1,735,493 research outputs found

    Abidin Yaman ile sözlü tarih görüşmesi

    No full text
    Bu görüşme, Onur Ulutaş koordinatörlüğünde Nilüfer Belediyesi bünyesindeki Sözlü Tarih ve Araştırma Projesi 1 başlığı altında gerçekleştirilmiştir. Bu proje kapsamında yapılan görüşmelerin sayısı 161’dir.1951 yılında Bursa ilinin Nilüfer ilçesine bağlı Alaaddinbey köyünde doğan Abidin Yaman, çiftçilikle uğraşır. 1963 yılında ilkokuldan mezun olur ve çocukluk yıllarında çobanlık yapar. Alaaddinbey köyündeki yaşamlarından bahseden Yaman, ulaşım ve su konusunda sıkıntı çekmediklerini belirtir. Su ihtiyacı kuyulardan temin edilmektedir. Köye elektrik 1969 yılında gelir ve elektrik gelmeden önce gaz lambası kullanılmaktadırlar. 1980 İhtilali sırasında köyde herhangi bir olay yaşanmaz. Komşuluk ilişkilerinin iyi olduğundan bahseden Yaman, işlerin imece usulü yapıldığını anlatır. Köylerinin eski ismi Fodra'dır.Nilüfer BelediyesiNilüfer’in Hikayesi. editör Onur Ulutaş. Bursa, 2014

    Ali Yaman ile sözlü tarih görüşmesi

    No full text
    Bu görüşme Rahime Demir tarafından Yaşayanların Dilinden Kartal başlığı altında gerçekleştirilmiştir. Bu kapsamda yapılan görüşmelerin sayısı 46'dır.Aslen Erzincanlı olan Ali Yaman, lisans ve yüksek lisans eğitimini tamamladıktan sonra İstanbul Üniversitesi’nde doktora yapar. Genelde tarikatlar ve sufizm gibi konularla ilgilenen Yaman, özelde Alevi dedeleri ve Yesevi Tarikatı üzerine çalışır. Doktora tezini yazmak için Özbekistan, Kazakistan, Kırgızistan ve Almanya’ya gider ve gezdiği coğrafyalardaki tekke, türbe ve dergahları tek tek ziyaret eder. Doktora sürecini detaylarıyla anlatan Yaman, Aleviler ve Sünniler arasındaki problemlerin nedenlerinden ve çözüm yollarından bahseder ve bulunduğu Türk Cumhuriyetlerindeki sosyal yapıya dair bilgiler verir.Rahime Demi

    Hamdi Yaman ile sözlü tarih görüşmesi

    No full text
    Bu görüşme Sultanbeyli Belediyesi bünyesinde Ayşenur Menekşe Çalıkçı editörlüğünde Sultanbeyli’nin Yarım Asırlık Çınarları projesi başlığı altında gerçekleştirilmiştir. Bu proje kapsamında yapılan görüşmelerin sayısı 18’dir.1948 yılında Trabzon’da doğan Hamdi Yaman, 1961 yılında Trabzon, Çaykara’dan Sultanbeyli’ye göç eder. İlkokulu Sultanbeyli’de bitiren Yaman, tarım ve hayvancılıkla uğraşarak geçimini sağlar. Sultanbeyli'nin köyden kente dönüşüm sürecine dair bilgiler verir.Sultanbeyli BelediyesiSultanbeyli’nin yarım asırlık çınarları. İstanbul: Sultanbeyli Belediyesi, 2013

