1,720,967 research outputs found
Petunjuk laboratorium : mikrobiologi tanah hutan/ Yadi Setiadi (dkk)
xi, 257 hal.: ilus.; 23 c
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENERAPAN MODEL THINK-TALK-WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI PADA SISW A KELAS XI SMK PASUNDAN 1
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keterampilan menulis di kalangan siswa.
Banyak siswa yang merasa sulit untuk menuangkan ide dalam sebuah tulisan dan kurangnya
motivasi pada diri siswa serta kurangnya motivasi yang diberikan guru terhadap siswa, sehingga
siswa merasa bahwa menulis sebuah karangan khususnya karangan argumentasi sangat sulit dan
menjadi sebuah beban. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah perencanaan
pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan model pembelajaran think-talk-write
(TTW}?, (2) bagaimanakah proses pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan model
pembelajaran think-talk-write (TTW}?, dan (3) bagaimanakah hasil pembelajaran menulis
karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran think-talk-write (TTW)?.
Pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran
think-talk-write (TTW) bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran menulis
karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran think-talk-write (TTW), (2)
proses pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran
think-talk-write (TTW), dan (3) hasil pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan
menggunakan model pembelajaran think-talk-write (TTW). Model pembelajaran think-talk-write
adalah model pembelajaran yang pada dasamya dibangun melalui berpikir, berbicara, dan
menulis. Model ini dimaksudkan untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan
pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajamya. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Proses penelitian tindakan kelas terdiri atas
empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Pembelajaran dengan model pembelajaran think-talk-write (TTW) dilaksanakan dengan
cara gum membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, memberikan lembar kerja siswa (LKS)
dan meminta siswa untuk membaca, memikirkan masalah-masalah yang terdapat dalam lembar
kerja (LKS) tersebut (think), mengomentari dan menanggapi pendapat dalam diskusi kelompok
(talk), selanjutnya menuliskan hasil berpikir dan berbicara dalam menulis karangan argumentasi
(write). Hasil penelitian yang telah dilaksanakan, membuktikan bahwa pembelajaran dengan
model pembelajaran think-talk-write (TTW) cukup efektif meningkatkan kemampuan siswa
dalam menulis karangan argumentasi. Hal ini terbukti melalui hasil belajar siswa menulis
karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran think-talk-write (TTW)
mengalami peningkatan setiap siklus. Nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 52,86 dan pada
siklus II sebesar 71,4 meningkat sebesar 18,54, sedangkan dari siklus II ke siklus III yang
memiliki rata-rata nilai kemampuan menulis karangan argumentasi siswa sebesar 82,2
PENERAPAN PENDEKATAN BERMAIN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SPRINT DI MA AL-INAYAH KOTA BANDUNG (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas XI MIA 1 MA AL-INAYAH Kota Bandung )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penerapan pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar sprint siswa MA AL-Inayah Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk menyiasati rasa bosan siswa dalam melakukan pembelajaran sprint dan meningkatkan hasil belajar lari sprint siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI-MIA-1 MA AL-Inayah Kota Bandung dengan jumlah 32 orang siswa yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan sebagai sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan, ada peningkatan keterampilan lari sprint pada siswa dengan menggunakan pendekatan bermain. Proses penelitian dibagi 2 siklus yang terdiri dari 4 tindakan. Semua data yang terkumpul dianalisis menggunakan persentase, nilai hasil belajar sprint siswa pada observasi awal yaitu sebesar 29,88 %, pada siklus I tindakan I yaitu sebesar 34,76%, pada siklus I tindakan II yaitu sebesar 47,25%, pada siklus II tindakan I yaitu sebesar 66,60% dan pada siklus II tindakan II yaitu sebesar 88,86%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, bahwa dengan pendekatan bermain dalam pembelajaran sprint dapat meningkatkan hasil belajar siswa.------This research aims to find out whether by application of approach play can enhance the learning outcome of students ' sprint MA AL Inayah Bandung. This research was conducted to get around bored students in learning and improve the learning results of sprint running sprint students. Research methods the research method used was a class act. The subject of this research is the grade XI-MIA-1 MA AL Inayah Bandung with a total of 32 students as a sample. The results of this study indicate, there is an increase in the skills of running a sprint in students using the approach play. The process of research divided 2 cycle that consists of 4 action. All data collected is analyzed using a percentage, the value of the learning results of students on initial observation sprint i.e. of 29.88%, on a cycle I action I i.e. of 34.76%, on a cycle I Act II of 47.25%, i.e. in cycle II action I i.e. of 66.60% and cycle II Action II, namely of 88.86%. Based on the results of the analysis of such data, that with the approach of the learning play in the sprint may increase student learning outcomes
PENERAPAN MODEL THINK-TALK-WRITE (TTW) UNTUK MENINGKA TKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI PADA SISWA KELAS XI SMK PASUNDAN 1 BANDUNG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keterampilan menulis di kalangan siswa.
Banyak siswa yang merasa sulit untuk menuangkan ide dalam sebuah tulisan dan kurangnya
motivasi pada diri siswa serta kurangnya motivasi yang diberikan guru terhadap siswa, sehingga
siswa merasa bahwa menulis sebuah karangan khususnya karangan argumentasi sangat sulit dan
menjadi sebuah beban. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah perencanaan
pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan model pembelajaran think-talk-write
(TTW}?, (2) bagaimanakah proses pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan model
pembelajaran think-talk-write (TTW}?, dan (3) bagaimanakah hasil pembelajaran menulis
karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran think-talk-write (TTW)?.
Pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran
think-talk-write (TTW) bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran menulis
karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran think-talk-write (TTW), (2)
proses pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran
think-talk-write (TTW), dan (3) hasil pembelajaran menulis karangan argumentasi dengan
menggunakan model pembelajaran think-talk-write (TTW). Model pembelajaran think-talk-write
adalah model pembelajaran yang pada dasamya dibangun melalui berpikir, berbicara, dan
menulis. Model ini dimaksudkan untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan
pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajamya. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Proses penelitian tindakan kelas terdiri atas
empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Pembelajaran dengan model pembelajaran think-talk-write (TTW) dilaksanakan dengan
cara gum membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, memberikan lembar kerja siswa (LKS)
dan meminta siswa untuk membaca, memikirkan masalah-masalah yang terdapat dalam lembar
kerja (LKS) tersebut (think), mengomentari dan menanggapi pendapat dalam diskusi kelompok
(talk), selanjutnya menuliskan hasil berpikir dan berbicara dalam menulis karangan argumentasi
(write). Hasil penelitian yang telah dilaksanakan, membuktikan bahwa pembelajaran dengan
model pembelajaran think-talk-write (TTW) cukup efektif meningkatkan kemampuan siswa
dalam menulis karangan argumentasi. Hal ini terbukti melalui hasil belajar siswa menulis
karangan argumentasi dengan menggunakan model pembelajaran think-talk-write (TTW)
mengalami peningkatan setiap siklus. Nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 52,86 dan pada
siklus II sebesar 71,4 meningkat sebesar 18,54, sedangkan dari siklus II ke siklus III yang
memiliki rata-rata nilai kemampuan menulis karangan argumentasi siswa sebesar 82,2
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
