5,781 research outputs found

    POSISI R.S. QADR BERDASARKAN CORRESPONDENCE ANALYSIS PERSEPSI PASIEN DAN MANAJEMEN

    Full text link
    R.S. QADR adalah rumah sakit swasta kelas C,  yang memiliki 101 tempat tidur rawat inap, berlokasi  di Karawaci Tangerang. Kondisi R.S. QADR  teridentifikasi mempunyai permasalahan adanya penurunan kunjungan  pasien rawat inap yang signifikan tiga tahun terakhir periode tahun 2009 – 2011. Penurunan jumlah pasien ini, diduga karena pelayanan yang diberikan kepada pasien kurang memuaskan, sehingga citra rumah sakit tidak terbentuk dengan baik dibenak pasien. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui posisi R.S. QADR berdasarkan persepsi pasien dan manajemen. Metode penelitian yang digunakan observasional:deskritif komparatif, dan tehnik pengambilan sampel  porposive sampling,denganjumlah 100 pasien rawat inap. Analisis penelitian secara deskritif dan  correspondence analysis menggunakan ANACOR run syntax dari SPSS 19. Kesimpulan penelitian: menurut persepsi pasien, posisi R.S. QADR  ditentukan oleh atribut: assurance, dan  emphaty dari variabel kualitas pelayanan, sertaatribut tanggap dari variabel komunikasi teraupeutik.  Tetapi posisi R.S. QADR berdasarkan persepsi manajemen ditentukan oleh atribut:   responsiveness dari variabel kualitas pelayanan  dan  popular dari variabel citra rumah sakit.  Perbedaan persepsi pasien dengan manajemen tentang  atribut penentu posisi R.S. QADR, dikarenakan manajemen  kurang memperhatikan dan menanggapi keinginan pasien. Untuk itu diharapkan pihak manajemen  bisa lebih mengetahui lagi keinginan pasien dengan melalui survey pelanggan, agar kepuasan pasien terpenuh

    Sistem Akuntansi Pembelian Barang Dagangan pada Koperasi Karyawan R.S Telogorejo Semarang.

    No full text
    Koperasi dalam melaksanakan kegiatan dalam hal pemenuhan kebutuhan bagi para anggota koperasi harus dengan perencanaan yang cermat. Koperasi harus dapat menyediakan barang dagangan dengan harga yang mudah dijangkau dan juga kualitas barang dagangan yang baik. Dalam hal tersebut bagian pembelian sangat berperan penting dan harus bisa merencanakan, mengawasi dan meningkatkan mutu barang dagangan dengan cara mencari penjual atau pemasok yang handal. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Elemen-elemen apa saja yang terkandung dalam sistem akuntansi pembelian barang dagangan pada Koperasi Karyawan R.S Telogorejo Semarang ? 2) Bagaimana sistem akuntansi pembelian barang dagangan pada Koperasi Karyawan R.S telogorejo Semarang ? Lokasi kajian dalam penelitian ini adalah Koperasi Karyawan R.S Telogorejo Semarang. Obyek kajian dalam penelitian ini yaitu sistem akuntansi pembelian barang dagangan pada Koperasi Karyawan R.S Telogorejo Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan: 1) Dokumentasi, 2) Wawancara, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain adalah pemaparan mengenai elemen-elemen yang terkandung dalam sistem akuntansi pembelian barang dagangan, fungsi-fungsi yang terkait, dokumen-dokumen yang digunakan, catatan akuntansi yang digunakan, serta cara yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian barang dagangan pada Koperasi Karyawan R.S Telogorejo. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan pada Koperasi Karyawan R.S Telogorejo Semarang tersebut terdapat beberapa elemen yang terkandung di dalamnya yaitu: 1) Permintaan Pembelian, 2) Permintaan Penawaran Harga, 3) Order Pembelian, 4) Penerimaan Barang, 5) Pencatat Utang. Koperasi Karyawan R.S Telogorejo juga mempunyai tiga macam sistem pembelian secara kredit yaitu: 1) Order Toko, 2) Sales, 3) Konsinyasi

    R.S. Peters' Comprehensive Theory of Moral Education

    No full text
    This article presents R.S. Peters’ theory of moral education embedded in his broad conception of morality. The author examines Peters’ views against the background of Kohlberg’s stage theory of moral development; hence, the positions of both thinkers are interwoven throughout the discussion. It addresses some central issues relevant to moral education such as, for example: cognitive and affective aspects of morality, and the acquisition of virtues. In the article the author argues that Peters’ account of moral development and moral education provides supplementation for the somewhat narrow theory developed by Kohlberg, thus establishing a broader framework relevant to moral education.status: Publishe

    Combining Fault Analysis Technologies for ISO26262 Functional Safety Verification

    No full text
    The development of Integrated Circuits for the Automotive sector imposes on complex challenges. ISO26262 Functional Safety requirements entail extensive Fault Injection campaigns and complex analysis for the evaluation of deployed Software Tools. This paper proposes a methodology to improve Fault Analysis Tools Confidence Level (TCL) by detecting errors in the classification of faults. By combining the strengths of Automatic Test Pattern Generators (ATPG), Formal Methods and Fault Injection Simulators we are able to automatically generate a Test Environment that enables the validation of the tools and provides supplementary information about the design behavior. Our results showed fault detection rates above 99% including information to improve ISO26262 metrics calculationAccepted author manuscriptComputer EngineeringQuantum & Computer Engineerin
    corecore