    UNIFIKASI YAMAN: PROSES PENYATUAN KEMBALI ANTARA YAMAN UTARA DAN YAMAN SELATAN PADA TAHUN 1972 – 1990

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Unifikasi Yaman: Proses Penyatuan Kembali Antara Yaman Utara dan Yaman Selatan Pada Tahun 1972-1990”. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah ketertarikan peneliti terhadap peristiwa sejarah yang terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya terhadap peristiwa sejarah yang terjadi di Negara Yaman. Masalah utama yang diangkat dalam skripsi ini adalah “Mengapa Unifikasi Yaman baru terjadi pada tahun 1990 ?”. Masalah utama tersebut kemudian disusun ke dalam empat pertanyaan pokok penelitian, yaitu (1) Bagaimana kondisi Yaman Utara dan Yaman Selatan sebelum terjadinya unifikasi? (2) Apakah penyebab konflik-konflik yang terjadi Yaman sebelum terjadinya unifikasi pada Tahun 1990? (3) Bagaimana proses terjadinya unifikasi antara Yaman Utara dan Yaman Selatan pada tahun 1990? (4) Bagaimana dampak dari proses unifikasi yang dilakukan oleh Yaman Utara dan Yaman Selatan terhadap keadaan politik dan ekonomi di Negara Yaman yang telah bersatu ? Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan studi literatur, kondisi Yaman Utara dan Yaman Selatan pada saat sebelum melakukan proses unifikasi pada tahun 1990 baik dalam aspek politik, sosial, ekonomi berada pada kondisi yang sangat buruk. Kondisi politik di Yaman Utara maupun Yaman Selatan yang selalu dilanda konflik, baik konflik internal maupun eksternal membawa pengaruh negatif kepada perekonomian dan kondisi sosial dari kedua negara Yaman tersebut. Perekonomian yang selalu tidak stabil di Yaman Utara maupun di Yaman Selatan membawa kedua negara Yaman tersebut menjadi negara yang selalu bergantung kepada bantuan ekonomi dari negara-negara besar seperti Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Uni Soviet. Ketidakstabilan dua negara Yaman ini juga disebabkan oleh seringnya peristiwa kudeta yang membuat setiap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah tidak berjalan dengan baik.Selain peristiwa kudeta yang selalu melanda kedua negara Yaman tersebut, perang yang melibatkan kedua negara Yaman sangat mempengaruhi hubungan kedua negara tersebut. Namun dibalik dampak negatif tersebut, perang yang selalu melibatkan kedua negara Yaman ini membawa pula dampak positif seperti dilakukannya perjanjian-perjanjian perdamaian serta hubungan kerjasama yang membawa kedua negara Yaman ini semakin dekat dengan proses unifikasi. Meskipun demikian, proses yang dilakukan dalam penyatuan kembali antara kedua negara Yaman tersebut, bukanlah proses yang mudah dengan waktu yang singkat, namun dilakukan dengan waktu yang sangat lama dengan beberapa kali melakukan perjanjian. Seringnya proses perjanjian dan hubungan kerjasama yang dilakukan oleh kedua negara Yaman, maka baru pada tanggal 22 Mei 1990 Yaman Utara dan Yaman Selatan melakukan penyatuan atau melakukan proses unifikasi. Setelah pelaksanaan proses unifikasi yang dilakukan kedua negara Yaman, konflik dan permasalahan baru timbul pada negara Yaman yang telah bersatu. Permasalahan yang timbul tersebut, disebabkan oleh ketidakadilan yang dilakukan oleh pemimpin Yaman bersatu sehingga menimbulkan Perang Saudara pada tahun 1994. Kata Kunci :unifikasi, yaman, perang dingin This thesis entitled "Unification of Yemen: Reunification Processof North Yemen and South Yemen In the year 1972-1990". The background for this study is researcher’s interest on historical events that occurred in the Middle East region, especially the historical events that occurred in the State Yemen. The main issues raised in this paper is "Why the unification of Yemen took place in 1990?". The main problem is then divided into four principal research questions: (1) What is the condition of North Yemen and South Yemen before the unification? (2) What are the causes of the conflicts that occurred prior to the unification of Yemen in 1990? (3) How does the process of unification between North Yemen and South Yemen occurs in 1990? (4) What is the impact of the unification process to the political and economic situation in Unified Yemen?Based on the results of research conducted by using literature study, the condition of North Yemen and South Yemen in the moments before the process of unification in 1990 both in terms of political, social, economy is in very bad condition. The political situation in North Yemen and South Yemen which is always conflicting, both internal and external conflicts bring negative influence to the economic and social conditions of the Yemeni state. Unstable economy in North Yemen and South Yemen Yemeni bring the two countries into a state that is always dependent on economic assistance from major countries such as Saudi Arabia, the United States and the Soviet Union.Instability of those two Yemeni state is also caused by frequent coups events that make any policies issued by the respective government is not going well. In addition to the events a coup which always struck both of the Yemeni state, a war involving the North and the South greatly affect relations between the two countries. But behind these negative impacts, war also bring a positive impact such as peace agreement and cooperation agreement between the two countries brought Yemen closer to the unification process. Nevertheless, the reunification process are not an easy process that could be done in a short time, but the process is very long and need a couple of times to the agreement to reach the unification. Frequent process of agreement and cooperation agreement between the two countries carried out by Yemen, on the date of May 22, 1990 North Yemen and South Yemen unified. After the implementation of the process of unification of the two countries of Yemen, conflicts and new problems arise in this newly unified country. The problems are caused by the injustice committed by the leader of unified Yemen, causing the Civil War in 1994. Key words : Unification, Yemen, Cold Wa

