69 research outputs found

    Wacana Pemerintahan Demoktis dan Dinamika Politik di Negeri-negeri Timur Tengah: Saudi Arabia, Yordania, Mesir, Iran, dan Turki

    Full text link
    Democracy -which means an authority of the people as opposed to that of the ruler- fair general election, civil supremacy, equality before law, and government accountability are seemingly inapplicable in Arab countries. Applying democracy and sustaining it will require what Bernard Lewis calls “gradual and deliberate change”, which will take these countries to a reform process from a political autocracy to an open and competitive political system. The same view is echoed by Robin Wright. To him, democracy in Arab countries will need a long time to take place. This is because culturally and socially speaking political freedom and individual participation in politics are hard to come by in these countries

    PERAN ORGANISASI PIMPINAN ANAK CABANG IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA IKATAN PELAJAR PUTERI NAHDLATUL ULAMA (IPNU IPPNU) DALAM MEMBENTUK KARAKTER NASIONALISME PADA REMAJA DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO

    No full text
    The problem of teenagers today is not something that can be underestimated because teenagers are an asset to the nation because they are the next generation who will continue leadership in the country of Indonesia, but teenagers are currently experiencing a problem, namely the decline in the character of nationalism, namely 1. Decreased socialization 2. Activeness in the success of the event statehood 3. And the willingness to spread national insights from themselves they prefer to be silent and play cellphones even more interested in foreign culture than their own nation. The purpose of this research is to find out the role of the Branch Leaders of the Nahdlatul Ulama Student Association and the Nahdlatul Ulama Girls Student Association, Taman District Sidoarjo Regency in forming the character of nationalism in adolescents in Taman Subdistrict, Sidoarjo Regency and knowing what are the obstacles experienced by this study using descriptive qualitative methods with data sources from interviews with informants, the results of the study show that the Lead The leadership of the Nahdlatul Ulama Student Association Branch and the Nahdlatul Ulama Female Student Association, Taman Subdistrict, Sidoarjo Regency has a role in establishing the character of nationalism in Taman Subdistrict, which is carried out through various work programs, some of which are internal and external, including the loyalty period of members, training of young cadres and future members. Introduction to the school environment. Internal activities are more specific to members while external activities are for youth outside the members of the IPNU IPPNU management, Taman DistrictMasalah remaja saat ini bukanlah hal yang bisa disepelekan karena remaja adalah aset bagi bangsa karena merupakan generasi penerus yang nantinya akan meneruskan kepemimpinan di negara Indonesia namun remaja saat ini tengah mengalami suatu problem yaitu menurunnya karaker nasionalisme yaitu 1. Sosialisasi menurun 2. Keaktifan dalam mensukseskan acara kenegaraan 3. Kemauan untuk menyebarkan wawasan kebangsaan dari diri mereka mereka lebih suka berdiam diri dan bermain ponsel bahkan lebih tertarik budaya luar daripada bangsa sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui peran Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dalam membentuk karakter nasionalisme pada remaja di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dan mengetahui apa saja kendala yang dialami penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskrptif dengan sumber data dari hasil wawancara dengan narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo memiliki peran dalam memebentuk karakter nasionalisme di Kecamatan Taman yang dilakukan melalui berbagai macam program kerja yang bersifat internal dan eksteral diantarnya Masa Kesetiaan Anggota, Latihan Kader Muda dan masa pengennalan lingkungan sekolah. Kegiatan internal lebih dikhususkan untuk anggota sedangkan kegiatan eksternal untuk remaja di luar anggota kepengurusan IPNU IPPNU Kecamatan Tama

    INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENJAGA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA ( DESA GUMENG KECAMATAN JENAWI KABUPATEN KARANGANYAR)

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat melakukan interaksi sosial di tengah adanya perbedaan agama yang ada di desa Gumeng. Penelitian ini menggunakan teori interaksi sosial Gillin dan Gillin. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif desain studi kasus. Informan dalam penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara. Teknik analisis data diawali dengan melakukan reduksi data, kemudian penyajian data lalu ditarik kesimpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi masyarakat masih memiliki sikap toleransi antar umat beragama yang masih terjaga dengan baik. Masyarakat menjalankan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama yang diyakininya. Kegiatan dalam hal kerja sama dan gotong royong dilakukan masyarakat secara bersama-sama, tanpa membedakan keyakinan yang dianut oleh individu lain. Dalam hal akomodasi, masyarakat selalu menghormati dan mengharagai satu sama lainnya, seperti dalam kegiatan hari raya keagamaan baik agama Islam, Hindu, Kristen dan Aliran Kepercayaan. Sedangkan dalam hal asimilasi masyarakat mampu menerima perbedaan agama yang ada di keluarga mereka, hasil dari pernikahan beda agama. Kata Kunci : Interaksi sosial, toleransi, agama Abstrack This research aims to find out how people do social interaction amid the existence of religious differences in the Gumeng village. In this research using social interaction theory from Gillin and Gillin. Informan in this research were determined using puposive sampling technique. Data collection is done by using  interview technique. Data analys technique begins with data reduction, then the presentation of data, and then drawn conclusions. The technique of data validity using source triangulasi technique. The results of this research indicate that the social interaction stil has a tolerance attitude among religious communities are still well preserved. The comunnity carries out religious activities in accordance with the religion it believes. Activities in terms of cooperation do it together, without distinguishing beliefs held by others. In terms of community accomodation always respect and appreciate each other, such as religious festivals in Islam, Hinduism, Christianity, and the flow of Faith. while in terms of assimilasion the community is able to accept the different religions that exist in their families, the result of diferrent religious marriages. Key word : Social interaction, tolerance, religiou

