47 research outputs found
Jurnalis dan Jurnalisme dalam Fenomena Kontemporer
Secara global, jurnalisme telah berkembang dari waktu ke waktu, sejalan dengan perubahan berbagai aspek dalam masyarakat, seperti sosial, budaya, politik, agama, ekonomi, termasuk teknologi komunikasi. Demokrasi sering menjadi kambing hitam keterbatasan ruang gerak piers atau praktik-praktik jurnalisme. Di Indonesia, runtuhnya ordebaru telah memberikan kesempatan bagi pers yang Iebih demokratis. Namun eksistensi pers, jurnalisme, serta jurnalis-jurnalis yang berkecimpung di dalamnya justru terancam melemah karena kelemahan beradaptasi pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Di riegara-negara dengan tingkat konektivitas internet yang baik, internet telah mengubah cara orang-orang berkomunikasi secara dramatis. Terjadi dialektika antara perkembangan TIK dan perubahan sosial, termasuk pada perubahan cara-cara produksi dan konsumsi media, serta berubahnya praktik-praktik jurnalisme dalam berbagai aspek. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, jika orang orang telah demikian mudah saling bertukar informasi, masihkah jurnalisme diperlukan? Jurnalisme hanya akan tetap eksis bila mampu beradaptasi dan responsif terhadap perubahan. Makalah ini menyoroti berbagai fenomena kontemporer terkait adaptasi terhadap perubahan tersebut mencakup a) spirit, ideologi, dan pendekatan; b) kemampuan menggali, mengolah karya, dan menyampaikan karya kepada khalayak, c) pemahaman tentang medium penyampai pesan, d) pemahaman atas perilaku khalayak serta nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat baik dalam konteks lokal maupun global. Kemampuan beradaptasi pada elemen-elemen perubahan tersebut akan menentukan eksis tidaknya jurnalisme
Cross Media dan Remediasi Soundwork Suara Surabaya FM 100 dan PRFM
Broadcast radio faces challenges in maintaining its existence, particularly in the internet era. Audiences now have more media access choices, leading to decreased loyalty to a single medium. This research explores the strategy of expanding the reach of broadcast radio through cross-media initiatives in the new internet-based medium. It also examines the process of soundwork remediation within the internet medium, focusing on Suara Surabaya FM 100 and PRFM radio. The new context of remediation enables the establishment of social connections between the audience and radio, as well as connectivity among the audience mediated by radio across different outlets
Jurnalis dan Jurnalisme dalam Fenomena Kontemporer
Secara global, jurnalisme telah berkembang dari waktu ke waktu, sejalan dengan perubahan berbagai aspek dalam masyarakat, seperti sosial, budaya, politik, agama, ekonomi, termasuk teknologi komunikasi. Demokrasi sering menjadi kambing hitam keterbatasan ruang gerak piers atau praktik-praktik jurnalisme. Di Indonesia, runtuhnya ordebaru telah memberikan kesempatan bagi pers yang Iebih demokratis. Namun eksistensi pers, jurnalisme, serta jurnalis-jurnalis yang berkecimpung di dalamnya justru terancam melemah karena kelemahan beradaptasi pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Di riegara-negara dengan tingkat konektivitas internet yang baik, internet telah mengubah cara orang-orang berkomunikasi secara dramatis. Terjadi dialektika antara perkembangan TIK dan perubahan sosial, termasuk pada perubahan cara-cara produksi dan konsumsi media, serta berubahnya praktik-praktik jurnalisme dalam berbagai aspek. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, jika orang orang telah demikian mudah saling bertukar informasi, masihkah jurnalisme diperlukan? Jurnalisme hanya akan tetap eksis bila mampu beradaptasi dan responsif terhadap perubahan. Makalah ini menyoroti berbagai fenomena kontemporer terkait adaptasi terhadap perubahan tersebut mencakup a) spirit, ideologi, dan pendekatan; b) kemampuan menggali, mengolah karya, dan menyampaikan karya kepada khalayak, c) pemahaman tentang medium penyampai pesan, d) pemahaman atas perilaku khalayak serta nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat baik dalam konteks lokal maupun global. Kemampuan beradaptasi pada elemen-elemen perubahan tersebut akan menentukan eksis tidaknya jurnalisme
TREN KEBUTUHAN KUALIFIKASI JURNALIS RADIO PADA INDUSTRI RADIO SIARAN DI KOTA BANDUNG
Untuk mengetahui kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja, perguruan tinggi seyogyanya aktif melakukan pendekatan serta penelitian terhadap dunia kerja. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui serta merumuskan kualifikasi sumber daya manusia di bidang jurnalistik radio yang dibutuhkan oleh radio siaran dalam aspek pemahaman terhadap filosofi jurnalistik, karakter media, kemampuan mengolah pesan untuk siaran radio, serta pemahaman etika profesi.Penelitian dilakukan terhadap tiga stasiun radio siaran di Bandung yaitu Radio PR FM, Radio Republik Indonesia, dan Radio Litasari FM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwajurnalis radio yang dibutuhkan adalahyang memahami filosofi perannya sebagai pembawa pesan serta memahami karakteristik radio siaran agar optimal mengolah pesan untuk radio. Mereka juga diharapkan dapat menjunjung tinggi etika profesi. Sejalan dengan perkembangan teknologi berbasis internet, para jurnalis radio juga dituntut bekerja dalam pola kerja media konvergensi. Pengelola radio menyadari kesenjangan antara kondisi ideal dan real kualifikasi jurnalis radio,namun mengaku kesulitan mengatasinya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menyediakan calon jurnalis radio dengan kualifikasi yang memadai.Untuk mengetahui kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja, perguruan tinggi seyogyanya aktif melakukan pendekatan serta penelitian terhadap dunia kerja. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui serta merumuskan kualifikasi sumber daya manusia di bidang jurnalistik radio yang dibutuhkan oleh radio siaran dalam aspek pemahaman terhadap filosofi jurnalistik, karakter media, kemampuan mengolah pesan untuk siaran radio, serta pemahaman etika profesi.Penelitian dilakukan terhadap tiga stasiun radio siaran di Bandung yaitu Radio PR FM, Radio Republik Indonesia, dan Radio Litasari FM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwajurnalis radio yang dibutuhkan adalahyang memahami filosofi perannya sebagai pembawa pesan serta memahami karakteristik radio siaran agar optimal mengolah pesan untuk radio. Mereka juga diharapkan dapat menjunjung tinggi etika profesi. Sejalan dengan perkembangan teknologi berbasis internet, para jurnalis radio juga dituntut bekerja dalam pola kerja media konvergensi. Pengelola radio menyadari kesenjangan antara kondisi ideal dan real kualifikasi jurnalis radio,namun mengaku kesulitan mengatasinya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menyediakan calon jurnalis radio dengan kualifikasi yang memadai
Lingkup Regulasi Media dalam Lanskap Global
The use of media in a variety of platforms, continues to increase globally. As it is, many problems arise, such as the increase in cyber crime, the number of lawsuits as well as an increase in people who are subject to the penalties for actions in the cyber world. This paper is the result of literature research on the study of media regulation trends. The focus of research aimed at: a) Current issues related to media policy in the global landscape, b) Trends on research issues of media studies, and c) an alternative method in the study of media regulation. The focus of research directed its relevance to the context of Indonesia. The study concluded that study of media regulation should aim to understand the current issues in the media, including efforts to find ideas solutif due to the development of a multi-dimensional global landscape, as well as issues that arise as a result of the user interaction media between the state and the nations. Trends issue generally highlighted are: 1) The policy of media, freedom of expression and citizenship, 2) media policy and institutional design, 3) media policy and the state media, as well as 4) the problems arising from the transformation of technology and global interactions. Recent developments in the media and global digital landscape has prompted numerous new problems, thus demanding the emergence of alternative methods, such as method of comparison or comparative studies and policy analysis method is based on a system perspective.
Keywords: Media Studies, Media Policy, The Digital Era, Global Era
 
Analysis of organizational communication in improving the working climate of employees at Radio Maestro
In the face of an era of media convergence and increasingly fierce competition, radio as a mass media continues to strive to remain relevant to its listeners this article highlights the important role of organizational communication in building a positive work climate at Radio Maestro Bandung. Through a qualitative approach, the research identifies effective communication practices such as open communication, ongoing training, and collaboration across social media platforms that support employee motivation and performance. Radio Maestro implements a positive attitude-based strategy in the recruitment process, competency development, as well as providing innovative challenges, despite the challenges of funding and digital media competition. Digital transformation is a key focus in their adaptation to media convergence, including upskilling employees, rebranding, and using platforms like TikTok to expand the reach of young audiences. Effective internal communication support and proactive management are key to success in this change process. Despite facing resistance to innovation, Radio Maestro remains committed to growing and strengthening its digital infrastructure for sustainability in an increasingly competitive media industry. As a result, a conducive “full heart” work culture is created, maintaining the relevance and adaptability of radio in the digital era. This research contributes to enriching the understanding of the strategic role of organizational communication in the process of digital media transformation, especially in local radio, and provides an overview of effective communication practices that can be replicated by other media in facing the era of convergence
HUBUNGAN PEMBELAJARAN DARING DENGAN STRES AKADEMIK MAHASISWA MAGISTER FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PADJADJARAN
The aim of this study is to see if there is a relationship between online learning and academic stress of students of the Masters Program of the Faculty of Communication Sciences, Padjadjaran University. This research is a quantitative study with the population being students of the Masters Program of the Faculty of Communication, Padjadjaran University who are running an online learning process, and the sample is 98 students. The process of collecting data in this study was by distributing online questionnaires using google form. The results of this study are that there is a significant relationship between online learning and work-life balance (H1), then there is a significant relationship between work-life balance and academic stress for Master Program students, Faculty of Communication Sciences, Padjadjaran University (H3), and there is also a relationship between There is a significant relationship between virtual meeting fatigue and academic stress for Master Program students of the Faculty of Communication, Padjadjaran University (H4)