    PROXY WAR DALAM KONFLIK YAMAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan terjadinya proxy war di wilayah Yaman, (2) menganalisis tentang keterlibatan negara-negara asing dalam proxy war di wilayah Yaman, (3) menganalisis kepentingan negara-negara asing dalam proxy war di wilayah Yaman. Penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahapan pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proxy war yang terjadi di negara Yaman dibuktikan dengan hadirnya negara-negara asing dalam setiap operasi militer antara kelompok Houthi dengan pemerintahan Yaman yang sah, (2) adanya keterlibatan Iran, Arab Saudi dan Amerika Serikat melalui bantuan dana, amunisi dan operasi intelijen yang menjadikan rakyat Yaman semakin jauh dari perdamaian, (3) keterlibatan Iran, Arab Saudi dan Amerika Serikat dalam proxy war di Yaman dilatar belakangi oleh kepentingan negara-negara tersebut dalam memastikan stabilitas keamanan negaranya dan kekayaan ekonomi yang menguntungkan bagi negaranya

    vaqfīyat Muġalġara, Fātiḥ Yaman Sinān Pās̆ā

    No full text
    VAQFĪYAT MUĠALĠARA, FĀTIḤ YAMAN SINĀN PĀS̆Ā vaqfīyat Muġalġara, Fātiḥ Yaman Sinān Pās̆ā (3) Binding ( - ) Section ([1]) Chapter (3) Binding (14

    Eksternalisasi Konflik Internal Yaman Dalam Kerangka Analisis Internationalization of Conflict Theory

    Full text link
    This research discusses the Yemen conflict that was originally internal and then transformed into an international conflict due to the externalization process. The author sees that the increasingly complex development of the Yemen conflict was affected by the intervention of external actors in the conflict. This research aims to find out how Yemen\u27s internal conflict transformed into an international conflict using the analytical framework of the Internationalization of Conflict Theory. Therefore, in examining the externalization of Yemen\u27s internal conflict, the author uses the concept of escalation, with qualitative research methods. The research results show that the externalization of Yemen\u27s internal conflict is demonstrated through the involvement of external actors such as Saudi Arabia and its coalition, the United States, Britain, France, Iran, and ISIS. In this case, the escalation of the Yemen conflict occurred because of the geographical proximity between Yemen and several countries such as Saudi Arabia, the similarity of identity or ideology between internal parties and external parties who intervened in the Yemen conflict, as well as the opportunities and interests of foreign parties in the Yemen conflict.     Penelitian ini membahas tentang konflik Yaman yang semula bersifat internal kemudian mengalami transformasi menjadi konflik internasional karena adanya proses eksternalisasi. Penulis melihat perkembangan konflik Yaman yang semakin kompleks sangat dipengaruhi oleh intervensi pihak asing dalam konflik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana konflik internal Yaman bertransformasi menjadi konflik internasional dengan menggunakan kerangka analisis Internationalization of conflict theory. Oleh karena itu, dalam menelaah eksternalisasi konflik internal Yaman, penulis menggunakan konsep eskalasi, dengan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksternalisasi konflik internal Yaman ditunjukkan melalui keterlibatan aktor eksternal seperti, Arab Saudi dan koalisinya, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Iran, dan ISIS. Dalam hal ini, Eskalasi konflik Yaman terjadi karena adanya kedekatan secara geografis antara Yaman dengan sejumlah negara seperti Arab Saudi, adanya kesamaan identitas maupun ideologi antara pihak internal dengan pihak eksternal yang mengintervensi konflik Yaman, serta adanya peluang dan kepentingan pihak asing dalam konflik Yaman

