bangunan A serta melakukan penilaian mengenai keterpenuhan standarisasi penataan elemen interior yang telah ada. Penelitian ini menggunakan metode Post Occupancy Evaluation (POE) dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, studi dokumentasi, serta pengukuran. Hasil observasi menunjukan bahwa gambaran secara umum ruangan kelas teori bangunan ditinjau dari segi luas minimumnya memenuhi standar sebagai tempat dilakukannya proses pembelajaran, kemudian untuk penilaian keterpenuhan penataan elemen interior dengan rincian sebagai berikut : (1) Elemen Pembatas (Untuk dinding semua aspek sudah memenuhi standar; Untuk lantai sudah memenuhi standar pada aspek ketahanan, sedangkan untuk penutup lantainya belum memenuhi standar; Untuk langit-langit semua aspek sudah memenuhi standar); (2) Elemen Estetik (Untuk perabot yang sudah memenuhi dengan standar terdapat pada sirkulasi dari ergonomi, serta yang belum memenuhi standar terdapat pada spesifikasi, serta penataan); (3) Elemen Warna (Ditinjau dari psikologi warna, warna yang digunakan pada ruangan ini sudah memenuhi standar dan cocok untuk peserta didik dalam proses pembelajarannya); dan (4) Elemen Cahaya (Untuk pencahayaan sudah memenuhi standar pada jenis lampu yang digunakan, namun untuk besaran intensitas dengan rata-rata 584 lux belum memenuhi standar). Dengan demikian bahwa penataan elemen interior di ruangan kelas teori bangunan A belum sepenuhnya memenuhi standarisasi yang telah ada dalam peraturan pemerintah maupun literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Kata Kunci : Analisis Post Occupancy Evaluation, Elemen Interior, Ruangan Kelas Teori Bangunan A

    Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam Jasa Karya Di PT. Wiska

    No full text
    Koperasi merupakan salah satu bentuk organisasi di bidang kesejahteraan anggota, sistem informasi simpan pinjam pada KOPKARIN Jasa Karya PT Wiska dinilai belum efektif dimana pencatatan data simpanan, data pinjaman dan data angsuran masih dicatat dalam pembukuan sehingga mudah rusak atau hilang serta pembuatan laporannya memakan waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan, membuat perancangan sistem, melakukan analisis dan pengujian sistem serta untuk melakukan implementasi sistem informasi simpan pinjam. Penelitian ini berguna untuk membangun sistem informasi simpan pinjam pada KOPKARIN Jasa Karya PT Wiska. Metode penelitian yang dilakukan adalah Deskriptif meliputi studi lapangan yaitu dengan melakukan observasi/survey langsung kepada petugas koperasi yang menangani masalah simpan pinjam serta melakukan pengamatan langsung terhadap sistem yang berlaku. Selain studi lapangan, penulis juga menggunakan studi kepustakaan yaitu penulis melakukan penelitian kepustakaan yang relevan dengan masalah yang dihadapinya. Dalam pendekatan sistem simpan pinjam penulis menggunakan berorientasi objek dan metode pengembangan menggunakan metode prototype dimana teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain yaitu observasi dan wawancara. Beberapa alat bantu dan teknik pengerjaan seperti Use case diagram, Skenario use case, Activity diagram, Sequence diagram, Class diagram, Object diagram, Component diagram, dan Delpoyment diagram. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui sistem informasi yang ada pada Koperasi Karyawan Industri (KOPKARIN) Jasa Karya PT. Wiska yaitu masih menggunakan sistem secara manual, yang hanya berdasarkan catatan tertulis pada kertas, (2) Sebuah program basis data dalam bentuk program NetBeans IDE yang dapat membantu pihak koperasi dalam melakukan pengelolaan data. Basis data yang dibuat adalah basis data pendaftaran anggota, simpanan, pinjaman, dan angsuran. Berdasarkan hasil kegiatan di atas disarankan kepada pihak koperasi supaya menggunakan teknologi komputer dalam melakukan kegiatan koperasi untuk keefektifan dan kecepatan dalam kegiatan

    KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA PADA SISWA TUNANETRA DI SLBN A CITEUREUP KOTA CIMAHI

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan belajar mengajar matematika pada siswa tunanetra di SLBN A Citeureup kota Cimahi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang ditujukan kepada guru dan siswa tunanetra di SLBN A Citeureup kota Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan guru sudah melaksanakan tahapan-tahapan mengajar dengan baik, akan tetapi ada beberapa kesulitan yang dihadapi oleh guru seperti keterbatasan alat peraga, penyediaan buku sumber, lingkungan yang kurang kondusif, serta waktu belajar matematika yang kurang. Harapan siswa tunanetra dalam kegiatan belajar mengajar matematika yaitu guru yang sabar, tersedianya alat peraga yang memadai, adanya buku sumber untuk siswa, serta memperbanyak parktek atau latihan soal-soal baik di sekolah maupun di rumah. This research aims to observe mathematic learning activites on blind student at slbn a citeureup cimahi city. The analysis method used is descriptive method with qualitative approachment. The method used for collecting the data are interview, observation and documentation study that are showed toward the teachers and blind students at SLBN A Citeureup Cimahi city. The result of this research shows that overall the teachers have done the steps of teaching well, but there are some difficulties that the teacher had such as the availability of instrument, the availability of subject book, the conductivity of surrounding, and the lack of time for learning. The students expect that the teachers have more patience, provide more supporting instrument, provide books that contain subject learning for students and give more tasks or practical time at both school and home

    Pengaruh sonsentrasi karbon dan nitrogen pada karakteristik fotoluminesensi boron karbon oksinitrida doping mangan (BCNO: Mn) pendaran merah

    No full text
    Sintesis material fosfor BCNO:Mn pendaran merah menggunakan pemanasan sederhana dengan tambahan treatment microwave telah berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat/boron dan urea/boron terhadap karakteristik fotoluminesensi material fosfor BCNO:Mn yaitu intensitas dan panjang gelombang pendaran. Karakterisasi dilakukan menggunakan spektrometer PL untuk mengetahui intensitas pendaran dan panjang gelombang pendaran, karakterisasi FTIR untuk mengetahui ikatan yang terbentuk serta karakterisasi XRD untuk melihat struktur kristal material fosfor BCNO:Mn. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa penambahan 0,01 g asam sitrat/boron memiliki intensitas pendaran merah yang paling tinggi yaitu 469.705 a.u. Material Fosfor BCNO:Mn pendaran merah memiliki kemungkinan dapat digunakan pada aplikasi penerangan umum dan optoelektronik

    Analisis Maximum Difference Cost Method (MDCM) untuk menyelesaikan masalah penugasan kasus minimasi balanced

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang penyelesaian masalah penugasan kasus minimasi dengan menggunakan metode baru yaitu Maximum Difference Cost Method (MDCM). Metode ini dibentuk dengan tujuan mendapat solusi optimal pada masalah penugasan dengan cara mencari perbedaan paling maksimum dari elemen yang sudah dilakukan pengurangan pada baris dan kolomnya yang diselesaikan dengan ukuran data 5x5 yang bertujuan untuk meminimalkan total biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan. Penyelesaian dengan MDCM dimulai dengan cara elemen terkecil kedua pada baris dan kolom dikurangi elemen terkecil pertama pada baris dan kolom kemudian cari perbedaannya dengan menemukan nilai difference yang paling maksimum baris atau kolom yang sudah dilakukan pengurangan kemudian reduksi baris dan kolomnya. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa, mesin 1 ditugaskan untuk pekerja E, mesin 2 ditugaskan untuk pekerja A, mesin 3 ditugaskan untuk pekerja D, mesin 4 ditugaskan untuk pekerja C, dan mesin 5 ditugaskan untuk pekerja B. Maka penugasannya adalah : . Dari hasil penugasannya, maka didapat solusi optimal untuk biaya minimumnya adalah 1+0+2+1+5 = 9

    KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERSAFARI BERMINAT, SANGAT MENGUASAI, FAKTA, RABUK PANCAINDRA, DAN DIKSI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kelemahan siswa dalam menulis cerpen, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran menulis cerpen. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis menyusun rumusan masalah: 1) Bagaimana kemampuan siswa dalam menulis cerpen sebelum dan sesudah menggunakan Strategi Bersafari pada kelas eksperimen; 2) Bagaimana kemampuan siswa dalam menulis cerpen sebelum dan setelah tes tanpa menggunakan Strategi Bersafari pada kelas kontrol; 3)Adakah perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan Strategi Bersafari di kelas eksperimen dan tanpa menggunakan Strategi Bersafari di kelas kontrol. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal yang tercantum dalam rumusan masalah tersebut. Strategi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Strategi Bersafari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini berupa pengolahan data kuantitatif yang meliputi uji reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam menulis cerpen di kelas eksperimen dan di kelas kontrol. Hal ini bisa dlihat dari pemerolehan hasil posttest antara kedua kelas. Hasil posttest kelas eskperimen sebesar 73, sementara hasil posttest kelas kontrol sebesar 67. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menentukan thitung, diperoleh nilai thitung = 5,81 dan ttabel = 2,36, sehingga thitung = 5,81 > ttabel = 2,36. Maka hipotesis H1 diterima, yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam menulis cerpen di kelas eksperimen dan di kelas kontrol

    ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN (FULL COSTING METHOD) DAN PERHITUNGAN PENETAPAN HARGA JUAL (Sudi Pada Pelaku UMKM Meubel di Kota Pasuruan Raya)

    No full text
    Dea Hesti Yuliani. 2023. “Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Pendekatan (Full Costing Method) Dan Perhitungan Penetapan Harga Jual (Studi Pada Pelaku Umkm Meubel di Kota Pasuruan Raya). Setiap Perusahaan pada dasarnya mempunyai tujuan untuk mencapai laba yang maksimal dan mempertahankan usaha salah satu cara yang ditempuh perusahaan adalah dengan menetapkan harga jual yang sesuai dengan pesaing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganilis perbandingan antara perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan perusahaan dengan menggunakan pendekatan Full Costing. Perhitungan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebab semakin meningkatnya persaingan antar pengusaha dalam menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga yang sanggup bersaing. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diolah adalah data primer berupa catatan harga pokok produksi seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dari hasil wawancara dengan objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa harga pokok pada pengusaha mebel belum dapat menunjukkan harga pokok produksi yang sesuai dengan pengumpulan biaya produksinya. Terjadi perbedaan penentuan harga pokok menurut UD. Sinar Kayu Mebel sebesar Rp 1.643.000 sedangkan menurut penulis berdasarkan teori sebesar Rp. 1.727.000. Hal tersebut belum dipakai sebagai dasar penentuan harga jual karena penentuan harga jualnya kurang sesuai dengan teori yaitu perusahaan tidak memperhitungkan persentase laba yang diharapkan akan tetapi hanya berdasarkan harga pasaran. Kunci: Harga Pokok Produksi, Full Costing, Harga Jual ABSTRACT Dea Hesti Yuliani. 2023. "Analysis of the Calculation of the Cost of Production with the Approach (Full Costing Method) and the Calculation of the Determination of the Selling Price (Study on Umkm Furniture Actors in the City of Pasuruan Raya). Every company basically has a goal to achieve maximum profit and maintain business, one of the ways that the company takes is to set a selling price that is in accordance with competitors. The purpose of this study is to analyze the comparison between the calculation of the cost of goods manufactured and the cost of goods sold by the company using the full costing approach. The calculation of the cost of production is very important to note because of the increasing competition between entrepreneurs in producing quality products at competitive prices. The type of research used in research is research with a qualitative descriptive approach. The data processed is primary data in the form of records of production costs such as raw material costs, direct labor costs and factory overhead costs from the results of interviews with the object under study. Based on the results of the research and data analysis, it can be concluded that the cost of goods sold by furniture entrepreneurs has not been able to show the cost of production in accordance with the collection of production costs. There is a difference in determining the basic price according to UD. Sinar Kayu Furniture is Rp. 1,643,000, while according to the author, based on the theory, it is Rp. 1,727,000. This has not been used as a basis for determining the selling price because the determination of the selling price is not in accordance with the theory, namely the company does not take into account the expected profit percentage, but only based on market prices. Key: Cost of Production, Full Costing, Selling Pric

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN SISWA KELAS II D SDN KLENDER 03 PAGI JAKARTA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis permulaan siswa kelas II menggunakan model pembelajaran Picture and Picture. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas melalui dua siklus. Hasil belajar keterampilan menulis permulaan siswa pada siklus I rata-rata 67 dan ketuntasan klasikal 41%  yaitu 13 dari 32 siswa dengan kategori “cukup”, dan mengalami peningkatan pada siklus II memperoleh rata-rata 86 dan ketuntasan klasikal 88% yaitu 28 dari 32 siswa dengan kategori “sangat tinggi” Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar materi menulis permulaan dengan menggunakan model Picture and Picture pada siswa kelas II D SDN Klender 03 Pagi Kota Jakarta.Kata kunci: Picture and Picture, keterampilan menulis permulaan, bahasa Indonesia                                                                                                                            

    Konsep Pemanfaatan Bangunan Cagar Budaya Di Kawasan Kota Lama Semarang

    No full text
    ABSTRACTThe Old City area of Semarang is one of the areas designated as part of the heritage city of Semarang. Historically and the position of this region is very important role for the development of the city of Semarang and has important value for the science of urban planning, where the history of the formation of the city of Semarang and its development can not be separated from the existence of the Old City Area Semarang. Along with the development of the increasingly widespread city of Semarang, the old city of Semarang has long been abandoned and experienced environmental degradation. This of course has an effect on the area that is getting increasingly slum and left unchecked, whereas on the other hand the old city area has important values that must be maintained and maintained. The omission of important buildings that have historical value also continues to occur and causes the area to be slum and unhealthy. Through this research, there are goals to be achieved, namely important buildings identified as cultural heritage buildings are utilized by various conservation measures, so that the buildings can be functioned through adaptation of more present and complementary functions so that the old city area becomes alive and more productive. The method used to achieve these objectives is descriptive empirical which begins with extracting strategic issues in the field through interviews with building owners, the surrounding community and the Semarang City Government (Bappeda), as well as the old city area management body (BPK2L). The results of this study are that the concept of building utilizatio /function is carried out on buildings that are included in the first priority of handling, which are then categorized into 8 (eight) in accordance with the conditions and problems that occur in cultural heritage buildings. The concept of using cultural heritage buildings is directed as: museums, offices, art galleries, cafes/restaurants, souvenir shops, meeting rooms, homestays / guest houses, and places to sell antiques.Keywords: concepts, utilization, buildings, cultural heritage  ABSTRAKKawasan Kota Lama Semarang merupakan salah satu kawasan yang ditetapkan sebagai bagian dari kota pusaka Semarang. Secara historis dan posisi kawasan ini sangat penting perannya terhadap perkembangan Kota Semarang dan memiliki nilai penting bagi ilmu perencanaan wilayah kota, dimana sejarah terbentuknya Kota Semarang dan perkembangannya tidak terlepas dari keberadaan Kawasan Kota Lama Semarang. Seiring dengan perkembangan Kota Semarang yang semakin meluas, maka telah lama kawasan kota lama Semarang ditinggalkan dan mengalami degradasi lingkungan. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap kawasan yang semakin lama semakin kumuh dan dibiarkan, padahal disisi lain kawasan kota lama memiliki nilai penting yang harus dipertahankan dan terus dijaga. Pembiaran terhadap bangunan-bangunan penting yang memiliki nilai sejarah juga terus terjadi dan menyebabkan kawasan menjadi kumuh dan tidak sehat. Melalui penelitian ini, maka ada tujuan yang ingin dicapai yaitu bangunan-bangunan penting yang teridentifikasi sebagai bangunan cagar budaya termanfaatkan dengan berbagai tindakan pelestarian, sehingga bangunan-bangunan tersebut dapat difungsikan melalui adaptasi fungsi yang lebih kekinian dan saling mengisi sehingga kawasan kota lama menjadi hidup dan semakin produktif. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah deskriptif empirik yang diawali dengan penggalian isu-isu strategis di lapangan melalui wawancara dengan pemilik bangunan, masyarakat sekitar dan Pemerintah Kota Semarang (Bappeda), serta badan pengelola kawasan kota lama (BPK2L). Hasil dari penelitian ini adalah konsep pemanfaatan/fungsi bangunan dilakukan pada bangunan yang masuk dalam prioritas I penanganan yang kemudian dikategorikan menjadi 8 (delapan) sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang terjadi pada bangunan cagar budaya. Konsep pemanfataan bangunan cagar budaya diarahkan sebagai: museum, kantor, galeri seni, cafe/restoran, souvenir shop, meeting room, homestay/guest house, dan tempat penjualan barang antik. Kata kunci: konsep, pemanfataan, bangunan, cagar buday
    corecore