    Persepsi Masyarakat terhadap Sikap dan Perilaku Kelompok Wahabi di Dusun Masaran Desa Pakong Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan

    Full text link
    penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) gambaran sikap dan perilaku kelompok Wahabi di Dusun Masaran Desa Pakong Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. 2) mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap sikap dan perilaku kelompok Wahabi di Dusun Masaran Desa Pakong Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. teknik analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh, mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan sepakat berpandangan 1) sikap dan perilaku kelompok Wahabi yang ada di Dusun Masaran tidak pernah beradaptasi dengan lingkungan masyarakat Pakong, tidak pernah bantu-bantu ataupun menghadiri kegiatan sosial seperti kerja bakti, takziah, bahkan jika ada acara pernikahan tidak datang kecuali masih ada ikatan keluarga dan jika buwuh atau takziah menunggu suasana sepi. kelompok Wahabi juga tidak pernah mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian Desa, Maulid Nabi, tahlil. kelompok Wahabi hanya berkumpul dengan orang yang sama pemahamannya dan memberikan uang ketika melakukan kegiatan khataman Quran. 2) masyarakat Dusun Masaran desa pakong berpandangan negatif terhadap sikap dan perilaku kelompok Wahabi di Dusun Masaran, menurut masyarakat masaran kelompok Wahabi di Masaran tidak mau berkumpul karena berbeda pemahaman dengan masyarakat Pakong. kelompok Wahabi di Masaran tidak termasuk kelompok yang radikal yang melakukan pemaksaan dan kekerasan secara terang-terangan tetapi kelompok Wahabi yang memberikan uang ketika khataman Quran dianggap cara untuk mempengaruhi orang lain supaya ikut Wahabi atau menyuap orang lain supaya ikut Wahabi

    Peran Pengurus Ekstrakurikuler Sie Kerohanian Islam Dalam Mengembangkan Moral Anggota Di SMAN 1 Kertosono

    Full text link
    Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran pengurus ekstrakurikuler Sie Kerohanian Islam dalam mengembangkan moral anggota di SMAN 1 Kertosono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SMAN 1 Kertosono yang terletak di Jl Panglima Sudirman No 10 Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Informan dalam penelitian ini adalah Pembina SKI, Ketua SKI, dan juga anggota yang berperan aktif dalam kegiatan SKI. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipan dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah peran pengurus ekstrakurikuler SKI dalam mengembangkan moral anggotanya adalah melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan harian, kegiatan mingguan dimana kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan-kegiatan yang diprogramkan untuk lebih memperdalam ilmu agama khususnya agama islam yang nantinya akan membentuk moral anggota SKI. Kata Kunci: Peran, Ekstrakurikuler SKI, Perkembangan Moral. Abstract The purpose of this study was to describe the role of Division extracurricular board of Islamic Spirituality in developing member morale in SMAN 1 Kertosono. The method used in this research is qualitative descriptive. The location of the study was conducted at SMAN 1 Kertosono located in Jl Panglima Sudirman Number 10 Kertosono, Nganjuk, East Java. The informants in this study were SKI coaches, SKI Chairmen, and also members who played an active role in SKI activities. Data collection uses interviews, participant observation and documentation. Data analysis techniques are carried out in three stages, namely data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study are the role of SKI extracurricular administrators in developing the morale of their members through various activities such as daily activities, weekly activities where these activities are programs that are programmed to further deepen the science of religion, especially Islam, which will shape the morale of SKI members. Keywords: Role, SKI Extracurricular, Moral Development

    PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA KEPADA SISWA DI SMPN 1 JABON SIDOARJO

