1,720,960 research outputs found
Peranan Dinas Lingkungan Hidup Dalam Penataan Dan Pemeliharaan Taman Kota Kabupaten Pelalawan Di Pangkalan Kerinci
Kata Kunci : Penataan, Pemeliharaan
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pelalawan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup dalam Penataan Dan Pemeliharaan Taman Kota Kabupaten Pelalawan Di Pangkalan Kerinci. Kegunaan Penelitian ini juga sebagai bahan masukan bagi Kabupaten Pelalawan khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan diharapkan penelitian ini juga dapat menambah pengetahuan dan menjadi bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dengan pokok permasalahan yang sama. Sejalan dengan tujuan penelitian ini, maka populasi penelitian ini adalah Bidang Pertamanan, Pengawasan Lapangan, Penjaga Taman Kota, Dan juga Responden Pengunjung Taman Kota. Adapun Teknik Penarikan Sampel untuk pegawai dengan cara Sensus. Sementara untuk Pengunjung Taman Kota adalah dengan cara Teknik Aksidental Sampling. Sementara itu, teori yang penulis pakai adalah Konsep Pemeliharaan menurut Arifin (2009). Setelah semua dianalisa dengan penelitian kuantitatif maka diperoleh hasil penelitian yang berjudul Peranan Dinas Lingkungan Hidup Dalam Penataan Dan Pemeliharaan Taman Kota Kabupaten Pelalawan Di Pangkalan Kerinci adalah “Kurang Terlaksana”
DESKRIPSI STRUKTUR TARI TAK OYAI DI KENAGARIAN PAINAN TIMUR KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN
Fokus utama dalam penelitian ini adalah tentang deskripsi struktur tari Tak Oyai di Kenagarian Painan Timur Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu seluruh data yang diperoleh baik data tertulis maupun data di lapangan dihimpun dan dijabarkan kemudian dianalisis sesuai permasalahan penelitian yang dirumuskan. Pendekripsian struktur Tari Tak Oyai dilakukan supaya masyarakat Painan Timur mengetahui tentang struktur Tari Tak Oyai dan dapat melestarikan tari tersebut. Tak Oyai terdiri dari kata Tak yang berarti tidak, dan Oyai berarti goyah. Jadi Tak Oyai bermakna sebagai tidak ada kegoyahan dalam bekerja yang penting selalu bersemangat walau dalam keadaan sulit sekalipun. Sikap semangat tersebut menggambarkan tentang seorang petani yang selalu bersemangat bekerja meskipun dalam keadaan sulit. Untuk menjelaskan semua ini dilakukan dengan menggunakan beberapa teori, teori yang relevan tentang struktur tari yaitu teori struktur dari Y.Sumandyo hadi, kemudian teori bentuk dari Y. Sumandyo Hadi. Kata Kunci: Tari Tak Oyai, Struktur, Bentu
TARI GALOMBANG DALAM KONTEKS SOSIAL MASYARAKAT KOTO KACIAK DI KABUPATEN 50 KOTA
Artikel ini bertujuan untuk membahas tari Galombang pada masyarakat Koto Kociak Nagari VII Koto Talago Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Dalam hal ini peneliti mendeskripsikan apa yang diperoleh di lapangan kemudian dianalisis sesuai dengan permasalahan yang berhubungan dengan fenomena sosial dalam kehidupam masyarakat pemiliki tari Galombang. Teori yang digunakan adalah teori bentuk oleh Nanik Sri Prihatini dan teori fungsi. Teori tersebut digunakan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Tari Galombang tetap eksis sampai saat sekarang dan aktif di tengah kehidupan masyarakat Koto Kociak yang berfungsi untuk upacara pesta perkawinan, upacara pengangkatan pengulu, dan upacara penyabutan tamu. Tari Galombang pada masyarakat di atas disajikan khusus oleh ibu ibu lansia, hal ini merupakan suatu fenomena yang perlu dibahas.This article aims to discuss Galombang dance of the Koto Kociak Nagari VII Koto Talago, Guguak District, Lima Puluh Kota Regency communities. This research is qualitative research with descriptive analytical method. In this case, researcher described what was obtained in the field and then analyzed it according to the problems related to social phenomena in the lives of the Galombang dance owner (communities). The theory used are the form theory by Nanik Sri Prihatini and function theory. The theory is used to answer the problems that have been formulated. Galombang dance still exists until now and active in the midst of the life of the Koto Kociak community. Which has a functions for wedding party ceremonies, the appointment ceremony for the penghulu, and also for the guest welcoming ceremony. Galombang dance on the community above is specifically presented by elderly woman, this is a phenomenon that needs to be discussed.
