1,720,957 research outputs found

    Persepsi Politik Pemilih Pemula Menghadapi Pemilu 2024 di Nagari Sabu, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar

    Get PDF
    Politik merupakan panglima kehidupan bernegara. Semua aturan dan kebijakan yang mengatur hajat hidup orang banyak melalui proses politik. Begitupun dengan lembaga negara, hubungan bilateral, kebijakan moneter dan otonomi daerah. Sebagai negara demokrasi Indonesia menjalankan Pemilihan Umum (Pemilu) sekali lima tahun. Partai politik adalah instrumen utama negara demokrasi. Partai politik menjadi peserta Pemilu dalam penentuan kekuasaan baik eksekutif maupun legislatif. Melalui partai politiklah mandat rakyat dijalankan sebagai bentuk kedaulatan negara demokrasi. Partisipasi pemilih dalam setiap Pemilu menggambarkan kesadaran rakyat untuk berdemokrasi. Sehingga upaya peningkatan partisipasi pemilih dari Pemilu ke Pemilu terus dilakukan berbagai pihak, pemerintah, penyelenggara Pemilu, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi atau organisasi kemasyarakatan yang peduli terhadap momentun Pemilu. Salah satu komponen paling penting dari pemilih dalam Pemilu ini adalah pemilih pemula. Pemilih pemula adalah pemilih yang pertama kali mengikuti Pemilu, yaitu warga negara yang berusia 17-21 tahun. Pemilih pemula mesti mendapatkan pendidikan politik yang baik dan benar, sehingga mendorong partisipasi atau keikutsertaannya dalam memilih bahkan juga dipilih pada Pemilu 2024 mendatang. Tetapi pemilih pemula cenderung tidak pernah mendapatkan edukasi atau pendidikan politik yang baik dari partai politik dan penyelenggara Pemilu. Keinginan pemilih pemula untuk memilih pada Pemilu 2024 cukup tinggi. Namun mereka perlu diberikan informasi yang cukup tentang nama calon legislatif dan partai politik, calon presiden/wakil presiden dan teknis menggunakan hak suara. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilaksanakan bersamaan dengan tugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Ekasakti yang dilaksanakan di Nagari Sabu, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar pada bulan Agustus 2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan cara melakukan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terhadap pemilih pemula yang berusia 17-21 tahun. Penelitian ini dilaksanakan sekaligus memberikan edukasi kepada pemilih pemula dengan harapan mereka memiliki pemahaman yang baik tentang demokrasi, partai politik dan Pemilu

    PERAN IKATAN KELUARGA ALUMNI LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL (IKAL-LEMHANNAS) MENYIKAPI ISU INTOLERANSI DI SUMATERA BARAT

    Get PDF
    Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia merupakan lembaga negara yang didirikan dengan tujuan membentuk pola pikir yang kuat tentang nasionalisme dan menyiapkan generasi pemimpin di tingkat nasional dan daerah. Saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan, baik perkembangan teknologi maupun isu sosial sebagai dampak dari geopolitik dunia. Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL-Lemhannas) merupakan organisasi bernaungnya para Alumni Lemhannas, tidak bisa dipungkiri bahwa untuk mengikuti pendidikannya dipersyaratkan kriteria ketat. Jadi, tidaklah berlebihan bila dikatakan para Alumnus Lemhannas adalah orang pilihan yang memiliki watak pejuang dan wawasan kebangsaan yang tidak diragukan lagi kesetiannya kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Isu intoleransi yang dirilis oleh Setara Institute pada tahun 2022 menyebutkan dari 10 kota yang toleransinya rendah di Indonesia, 3 kota terdapat di Sumatera Barat yaitu Kota Padang, Pariaman, dan Padang Panjang. Banyak pihak yang tidak percaya dengan hasil survei tersebut. Sumatera Barat dengan suku bangsa Minangkabaunya dikenal hidup rukun, damai dan tentram dengan agama dan suku minoritas. IKA-Lemhannas Sumatera Barat kemudian juga merespon hasil survei tersebut dengan melakukan beberapa peran yang strategis. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan cara mewawancarai pengurus IKAL-Lemnahannas Sumbar, dokumentasi media dan observasi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENYULUHAN PENINGKATAN WAWASAN KEBANGSAAN BAGI PEMUDA PELOPOR NAGARI SE- KABUPATEN PADANG PARIAMAN

    Get PDF
    Indonesia dengan posisi geostrategi yang unik dan memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, akan selalu menghadapi tantangan, gangguan dan bahkan ancaman. Kekayaan sumber daya alam Indonesia juga merupakan daya tarik tersendiri bagi bangsa lain untuk dieksploitasi secara damai maupun dikuasai secara paksa. Logika demokrasi yang sempit di era reformasi juga mengakibatkan menajamnya rivalitas politik, menguatnya isu kedaerahan dan faham federal dalam sistem otonomi. Nasionalisme bangsa Indonesia yang dibangun diatas landasan konsensus pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928, terfragmentasi oleh berbagai kepentingan sempit dan sesaat yang tidak searah dengan kepentingan nasional. Saat ini di era kemajuan zaman dan teknologi kita juga menghadapi tantangan globalisasi. Globilasi masuk ke Indonesia melalui berbagai cara, dan dipermudah oleh media digital. Satu sisi ini adalah peluang untuk generasi bangsa bisa berkarya, namun di sisi lain bisa menjadi ancaman. Untuk itu kita harus menguatkan jati diri generasi muda. Penyuluhan wawasan kebangsaan adalah satu satu cara membentengi diri generasi muda kita dari pengaruh dan ancaman negatif. Wawasan kebangsaan yang kuat akan mampu menjadi landasan identitas yang kokoh sebagai anak bangsa. Wawasan kebangsaan penting bagi generasi bangsa Indonesia karena dapat menjadi pedoman, dorongan, motivasi dan rambu-rambu dalam menentukan segala keputusan, kebijaksanaan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat maupun daerah untuk seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. Penyuluhan peningkatan wawasan kebangsaan bagi pemuda pelopor se- Kabupaten Pariaman ini merupakan langkah kecil yang dlakukan untuk menguatkan generasi muda yang berada di nagari-nagari untuk siap menghadapi berbagai tantangan masa kini dan yang akan datang

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (BKPSDM) KOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT

    Get PDF
    The study aimed to determine motivation, employee performance, and work environment that have a significant effect on the Personnel and Human Resources Development Agency (BKPSDM) Kota Pariaman. The method used in this research is descriptive with quantitative techniques. Data analysis used descriptive analysis, classical assumption test, and hypothesis test. The results of this study are Motivation and Work Environment affect the Performance of BKPSDM Employees in Pariaman City, West Sumatra Province. From this test, the R Square value is 95.8% where this figure indicates that Motivation and Work Environment affect the Performance of BKPSDM Employees in Pariaman City

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore