5,781 research outputs found
Rhodostomin inhibits the Transforming growth factor-1-enhanced adhesion activity of ROS 17/2.8 osteosarcoma cells.
Effectiveness of a multidisciplinary rehabilitation program in elderly patients with hip fractures
Thrombin enhances the adhesion and migration of human colon adenocarcinoma cell via increased β3-integrin expression on tumor cell sufrace and their inhibition by snake venom peptide, rhodostomin.
POSISI R.S. QADR BERDASARKAN CORRESPONDENCE ANALYSIS PERSEPSI PASIEN DAN MANAJEMEN
R.S. QADR adalah rumah sakit swasta kelas C, yang memiliki 101 tempat tidur rawat inap, berlokasi di Karawaci Tangerang. Kondisi R.S. QADR teridentifikasi mempunyai permasalahan adanya penurunan kunjungan pasien rawat inap yang signifikan tiga tahun terakhir periode tahun 2009 – 2011. Penurunan jumlah pasien ini, diduga karena pelayanan yang diberikan kepada pasien kurang memuaskan, sehingga citra rumah sakit tidak terbentuk dengan baik dibenak pasien. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui posisi R.S. QADR berdasarkan persepsi pasien dan manajemen. Metode penelitian yang digunakan observasional:deskritif komparatif, dan tehnik pengambilan sampel porposive sampling,denganjumlah 100 pasien rawat inap. Analisis penelitian secara deskritif dan correspondence analysis menggunakan ANACOR run syntax dari SPSS 19. Kesimpulan penelitian: menurut persepsi pasien, posisi R.S. QADR ditentukan oleh atribut: assurance, dan emphaty dari variabel kualitas pelayanan, sertaatribut tanggap dari variabel komunikasi teraupeutik. Tetapi posisi R.S. QADR berdasarkan persepsi manajemen ditentukan oleh atribut: responsiveness dari variabel kualitas pelayanan dan popular dari variabel citra rumah sakit. Perbedaan persepsi pasien dengan manajemen tentang atribut penentu posisi R.S. QADR, dikarenakan manajemen kurang memperhatikan dan menanggapi keinginan pasien. Untuk itu diharapkan pihak manajemen bisa lebih mengetahui lagi keinginan pasien dengan melalui survey pelanggan, agar kepuasan pasien terpenuh
Sistem Akuntansi Pembelian Barang Dagangan pada Koperasi Karyawan R.S Telogorejo Semarang.
Koperasi dalam melaksanakan kegiatan dalam hal pemenuhan kebutuhan bagi
para anggota koperasi harus dengan perencanaan yang cermat. Koperasi harus dapat
menyediakan barang dagangan dengan harga yang mudah dijangkau dan juga kualitas
barang dagangan yang baik. Dalam hal tersebut bagian pembelian sangat berperan
penting dan harus bisa merencanakan, mengawasi dan meningkatkan mutu barang
dagangan dengan cara mencari penjual atau pemasok yang handal.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Elemen-elemen apa
saja yang terkandung dalam sistem akuntansi pembelian barang dagangan pada
Koperasi Karyawan R.S Telogorejo Semarang ? 2) Bagaimana sistem akuntansi
pembelian barang dagangan pada Koperasi Karyawan R.S telogorejo Semarang ?
Lokasi kajian dalam penelitian ini adalah Koperasi Karyawan R.S Telogorejo
Semarang. Obyek kajian dalam penelitian ini yaitu sistem akuntansi pembelian
barang dagangan pada Koperasi Karyawan R.S Telogorejo Semarang. Metode
pengumpulan data menggunakan: 1) Dokumentasi, 2) Wawancara, sedangkan metode
analisis data yang digunakan adalah menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.
Hasil penelitian yang diperoleh antara lain adalah pemaparan mengenai
elemen-elemen yang terkandung dalam sistem akuntansi pembelian barang dagangan,
fungsi-fungsi yang terkait, dokumen-dokumen yang digunakan, catatan akuntansi
yang digunakan, serta cara yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian barang
dagangan pada Koperasi Karyawan R.S Telogorejo. Dari hasil penelitian dapat
diambil kesimpulan pada Koperasi Karyawan R.S Telogorejo Semarang tersebut
terdapat beberapa elemen yang terkandung di dalamnya yaitu: 1) Permintaan
Pembelian, 2) Permintaan Penawaran Harga, 3) Order Pembelian, 4) Penerimaan
Barang, 5) Pencatat Utang. Koperasi Karyawan R.S Telogorejo juga mempunyai tiga
macam sistem pembelian secara kredit yaitu: 1) Order Toko, 2) Sales, 3) Konsinyasi
R.S. Peters' Comprehensive Theory of Moral Education
This article presents R.S. Peters’ theory of moral education embedded in his broad conception of morality. The author examines Peters’ views against the background of Kohlberg’s stage theory of moral development; hence, the positions of both thinkers are interwoven throughout the discussion. It addresses some central issues relevant to moral education such as, for example: cognitive and affective aspects of morality, and the acquisition of virtues. In the article the author argues that Peters’ account of moral development and moral education provides supplementation for the somewhat narrow theory developed by Kohlberg, thus establishing a broader framework relevant to moral education.status: Publishe
Rhodostomin, a snake venom disintegrin inhibits angiogenesis elicited by basic fibroblast growth factor and suppresses melanoma tumor growth by a selective endothelial avb3 blockade.
Integrin αVβ3 and phospholipase C regulate prostacyclin formation of endothelial cells caused by ancrod-generated fibrin.
Combining Fault Analysis Technologies for ISO26262 Functional Safety Verification
The development of Integrated Circuits for the Automotive sector imposes on complex challenges. ISO26262 Functional Safety requirements entail extensive Fault Injection campaigns and complex analysis for the evaluation of deployed Software Tools. This paper proposes a methodology to improve Fault Analysis Tools Confidence Level (TCL) by detecting errors in the classification of faults. By combining the strengths of Automatic Test Pattern Generators (ATPG), Formal Methods and Fault Injection Simulators we are able to automatically generate a Test Environment that enables the validation of the tools and provides supplementary information about the design behavior. Our results showed fault detection rates above 99% including information to improve ISO26262 metrics calculationAccepted author manuscriptComputer EngineeringQuantum & Computer Engineerin
Tissue factor activity of SW-480 human colon adenocarcinoma cells is modulated by thrombin and protein kinase C activator.
- …
