1,720,983 research outputs found
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SUWAR-SUWIR
Agroindustri suwar-suwir di Kabupaten Jember masih belum berkembang sebagaimana yang diharapkan, mengingat Kabupaten
Jember merupakan salah satu kabupaten penghasil singkong yang cukup besar dan terkenal dengan berbagai macam olahan tape
singkong sebagai makanan khasnya. Terhambatnya perkembangan agroindustri suwar-suwir dikarenakan agroindustri masih
menghadapi berbagai permasalahan, sehingga perlu dilakukan identifikasi permasalahan pada agroindustri suwar-suwir dan dapat
diketahui strategi pengembangan berbasis permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi
pengembangan agroindustri suwar-suwir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Interpretive Structural
Modeling (ISM) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan berbasis
permasalahan keterbatasan bahan baku adalah agroindustri memproduksi sendiri bahan baku berupa tape singkong, sehingga
permasalahan tersebut dapat teratasi dan agroindustri dapat berkembang secara optimal
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SUWAR-SUWIR
Agroindustri suwar-suwir di Kabupaten Jember masih belum berkembang sebagaimana yang diharapkan, mengingat Kabupaten
Jember merupakan salah satu kabupaten penghasil singkong yang cukup besar dan terkenal dengan berbagai macam olahan tape
singkong sebagai makanan khasnya. Terhambatnya perkembangan agroindustri suwar-suwir dikarenakan agroindustri masih
menghadapi berbagai permasalahan, sehingga perlu dilakukan identifikasi permasalahan pada agroindustri suwar-suwir dan dapat
diketahui strategi pengembangan berbasis permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi
pengembangan agroindustri suwar-suwir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Interpretive Structural
Modeling (ISM) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan berbasis
permasalahan keterbatasan bahan baku adalah agroindustri memproduksi sendiri bahan baku berupa tape singkong, sehingga
permasalahan tersebut dapat teratasi dan agroindustri dapat berkembang secara optimal
KENYAMANAN LINGKUNGAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA DI UNIT
Upaya yang dilakukan perusahaan untuk menjaga kualitas jamur merang yaitu dengan melakukan sortasi. Proses sortasi jamur merang
dilakukan setelah panen yaitu pada siang hari yang merupakan suhu tertinggi pada kurun waktu satu hari. Tenaga kerja pada proses sortasi
membutuhkan kondisi lingkungan kerja yang nyaman untuk membantu tenaga kerja dalam memilih jamur merang yang dibutuhkan
konsumen. Lingkungan kerja yang tidak nyaman dapat menurunkan konsentrasi dan mempercepat kelelahan sehingga dapat menurunkan
produktivitas kerja. Oleh karena itu diperlukan suatu rancangan lingkungan kerja yang ergonomis untuk meningkatkan produktivitas kerja
karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan beberapa data yaitu kondisi lingkungan kerja, persepsi karyawan terhadap
lingkungan kerja, dan produktivitas kerja karyawan selama 30 hari. Semua data yang diperoleh dianalisis dengan analisa deskriptif. Aspek
lingkungan kerja yang dinyatakan tidak nyaman dapat menentukan desain lingkungan kerja yang diberikan sebagai rekomendasi yang
dianalisis dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil studi menunjukkan bahwa aspek suhu udara merupakan aspek yang
membuat pekerja merasa sangat tidak nyaman. Permasalahan tersebut dapat ditangani dengan beberapa alternatif yang kemudian akan
dipilih satu alternatif terbaik antara lain pemberian kipas angin, pemasangan terpal, dan pemindahan tempat kerja ke dalam ruangan.
Berdasarkan hasil analisis, alternatif terbaik yang merupakan alternatif yang memiliki nilai tertinggi adalah pemberian kipas angin sehingga
alternatif tersebut dapat dijadikan sebagai rekomendasi desain lingkungan kerja yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja
karyawan
OPTIMASI PRODUK INDUSTRI KERUPUK MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING
Tujuan penelitian ini adalah merumuskan model optimasi pengalokasian komposisi tepung tapioka dan jam orang kerja dalam
rangka mendapatkan keuntungan yang maksimal dan menentukan jumlah produk yang diproduksi setiap jenisnya agar mendapatkan
keuntungan yang maksimal. Penelitian ini dilakukan di home industri Agus Jaya Makmur Karang Mluwo Mangli Jember. Tahapan
penelitian meliputi studi pendahuluan mencangkup studi pustaka, observasi lapang dan wawancara dari responden kunci, menentukan
fungsi tujuan dan fungsi kendala, pengolahan data menggunakan metode simpleks. Hasil analisis penelitian dapat diketahui untuk
mendapatkan hasil yang optimal harus memproduksi kerupuk udang/ikan sebesar 161,89 kg per hari dengan memproduksi kerupuk unyil
73 kg per hari dan kerupuk barabir 71 kg per hari dengan selisih keuntungan dari sebelum dan setelah dilakukan optimasi sebesar Rp
512.882,1
PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI
Agroindustri tape singkong merupakan salah satu agroindustri yang memiliki potensi untuk berkembang di Kabupaten Jember,
mengingat Kabupaten Jember merupakan salah satu kota yang terkenal dengan tape singkong dan berbagai macam olahan tape
singkong sebagai makanan khasnya. Namun pengembangan ini masih mengalami ketidakpastian jika ditinjau dari segi ketersediaan
bahan baku dan pemasarannya, sehingga perlu dilakukan kajian berupa analisis prospektif mengenai pengembangan agroindustri
tape singkong di kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai prospek
agroindustri tape singkong di Kabupaten Jember beserta strategi untuk pengembangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode analisis prospektif dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten
Jember memiliki potensi besar di sektor pertanian khususnya budidaya singkong dengan tape singkong sebagai produk unggulan yang
berpotensi untuk dikembangan
ANALISIS FINANSIAL AGROINDUSTRI UNGGULAN BERBASIS SINGKONG DI
Singkong merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi pengembangan produk olahan. Potensi tersebut mendorong
adanya agroindustri berbasis singkong dan agroindustri unggulan. Kegiatan agroindustri unggulan memiliki dampak dalam
peningkatan perekonomian daerah, akan tetapi agroindustri unggulan berbasis singkong belum teridentifikasi dan bagaimana
kelayakannya. Salah satu cara untuk mengidentifikasi agroindustri unggulan yaitu dengan menggunakan metode perbandingan
eksponensial sedangkan kelayakannya dilakukan analisis finansial. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis
agroindustri unggulan dan kelayakannya secara finansial. Hasil penelitian menunjukkan agroindustri unggulan adalah
agroindustri tape dan layak dijalankan dengan nilai NPV 658.171.151, B/C Ratio sebesar 1,61, nilai IRR sebesar 33%, Payback
period selama 1 tahun 6 bulan. Untuk mendapatkan keuntungan, produksi tape harus diatas 12.792 kg dan nilai penjualan
diatas Rp 191.880.515,00. Pada analisis sensitivitas agroindustri tape tidak layak dijalankan ketika terjadi kenaikan harga
bahan baku diatas 50%,penurunan harga jual produk 11%
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