    Solidaritas Yaman-Palestina dalam Pidato Deklarasi Perang Yaman-Israel: Metodelogi Interpretasi Abu Hayyan

    Full text link
    Solidaritas Yaman-Palestina kini menjadi fokus penting dalam dinamika politik Timur Tengah. Ketegangan Yaman-Israel menarik perhatian global, menunjukkan komitmen Yaman membela Palestina. Penelitian ini menganalisis pidato perang Yahya Saree menggunakan kerangka metodologi tafsir Abu Hayyan dari kitab Bahrul Muhit. Studi ini menerapkan pendekatan tekstual, linguistik, sosio-historis, logis, dan sistemik untuk mengungkap dimensi solidaritas dan resistensi dalam pidato tersebut. Penelitian bertujuan memahami solidaritas Yaman-Palestina dalam konteks regional yang lebih luas, sekaligus membuktikan efektivitas metode Abu Hayyan untuk menganalisis karya kontemporer seperti orasi politik. Hasil penelitian menunjukkan pidato Saree menggunakan konstruksi argumentatif kompleks dan diksi formal untuk menekankan solidaritas kemanusiaan dan penegakan keadilan. Analisis tekstual menemukan penggunaan istilah kunci seperti "wajib" dan "kita" yang mencerminkan kesatuan dan ketegasan sikap. Secara linguistik, pilihan diksi seperti "respons," "dukungan," dan ekspresi religius memperkuat pesan solidaritas. Analisis sosio-historis membuktikan pidato ini mencerminkan realitas politik serangan Yaman terhadap Israel, persaudaraan Islam, dan semangat melawan penindasan Palestina. Pemeriksaan logis mengungkapkan tindakan Yaman berlandaskan tanggung jawab moral, kewajiban agama, dan aspirasi rakyat dengan kepercayaan pada Allah. Secara sistemik, semua komponen pidato saling terkait menyampaikan tema solidaritas dan penolakan agresi Israel secara kohesif, memvalidasi efektivitas metodologi Abu Hayyan untuk teks politik kontemporer