    Full text link
    Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan wujud peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter toleransi antar umat beragama kepada siswa. Lembaga pendidikan sekolah yang di angkat dalam penelitian yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jabon Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. pengambilan sampel  menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jabon Sidoarjo. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut : Wujud peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter toleransi antar umat beragama terhadap siswa dapat melalui aktivitas yang dilakukannya. Aktivitas yang dilakukannya sesuai dengan bentuk seperti saling mengerti antar umat beragama, saling menghargai kesetaraan dalam ajaran antar umat beragama, serta saling bekerja sama antar umat beragama. Tidak hanya itu saja guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam penelitian ini juga telah melaksanakan tugasnya sebagai guru semestinya seperi memberikan ilmu pengetahuan maupun pengalaman yang telah terjadi, membentuk kepribadian peserta didik, sebagai perantara dalam pembelajaran, membimbing peserta didik, serta sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Kata Kunci : Lembaga pendidikan sekolah, karakter, toleransi antar umat beragama Abstract The purpose of this study is to describe the manifestation of the role of the Pancasila and Citizenship Education teacher in shaping the character of tolerance between religious communities to students. School educational institutions that were adopted in the study were 1 Jabon Sidoarjo State Middle School. This research uses a qualitative research approach. In selecting the sample data source researchers used a purposive sampling technique. Sampling of these data sources is the Principal, Pancasila and Citizenship Education Teachers as well as students in Jabon Sidoarjo 1 Middle School. The results obtained are as follows: The manifestation of the role of the Pancasila and Citizenship Education teacher in shaping the character of tolerance between religious communities towards students can be through the activities they do. Activities carried out in accordance with forms such as mutual understanding between religious communities, mutual respect for equality in teachings between religious communities, and mutual cooperation between religious communities. Not only that, the Pancasila and Citizenship Education teacher in this study also carried out their duties as a teacher, such as providing knowledge and experience that had taken place, forming the personality of students, as intermediaries in learning, guiding students, and as a liaison between schools and the community. Keywords: School educational institutions, character, tolerance between religious communitie

    Strategi Orang Tua dalam Mendidik Karakter Anak di Desa Bogorejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan secara mendalam strategi yang dilakukan oleh orang tua dalam mendidik karakter pada anak di Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi orang tua dalam mendidik karakter gemar membaca, sopan santun, dan religius adalah dengan keteladanan dan repeat power. Selain itu juga terdapat hambatan dalam mendidik karakter gemar membaca, sopan santun, dan religius, setiap penanaman nilai karakter memiliki hambatan yang berbeda-beda, dan juga beda strategi yang digunakan oleh orang tua berbeda pula hambatan yang terjadi. Hambatan pada karakter religus jika menggunakan srategi repeat power maka anak sering mengabaikan, untuk karakter sopan santun hambatan yang sering dialami orang tua adalah jika tidak memberi teladan kepada anak maka anak mengabaikan, berbeda dengan karakter gemar membaca dari hasil wawancara banyak orang tua yang tidak peduli dengan prestasi anaknya. Terlepas dari strategi yang digunakan orang tua dalam mendidik karakter anak, pendidikan orang tua juga mempengaruhi cara dan pengetahuan orang tua mendidik anak. Orang tua yang berpendidikan rendah cenderung lebih mementingkan pekerjaan daripada mendidik karakter anak. seperti yang diungkapkan oleh beberapa informan bahwa jarang sekali orang tua memperhatikan perilaku dan tumbuh kembang anak, karena orang tua sibuk dengan pekerjaannya

    Implementasi Nilai-Nilai Demokrasi pada UKM Unit Kegiatan Kerohanian Islam Universitas Negeri Surabaya

    Full text link
    This study aims to determine the implementation of democracy in the Student Activity Unit of the Islamic Spiritual Activity Unit, State University of Surabaya. In this organization not only examines the religion of Islam but also applies the values ??of democracy applied in the Indonesian state. Democracy implies the meaning of power which is essentially the people who hold the highest mandate in democracy. The essence of democracy is of the people, by the people and for the people. Judging from the meaning of the word democracy, it is clear that the people play an important role. However, in practice it can be understood and implemented differently, even development is very uncontrolled. In the UKKI UNESA organization, it should be in line with the values ??that exist in democracy and the creation of freedom and deliberation to reach consensus. The research method used is qualitative. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. Informants in this study were the general chairman, functionaries, and members. The conclusion of this study is that the implementation of democratic values ??in the organization of the Islamic Spiritual Activity Unit is in line with the principles of Pancasila democratic values ??which refers to Cipto's theory in journal (Aulawi, A., & Srinawati : 2019), although it is not perfect yet. The results of this study are expected to be useful and contribute to balancing thoughts on the application of democratic values ??and can add to the treasures of thoughts for writers and readers in general regarding democratic values. Keyword: Democracy, Organization, Discussio
    corecore