TARI GALOMBANG MASYARAKAT KOTO KOCIAK NAGARI VII KEC. GUGUAK KAB. 50 KOTA
PePenelitian ini bertujuan untuk membahas tentang “Bentuk dan Fungsi Tari Galombang dalam masyarakat Koto Kociak Nagari VII Koto Talago Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota”. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dapat dilapangan kemudian dianalisis sesuai dengan permasalahan. Teori yang digunakan adalah teori bentuk pendapat Nanik Sri Prihatini dan teori fungsi pendapat Daryusti. Semua teori yang dipakai digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Tari Galombang di tarikan oleh Lansia yang masih aktif di tengah kehidupan masyarakat Koto Kociak berfungsi untuk upacara pesta perkawinan, upacara pengangkatan pengulu, dan upacara penyambutan tamu. Dengan hal ini Tari Galombang dipertunjukan dengan adanya bentuk pertunjukan yaitu berupa komponen-komponen tari meliputi gerak, penari, rias dan kostum, musik, properti, pola lantai, dan tempat pertunjukan
Ronggeng Dukuh Paruk Trilogy by Ahmad Tohari: Understanding of Cultural Geography and Identity
This article intended to reveal cultural variance from Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari. The existence of Srintil as ronggeng showed peculiarity that can not be found in another areas. This identity showed in ceremonial stages such as bathing procession of ronggeng candidate at Kisecamanggala cemetery before officially as Ronggeng. This ritual start with one round of Ronggeng Dance by Srintil without vulgar wawl and errotic moves. Srintil paraded to the Kisecamanggala cemetery to do the ritual. Next step is, drape opening ceremony as if a competition to fight over the virginity of Ronggeng candidate. Before undergo the ceremony, Srintil must be preconcerted to have an Indang. When Srintil just enter the world of Ronggeng, it is believed that Ronggeng is more respected than stay at home woman. After uncovered that Ronggeng is full of lust, Srintil got neglected especially after 1965 incident. In the end, both Srintil and The Dukuh Paruk wrecked without any second chance to show their pride in the slightest. She was crashed in the middle of ruined Dukuh Paruh grassland. The research used documentation methode for the collecting datas research and inductive analytics as analyzing data methode. Dokumentation analysis is collecting data methode where texs and messages in a document will classified into a relevant coding with research. Keywords: Ronggeng Dukuh Paruk, cultural geography, identity DOI: 10.7176/ADS/95-03 Publication date:September 30th 202
TARI KANCAH DI NAGARI CUBADAK, TANAH DATAR, SUMATERA BARAT: ANALISIS PERUBAHAN TEKSTUAL DAN SIGNIFIKANSINYA DALAM BUDAYA
The research titled "Kancah Dance in the Life of the Nagari Cubadak Lima Kaum Community, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province: A Study of Textual Changes" aims to explore the forms of Kancah Dance in the life of the community in Nagari Cubadak Lima Kaum, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province, with a focus on textual change analysis. The research method employed is qualitative and analytical descriptive. Data were obtained through literature reviews and field studies, involving observation and in-depth interviews with five informants. The study applies the theories of change and textual proposed by Sjafri Sairin and Y. Sumandiyo Hadi. The expected results will provide a deeper understanding of the evolution of Kancah Dance and changes in the textual context within the community. This research contributes to the performing arts literature and enriches the understanding of how traditional arts continue to evolve and adapt to changing times
TARI MANCAK PADANG SEBAGAI LEGITIMASI GURU SILEK PADA UPACARA MAURAK BALABEK
Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengungkap tari Mancak sebagai tari tradisional yang hadir dalam upacara Maurak Balabek di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Teori yang digunakan yaitu teori legitimasi dikemukakan oleh Marc Suchman dan teori identitas oleh Barker. Penampilan tari Mancak Padang merupakan proses yang menentukan dalam pengesahan atau legitimasi pengangkatan status sosial Guru Silek. Apabila proses dan syarat telah terpenuhi berarti status guru silat dapat berubah dan identitas dirinya di tengah masyarakat juga berubah. Pengesahan tersebut diberikan oleh Penghulu Kaum dan niniak mamak setelah menyaksikan kemampuan Guru Silek dalam menampilkan tari Mancak Padang.Pengangkatan tersebut dilakukan melalui beberapa proses yaitu 1)Arak-arakan, 2)Penyembelihan kerbau, 3)Jamuan makan siang, 4)Acara pembukaan, 5)Penampilan kesenian anak nagari, dan 6)Mangilekan padang. Mangilekan Padang dilakukan dengan menarikan tari Mancak Padang. Kehadiran tari Mancak Padang memberikan gambaran factual bahwa tari Mancak Padang merupakan bagian dari upacara pengangkatan status sosial Guru Silek dan legitimasi Guru Silek pada masyarakat Kecamatan Kuranji yaitu Maurak Balabek
TARI INDANG PADUSI DI KAMPUNG BUDAYA NAGARI JAWI JAWI KABUPATEN SOLOK SUMATERA BARAT: DALAM PERSPEKTIF ETIKA DAN ESTETIKA
This research title is Female Indang dance in cultural village Nagari Jawi Jawi, Solok Regency, West Sumatra from an ethical and aesthetic perspective. The purpose of this research is to find out about Female Indang dance from an ethical and aesthetic point of view. In this research writing, the writer used a qualitative method that is a description of the analysis, which means all data obtained, both written data and data in the field, are described and then analyzed according to the research problem. The theory that the writer used in this research is the ethical theory proposed by K. Bertens, he stated that ethics can be divided into descriptive ethics and normative ethics and, an aesthetic theory proposed by Dharsono Sony Kartika, he stated that there are five conditions of beauty, namely: unity, harmony, symmetry, balance, and conflict (contras).The beauty of this dance can be seen by its shape and by the value contained in the female Indang dance. Judging from the skill of movement, makeup, and costumes, Dendang (verse) has its own beauty of form and value. Female Indang dance is a dance work sourced from male Indang dance. The presence of female Indang dance experienced pros and cons, especially from Ninik Mamak circles who thought it was unethical for a Baselo woman to dance in public. Along with the times and if women still maintain the provisions, maybe female dancers today can be tolerated
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