    MOTIF POLITIK ARAB SAUDI DALAM KONFLIK YAMAN

    No full text
    Berawal dari gelombang Arab Springs pada akhir 2010, Yaman terjebak dalam pusaran konflik. Saleh akhirnya memutuskan untuk mundur dan digantikan oleh AbduRabbuh Mansur Hadi sebagai presiden baru pada November 2011. Namun, pergantian kekuasaan dari Saleh ke Hadi tidak menghentikan konflik politik yang terus terjadi di masyarakat Yaman. Pada 21 September 2014, ibukota Yaman, Sanaa, jatuh ke tangan pemberontak Al Houthi. Pada tanggal 26 Maret 2015, Menteri pertahanan Saudi yang baru, Pangeran Muhammad bin Salman, memulai perang skala penuh pertama sejak tahun 1934 dengan meluncurkan intervensi ke Yaman. Intervensi pada tahun 2015 menandai terobosan besar dalam sejarah. Tujuannya adalah untuk memahami motif politik dalam konflik antara Arab Saudi dan Yaman. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang bertumpu pada kajian dan telaah teks dengan Data primer yang bersumber dalam buku Saudi Interventions in Yemen_A Historical Comparison of Ontological Insecurity-Routledge, yang digunakan untuk membahas tentang motif politik Arab Saudi dalam konflik Yaman. Penelitian ini membahas tiga motif utama yang mendorong keterlibatan dalam konflik ini yaitu 1)Motif Insentif Material, 2)Motif Insentif Solidaritas, 3)Motif Insentif Idealisme. Motif Insentif Material, Dalam hal ini, ada dua faktor yang mempengaruhi motif insentif material yaitu merebut menguasai minyak bumi dan memperluas kawasan teluk. Motif Insentif Solidaritas, Yaman adalah bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Respons terbesar di dunia. Di ambang kelaparan selama empat tahun terakhir. Negara ini terabaikan, sangat kekurangan dana, dan sangat berbahaya. Motif Insentif Idealisme, Perang saudara yang brutal di Yaman telah berkecamuk selama hampir sepuluh tahun, menciptakan salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di zaman modern. Meskipun agama bukanlah pendorong utama konflik di Yaman, kelompok-kelompok besar yang terlibat dalam pertempuran tersebut memang berbeda dalam hal identitas agama, Perbedaan etnis dan agama di Yaman yang terdiri dari beberapa kelompok etnis dan agama yang berbeda, termasuk Sunni dan Syiah

    Yaman Dedenin Türk Mûsikîsindeki Yeri

    No full text
    YAMAN DEDE’NİN TÜRK MÛSİKÎSİNDEKİ YERİ Mustafa DEMİRCİÖZET Türk mûsikîsi tarihi boyunca mûsikî repertuarına katkı sağlayan yüzlerce mutasavvıf şâir, güfte yazarı gelip geçmiştir. Bunlar içerisinde tek bir güfte ile asırlar boyunca dillerden düşmeyen eserlere imza atanlar olduğu gibi, birden çok şiiri bestelenip kaynak kişiler vasıtasıyla, yazılı metinler (mecmua) ve arşivlerdeki kayıtlar yoluyla intikal ederek varlığını sürdürebilen yüzlerce eser sahipleri de mevcuttur. Yunus Emre, Mevlânâ, Ahmed Yesevî, Niyâzî-i Mısrî gibi isimler bu alanda öne çıkan önemli mutasavvıf şairlerdendir. Mûsikî ve edebiyat literatüründe öne çıkan kimi şâirler ve bestekârlar vardır ki, adeta tek bir eseri vücuda getirmek için dünyaya gelmiştir. Mevlânâ’nın Mesnevî’si, Itrî’nin Segâh Tekbîr’i, Nâyî Osman Dede’nin Mi’râciyyesi, Süleyman Çelebi’nin Vesîletü’n-necât’ı (Mevlîd), Hacı Arif Bey’in Kürdîlihicazkâr şarkısı (Gurûb etti güneş), Mevlevî şâir Yaman Dede’nin Na’t’i ve daha niceleri bu cümledendir. Yaman Dede, Osmanlı tebâsına mensup Rum Ortodoks bir ailenin “Diyamandî” isimli çocuğudur. Mevlânâ sevgisi ile başlayan hidayet sürecini 1942 yılında tamamlayarak müslüman olmuş ve Yaman Dede”ye dönüşmüştür. Yazdığı şiirler, edebî mektuplar ve yaptığı konferanslarla hem edebiyatçıların hem de mûsikîşinasların dikkatini üzerine çekmiştir. Biz bu makalemizde, Yaman Dede’nin az bilinen hayat öyküsüne dair önemli safhaları ve bu süreçle eş zamanlı olarak olgunlaşan edebî kişiliğini, sanata dair yaklaşımları ile birlikte Türk mûsikîsindeki yerini inceleyeceğiz. Anahtar Kelimeler: Türk Müziği, Yaman Dede, Şiir, Dinî Müzik, Mevlev
    corecore